Prajurit SMA

Prajurit SMA
Lahirnya Persekutuan


__ADS_3

Setelah makan siang, nio berpindah tempat ke Markas Besar Tentara Pelajar.


Nio berjalan di belakang Presiden bersama Kepala Staf TNI AD, AU, dan AL. Dan inilah yang menjadi pertanyaan Nio, karena yang menjadi perwakilan Tentara Pelajar bukanlah Kepala Stafnya, tetapi malah dirinya. Selain perwakilan TNI, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan juga mengirimkan perwakilannya ke pertemuan ini. Korea Utara dan Rusia yang menjadi anggota Pasukan Perdamaian adalah tamu undangan, karena mereka juga berhak tahu perkembangan hubungan dengan Arevelk dan Yekirnovo.


Itulah mengapa Presiden Suroso disapa beberapa utusan Korea Utara dan Rusia, beberapa utusan dari kedua negara tersebut merupakan perwakilan militer negara masing-masing.


Bisa jadi Nio adalah orang termuda di pertemuan nanti, dan salah satu perwakilan Tentara Pelajar di pertemuan nanti. Alasan ditunjuknya Nio sebagai perwakilan Tentara Pelajar karena dirinya terlibat cukup banyak dengan negara-negara di dunia lain, baik negara musuh atau negara yang berpotensial menjadi sekutu Indonesia dan Pasukan Perdamaian.


Sementara itu, pemimpin dua negara dunia lain, Sigiz dan Sheyn dibawa ke ruang pertemuan di lantai paling atas yang menjadi tujuan mereka. Di belakang mereka, berjalan Lux dan Edera dan seorang pria yang menjabat sebagai Panglima militer Yekirnovo yang bertugas sebagai pengawal masing-masing. Dipilihnya Edera sebagai pengawal Sheyn karena mereka berdua berasal dari negara yang sama, yakni Kekaisaran Luan.


Yah… orang-orang yang menjadi perwakilan Yekirnovo kini terlepas dari ikatan Kekaisaran Luan, dan menjadi warga sebuah negara muda yang bernama Yekirnovo. Negara tersebut berdiri untuk mengurangi kekuatan militer Kekaisaran Luan yang hanya digunakan untuk berperang dengan Indonesia, dan berharap dengan berdirinya negara ini perdamaian dengan Indonesia cepat didapatkan. Selain itu, negara ini juga menerima kelompok masyarakat yang dulunya adalah budak atau orang yang dicap sebagai penjahat di Kekaisaran Luan. Kesimpulannya, Yekirnovo adalah rumah bagi orang-orang yang mendambakan perdamaian dan kehidupan yang tentram serta aman.


Begitu kedua pihak mendapatkan kesempatan untuk membuka sebuah negosiasi diplomatik pasca perang dan kerja sama dalam beberapa bidang, pendapat militer akan diperlukan.


Pembicaraan diplomatik, terutama yang dirancang untuk menjernihkan situasi akibat konflik militer, jadi perwakilan militer sangat diperlukan untuk mendukung setiap proposal yang akan dibuat. Tetapi masih ada beberapa pihak yang tidak tahu, atau memilih mengabaikan konflik militer besar antara Indonesia dengan Aliansi, dan masih melakukan beberapa aksi protes mengenai nasib musuh yang berperang dengan Indonesia dan sekutunya.


Pemerintah Indonesia dan negara-negara sekutunya tidak bermaksud membatasi pergerakan militer pada masalah konflik, dan untuk menghindari campur tangan pihak luar, pertemuan hanya berlangsung sangat tertutup. Bahkan perwakilan negara sekutu dilarang membawa anggota pers ke Indonesia, atau yang telah terlanjur membawa maka akan tidak diperbolehkan mengikuti pertemuan.


Lagipula, manfaat dari pertemuan akan lebih terasa jika berlangsung dengan rahasia, jadi jumlah minimal orang yang menghadiri tidak lagi penting.


Sekelompok orang yang berisi beberapa pria dan perempuan sedang menunggu para perwakilan dunia lain di tempat pertemuan.


“Kami menyambut kedatangan Yang Mulia Sigiz, dan Yang Mulia Sheyn.”


Presiden Suroso menyambut mereka berdua secara langsung, sementara perwakilan militer menyambut pengawal-pengawal mereka. Beberapa orang dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan, serta beberapa utusan negara sekutu juga ada di sana untuk membuat catatan mengenai pertemuan ini.


