
Keesokan paginya, sekitar jam 9, di sekitar tempat yang dulunya berdiri Gerbang sempurna.
Sinar matahari hari ini sangat cerah, Sigiz dan beberapa prajuritnya berdiri diam, dan mengawasi 10 penyihir elit Kerajaan Arevelk dan Yekirnovo membuat kembali ‘penghubung’. Mereka mengenakan pakaian yang dikenakan saat tiba di Indonesia, yang tidak masuk akal untuk cuaca yang semakin hangat.
Para prajurit yang mengenakan pakaian logam lengkap terlihat mulai tidak nyaman, beberapa dari mereka bahkan nampak tidak tenang. Para penyihir yang dibawa mengenakan pakaian khas penyihir elit Kerajaan Arevelk dan Yekirnovo yang berwarna gelap, dan mereka sedikit baik-baik saja dengan cuaca hari ini. Mengingat Indonesia memasuki musim kemarau, dan dunia lain sedang memasuki iklim dingin. Karena itu, para penyihir dan prajurit yang ada di sini hampir tak sanggup dan ingin melepas pakaian mereka.
Karanganyar tidak memiliki banyak bangunan dengan tinggi lebih dari 40 meter, karena wilayah ini bukanlah pusat provinsi dan bukanlah kota besar seperti Surakarta. Jika dipikir-pikir, bangunan dengan tinggi 60 hingga 100 meter akan sering dijumpai di kota besar, ibukota negara. Lalu, kota-kota besar di luar negeri seperti New York, Tokyo, atau Moskow memiliki lebih banyak bangunan dengan tinggi lebih dari 100 meter.
Cahaya matahari yang terpantul dari kaca-kaca bangunan akan menyebabkan udara sedikit panas, dan itulah penyebab para tamu dari dunia lain hanya bisa berdiam diri di hotel atau penginapan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pingsan karena tak tahan dengan cuaca panas.
Prajurit dan penyihir Arevelk dan Yekirnovo sebenarnya hati mereka terguncang oleh pemandangan di sekitar mereka yang berupa bangunan tinggi. Mereka menganggap jika menara lonceng setinggi 60 meter di Kerajaan Arevelk adalah struktur yang sangat mengesankan. Selain itu, Istana dan benteng pertahanan menurut mereka cukup untuk dibanggakan. Tapi, setelah berkeliling sedikit di wilayah pusat kota Karanganyar, hal itu membuat mereka memandang dengan wajah bodoh dan merasa kagum dengan bangunan tinggi di wilayah ini.
Mereka merasa jika berada di antara gedung-gedung tinggi sama saja dengan berada di lembah beton, dan menyadari betapa kecilnya mereka. Fakta bahwa Aliansi menyatakan perang dengan negara yang bisa membuat bangunan tinggi seperti ini justru membuat mereka khawatir akan nasib Aliansi. Jika dilihat-lihat lagi, gedung-gedung tinggi di Kota Karanganyar masih tidak ada apa-apanya dengan yang dimiliki Kota Surakarta dan ibukota negara.
Pembuatan kembali penghubung yang sebelumnya menghilang setelah penutupan paksa Gerbang sempurna adalah bagian dari ‘perjanjian’ bersama Indonesia yang akan mengirimkan Pasukan Perdamaiannya. Demi perdamaian dan agar perang cepat selesai, para penyihir tidak menghiraukan sinar matahari yang terasa bisa saja memanggang mereka. Para prajurit yang berjaga hanya mengawasi, dan membiarkan keringat membasahi tubuh yang dilindungi zirah logam.
Lalu, pada hari ini, Kota Karanganyar menjadi tuan rumah pertemuan pemerintah Indonesia dengan pihak Arevelk dan Yekirnovo. Topik pembahasan selain pengiriman Pasukan Perdamaian adalah hal yang sangat penting, dan akan menjadi sejarah bagi masing-masing negara.
