Prajurit SMA

Prajurit SMA
144. Chapter spesial: rahasia


__ADS_3

Halo semuanya, kembali lagi dengan olog. Saya tahu, itu adalah nama yang aneh, tapi itu hanyalah nama pena dan tidak ada hubungannya dengan nama asli saya. Saya harap pembaca yang terhormat sekalian terhibur dengan cerita ini, dan jangan lupa liburan.


Sesuai judulnya, ini benar-benar rahasia besar cerita ini yang akan saya bahas sekarang.


(alasan sebenarnya adalah saya belum menemukan ide untuk episode selanjutnya…)


Pertama-tama, saya ucapkan terimakasih terhadap pembaca yang terhormat yang telah membaca arc ‘Perang besar dan kedatangan para pahlawan bagian 1’. Tentu saja arc ini akan berlanjut di episode selanjutnya. Saya juga akan menyambut pembaca baru yang baru mengenal cerita ini, dan telah sabar membaca cerita kurang jelas saya.


Terlebih dulu saya akan membahas mengenai Gerbang…


Ketika anda memasuki Gerbang, itu artinya anda sedang ‘mempermainkan’ waktu.


Contohnya begini, jika anda memasuki Gerbang pada tanggal 1, anda akan keluar ke sisi lain Gerbang pada tanggal 7. Tapi, anda akan merasa jika perjalanan di dalam Gerbang hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Itu mengapa pasukan bantuan baru datang setelah pertempuran antara Pasukan Ekspedisi melawan Aliansi telah berlangsung selama satu minggu, tetapi prajurit hanya merasa jika perjalanan hanya terasa selama 10 menit saja.


Tapi, waktu tersebut juga tergantung energi ‘pengikat’ Gerbang. Indonesia tidak memiliki aliran energi sihir seperti di Tanah Suci, dan penyihir yang membuka Gerbang di Indonesia memiliki energi sihir yang terbatas. Itu mengapa perjalanan memakan waktu ‘asli’ selama satu minggu, alias selama 10 menit.


Berbeda jika para penyihir membuka Gerbang di Tanah Suci yang memiliki energi sihir sangat melimpah, perjalanan bisa berlangsung selama setengah hari, alias selama beberapa detik saja.


Lalu, mengenai perbedaan Gerbang sempurna dan Gerbang tak sempurna saya rasa sudah dibahas pada episode sebelumnya.


Satu lagi, untuk membuka Gerbang, baik Gerbang tak sempurna dan Gerbang sempurna memerlukan ‘penghubung’ untuk membuka pintu keluar Gerbang. Sebelumnya, saat akan berperang dengan Indonesia dan negara-negara lainnya, Kekaisaran Luan dan sekutunya hanya memiliih secara acak lokasi yang akan dihubungkan dengan pintu keluar Gerbang. Hingga akhirnya, ada cukup banyak penghubung di Indonesia dan negara-negara lain, sehingga memudahkan untuk membuka pintu keluar Gerbang pada lokasi yang diinginkan. Tapi, jika ada situasi dimana Gerbang ditutup secara paksa (seperti yang terjadi di cerita ini), maka penghubung tersebut otomatis akan menghilang.


Setelah Gerbang tertutup dalam waktu yang cukup lama, berita tersebut membuat seluruh penjuru Indonesia geger. Hanya doa dari jutaan rakyat Indonesia yang baik hati, dan mampu merasakan apa yang dirasakan prajurit TNI di dunia lain. Doa mereka adalah penyambung harapan dunia bagi keselamatan mereka di dunia lain.


Akhirnya, hal yang ditakutkan Pasukan Ekspedisi terjadi juga, yakni perang besar yang tidak diduga. Sebelumnya, tidak ada yang menyangka jika Gerbang bisa tertutup, dan merupakan taktik dari Pasikan Aliansi. Apalagi mereka harus melawan 300.000 prajurit Pasukan Aliansi, dengan sisa prajurit Ekspedisi yang berjumlah 14.809, dan tambahan prajurit sukarela sebanyak 400 orang. Juga, perang ini merubah pandangan Nio dan prajurit TNI lainnya tentang dunia lain yang memiliki banyak hal mengerikan tak terduga.


