Prajurit SMA

Prajurit SMA
81. Pertempuran kecil yang mudah 3


__ADS_3

24 September 2321, pukul 10.13 WIB/ tahun 1914 Kekaisaran Luan, siang hari.


**


Terdengar suara menderu yang sangat keras di langit dunia lain, suara ini lebih keras dari raungan raja naga. Bahkan prajurit hijau yang berada di dalam benteng harus menutup telinga mereka saking kerasnya suara mesin pesawat tempur itu.


Patroli udara dilakukan Grup Tempur 05, ini adalah penerbangan pertama AU di dunia lain. Grup ini terbentuk beberapa hari yang lalu, tujuannya adalah untuk melatih penerbang pemula. Mereka membelah awan dunia lain dan terbang tinggi dengan kecepatan suara.


Karena wilayah udara yang bebas dari penerbangan sipil, adalah mimpi yang indah bagi para penerbang. Kecuali jika mereka bertemu dengan kadal terbang, hewan tersebut jika tertabrak bisa sangat berbahaya daripada sekedar menabrak kawanan burung.


Grup Tempur 05 berkekuatan 5 jet tempur, 2 pesawat pengebom cepat, 3 pesawat pengangkut, 6 helikopter pengangkut rudal. Sebenarnya kekuatan udara TNI di dunia lain adalah pesawat yang hampir dipensiunkan. Pesawat tempur tua ini masih digunakan karena masalah anggaran, jika mengirim pesawat baru ke dunia lain mungkin akan merugikan pihak AU sendiri. Karena di wilayah udara dunia lain, selain naga dan wyvern, tidak ada yang tahu jenis hewan terbang fantasi yang lain.


Grup ini tidak mendapatkan pembatasan saat lepas landas, berbeda ketika masih di Indonesia. Ketika mereka akan lepas landas memberitahu para penerbang, menara kendali akan berkata, “Tidak ada burung, naga dan kadal terbang lainnya. Terbanglah sesuka kalian selama tidak menabrak hewan terbang fantasi.”


Itulah yang membuat para penerbang dengan jam terbang rendah gembira.


Selain penerbang pemula, terdapat juga penerbang diatas 35 tahun yang seharusnya menjadi ‘veteran’. Mereka dipindahkan ke dunia lain untuk menjadi pelatih, dan itu adalah pilihan pribadi para penerbang veteran.


Tidak ada pesawat komersil yang harus diberi jalan, juga tidak ada pesawat Amerika yang sering mengacaukan wilayah udara Indonesia. Langit kosong ini adalah milik penerbang muda yang sedang berlatih, dan kebebasan untuk menjelajahi sesuka hati merupakan kesempatan bagi penerbang manapun. Namun penerbang yang tidak mendapatkan kesempatan ini, hanya bisa ngiler dan terbang di langit yang padat dengan lalu lintas udara.


Tidak ada rencana untuk menambah kekuatan udara TNI di dunia lain, karena merakit pesawat-pesawat tempur ini juga membutuhkan biaya yang cukup untuk membeli sebuah meriam railgun baru.


Taktik tempur di udara menjadi kunci kemenangan, termasuk bagaimana pilot mampu melakukan manuver yang benar sesuai keadaan.


Para pilot jet tempur dengan jam terbang rendah ini melakukan beberapa manuver dasar.


Setelah lepas landas, mereka melipat roda pendarat dan mendorong mesin jet tempur hingga kecepatan penuh, terbang hingga 10 kilometer di atas permukaan tanah sebelum melakukan immelmann. Saat di udara, para pilot melakukan beberapa gerakan awal untuk membuat manuver Split-S.


Tidak ada yang berani mengeluh soal kebisingan yang disebabkan mesin jet tempur yang terbang dengan kecepatan suara. Para penerbang muda tidak peduli dengan ketakutan para pasukan Kekaisaran Luan yang bergerak menuju Tanah Suci.


Para penerbang yang sedang berlatih seperti anak-anak tak berdosa yang sedang bermain.





(Ilustrasi armada udara TNI di dunia lain, sumber gambar pinterest.)


**


Rantz mengeluarkan keringat dingin saat mendengar suara yang sangat keras dari langit. Seluruh pasukannya menutup telinga mereka saat naga besi pasukan dunia lain terbang hanya beberapa kilometer di atas mereka. Kuda-kuda pasukan kavaleri mulai tidak tenang, bahkan hampir stres karena suara keras tersebut.

__ADS_1


Rantz menyaksikan dengan wajah bodoh ke arah naga besi musuhnya yang terbang dengan gerakan aneh, dan segera menyimpulkan jika itu adalah benda buatan pasukan penguasa Gerbang. Penyihir militer memiliki penglihatan yang baik, bahkan dia hampir bisa melihat seseorang yang duduk di dalam naga besi.


Tidak ada dalam informasi yang dia terima mengenai kekuatan udara musuh. Kemudian Rantz tersenyum seperti orang yang terkena serangan mental.