Tempat yang akan menjadi lokasi pertemuan adalah Markas Besar Tentara Pelajar, karena Presiden tidak mau repot-repot kembali ke Istana Negara atau berada di dalam kendaraan dalam waktu lama untuk ke kota-kota besar yang lebih pantas sebagai tempat pertemuan.
Lagipula, Markas Besar Tentara Pelajar di Kota Karanganyar tak kalah pantas daripada melakukan pertemuan di gedung MPR/DPR, atau memilih kantor staf tiga matra TNI yang semuanya berada di Jakarta, dan hanya membuang waktu jika harus ke kota tersebut.
Sementara itu, meski ini bukan pertama kali bagi Sigiz berada di Karanganyar, dia masih saja merasa kagum dengan gedung-gedung tinggi di sekitarnya.
“Kira-kira, jika aku ingin menyewa orang-orang pintar Indonesia yang bisa membuat bangunan menakjubkan seperti ini, apakah Yang Mulia Suroso mengijinkannya?”
Tepat setelah Sigiz mengatakan hal ini, sirine sepeda motor polisi satuan pengawal terdengar, dan sebuah mobil kepresidenan berhenti bersama 2 mobil di belakangnya. Terlihat juga beberapa kendaraan taktis yang ditumpangi sekitar 20 prajurit TNI AD.
Suroso turun dari kursi penumpang di mobil kepresidenan yang konon merupakan kendaraan dengan tingkat keamanan paling tinggi di negeri ini. Tubuh kendaraan katanya terbuat dari material yang hampir sama dengan armor MBT, namun dibuat seringan mungkin. Sehingga mobil bisa menahan serangan semacam granat dan roket anti-tank. Lalu, hanya ada satu kursi penumpang yang khusus untuk presiden, dan terdapat sebuah tombol kecil di sandaran tangan yang berfungsi untuk meluncurkan rudal balistik antar benua yang membawa senjata nuklir (jika diperlukan).
(olog note: bayangin Indonesia punya rudal balistik nuklir…)
Lalu, di mobil kedua dan ketiga turun Sheyn, Lux, Edera, Zariv, dan beberapa staf TNI.
Mereka juga ingin melihat pembuatan kembali penghubung sebelum pertemuan dilaksanakan. Suroso berjalan dan berhenti 20 meter dari tempat para penyihir bekerja. Lagipula, alasan utama Suroso ke tempat ini adalah menunggu persiapan selesai dikerjakan, dan tinggal menghadiri pertemuan ketika persiapan selesai daripada menunggunya. Dia terlalu bosan di hotel, dan hampir gila karena hanya menerima panggilan yang berisi omelan dari beberapa kepala negara yang iri karena tidak diundang ke upacara kemarin.
Suroso hanya menganggap mereka sebagai pengacau jika diundang ke upacara kemarin, dan pastinya mereka akan dengan keras mendesak Suroso untuk diikutsertakan ke misi perdamaian.
Beberapa panggilan kepala negara Suroso anggap sebagai paksaan, karena mereka ingin mengirimkan perwakilan ke dunia lain juga.
Lalu, presiden muda ini dengan santainya menjawab permintaan beberapa pemimpin negara tersebut dengan:
“Nggak.”
Setelah mengambil sikap keras terhadap negara yang terlalu memaksa Indonesia untuk bersedia membuka pintu lagi ke dunia lain sejak perang usai, Presiden Suroso dengan tak terduga mendapatkan dukungan yang besar dan diperkirakan bisa menjadi presiden lagi di periode berikutnya.
Indonesia telah belajar dari apa yang dilakukan AS dengan beberapa negara Timur Tengah, dan tidak bisa membayangkan apa yang negara tersebut lakukan jika benar-benar ke dunia lain. Meskipun AS memiliki sekutu kuat seperti Jepang dan Israel, tapi untuk berjuang di dunia lain tidak cukup hanya menggunakan senjata saja.