Selain itu, Nio dan Kepala Staf TNI AD, AU, dan AL hadir dengan mengenakan seragam harian mereka. Karena Nio yang paling mahir dengan bahasa dunia lain, dia menggantikan penerjemah resmi negara yang berhalangan hadir karena sakit.


Bagaimanapun, Suroso yang terlihat gugup sangat bisa dimengerti. Karena pertemuan ini berhubungan dengan bantuan besar yang diberikan Arevelk dan Yekirnovo pada perang sebelumnya. Bagi presiden muda ini, satu kesalahan kecil bisa menghancurkan hubungan yang telah dibangun dengan memeras otak dan tenaga.


Terlihat Nio juga sama gugupnya dengan Suroso setelah melihat seorang pria di belakang Sheyn. Tangan Nio terlihat gemetar parah setelah harus menjabat tangan pria tersebut.


Sementara itu, panglima Kerajaan Yekirnovo, Ragh, nampak tersenyum setelah bertemu dengan Nio lagi setelah pertemuan sebelumnya yang sangat kacau. Bekas pertarungan dengan Nio sudah tidak nampak lagi, dan beberapa gigi Ragh yang terlepas akibat pukulan keras Nio telah digantikan menggunakan sisik wyvern yang dibuat oleh pengrajin terbaik milik Yekirnovo. Sekarang, pria tersebut tak lagi memiliki dendam apapun dengan Nio, karena negara yang dia layani sedang bersahabat dengan Indonesia.


Sementara itu, Nio khawatir jika Ragh masih menyimpan dendam yang sangat besar terhadap dirinya. Lalu, di pembicaraan nanti pria itu mungkin akan berbicara semua yang perlakuan yang dia terima dari Nio akibat kebodohan Kaisar Bogat. Jika hal yang dikhawatirkan Nio terjadi, mungkin hubungan Indonesia dengan Yekirnovo akan hancur, dan hal itu hanya akan menambah musuh saja.


Ragh mengenakan pakaian bangsawan militer yang dihiasi beberapa tanda kehormatan dan terlihat cocok dengan cuaca panas di Kota Karanganyar. Dilengkapi juga dengan pedang bagus di pinggangnya menambah nilai keindahan dalam berpakaian Ragh. Pakaian bangsawan yang dikenakan Ragh memiliki perbedaan sebelum kedatangan Indonesia ke dunia lain, dimana dia mengenakan celana panjang berwarna hitam yang dibuat penjahit terbaik yang dikenalnya. Ya… karena Ragh ingin militer Yekirnovo terlihat seperti Indonesia, yang terlihat sederhana namun tidak menyembunyikan kegagahannya, jadi dia memulai dengan dirinya sendiri dengan membuat seragam bangsawan militer yang menurutnya mendekati dengan pakaian upacara militer Indonesia.


Ragh tetap sadar dengan posisinya, karena pernah kalah dengan prajurit bawahan seperti Nio. Setelah hampir sekarat karena bertarung dengan Nio, dia terlanjur menghormati pemuda itu dan menganggapnya seperti saingannya.


Ragh datang ke sini tidak untuk berbicara, dia bersama Edera dan Lux adalah pengawal pemimpin masing-masing. Dimana ini adalah prosedur resmi ketika menghadiri sebuah acara resmi. Tapi, jika dia diminta untuk berbicara, dia akan berbicara atas nama militer pasukan Kerajaan Yekirnovo. Mengingat dirinya adalah mantan panglima Kekaisaran Luan, yang hingga sekarang masih berperang dengan Indonesia, mungkin beberapa orang yang pernah bertemu dengannya masih menganggapnya masih memiliki hubungan dengan negara tersebut.


Demikian pula dengan yang dialami Nio yang mengalami kesulitan.


Dia tidak memiliki keterampilan mengenai hubungan internasional, dan kemampuan analitik nya dikhususkan untuk berperang. Namun, apapun yang terjadi nanti, dia harus tetap bertahan dengan keadaan, dan tetap melakukan pekerjaannya sebagai penerjemah di pembicaraan ini.