Tetap saja, meski pasukan bantuan sebanyak 22.000 prajurit dengan berbagai persenjataan datang, tapi Aliansi ketika melakukan serangan besar-besaran masih memiliki lebih dari 230.000 prajurit dan persenjataan. Tapi, jumlah besar mereka yang ditambah dengan kekuatan 9 pahlawan bisa diimbangi persenjataan yang dibawa pasukan bantuan, bahkan perang ini bisa dimenangkan pihak Indonesia dan sekutunya, serta dengan bantuan Kerajaan Arevelk dan Yekirnovo dan pasukan sukarela yang memiliki pengalawan tempur minim.


Meski begitu, kemenangan dari perang besar yang diraih TNI dan sekutunya harus dibayar dengan gugurnya ribuan prajurit terbaik bangsa. Sayangnya, diantara prajurit yang gugur, ada nama Kapten (Tentara Pelajar) Surya dan Jendral Sucipto.

__ADS_1


Jendral Sucipto gugur dengan terhormat setelah menghadapi musuh yang terus menyerang benteng tiga kali sehari. Pria 45 tahun ini gugur ditangan Rio, Peluru Abadi Pahlawan Amarah tersebut menembus kepala Sucipto dan menyebabkan komandan tertinggi Pasukan Ekspedisi gugur. Tapi, gugurnya Surya telah dibahas pada episode yang lalu. Kabar baiknya, Nio belum mendengar kabar ini.


(olog note: jangan bayangkan kondisi Nio ketika mengetahui jika Jendral Sucipto dan Kapten Surya gugur)


Sebenarnya, saya ingin membuat beberapa tokoh lainnya gugur pada episode sebelumnya. Tapi setelah diteliti lebih lanjut, ternyata hal itu akan merubah jalannya cerita, dan membuat alur cerita tidak seperti yang saya inginkan.


Tidak ada kemenangan besar tanpa pengorbanan yang besar juga, itulah ungakapan yang cocok bagi pertempuran pada episode sebelumnya. Yah… saya tahu, secanggih apapun teknologi yang dimiliki TNI pada latar cerita ini, tidak ada perang yang berakhir tanpa korban.


Pasukan Ekspedisi telah berhasil mempertahankan satu-satunya Sang Merah Putih, meski 8 bendera lainnya oleh musuh berhasil diturunkan dan diganti dengan bendera Aliansi. Yah... jujur saja, saya sedikit sedih ketika harus menulis adegan bendera nasional Indonesia tersebut berhasil diturunkan oleh Pasukan Aliansi. Tapi, setelah selesai menulis adegan Nio berjuang mati-matian, dan adegan-adegan terakhir, dimana pasukan bantuan berhasil memenangkan perang, saya merasa puas. Terutama Nio membalas apa yang dilakukan Maslac terhadapnya, meski dia tidak mengambil mata kanan milik Maslac sebagai ganti mata miliknya yang diambil oleh Maslac.


Jujur saja, saya adalah penulis yang pelupa dan ceroboh. Ada sangat banyak kesalahan pada beberapa bagian di cerita. Tapi untungnya ada beberapa pembaca yang baik hati memberitahu saya bagian-bagian yang salah, terimakasih dari saya untuk pembaca yang baik hati.


Lalu, omong-omong tentang keberadaan pahlawan, saya memang membuat mereka terlihat seperti ‘pengecut’. Selain Rio, Indah, dan Baron yang telah melihat sendiri kekuatan TNI, para pahlawan yang berasal dari luar Indonesia langsung membuka Gerbang tak sempurna untuk menyelamatkan diri dari serangan helikopter serang. Tak heran, ketika para pahlawan kembali ke markas Aliansi, mereka mendapatkan julukan ‘pahlawan tak berguna’ dari rakyat dan petinggi Aliansi.


