Prajurit SMA

Prajurit SMA
112. Chapter spesial: Kedamaian


__ADS_3

Apa yang diinginkan oleh semua manusia?


Harta?


Tahta?


Dan wanita bagi pria?”


Ya! Semua itu adalah hal yang sangat diinginkan semua manusia di manapun mereka berada!


Tapi, apa semua itu benar?


30% benar, dan 70% salah.


Kenapa?


Karena meskipun ketiga hal itu sangat diinginkan oleh manusia,namun hati kecil setiap manusia tahu apa yang diinginkan olehnya.


Apa itu?


Kedamaian….


Ya…, semua orang baik sadar maupun tidak sangat menginginkan kedamaian….


Namun, hal itu kabur karena tiga hal yang telah disebutkan sebelumnya. Manusia mencari harta agar bisa hidup tenang di masa tua. Mereka mencari tahta agar bisa mendapatkan jaminan hari tua dari negara. Sedangkan bagi para pria mencari wanita agar di hari tua nanti ada yang menemani mereka sebelum ajal menjemput.


Namun, bukan itulah definisi kedamaian yang sebenarnya meskipun itu juga bisa disebut bagian dari definisi kedamaian. Namun, itu hanyalah definisi kedamaian bagi rakyat biasa seperti kita, bukan untuk rakyat yang memiliki profesi khusus seperti tentara.


Lalu, apa definisi kedamaian sebenarnya itu…?


Hanya para tentara-lah yang bisa menjawabnya, tentunya tentara yang dimaksud adalah mereka yang benar-benar mengabdi dengan tulus pada bangsa dan negara nya. Bukan mengabdi karena materi dan juga pandangan orang lain, serta ingin dihormati.


Dalam dunia militer, khususnya para tentara, mereka memiliki definisi kedamaian sendiri-sendiri yang berbeda satu sama lain, namun saling berkaitan dan hampir sama pada akhirnya.


Kedamaian yang diinginkan para tentara adalah kehidupan….


Kehidupan?


Ketentraman?


Keamanan?


Ya…! Kehidupan dan dua hal tersebut.


Kenapa?


Karena, jika para tentara tidak hidup, siapa yang akan menjaga negara nya? Bangsa nya? Dan rakyat yang hidup di bawah penjagaannya?


Tentara mengabdi pada negara dan bangsa adalah demi kehidupan, baik hidup seluruh manusia yang tinggal di negara itu secara luas atau umum, maupun kehidupannya sendiri secara khusus atau dalam arti sempit.


Namun, masih saja ada beberapa dari mereka yang mengabdi karena ingin terlihat keren, dihormati, disanjung, dan lain-lain. Itu bukanlah kriteria prajurit sejati dan prajurit yang hebat.


Secara luas, tentara berusaha dan bekerja keras untuk memastikan semua rakyat yang mereka lindungi bisa hidup tenang, nyaman, damai, merasa aman, merasakan senang, serta bahagia meski para tentara ini harus menderita.

__ADS_1


Tentara menjaga kehidupan rakyat agar mereka bisa bekerja, menghasilkan uang untuk membeli bahan makanan, lalu menikmati hidup di dunia yang fana ini.


Kenapa begitu?


Bukankah hidup memerlukan makan dan minum?


Apakah ada manusia yang tidak memerlukan makan dan minum untuk hidup?


Tidak ada! Bahkan manusia-manusia yang mempunyai kekuatan dan mengaku sebagai dewa sekalipun membutuhkan asupan makanan dan minuman meskipun tidak sering dan tidak banyak.


Tentara menjaga hidup rakyat yang bekerja menjadi petani agar bisa menghasilkan bahan makanan yang dibutuhkan badan logistik negara.


Tentara menjaga hidup rakyat yang menjadi polisi, guru, dokter, pejabat, bahkan presiden sekalipun adalah rakyat yang harus dilindungi, bahkan jika harus menyerahkan nyawa mereka semua!


Tidak ada negara tanpa rakyat…!


Tidak ada negara tanpa pemerintahan yang sah…!


Tidak ada negara tanpa wilayah…!


Dan tidak ada negara tanpa tentara yang melindungi mereka…!


Kenapa? Bukankah tanpa tentara sekalipun negara bisa berdiri karena ada rakyat, pemerintahan, wilayah, dan pengakuan dari negara lain?


Benar! Tapi siapa yang akan menjaga hidup mereka saat ada serangan dari negara lain? Tikus? Babi? Atau anjing?