Meski Sigiz cukup fasih ketika berbicara menggunakan bahasa Indonesia, namun Sheyn belum terlalu fasih dan hanya mengetahui beberapa kata mudah, seperti, “Apa kabar”, “Selamat siang”, dan “Terimakasih”, semua itu gadis itu pelajari selama satu bulan. Sementara Nio membutuhkan waktu 2 bulan hingga dia benar-benar fasih dengan bahasa dunia lain. Nio menggunakan kemampuannya berbahasa asing untuk menutupi kekurangannya dalam hal berhitung.


Kapan lagi Nio akan mendapatkan pengalaman besar seperti bertemu dengan utusan negara sekutu, berkomunikasi dengan mereka, dan menyadari jika posisinya di militer cukup penting?


Meski begitu, beberapa utusan negara sekutu masih berbicara tentang keberadaan Nio di sini seperti, “Dia ternyata masih muda.”, “Kudengar dia membunuh salah satu jendral musuh.”, dan “Sayang sekali, prajurit seperti dia tidak berada di Pasukan Utama.”


Dalam negosiasi apapun, satu pihak tidak bisa menghadiri dan mendikte kondisi sendirian. Karena akan ada masalah-masalah yang dibahas berulang kali, dalam jangka waktu lama, dengan kedua belah pihak bekerja sama untuk mencapai penyelesaian yang dapat mereka sepakati bersama. Ini adalah proses panjang yang melelahkan, dan masuk akal jika Indonesia dan utusan negara sekutu, Kerajaan Yekirnovo dan Arevelk mengirim banyak orang untuk melaksanakannya.


Selain itu, Arevelk dan Yekirnovo juga membahas bagaimana cara membayar biaya tinggal utusan mereka dan tamu-tamu dari dunia lain selama mereka tinggal di Indonesia.

__ADS_1


Ini juga akan dialami, dimana setelah semua disusun, negosiasi diplomatik dan pembicaraan lainnya tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua hari.


Proses negosiasi mungkin memakan waktu berbulan-bulan, atau yang paling lama bertahun-tahun. Dari hal tersebut, bisa dibayangkan bahwa negosiasi akan memakan waktu yang sangat lama, dan sebagai hasilnya, makanan, penginapan dan pakaian para utusan berada di antara biaya-biaya lain, dan perlu dipertimbangkan juga.


Selain itu, Indonesia harus membahas masalah bantuan besar yang diberikan Arevelk dan Yekirnovo di perang sebelumnya. Sheyn menyarankan untuk membentuk Persekutuan yang beranggotakan Indonesia dan negara-negara sekutunya, Arevelk, dan Yekirnovo. Tentu saja tujuan pembentukan Persekutuan untuk menghadapi kekuatan Aliansi, tepatnya menandingi kekuatan mereka. Menurut Suroso, menjadi anggota Persekutuan bukanlah hal yang tepat sebagai bayaran atas bantuan yang Indonesia terima. Namun, kedua ratu tersebut tetap bersikeras untuk membentuk Persekutuan bersama Indonesia dan negara-negara sekutunya.


Kebijakan luar negeri Indonesia ‘bebas dan aktif’ sangat menghindari keterlibatan dalam suatu konflik. Tapi, sekarang konflik dengan Aliansi membuat pemerintah mengambil langkah besar untuk bergabung dengan Persekutuan demi mencapai perdamaian dan mengakhiri perang.


Lalu, mereka harus membahas masalah bagaimana mereka akan berbicara satu sama lain. Negara-negara sekutu Indonesia tidak keberatan jika mereka harus menggunakan bahasa Indonesia selama berhubungan dengan Yekirnovo dan Arevelk. Sigiz menyarankan jika dia akan mengirim beberapa cendekiawan untuk mempelajari bahasa Indonesia, Rusia, dan Korea, sementara Suroso dan beberapa utusan berjanji untuk mempertimbangkannya. Kendala bahasa harus ditaklukan agar hubungan yang erat bisa terjadi.


Hal terakhir yang mereka diskusikan adalah masalah sebuah hal yang masih ada hubungannya dengan Persekutuan.


Persekutuan lahir pada hari ini dengan tujuan memperkuat hubungan kedua negara dari dunia lain dengan Indonesia dan negara-negara sekutunya


Pemerintah Indonesia dan sekutunya tidak yakin bisa berbuat banyak dengan berdirinya Persekutuan.


“Kita bisa memberi nama pasukan gabungan kita dengan Pasukan Sekutu.”