__ADS_1
Lagipula, Suroso merasa jika negara sahabat Indonesia di dunia lain belum tentu mengijinkan langkah beberapa negara tersebut untuk ikut mengirimkan wakil mereka.
Bayangkan saja, ada sumber daya yang sangat besar belum tersentuh di dunia lain. Untuk negeri kapitalis itu seperti ladang yang penuh dengan berlian dan minyak. Sumber daya yang mulai menipis, pasti negara besar dan memiliki pengaruh kuat di dunia ini akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya.
Sumber daya besar adalah nilai yang sangat berharga dari dunia lain.
Cina, Uni Eropa, Liga Arab, dan ASEAN sudah bertindak dan bekerja sama untuk mendapatkan pengaruh dari dunia lain. Menurut mereka, pasti ada beberapa negara di dunia lain yang tertarik bekerja sama dengan mereka.
Masalahnya berada dalam sejauh mana mereka mengamankan pengaruh jika yang mereka lakukan hingga sekarang adalah terus memaksa Indonesia untuk meminta negara sahabat mereka di dunia lain untuk membuka pintu lagi.
Contohnya saja AS, mereka masih ikut campur di konflik beberapa negara Tumur Tengah. Aksi mereka yang satu ini mendapatkan kecaman dari beberapa negara, dan pengaruh mereka hampir tergeser oleh negara-negara sekutu Indonesia.
Juga, menurut mereka (negara-negara yang terus mendesak Indonesia tadi), kemungkinan tidak semua yang ada di dunia lain bermanfaat. Untuk mendidik orang-orang dunia lain yang mereka nilai barbar dan tidak berpendidikan, dibutuhkan anggaran yang besar, tenaga, dan waktu. Itu sama saja ketika orang-orang Inggris menjajah negara lain, hanya menggunakan kekuatan saja tidak cukup.
Lalu, jika mereka terlalu banyak dan sering mendesak Indonesia, mereka mungkin terseret ke dalam situasi yang buruk. Karena Korea Utara dan Rusia adalah negara yang memiliki pengaruh cukup kuat, dan sekutu utama Indonesia.
Rusia dan Korea Utara, serta beberapa negara sekutu Indonesia lainnya sepakat bahwa Pasukan Perdamaian yang dikirim ke dunia lain adalah untuk alasan yang adil. Tetapi, negara seperti Cina dan Korea Selatan mempertanyakan Pasukan Perdamaian yang hanya diisi oleh Indonesia dan negara sekutu utama mereka.
Apapun yang dilakukan Indonesia dan sekutunya, negara-negara yang telah disebutkan di atas tetap akan mengkiritik tindakannya. Keberadaan dunia lain yang terhubung dengan dunia ini melalui Gerbang memiliki dampak terbesar dalam sejarah abad ini.
Sama seperti penjelajahan Inggris yang menemukan Australia yang menyebabkannya menjadi sebuah kerajaan kuat, keberadaan dunia lain dan Gerbang akan sangat mempengaruhi struktur dunia. Dengan demikian, setiap pemerintah di dunia ini sekarang mengawasi dengan cermat tindakan apa yang akan dilakukan Indonesia dan sekutunya terkait Gerbang.
Lalu, negara dengan paham ‘semua hal adalah milik bersama/negara’ mengeluarkan pernyataan jika dunia lain adalah tempat yang harus diselidiki bersama. Negara dengan paham ini menyatakan bahwa meskipun Indonesia telah berhubungan dengan negara di dunia lain, seharusnya negara-negara lainnya diikutsertakan dalam kendali, sehingga tidak hanya Indonesia yang memetik manfaatnya.
Kemudian, anda akan bisa merasakan sendiri pertengkaran antar negara yang berebut dunia lain.