Tanpa adanya tentara, hidup suatu negara tidak akan lengkap dan mudah hancur, dan menyebabkan belasan, puluhan, bahkan ratusan hingga ribuan nyawa bahkan jutaan nyawa terbuang sia-sia.


Tentara ada untuk melindungi negara…!


Tentara ada karena mereka menginginkan kedamaian dan kehidupan yang tenang…!


Karena mereka adalah pagar terdepan bangsa! Mereka adalah pagar-pagar yang akan berjuang sampai tubuh mereka tumbang demi menjaga negara, demi menjaga rakyat, demi menjaga kehidupan!


Namun sayang, kedamaian yang mereka inginkan harus ditekan, bahkan dilenyapkan oleh politik.


Politik suatu negara telah menumbangkan harapan para pagar akan kedamaian.


Para elit politik bekata, “Tidak ada negara tanpa politik!”


Namun, para tentara menjawab dalam hati mereka, “Benar! Namun tidak akan ada kedamaian selama politik digunakan untuk kepentingan pribadi! Kepentingan golongan! Kepentingan organisasi!


Kami menjaga hidup kalian agar kalian bisa memeras darah rakyat!


Kami yang menjaga keamanan dan kenyamanan kalian agar kalian bisa membunuh rakyat kalian sendiri!


Kamilah, para tentara, pihak yang paling pantas berbicara tentang kedamaian!


Bukan kalian para tikus berdasi beperut buncit pemakan nyawa rakyat!


Kalian bajingan penuh janji tanpa bukti!


Tapi, kami adalah bukti dari janji kami yang kami penuhi dengan tindakan kami!

__ADS_1


Kamilah yang pantas berbicara tentang kedamaian!


Bukan kalian para tikus bajingan!”


Lalu, apakah salah jika seorang prajurit mencari kedamaian, kenyamanan hidup, dan tanggungan dari negara saat mereka pensiun?


Memangnya berapa gaji prajurit?


Prajurit TNI tingkat Tamtama hanya bergaji 1 juta rupiah….


Prajurit tingkat Bintara hanya mendapatkan gaji 2 juta rupiah….


Prajurit tingkat Perwira Pertama dari pangkat Letnan Dua hingga Kapten mendapatkan gaji sebesar 3-4 juta rupiah.


Itupun hanya gaji pokok, lalu apakah salah jika mereka mendapatkan tanggungan lainnya seperti tanggungan kinerja, tanggungan misi, tanggungan makan, dan tunjangan hari tua?


Mereka, para prajurit, sangat pantas mendapatkannya! Karena merekalah yang mencarikan kita perdamaian dari medan tempur!


Lalu, seperti apakah definisi kedamaian menurut kalian?


Jangan mengutip kata orang lain tentang kedamaian, carilah makna kedamaian menurut pendapat kalian sendiri. Karena kedamaian bukanlah kata-kata, namun hal yang nyata yang sulit untuk kita lihat, namun bisa kita rasakan, sulit dicapai namun membahagiakan jika mendapatkan hal yang bernama kedamaian itu.


Lalu, bagaimana pendapatmu?


**


Dia bergerak senyap dalam gelap….


Ketabahanmu sedang diuji….


Setia… Tabah hingga Akhir….


Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, karena kekuasaan-Nya tidak pernah bertepi dan tidak mempunyai batas.


Sang Nanggala-402, bekerja tanpa sanjungan, berkarya tanpa pujian.


Menggetarkan dalam tiap tugas dan serbuan, karena satu kalimat: Melaksanakan kewajiban.


Nanggala hanya memiliki setia, perintah komando dari pemiliknya: Rakyat Indonesia.


Rakyat memberikan amanah kepada TNI AL, untuk bertugas menjaga kedaulatan setiap jengkal perairan Nusantara dari para pengganggu dan penyusup.


Berpuluh tahun bertugas dalam tenang, mengarungi samudera pengabdian.


Saat ini, ketabahanmu sedang diuji. Kesabaranmu ditempa keras.


Ketenanganmu meyakinkan tentang Maha Besar Tuhan, tidak ada kekuatan tertinggi selain kuasa-Nya, dan tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya.


KRI Nanggala-402 adalah milik rakyat Indonesia, para awaknya milik Tuhan Yang Maha Esa.


Kembalikan mereka Ya Tuhan…. Kami masih merindukannya, kami masih membutuhkannya…!


Mungkin kita tidak mengenal awak kapal selam tersebut, namun mereka adalah kesatria laut kita yang telah berkorban untuk menjaga jutaan rakyat di negeri ini.

__ADS_1


KRI Nanggala-402 melakukan patroli ‘kekal’ demi menjaga kedaulatan NKRI.


__ADS_2