Itu adalah usulan pertama yang diberikan Ragh yang berhubungan dengan tujuan militer dari Persekutuan. Namun, hubungan diplomatik tidak hanya berhubungan dengan kerja sama di bidang pertahanan, karena mereka juga harus membahas hubungan-hubungan dimana mereka sama-sama mendapat keuntungan seperti kerja sama ekonomi dan pendidikan, atau bahkan mencapai kerja sama perdagangan.


Jadi, Sigiz dan Sheyn belajar bagaimana negara Indonesia memperlakukan sebuah hubungan internasional, serta mendapatkan senjata yang kuat untuk terus berhubungan dengan Indonesia dan sekutunya.


Pertemuan ini berakhir dengan hasil Indonesia dengan sekutu membentuk Persekutuan bersama Arevelk dan Yekirnovo. Maka, tanpa dicatat dalam buku-buku sejarah (atau buku pelajaran sejarah semakin tebal), pembicaraan rahasia pun berakhir.


**


Tapi, setelah perjanjian pembentukan Persekutuan dengan Arevelk dan Yekirnovo, masa damai belum tercapai. Terutama karena situasi internasional di sekitar Indonesia yang belum bersahabat.


Segera setelah kabar jika Indonesia dan sekutunya melakukan pertemuan dengan perwakilan dunia lain, negara-negara tetangga seperti Amerika Serikat, Cina, India, Uni Eropa mulai menghubungi Suroso langsung dan mengatakan, “Ayo ajak kami ke dunia lain.”


Para kepala negara anggota Uni Eropa tidak ingin Indonesia dan sekutunya memiliki kedaulatan tunggal atas Daerah Istimewa Indonesia di Dunia Baru, apalagi dengan kabar jika Indonesia, Rusia, dan Korea Utara sepakat membentuk Pasukan Perdamaian untuk mencegah konflik dengan Aliansi terjadi lagi. Negara-negara besar penghasil sumber daya atau negara yang memiliki pengaruh besar di dunia ini mulai menjatuhkan sanksi dan tindakan lain kepada Indonesia dan sekutunya untuk menyuarakan pendapat mereka. Negara-negara itu seperti Liga Arab, Israel, Amerika Selatan, dan Cina bersatu dalam satu tuntutan mereka bahwa PBB harus ikut mengelola dunia lain.


Negara-negara dengan pengaruh kuat atau penghasil sumber daya takut jika Indonesia dan sekutunya yang memiliki kekuatan besar dalam ekonomi dan kuat secara pertahanan mendapatkan pasokan sumber daya yang terdapat di dunia lain. Karena hal tersebut bisa saja membuat negara-negara besar kehilangan pengaruh di kancah internasional.


Namun, masalah utamanya adalah ada kelompok-kelompok tertentu yang berpengaruh di Indonesia yang sebenarnya menyambut baik peningkatan pengawasan internasional terhadap segala tindakan Indonesia dan sekutunya selama di dunia lain dalam misi perdamaian.


Partai-partai besar yang berkuasa, berbagai LSM, organisasi masyarakat, dan organisasi keagamaan yang tak terhitung jumlahnya menyatakan keinginan mereka untuk melihat dengan mata sendiri dunia lain. Bahkan setelah kejadian kematian seorang prajurit Pasukan Ekspedisi yang diakibatkan kecerobohan sekelompok jurnalis, beberapa perusahaan media massa justru menginginkan akses yang tak terbatas untuk meliput dunia lain, dan mewawancarai orang-orang yang pernah ke dunia lain atau semacamnya.


Semua tuntutan ini muncul setelah berita pertemuan rahasia Suroso dan utusan negara sekutu dengan perwakilan Arevelk dan Yekirnovo telah mengguncang dunia. Seluruh perusahaan TV swasta, media online, bahkan beberapa kelompok yang memuja semua hal yang berasal dari ‘dunia lain’ meminta pertemuan dengan perwakilan dunia lain. Mereka adalah sekelompok orang yang terlalu terobsesi dengan dunia lain karena terlalu sering melihat animasi Jepang atau terlalu banyak membaca komik dan novel fantasi. Seseorang bahkan tidak bisa menahan tawa pada lelucon ini.


Jadi, semua tuntutan dari masyarakat Indonesia dan dunia internasional telah memberi tekanan besar pada pemerintah.


