
20 Oktober 2321, pukul 10.01 WIB/ tahun 1914 Kekaisaran Luan, pagi hari.
**
Di luar benteng, sebuah helikopter pengangkut sedang melaksanakan fungsinya, Peltu Gio memegang daftar barang yang dibawa dari Indonesia sebagai hadiah untuk keluarga Kerajaan. Sedangkan Nio melakukan tugas terakhir yang sangat mudah, yakni melakukan pemerikasaan terakhir pada isi dari kotak-kotak yang berisi kain tenun, kain batik, beberapa senjata tradisional, dan ‘oleh-oleh’ lainnya.
Dari semua barang bawaan yang akan diangkut, pasukan ini dapat membuka departement store yang akan menjual produk-produk terkenal dari seluruh Indonesia. Beberapa pihak menganggap jika ini lebih mirip suap daripada memberi hadiah.
Beberapa barang bawaan adalah benda yang mudah rusak, contohnya guci dan ukiran dari kayu, mereka harus dibungkus dengan benar dan aman.
Selain itu, pasukan juga membutuhkan dana untuk melakukan tugas jika sewaktu-waktu pasukan Kekaisaran mengirimkan pasukan lagi. Karena dana itu akan digunakan untuk membayar informan yang direkrut, mendirikan pangkalan, dan kegiatan lain yang membutuhkan dana.
Pemerintah Indonesia belum memiliki mata uang Kerajaan Arevelk. Sebagai gantinya, mereka membawa rupiah dengan jumlah miliaran. Mungkin dengan ini pihak Kerajaan akan menerimanya segala sesuatu yang diberikan Indonesia. Lagipula, penggunaan uang kertas di dunia ini belum dilakukan, dan mungkin keberadaan TNI disini akan merubah sejarah ekonomi dengan mengenalkan uang kertas.
Jika belajar pada pemerintahan negara berkembang, memberikan suap seperti ini akan sangat mudah. Namun, jika melakukan cara ini terhadap sebuah negara maju, contohnya Cina saat akan melakukan kerjasama bidang ekonomi, mereka akan mengatakan “Oh, berarti anda tidak keberatan jika kami mengirimkan kapal-kapal ke Natuna?”. Jadi memberikan suap terhadap anggota dewan negara maju akan menjadi hal sia-sia.
Tetapi, Presiden berharap bisa mengunjungi pasukan di dunia lain dan mengatakan kepada pihak yang berperang dengan Indonesia, “Mari kita lihat siapa yang lebih kuat.”
Kira-kira begitulah cara kerja ‘diplomasi’, lagi pula sekarang bukan era kolonialisme. Pemerintah perlu mempertahankan pasukan di dunia lain, dan membangun hubungan erat sebanyak mungkin dengan negara yang ada di dunia ini. Namun yang menjadi masalah adalah ada sebuah negara yang terus mengirimkan pasukan kecil dengan tujuan menakut-nakuti prajurit TNI di balik benteng, siapa lagi kalau bukan Kekaisaran Luan.
Namun, akhir-akhir ini mereka terlihat tidak mengirimkan satu pun penunggang naga untuk memata-matai benteng.
Setelah itu, Regu penjelajah 2 dan 6 naik ke helikopter sebagai perwakilan atas perintah Jendral Sucipto langsung. Beberapa prajurit masih sibuk menaikan kotak-kotak plastik ke dalam helikopter.
Lalu, dengan kuat mengencangkan kotak yang diangkut agar tidak bergerak selama penerbangan. Setelah itu, prajurit yang mendapat perintah mengencangkan sabuk pengaman mereka.
Maka, mereka terbang ke Istana Awan Kerajaan Arevelk.
Ibukota Kerajaan berjarak 20 hari perjalanan dengan menunggang kuda dan disertai isitirahat. Oleh karena itu, helikopter dapat memakan waktu hanya satu hari. Helikopter yang lepas landas menciptakan downwash yang menerbangkan pasir dan debu.
**
Sebelum mendekati benteng, Sheyn mendengar suara sebuah suara dan angin yang berhembus kencang saat benda tersebut terbang di atasnya. Dengan begitu, Sheyn berpikir jika dia sudah dekat dengan para pasukan hijau berada.
