Prajurit SMA

Prajurit SMA
40. Pertemuan 6 pemimpin


__ADS_3

Tahun 1914 Kekaisaran Luan (salah satu wilayah di dunia lain), siang hari.


**


Terlihat sebuah bangunan yang sangat megah di sebuah tempat yang disekitarnya hanya ada dikelilingi oleh tebing dan sungai besar.


Selain bangunan yang sangat besar, disekitarnya terdapat semacam pemukiman penduduk yang dibatasi dengan tembok.


Tembok-tembok itu mengelilingi area yang cukup luas. Fungsi tembok-tembok itu sepertinya untuk membatasi area bangsawan dan rakyat. Karena perbedaan ukuran rumah dan tingkat kemewahan tempat tinggal.



Istana yang besar itu memiliki tembok yang berwarna putih marmer dan terdapat dua buah kubah dengan ukuran yang berbeda dan keduanya berwarna biru.


Halaman istana cukup luas untuk menampung pasukan sebanyak 5 batalyon, tidak termasuk dengan peralatan tempur nya.


Selain tembok yang dibangun untuk mengelilingi wilayah ini, terdapat juga tebing yang menjulang beberapa ratus meter yang dapat digunakan sebagai benteng alam dan mengelilingi bagian utara, selatan dan barat. Sedangkan di sebelah timurnya terdapat sungai yang sangat besar hingga kapal perang Kelas Fregat sebanyak 3 buah dan dijajarkan dapat muat di sungai itu.


Sebagai penghubung dengan daratan sebelah, terdapat sebuah jembatan yang besar yang melintang di atas sungai ini. jembatan itu melengkung dan lengkungannya cukup tinggi untuk dapat dilalui kapal dengan tiang layar setinggi 25 meter.


Istana itu merupakan pusat pemerintahan sebuah wilayah di dunia ini, dengan nama Kekasiaran Luan. Kekaisaran ini berada di sebuah benua dan berdampingan dengan wilayah lain.


Total ada 6 wilayah yang berbagi tanah di benua yang bernama Benua Andzrev. Benua ini seluas hampir sama dengan Benua Asia, namun orang-orang di dunia ini belum ada yang pernah melakukan yang namanya ‘pengukuran luas’.


Jadi anggap saja jika luas benua itu hampir sama dengan Asia.


**


Di sebuah ruangan istana kekaisaran ada enam orang yang duduk memutari sebuah meja bundar. Dihadapan mereka tersaji enam buah teko yang berisi anggur sebagai ‘teman’ rapat mereka.


Ya, mereka adalah pemimpin dari enam wilayah di Benua Andzrev. Para pemimpin tersebut mengenakan pakaian khas wilayah masing-masing yang khusus dikenakan para pemimpin negara.


Kaisar Kekaisaran Luan dengan nama Bogat selaku tuan rumah pertemuan para raja benua ini berkata, “Saya cukup senang jika seluruh raja benua ini datang di pertemuan kecil yang saya rencanakan.”


“Ya, memang cukup merepotkan untuk kemari karena memakan waktu satu bulan,” kata Raja Kerajaan Hrabro yang bernama Lukav.


“Seharusnya anda selaku penyelenggara pertemuan ini menjemput kami agar tidak kerepotan mengurus kendaraan sendiri,” ucap Ratu Kerajaan Arevlek yang bernama Sigiz. Dia satu-satunya pemimpin perempuan yang hadir di pertemuan ini.


Pada pertemuan sebelumnya, Ratu Sigiz memerintahkan bawahannya untuk menghadiri pertemuan itu. satu lagi, Ratu Sigiz masih terlihat masih berumur 20 tahun-an walau usia sebenarnya lebih dari 60 tahun.

__ADS_1


Pertemuan yang pertama membahas mengenai perkembangan penaklukan dunia lain.


“Kaisar Bogat, lebih baik langsung kita mulai saja pertemuan ini. Aku sangat ingin tahu apa yang ingin anda bicarakan,” kata Raja negara Salodki yang bernama Takobi.


Seluruh raja selain Kaisar Bogat mengangguk menyetujui perkataan Raja Takobi.


“Namun, jika pertemuan ini membahas peperangan dengan dunia lain, aku akan langsung pulang,” sela Ratu Sigiz.


“Sayang sekali Ratu Sigiz. Aku justru ingin membahas mengenai hal itu,” balas Kaisar Bogat.


Sesaat kemudian, Ratu Sigiz berdiri dari tempat duduknya sambil berkata, “Setidaknya aku sudah memperingatkan kalian untuk tidak berperang dengan dunia lain.”


Ratu Sigiz keluar dari tempat ini dengan ditemani pengawalnya yang berjaga di luar ruangan pertemuan.


Pemimpin lainnya hanya saling tatap dan memaklumi yang dilakukan Ratu Sigiz. Karena dia sudah beberapa kali mengatakan kalimat yang sama kepada seluruh pemimpin Benua Andzrev yang menginkan perang dengan dunia lain.


Namun negara selain Kerajaan Arevelk tidak memiliki peramal yang sehebat dengan negara itu miliki, sehingga tidak bisa mengartikan dari perkataan Ratu Sigiz tersebut.


Sebagai informasi, Kerajaan Arevelk merupakan tempat tinggal Ivy dan Ilhiya. Mereka berdua diutus ‘Sang Peramal Agung’ yang merupakan peramal terbaik di Kerajaan Arevelk untuk mencari ‘orang yang diramalkan’.