Padahal jika para pahlawan bekerja sama, mereka bisa mengalahkan gabungan pasukan Indonesia dan sekutunya. Tapi, para pahlawan saya desain seperti sekumpulan anak muda yang hanya berani menantang, tapi tidak berani menghadapi. Mereka hanya memiliki kekuatan besar, tapi tidak bisa menggunakan kekuatan tersebut sepenuhnya.


Lalu, ketika Nio bertarung mati-matian melawan sisa Pasukan Aliansi, dia telah menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki. Hal itu membuat Nio mencabut nyawa sekitar 200 nyawa prajurit manusia dan 100 monster milik Pasukan Aliansi, kebanyakan musuh-musuhnya dia bunuh menggunakan pedang dan sekop, bukannya menggunakan senapan dan senjata api lainnya.


Tentara Pelajar bukanlah sekumpulan remaja yang hanya bisa menenteng senapan! Mereka bukan pajangan maupun remaja biasa yang hanya bisa berkelahi saja. Mereka adalah pemuda pilihan yang benar-benar rela berjuang hingga tubuh hancur, demi mempertahankan apa yang menurut mereka sangat berharga.


Rahasia lainnya yang akan saya berikan adalah mengenai kondisi Pasukan Ekspedisi jika bantuan dari Indonesia, Korea Utara, dan Rusia tidak datang. Itu artinya, Pasukan Ekspedisi benar-benar tidak bisa kembali ke Indonesia karena penghubung yang saya jelaskan sebelumnya menghilang.


Ketika seluruh Sang Merah Putih yang berkibar diturunkan, dan digantikan dengan bendera Aliansi, seketika hal itu akan membuat semangat juang prajurit turun. Tapi, bantuan dari Kerajaan Arevelk dan Yekirnovo datang, lalu perang ini dimenangkan oleh pasukan Ekspedisi dan pasukan bantuan yang berasal dari Arevelk dan Yekirnovo.


Setelah perang usai, prajurit TNI yang menjadi bagian Pasukan Ekspedisi akan menyebar dan memulai hidup baru di dunia ini. Jika alur ini benar-benar terjadi, hal itu akan menjadi perpisahan yang sangat menyedihkan. Bagi prajurit yang memiliki kekasih, mereka akan hidup bersama dan mencari kehidupan baru di dunia baru ini. Tapi, bagi prajurit bujangan, mereka akan menikah dengan perempuan dunia lain dan hidup bahagia.


Kebanyakan dari mereka mendapatkan tawaran untuk menjadi prajurit di Kerajaan Arevelk dan Yekirnovo, dan beberapa lagi direkrut kelompok tentara bayaran untuk menjadi bagian dari mereka.


Anggota Regu penjelajah 1 akan melakukan ‘pertemuan terakhir’ sebelum mereka menyebar untuk mengikuti jalan masing-masing setelah perang usai. Dinda akan menyatakan perasaannya terhadap Nio, meski jawaban yang diberikan sudah jelas. Gadis ini tetap senang dengan perasaannya terhadap Nio meski pemuda itu menolaknya. Lalu, Dinda akan melanjutkan hidup dengan menjadi tentara bayaran bersama beberapa ‘mantan’ prajurit TNI lainnya.

__ADS_1


Liben akan pindah ke Kerajaan Arevelk, dan menjadi prajurit di negara tersebut bersama Ivy dan beberapa mantan prajurit TNI lainnya. Sidik dan Fariz, serta beberapa anggota Regu penjelajah 1 dan mantan prajurit TNI lainnya memilih pindah ke Negara Yekirnovo dan menjadi prajurit di sana.