Letnan Satu Tentara Pelajar Nio kaluar dari kediaman Nike, area sekitar mata yang menghitam mendandakan jika Nio tidak beristirahat dengan benar. Sementara itu, Nike melepas Nio dengan berdiri di tengah pintu dengan perasaan yang tak karuan.
Kepala terasa pusing jika tidak tidur dengan cukup di malam hari, dan itulah yang dirasakan Nio di pagi hari ini. Padahal, pukul 1 siang adalah jadwalnya untuk menjadi ajudan Presiden Suroso di pertemuan. Semoga saja Nio tidak melupakan tugas penting tersebut, dan tidak tertidur setelah tiba di hotel.
Kemarin, saat malam hari…
Nio tidak bisa merasa terpaksa untuk menerima permintaan Surya untuk menemani Nike. Lagipula, Nike bukanlah orang asing, dan dia adalah teman Nio sewaktu SMA meski bukan teman dekat. Tapi tetap saja, Nio akan bermalam dengan seorang gadis, dan hanya ada mereka berdua di rumah ini.
Di dalam surat yang ditulis Surya, Nike bukanlah adik yang terbiasa menanggung kesulitan sendiri. Perasaan sedih dalam hati Nike masih dirasakan hingga sekarang meski Nio ada di depannya, dan pastinya sangat menguras perasaan.
Cara gadis ini memandang Nio seperti anak kucing yang telah ditinggalkan di pinggir jalan.
“Ah… baiklah, aku akan tidur di ruang tamu.”
Hotel tempat dia menginap selama berada di Indonesia cukup memakan waktu jika harus ke sana. Dan Nio merasa jika dirinya memang sudah mengantuk, dan berbahaya mengemudi dalam kondisi seperti ini. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan setelah Nio mengemudi dengan keadaan mengantuk, itu adalah hal yang sangat menyebalkan. Karena itu, tidak ada salahnya untuk ‘menerima’ permintaan Nike menginap untuk malam ini saja.
Nike tampaknya telah mempercayai segalanya jika itu adalah Nio, dan dia berjalan ke arah kamar tidurnya dan meninggalkan Nio yang benar-benar akan tidur di ruang tamu.
Orang-orang mungkin salah mengira jika Nio akan melakukan sesuatu dengan Nike. Karena Nio tidak bisa membayangkan jika warga sekitar menggerebeknya, saat dia memikirkan hal itu, Nio terus terjaga dengan perasaan tidak karuan hingga hari berganti.
Nio menahan diri dan melakukan segala hal agar dirinya tetap tenang ketika sedang berada dalam situasi satu rumah dengan seorang gadis, dan hanya ada mereka berdua di sini. Saat terjaga, dia mengikat ‘rudalnya’ dengan karet gelang, dan hanya akan melepasnya ketika ingin buang air kecil. Dia melakukan ini untuk menahan hasrat birahinya, meski itu termasuk hal menyakiti diri sendiri.
__ADS_1
"Maafkan aku, rudal ku..."
Dia hanya tidak ingin lepas kendali, dan pengalaman ketika mengetahui anak kelas sebelah yang hamil diluar nikah Nio alami sendiri. Lagipula, dia masih berada di usia ilegal untuk menikah menurut undang-undang. Nio masih sebentar lagi akan berusia 20 tahun, dan usia legal untuk menikah menurut undang-undang adalah 21 tahun bagi pria. Sedangkan bagi perempuan, 19 tahun adalah usia legal menurut undang-undang, dan tahun ini Nike telah berusia 20 tahun. Ulang tahun mereka berdua hanya terpaut 1 bulan.
Belum lama ini, bawahannya di Regu penjelajah 1 menggodanya dengan perkataan, “Katakan, Peltu, apakah tipemu adalah perempuan dewasa?”