Isi ramalan itu, ada satu orang prajurit muda yatim piatu di sebuah negara dunia lain yang sangat membenci angka-angka hingga kepalanya sangat sakit. Hanya dia, satu-satunya orang dari dunia lain yang dapat menghubungkan kedua dunia ini. Negara yang ditinggali prajurit muda yatim piatu itu akan mengalahkan pasukan yang dunia ini kirimkan. Dia menjadi salah satu orang yang menjadi ‘pahlawan’ dunia lain.


Indonesia masih belum dapat merebut kembali wilayah yang dikuasai pasukan dunia ini, tapi siapa yang tahu?.


Bahkan gabungan negara Asia Tenggara daratan masih belum dapat mengalahkan pasukan dunia lain, tapi siapa yang tahu?.


**


Pertemuan masih berlanjut dengan berkurangnya hadirin pertemuan ini, yaitu Ratu Sigiz yang sudah pulang lebih dulu.


Satu lagi, militer yang dimiliki Kerajaan Arevelk merupakan yang terkuat di Benua Andzrev, bahkan dunia ini.


Dengan kekuatan yang dimiliki Kerajaan Arevelk, seharusnya mereka dapat membuat dunia lain kesulitan untuk melawan pasukan dunia ini. Tapi untungnya mereka memilih untuk tidak terlibat dengan perang lain.


Keputusan yang diambil Ratu Sigiz kemudian diikuti oleh seluruh negara yang ada di benua dunia ini. Jika seluruh negara yang ada di dunia ini menyerang, dunia lain dapat dipastikan takluk dalam waktu 5 tahun.


Sehingga hanya 5 negara saja yang berperang dengan dunia lain, namun dapat membuat militer dunia lain kesulitan untuk melawan mereka meski dengan senjata yang jauh lebih modern.


Pemimpin yang tersisa membicarakan tentang kelanjutan perang yang masih berlangsung.

__ADS_1


“Kekuatan negara saya hanya tinggal pasukan penjaga saja. Senjata yang musuh miliki tentu saja akan sangat mudah mengalahkan mereka,” ucap raja kerajaan Biez yang bernama Ban Mamaki.


“Dana yang kami berikan untuk membuat zirah yang dapat menembus panah musuh itu juga tidak sedikit, dana itu dapat digunakan untuk membangun benteng di wilayah saya. Apalagi sumber daya alam di dunia itu tidak sebanyak yang kita kira,” keluh Raja Lukav.


Pasukan Raja Lukav dikirimkan ke Indonesia melalui Gerbang yang muncul di Selat Karimata. Pasukan dia lah yang berhasil menguasai beberapa wilayah di Indonesia. Termasuk Kecamatan Mojogedang yang merupakan salah satu wilayah Kota Karanganyar.


Meski perang baru berlangsung selama satu tahun, namun jumlah prajurit yang dikirimkan ke dunia lain sudah menyentuh angka jutaan.


Beberapa wilayah di negara-negara Benua Andzrev mulai mengalami yang namanya ‘krisis laki-laki’.


Bahkan di beberapa wilayah perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan sebanyak 1:12.


Negara-negara yang memilih perang dengan dunia lain bahkan sampai menjajah negara di benua lain untuk memperkuat pasukan. Namun hal itu hanya sebatas rencana saja, karena berperang dengan dunia lain sudah menimbulkan korban yang tidak sedikit. Apalagi berperang lagi justru akan menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar.


“Tidak mungkin kita memerintahkan mundur pasukan,” ucap Raja Bogat.


Kaisar Serca menyambung, “Tapi, jika itu pilihan yang baik untuk memperkuat pasukan kita, mundur sementara adalah pilihan yang tidak buruk.”


“Tapi Kaisar Serca, untuk membuat sebuah Gerbang penyihir kita membutuhkan energi yang besar. Jika kita memilih mundur, itu artinya Gerbang untuk sementara dimatikan dan akan diaktifkan lagi jika persiapan sudah matang,” ucap Raja Takobi.


Memang benar jika untuk membuat satu Gerbang memerlukan energi yang sangat besar, apalagi Gerbang yang dibuat ada sebanyak 9 buah.


Energi yang diperlukan untuk membuat Gerbang berasal dari penduduk negara-negara yang memilih perang dengan dunia lain. Dengan kata lain para penduduk dijadikan ‘tumbal’ untuk memunculkan Gerbang.


Menjadi tumbal disini berarti para penduduk dikorbankan dengan berbagai cara diluar akal.


“Kalau begitu, kita sisakan saja satu Gerbang di dunia itu,” kata Raja Ban Mamaki.


Para pemimpin terlihat memikirkan pendapat Raja dari Kerajaan Biez itu. Ada yang memikirkan dengan memegangi jenggot mereka yang bagus, ada pula yang sambil meminum anggur yang disediakan.


“Jika benar-benar akan melakukan itu, aku sarankan kita sisakan Gerbang di negara ini,” kata Raja Lukav sambil menunjuk wilayah Indonesia.


Sambil mengusap-usap kumisnya, Raja Bogat selaku tuan rumah pertemuan ini berkata, “Boleh juga, setelah pasukan kita sudah kuat kembali, kita akan menyerang negara itu dengan kekuatan penuh yang belum pernah ada sebelumnya.”


**


Beberapa chapter setelah ini akan membahas situasi di dunia lain (dunia lain jika memakai sudut pandang bumi).


Silahkan memberi komentar dan tekan tombol jempol selama itu gratis....

__ADS_1


__ADS_2