Dia mendekati semua orang yang mengenakan seragam hijau loreng, dengan warna hijau tua yang mendominasi. Namun, tidak ada yang mengerti apa yang dia katakan.
Para prajurit yang Sheyn tanyai hanya tersenyum kaku, menyeringai, bahkan menunjukkan wajah yang kebingungan dengan bahasa yang digunakan Sheyn. Namun, Sheyn sendiri tidak tahu apakah mereka mengerti atau tidak.
Dilihat dari raut wajah prajurit yang didatangi Sheyn, mereka sepertinya tidak mengerti dengan maksud Sheyn. Dia mencoba yang terbaik, tapi pada akhirnya Sheyn tetap tidak bisa berkomunikasi dengan mereka.
Ketika Shyen mengetahui jika usahanya sia-sia, dia sangat berharap jika seseorang paham dengan bahasanya. Tapi, dia hanya mendekati prajurit hijau yang sedang bertugas bebas ini dengan acak.
Setelah setengah hari berusaha, Sheyn hanya berhasil mendekati 20 orang saja. Pada akhirnya, dia menyadari jika dia tidak bisa berkomunikasi dengan para prajurit berbaju hijau. Dia bahkan tidak mengerti dengan makna perkataan mereka, namun mereka setidaknya dapat mengartikan gerak tubuh Sheyn.
Jika kita mengubah sudut pandang, dan Shyen sekarang berada di markas musuh dan bukan di benteng TNI, dia akan dikira sebagai perempuan yang akan memberikan tubuhnya untuk sekedar sebuah informasi. Prajurit perempuan normal pasti akan ragu pergi ke markas musuh sendirian, namun Sheyn melakukan ini demi perjanjian perdamaian yang Bogat janjikan.
Kebanyakan prajurit di sini adalah pemuda, dengan usia kebanyakan 19-36 tahun. Sheyn bisa mengerti jika pemuda seperti mereka akan tertarik denga tubuhnya, namun yang menjadi masalah adalah rupa wajahnya sekarang. Dia berpikir jika wajahnya mungkin akan menakuti orang-orang. Terlihat prajurit perempuan yang melihat Sheyn dengan tatapan dingin, dan takut dengan bekas luka di wajah Sheyn.
Jika sesuatu terjadi pada dirinya, Sheyn akan mengurusnya sendiri. Bagaimanapun, ini demi perdamaian antara Kekaisaran dengan negara asal pasukan hijau ini.
__ADS_1
Sheyn bukan tipe perempuan yang dapat dirayu hanya dengan uang, maupun direbut dengan kekerasan. Namun, jika ada seseorang yang mendekatinya dengan sopan, dia akan serius untuk mempertimbangkan pria dengan sifat seperti itu. Jika Sheyn bertemu dengan pria yang hanya tertarik dengan tubuhnya, tidak ada pilihan lain selain menendang ************ mereka.
Pada akhirnya, yang dia lakukan hanyalah membuang-buang waktu di dalam benteng yang sangat luas ini. Bahkan Sheyn tidak tahu mana timur dan mana barat ketika di dalam benteng.
Sekarang, perjanjian perdamaian yang ayahnya janjikan mungkin terancam jika dia tidak menemui pimpinan pasukan hijau ini. Sheyn hanya duduk sambil termenung di antara bangunan-bangunan dengan warna dasar hijau. Area ini adalah penyimpanan senjata dan amunisi, dan beberapa prajurit terlihat sedang melakukan pemeriksaan.
Sheyn bisa mencium aroma mesiu dari bangunan di belakangnya.
“Aromanya mirip bubuk peledak untuk meriam.”
Namun, yang Sheyn lihat dari jendela bukanlah meriam seperti yang dimiliki militer Kekaisaran. Ada sangat banyak senjata yang terlihat sangat berbahaya dan menghancurkan.
Beberapa prajurit yang melihat Sheyn mengintip ke dalam ruang penyimpanan senjata dan amunisi mengabaikannya. Karena ada banyak penduduk lokal yang mengunjungi benteng dan melakukan hal sama. Bahkan prajurit perempuan sempat menjadi korban rayuan petualang yang mendapatkan ijin untuk berkunjung ke dalam benteng.