Masyarakat internasional kini seperti ruang kelas yang gaduh, dan PBB sebagai guru tidak terlalu berguna untuk menjaga ketertiban. Kecuali para siswa melakukan aksi protes dengan mengeluarkan kata-kata yang penuh dengan kebencian dan penderitaan mereka, karena pihak sekolah tidak mau mendengarkan mereka. Tentu saja, tidak ada polisi internasional di dunia nyata, jadi sama saja tidak ada pihak yang mencoba mengatur situasi. Akibatnya, anak-anak di kelas hanya berteman dengan teman-teman yang kuat, untuk memastikan keamanan dan menjaga pengaruh mereka di dunia ini.


Negara pertama yang harus mereka hadapi adalah sekutu Indonesia, yakni Rusia, diikuti oleh Korea Utara. Kenyataannya, mereka masih belum tahu tentang Daerah Istimewa Indonesia di Dunia Baru, bahkan Indonesia sendiri masih kesulitan untuk menguasai dan mengembangkan wilayah seperti yang direncanakan. Terus terang, yang dibutuhkan Indonesia hanyalah menguasai daerah-daerah yang diijinkan untuk dieksplorasi oleh pihak Arevelk dan Yekirnovo, sisanya bisa diserahkan Rusia dan Korea Utara.


Masalah utama sekarang adalah Cina.


Cina menggunakan diplomasi garis keras, dengan sumber daya mereka sebagai alat tawar-menawar mereka, dan metode mereka membuat Rusia dan negara-negara barat lainnya menentang mereka. Sementara itu, keinginan UE terhadap dunia lain sebagian besar didorong oleh keinginan mereka untuk berhenti dibawah bayang-bayang Rusia. Begitu Uni Eropa mendapatkan pasokan sumber daya yang stabil dari dunia lain, mereka tidak perlu lagi takut terhadap keadidayaan Rusia.


Tentu saja jika hal tersebut terjadi, Rusia akan berada dalam masalah, itulah sebabnya mereka setuju bergabung dengan Pasukan Perdamaian dan menjadi anggota Persekutuan bersama Indonesia dan Korea Utara. Bagi Korea Utara sendiri, akan lebih baik jika perang dengan dunia lain tidak pernah terjadi, dan fenomena yang disebut dengan Gerbang tak pernah muncul di dunia ini. Dengan demikian merekalah yang harus diawasi dengan ketat. Korea Utara adalah bangsa yang bisa dengan tenang meluncurkan senjata nuklir, mengancam armada laut Cina dan Amerika Serikat dengan SLBM mereka. Bahkan jika kerja sama mengirimkan Pasukan Perdamaian yang mereka bangun bersama Indonesia dan Rusia hancur karena ulah pihak luar, mereka mungkin akan meluncurkan senjata nuklir ke pihak tersebut dan menyulut perang dunia ketiga.


(Peluru kendali balistik berbasis kapal selam atau dalam bahasa Inggris: submarine-launched ballistic missiles disingkat SLBM adalah peluru kendali balistik yang membawa hulu ledak nuklir yang ditembakkan dari kapal selam.)


Hal tentang Cina adalah mereka tidak dapat membiarkan Korea Utara dan Rusia bersama Indonesia mengambil tindakan sendiri atas dunia lain. Cina hanya takut jika Rusia, Indonesia, dan Korea Utara mengambil tindakan ekstrem terhadap mereka, sehingga mengurangi pengaruh mereka di kawasan Asia Pasifik. Karena itu, Cina telah melakukan tindakan yang menyiratkan kepada Rusia dan Korea Utara serta Indonesia bahwa ketiga negara tersebut tidak akan lolos tanda cidera jika mereka mencoba mengambil tindakan atas mereka.

__ADS_1


(olog note: wah… aroma-aroma bakal PD III nih….)


Di sisi lain, Cina tidak membenci keberadaan Gerbang dan dunia lain seperti yang dilakukan negara-negara lain, justru mereka mencoba mendekati Indonesia untuk mengambil beberapa keuntungan dari keberadaan dunia lain. Banyak faktor yang menyebabkan Cina memiliki keputusan tersebut. Karena Cina adalah negara yang mengimpor dan mengekspor produk-produk Indonesia.