Sementara itu, Nio menolak tawaran untuk menjadi prajurit di kedua negara tersebut. Keputusan Nio tentu saja membuat beberapa pihak menyesali hal tersebut. Nio memutus hubungan dengan Arevelk dan Yekirnovo jika alur ini terjadi.


Lalu, Nio akan berpetualang di dunia ini bersama pelayan pribadinya, Edera, dan mencari misteri Gerbang dengan harapan membuka kembali pintu ke Indonesia.


Sekali lagi, ini hanyalah alur cerita jika Gerbang yang menghubungkan Indonesia dengan dunia lain tertutup selamanya. Karena untuk membuka Gerbang yang menghubungkan dunia asal prajurit Pasukan Ekspedisi membutuhkan penghubung, meski penghubung tersebut terdapat di negara luar Indonesia. Tapi, pada alur ini penghubung kedua dunia menghilang seluruhnya.


Beberapa bulan setelah Gerbang yang menghubungkan dunia lain dengan bumi berstatus ‘tertutup selamanya’, Satuan Tentara Pelajar akan dibubarkan, dan prajuritnya mendapatkan dua pilihan, ingin bergabung dengan Komando Pasukan Utama atau memulai kehidupan baru setelah tidak lagi menjadi seorang prajurit Tentara Pelajar.


Dari pada menyebut mereka sebagai ‘Tentara Pelajar’, rakyat lebih suka menyebut mereka sebagai ‘Prajurit SMA’. Karena kebanyakan prajurit satuan ini berusia 17-29 tahun.


Terakhir, terimakasih kepada pembaca yang mau menyempatkan diri membaca chapter spesial ini. Sekali lagi, hal diatas hanyalah alur lain, alias ‘bad ending’ jika Gerbang tertutup selamanya. Jadi pembaca jangan khawatir dengan kelanjutan cerita ini, karena hal di atas hanyalah ‘rahasia’ cerita ini.


Bagaimanapun, saya ingin pembaca membayangkan menjadi salah satu prajurit TNI yang dikirimkan ke dunia lain. Meski begitu, itu berarti anda harus bersiap untuk menghadapi hal-hal tak terduga di dunia fantasi itu.


Satu lagi hal yang saya lupakan, salah satu pengemudi di Regu penjelajah 1, alias Sersan Liben Yambise, pemuda itu sebenarnya mantan pembalap mobil, tapi menjadi prajurit Tentara Pelajar setelah perang dengan dunia lain dimulai.


Lalu, komandan Regu penjelajah 1, alias Nio Candranala, adalah penyuka video dewasa, alias AV, alias bokep. Dia memiliki ratusan koleksi barang haram tersebut di ponselnya. Tapi, setelah perang dengan dunia lain pecah, ponsel Nio yang berisi hal-hal haram tersebut hancur.


Tapi, setelah menjadi prajurit Tentara Pelajar, Nio yang menyukai perempuan berdada besar tersebut justru memiliki banyak penggemar, saya sendiri juga bingung dengan hal itu…


Meskipun saya tidak berpikir ada pembaca yang ingin menjadi prajurit TNI setelah membaca cerita ini. Tapi, jika anda memutuskan untuk mendaftar, dan pewawancara bertanya mengapa anda ingin menjadi prajurit TNI, jangan menyebutkan jika anda ingin menjadi MC di cerita ini. Karena 1.000.000% anda akan ditolak.


Saat Nio diwawancarai tujuannya menjadi prajurit Tentara Pelajar, dia menjawab jawaban yang jarang disebutkan peserta lainnya.


“Saya ingin melindungi keluarga saya, dan melindungi kehidupan sehari-hari saya (kehidupan untuk menikmati pemandangan perempuan berdada besar di AV favoritnya)”


Kemudian, saya berharap pembaca tetap setia menantikan kisah-kisah Nio hingga cerita ini tamat.

__ADS_1


Salam hangat, olog…


__ADS_2