Penduduk lokal yang menjadi rekrutan dan dibayar untuk menjadi penyedia informasi mencoba mendekati Sheyn. Mereka adalah warga Kekaisaran yang hidup dalam kemisikinan, dan rela bekerja untuk musuh untuk kelangsungan hidup mereka. Setidaknya mereka tidak dibayar dengan rupiah, tetapi dengan makanan atau hal yang sepadan dengan pekerjaan mereka.
“Nona, siapa yang sedang anda cari?”
“Aku mencari pemimpin tertinggi pasukan ini.”
Namun, setelah Sheyn berbalik badan untuk berbicara dengan dua orang pria, mereka langsung terkejut setelah melihat wajah Sheyn.
“Putri Sheyn, maafkan kami karena hampir tidak mengenali anda.”
Sheyn menatap datar kedua pria yang berumur remaja dewasa, sekitar 20 tahun-an. Dia bertanya-tanya terhadap dirinya sendiri, “Kenapa ada warga Kekaisaran disini?”
Kedua pria ini adalah contoh dari ketidakbecusan Kekaisaran dalam memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Hanya karena ingin mendapatkan makanan dan uang, beberapa penduduk Kekaisaran menerima tawaran untuk menjadi pencari informasi untuk musuh negara mereka.
Mendapatkan uang, berarti mendapatkan kepercayaan dari pasukan hijau. Mereka dalam bekerja mencari informasi tidak pernah mendapatkan ancaman, justru Kekaisaran yang selalu mengusik para pasukan hijau ini.
Pasukan TNI yang kini memiliki nama resmi Pasukan Ekspedisi Dunia Lain memiliki wewenang untuk membunuh pihak yang terbukti mengancam pasukan ini. Itupun harus melalui proses penyelidikan sebelum menghukum pihak terkait. Bahkan, penduduk Kekaisaran yang bekerja sebagai pencari informasi TNI terus diawasi.
“Ada beberapa prajurit yang bisa berbicara bahasa kita, tapi hanya ada satu orang yang benar-benar fasih.”
Seorang dunia lain bisa berbicara bahasa kita!?
Sheyn benar-benar sangat gembira, dan dia bahkan memiliki sesuatu untuk ditanyakan kepada orang yang bisa menggunakan bahasa setempat dengan fasih tersebut.
Dari pagi hingga menjelang siang, dia telah bertanya kepada banyak orang. Karena tidak bisa berkomunikasi dengan mereka, Sheyn hampir terjatuh kedalam keputusasaan.
“Itu orang yang bisa berbicara bahasa kita dengan fasih.”
Nio terlihat sedang mendorong tank tempur utama yang bagian turretnya telah dilepas untuk mengurangi beban. Kendaraan penderek yang dibawa ternyata sangat sedikit, jadi mau tidak mau para prajurit laki-laki dengan sekuat tenaga menarik dan mendorong tubuh tank tanpa meriam ini.
Urat-urat mulai muncul dari dahi dan tangan berotot mereka, sedangkan para Komandan Grup Tempur terus menyemangati mereka dengan pengeras suara.
Kedua pria itu mendekati Nio dan mengatakan kepadanya jika ada seseorang yang ingin bertemu. Setelah mengatur napasnya setelah mendorong kendaraan yang berbobot hampir 20 ton ini, Nio mendekati perempuan yang kedua pria itu tunjuk.
“Apa anda mencari saya, nona?”
__ADS_1
Nio bahkan tidak terkejut ketika ada seorang gadis yang memiliki bekas lukan mengerikan. Karena Nio sendiri di beberapa bagian wajahnya juga terluka, termasuk sebuah luka di pipi kananya yang berukuran cukup besar.
Saat mendapatkan luka itu, Nio merasa jika pipi kananya hampir robek setelah melakukan perkelahian brutal.
Namun, Nio merasa jika pakaian yang dikenakan gadis ini menandakan jika dia adalah keluarga Kaisar.
“Maaf, tapi bisakah anda ikut dengan saya?”
“Ya, ya, selama anda mendengarkan perkataan saya, saya akan pergi ke manapun anda inginkan.”
Sudut mata Nio berkedut setelah mendengarkan jawaban gadis ini. Maka, Sheyn memenuhi permintaan Nio dan mengikutinya, sebagai terduga mata-mata.