Dan itu adalah negara yang memiliki tujuan bodoh untuk memberikan lebih dari 1 miliar warganya kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Ini karena tugas mengatur lebih dari 1 miliar manusia adalah tugas yang sulit, bahkan untuk negara seperti Cina. Mungkin karena ini mereka mengincar keberadaan sumber daya di dunia lain. Ego orang-orang Cina tumbuh tanpa batas, karena bertahun-tahun hidup dengan semangat nasionalis mereka. Cara berpikir orang Cina, kebanggan rasial yang berlebihan, kebijakan satu keluarga wajib hanya memiliki satu anak, semua itu digabungkan untuk menciptakan ambisi yang berlebihan yang tak bisa dihapuskan oleh kemiskinan mereka saat ini.


Orang-orang Cina juga ingin sama seperti bintang Amerika Serikat dan Korea Selatan yang mereka tonton, mereka ingin mengendarai mobil mahal, melihat kapal-kapal besar melintas seperti di Indonesia, dan menikmati gaya hidup makmur. Setidaknya mereka hanya menginginkan hal tersebut, tetapi sebagai anggota ras Han yang perkasa, mereka dipaksa untuk hidup lebih menyedihkan daripada orang-orang Korea atau Indonesia. Hal itulah yang menyebabkan kebencian di lebih dari 1 milar warganya, dan sebagian besar kebencian ini mereka arahkan pada ketidaksetaraan di dalam negara mereka. Bagaimanapun, mereka adalah warga dari negara yang besar, dan bangga menjadi anggota ras Han, tapi mereka tidak bisa menjalani hidup nyaman dan santai seperti warga Indonesia.


Kebencian yang besar ini menghasilkan sebuah jalan keluar.


Cina tidak memiliki budaya untuk mengendalikan keserakahan mereka, dan ego mereka rapuh tanpa kemampuan untuk mengimbanginya. Mereka melihat orang-orang yang menunjukkan wajah asli mereka sebagai musuh, dan merubah kelebihan mereka yang berupa egoisme yang besar menjadi apa yang mereka sebut ‘keadilan’.


Sifat seperti itu harus dibuang.


Meski demokrasi di Indonesia sering berlangsung ricuh dan panas, tapi rakyatnya dapat dengan damai hidup berdampingan sambil menekan rasa ego mereka. Namun, kediktatoran pemerintahan komunis Cina tidak dapat diubah dengan kekuatan apapun kecuali kekerasan, itulah sebabnya orang-orang dibawah kediktatoran sering memberontak dengan kekerasan. Ini adalah mimpi terburuk pemimpin Cina, terutama tuntutan warga mereka yang ingin negara mengambil langkah terhadap Gerbang seperti Rusia dan Korea Utara. Akibatnya, pemerintah Cina mati-matian meredakan kemarahan rakyatnya, dan melakukan yang terbaik untuk memuaskan keinginan mereka yang tak terbatas mengenai hak atas Gerbang. Pemimpin Cina terus menerus menyuarakan, “Masa depan di bawah Partai Komunis akan cerah, partai akan menjanjikan masa depan yang kaya dan indah bagi semua rakyatnya, dunia akan menghormati Tiongkok dan bertekuk lutut untuk menghormati.”


Indonesia dan sekutunya harus bisa menghindari kontak dengan Cina disaat situasi di negara tersebut sedang tidak stabil.


Karena Cina perlu mendapatkan sumber daya dengan cara apapun yang diperlukan, mereka akan memaksa orang-orang dunia lain untuk membuka Gerbang di negara mereka , atau bahkan mereka akan memaksa Indonesia untuk bersama-sama menguasai dunia lain. Cina saat ini berada dalam tahap waspada dan iri terhadap pencapaian Indonesia dan dominasi mereka di dunia lain. Tetapi, di masa depan nanti mereka mencoba memperbaiki hubungan dengan Indonesia dan sekutunya, lalu mengungkapan tujuan mereka yang sebenarnya.


Cina berharap negara-negara lain bereaksi seperti yang mereka inginkan, tapi mereka juga tahu jika mencoba memaksakan masalah akan mengakibatkan kedua belah pihak terluka parah. Oleh karena itu, akan masuk akal jika mereka memohon kepada Indonesia dengan kepala yang sedikit tertunduk sambil dengan sopan berkata, “Tolong, beri kami sedikit wilayah dunia lain untuk setengah warga kami”. Namun, idealisme yang dimiliki Cina adalah, “Jika anda ingin berjabat tangan dengan saya, majulah terlebih dahulu”. Maka, satu-satunya cara untuk melawan strategi Cina adalah melawan mereka dengan tekad yang kuat, dan keyakinan diri untuk tidak mengambil langkah mundur.