Memang, Nio tidak terlalu baik berada di dekat perempuan selain kakaknya. Lalu, Nio menyukai perempuan berdada besar, dan dia merasa konyol jika benar-benar mendapatkan perempuan sesuai tipenya. Jika ditekan, Nio akan mengatakan bahwa semua ukuran dada akan membuat dunia ini lebih berwarna, itu hanya gumpalan lemak pembentuk tubuh perempuan.
Dengan kata lain, Nio tidak berani menyentuh sembarang perempuan meski mendapatkan banyak kesempatan.
Pada akhirnya, dia berhasil menahan semua hal yang bisa membahayakan Nike hingga hari ini. Tentu saja dia merasa sakit di rudal karena cukup lama diikat dengan karet gelang dan kepala yang pusing karena kurang tidur.
Dia mendekati mobil sewaan yang terparkir di halaman rumah Nike. Tapi, sebelum Nio masuk kedalam mobil, Nike berkata:
“Kamu bakal ke sini lagi, kan?”
Nio berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut, karena pekerjaannya tidak hanya menjaga adik orang lain. Beberapa hari ke depan Nio akan mendapatkan pekerjaan yang menyangkut masa depan hubungan Indonesia, Arevelk, dan Yekirnovo.
“Ya… tapi tidak setiap hari aku ke sininya.”
Lagipula, Nio berpikir apa yang terjadi dengan Nike saat dia akan bertugas kembali ke dunia lain. Itulah hal yang paling dia khawatirkan dari perintah Surya untuk menjaga Nike.
Memikirkan hal itu terlalu keras membuat kepala Nio semakin pusing dan berkata, “Secepatnya aku akan ke sini lagi.”
Mobil kemudian keluar dari halaman dan siap untuk menuju ke tujuan, tapi Nio kembali keluar dari dalam mobil setelah melihat sesuatu yang mengejutkan. Nio yang keluar dari mobil membuat Nike penasaran, dan memutuskan untuk mendekatinya.
Nio berjalan mendekati pagar sebuah rumah yang terdapat tulisan yang berisi jika rumah ini dijual beserta nomor telepon penjual rumah. Inilah yang membuat Nio menunda tujuannya kembali ke hotel, dan melihat rumah yang dijual ini.
Rumah yang terbuat dari kontainer adalah jenis tempat tinggal yang cukup banyak keberadaanya. Selain harganya yang lebih murah dari rumah yang terbuat dari bata, rumah kontainer bersifat semi permanen, alias bisa dipindahkan. Berbeda dengan rumah bata yang hampir mustahil untuk dipindahkan. Lalu, rumah kontainer dua lantai yang dijual ini menarik perhatian Nio.
Seperti tidak perlu pikir panjang, Nio langsung menghubungi orang yang menjual rumah ini. Nike hanya berdiri, dan tidak bertanya apapun lagi karena dia merasa jika Nio memang akan membeli rumah yang berada tepat di samping rumahnya.
Setelah beberapa menit menghubungi penjual rumah, wajah Nio muram Nio berubah menjadi cerah.
“Baik, nanti saya akan menunggu bapak di Taman Pancasila jam 8 malam. Karena kalau siang pekerjaan saya sangat banyak,” Nio berkata seperti itu dengan wajah senang.
Lalu, si penjual rumah menyetujui usulan Nio mengenai tempat dan waktu pertemuan.
Jika rumah ini menjadi miliknya, Nio berencana akan menyuruh kakaknya untuk tinggal di sini sambil mengawasi Nike. Jika perlu, Arunika bisa mengajak Lisa untuk tinggal bersama.
“Nike, akhirnya aku tidak perlu khawatir dengan mu.”
“Eh? Kenapa?”
“Karena rumah ini sebentar lagi akan menjadi milikku, dan kakakku akan tinggal di sini. Kamu akan punya teman selama aku bertugas.”
Mata Nike melebar, dan secara tak sadar tersenyum setelah mendengar perkataan Nio.
__ADS_1
Di dalam hati, Nike berkata, “Itu artinya, Nio dan aku tinggal bersebalahan…”