**
Bagian interior istana Kekaisaran lebih mirip dengan ‘istana raja iblis’, karena kurangnya pencahayaan di tempat ini dan hanya mengandalkan beberapa lilin yang tepasang di pilar-pilar penyangga bangunan. Bangunan ini dikelilingi dengan benteng alam yang berupa beberapa gunung dan sebuah sungai besar yang cukup untuk dilewati 6 kapal perang kelas Fregat secara bersampingan.
Di singgasana, terlihat Bogat dengan beberapa bangsawan anggota fraksi militer dan beberapa wanita yang akan dijadikan penghibur. Mereka semua terlihat menyeringai saat budak yang mereka dapatkan dari Indonesia siap ‘digunakan’ setelah misi yang dilaksanakan Sheyn selesai.
Tugas Sheyn adalah membuat pasukan hijau yang akan mendatangi Kekaisaran untuk melakukan penandatanganan perjanjian perdamaian palsu. Namun, Bogat sama sekali tidak khawatir dengan anak perempuan tertuanya tersebut ditangkap maupun dibunuh oleh pasukan hijau. Yang dia inginkan adalah memancing pasukan hijau di Kekaisaran dan menghancurkannya di medan perang ciptaannya. Tentu saja para budak akan terlibat di dalam rencana Bogat dan bangsawan fraksi militer.
Perempuan penghibur yang didapatkan para bangsawan berasal dari ras Demihuman, terutama bertelinga dan berekor kucing. Manusia dari ras tersebut terkenal dengan tubuh mereka yang menawan. Itulah penyebab Kekaisaran melakukan penaklukan dengan beberapa suku ras bertelinga kucing ini. Suku dengan ras seperti ini tersebar sangat banyak di dunia ini, tentu saja dengan keunikan mereka masing-masing sesuai benua mereka tinggali.
Namun, beberapa negara, termasuk Kekaisaran Luan menjadikan ras Demihuman menjadi budak.
Sepertinya ruangan ini oleh Bogat telah dirubah menjadi rumah pelacuran, dengan objek para wanita kucing ini. Para bangsawan fraksi militer bergantian menikmati tubuh mereka, meski masing-masing telah mendapatkan satu wanita kucing.
Sebelum Bogat akan bergabung dengan pemandangan kotor ini, sebuah suara memanggilnya.
“Yang mulia, jika anda ingin bersenang-senang, Anda tidak harus dengan wanita buas dan kotor seperti itu.”
Beberapa wanita kucing terisak, lalu tertatih-tatih pergi dengan tubuh dihiasi memar.
Yang merusak kegiatan mereka adalah Panglima Kekaisaran Luan yang mendukung rencana Bogat.
“Tidak apa-apa, kita memperlakukan semua ras sama, tanpa memandang perbedaan mereka dengan kita. Tubuh wanita kucing adalah yang terbaik dari yang pernah kulihat.”
Rumah-rumah para manusia ras Demihuman yang ditaklukan pasukan Kekaisaran telah dihancurkan, dan beberapa dari mereka hampir punah. Beberapa dari mereka tersebar di seluruh Kekaisaran dan hidup dalam kesengsaraan. Sangat jauh berbeda dengan ras Demihuman di Kerajaan Arevelk bukan?
Para ras gadis kucing yang telah dinikmati tubuhnya oleh para bangsawan, berpikir jika mereka telah mengkhianati ras dan bersumpah untuk melakukan balas dendam kepada Kekaisaran. Pikiran mereka menjadi kacau saat Kaisar mencoba memancing pasukan hijau ke ibukota untuk menghancurkan mereka disana.
“Sebenarnya saya punya masalah untuk dilaporkan.”
“Apa itu, berbicaralah!”
“Para bangsawan fraksi perdamaian, mereka memperlihatkan tanda-tanda mendukung Sheyn dan membuat rencana untuk bersekutu dengan pasukan hijau demi melengserkan anda.”
“Sepertinya itu bukan hal yang tidak terlalu besar, karena pasukan hijau itu akan kita hancurkan di ibukota.”
“Apa anda benar-benar akan membunuh para budak di depan para pasukan hijau?”
__ADS_1
“Tentu saja, dengan begitu moral mereka pasti runtuh karena kita membunuh orang-orang bangsa mereka.”