Presiden Suroso menggerutu ketika ‘mata-mata’ Indonesia di Cina memberitahu rencana negeri tersebut yang ingin mengirimkan setengah populasi mereka ke dunia lain. Bagaimanapun, itu adalah hal yang harus dicegah bagaimanapun caranya.


Beberapa negara, termasuk Cina bisa saja menyulut perang yang jauh lebih besar daripada ketika perang besar yang disebabkan dunia lain beberapa tahun yang lalu. Hanya memikirkannya membuat kepala Suroso sakit.


**


Malam harinya, Nio berencana mengajak Arunika untuk mengunjungi Taman Pancasila, sekaligus membahas transaksi dengan penjual rumah yang dia hubungi tadi pagi. Dari wajahnya, dia sama sekali tidak terlihat lelah sama sekali meski telah bekerja keras untuk menerjemahkan beberapa utusan negara sekutu yang ingin berbicara dengan perwakilan dunia lain.


Dia biasa mengenakan kaos ketika keluar, tapi sekarang dia mengenakan kemeja karena akan melakukan kencan pertamanya. Dia hanya ingin kakak, alias pacarnya tidak memandang dirinya sebagai pria yang tidak pandai merawat penampilan. Meski begitu, dia jauh lebih nyaman mandi 3 hari sekali dan jarang merapikan rambutnya.


Nio menghidupkan ponselnya, dan memeriksa saldo tabungan dari aplikasi dari salah satu bank negeri. Meski nantinya akan ada negosiasi dengan sang penjual rumah, Nio hanya memastikan jika tabungannya masih memiliki banyak sisa untuk kehidupan sehari-hari kakaknya.


Rumah kontainer yang diincar Nio berjenis rumah kontainer bertumpuk yang memiliki harga dengan rentang 30 juta rupiah hingga 80 juta rupiah, jadi dia bisa memastikan jika uang di tabungannya masih memiliki sisa.


Ketika Nio menyemprotkan parfum murah yang bisa dibeli di warung-warung terdekat, dia mendengar suara ketukan dari jendela ruangan kamar yang dia tempati. Tapi, kamar ini berada di lantai 4, jadi tidak mungkin ada seseorang yang mampu memanjatnya dengan mudah, kecuali orang tersebut memiliki sayap atau sihir yang memungkinkannya bisa terbang.


Lalu, angin malam yang kecil tapi dinginnya menusuk tulang Nio rasakan, tapi dia mencoba jika itu hanya fenomena alam harian biasa.


Untuk memastikan lebih lanjut, Nio memandang ke setiap sudut ruangan kamar. Tetap saja, dia hanya melihat tempat tidur yang belum dirapikan, dan beberapa barang yang diletakkan secara sembarang tempat.


“Jadi, kau adalah orang yang diramalkan, ya…”


Suara orang yang mengatakan itu terdengar berkelamin perempuan. Namun, meski Nio telah memeriksa ke setiap sudut ruangan, dia masih tidak menemukan sumber suara. Sebagai antisipasi, Nio meraih pisau tarung yang dia beli dari toko online, dan berjalan pelan sambil memeriksa ke sekelilingnya.


“Sepertinya kau memang benar-benar orang yang diramalkan…”


Sesosok perempuan cantik dengan kulit putih dan rambut keperakan yang memantulkan cahaya lampu, dan sepasang sayap di punggung perempuan tersebut. Lalu, tiba-tiba kedua sayap miliknya hilang begitu saja, dan menyisakan beberapa helai bulu yang terbang kemudian terjatuh ke lantai.


Untuk sesaat, Nio terpana dengan kecantikan yang dimiliki perempuan di depannya. Namun, dia segera merubah sikapnya menjadi waspada, dan mengeratkan pegangannya pada gagang pisau.


“Kalau kau bukan musuh, perkenalkan dirimu?!”


Sambil tersenyum, perempuan itu berjalan pelan dengan langkah seperti model. Namun itu hanya Nio berjalan mundur dengan tetap memasang sikap waspada.

__ADS_1


“Tuan orang yang diramalkan, anda bisa memanggil saya dengan ‘Pelayan Pribadi’.”


__ADS_2