Sekarang, langit tidak lagi dikuasai raja naga api maupun raja naga yang lainnya. Naga besi milik pasukan musuh sepertinya jauh lebih mematikan dalam segala hal. Itu wajar bagi siapa pun yang pernah melihat senjata pasukan hijau menghancurkan pasukan penunggang naga pasukan gabungan lima negara.


“Aku tidak peduli, aku akan menghancurkan pasukan dunia lain itu dan menyerang negara yang berada di balik Gerbang.”


Rantz tetap memerintahkan pasukannya untuk tetap bergerak menuju Tanah Suci. Jarak mereka dengan lokasi tersebut sekitar setengah hari perjalanan.


Musuh mereka telah mencapai wilayah Kekaisaran, dan itulah pasukan yang harus dihancurkan oleh Rantz.


**


Meski hari ini sangat cerah, dan siang hari yang tidak terlalu panas, Nio menghela napas cukup sering hari ini. Lidahnya masih bergerak di dalam mulutnya untuk mencari sisa nasi yang mungkin masih ada di sela-sela gigi.


Setelah menyelesaikan seluruh tugas Regunya, Nio dan Regu penjelajah 1 bergabung dengan Grup Tempur 1. Di sisi lain benteng, pasukan Kerajaan Arevelk dengan jumlah ratusan ribu membuat perkemahan di Tanah Suci setelah mendapatkan ijin dari Jendral Sucipto.


Hari ini adalah jadwal patroli Grup Tempur 1 dan 2 setelah penyerangan beberapa hari yang lalu. Ini adalah tugas yang bisa dibilang cukup berbahaya, karena pertempuran melawan pasukan Kekaisaran Luan bisa saja terjadi karena ‘peluru nyasar’ yang sengaja dilepaskan prajurit untuk memprovokasi musuh.


Grup Tempur 5 telah selesai melakukan latihan, meski itu adalah kedok karena tugas sebenarnya mereka adalah mengawasi pasukan Kekaisaran Luan yang mulai mendekati benteng.


Nio setelah terlepas dari tugas ‘berbahaya’nya, kini dia mendapatkan tugas yang lebih melelahkan lagi. Kehilangan kesempatan untuk menghubungi Arunika membuat Nio hanya bisa mendengus kesal kepada atasannya.


“Kenapa harus sekarang?”


Sebelum Nio kembali menghela napas, Komandan masing-masing Grup Tempur memerintahkan pasukannya untuk berhitung untuk memastikan jika jumlah pasukannya lengkap.


Tidak perlu penjelasan lagi, pasukan ini memiliki kesempatan bertarung lagi dengan Kekaisaran. Semua prajurit yakin jika pertempuran terjadi, ini menjadi pertempuran yang mudah. Kemudian ‘menusuk’ lebih dalam ke wilayah Kekaisaran Luan, inilah rencana invasi yang belum diwujudkan.


Tetapi, pertempuran ini bukan milik Grup Tempur 1 dan 2. Pasukan Kerajaan Arevelk telah siap untuk bertarung dengan musuh mereka yang sudah mendekat. Jadi, kedua pasukan itu hanyalah bertugas sebagai penghambat saja.


Namun, tidak ada yang tahu skenario kedepan jika pasukan Kekaisaran tiba-tiba berhadapan dengan Grup Tempur 1 dan 2.


Jika dilihat, teknologi militer Kerajaan Arevelk dan Kekaisaran Luan akan menyebabkan pertempuran berjalan lama. Berbeda saat TNI berhadapan dengan pasukan gabungan lima negara, pertempuran hanya berlangsung selama setengah hari.


Pesawat tanpa awak terus memantau pergerakan pasukan Kekaisaran yang hampir mencapai wilayah yang di klaim Indonesia. Sementara itu, pasukan Grup Tempur 1 dan 2 masih menunggu perintah dari Jendral Sucipto untuk pemberangkatan.


Tindakan TNI telah mendapatkan persetujuan dari pihak lawan Kekaisaran Luan. Kerajaan Arevelk tidak bisa melarang tugas rutin TNI di dunia ini, yakni berpatroli di wilayah sekitar Gerbang. Meskipun ada keraguan, para jendral pasukan milik Sigiz memilih untuk berpikir dengan kepala dingin.


Sigiz menilai jika tindakan TNI ini bisa membuat pasukan Kekaisaran kembali ke ibukota. Dia berpikir jika mungkin saja terjadi pertempuran antara TNI dan Kekaisaran lagi.


“Peltu Nio, kamu diperintahkan untuk menemui Ratu Sigiz oleh Jendral Sucipto. Bacakan surat ini padanya.”

__ADS_1


Tidak ada penolakan dari Nio untuk tugas yang diberikan salah satu ajudan Sucipto. Meski di dalam hatinya dia merasa dongkol.


Jadi seperti biasa, Nio akan meminjam sebuah kendaraan dari garasi dan mengendarainya ke perkemahan pasukan Sigiz.


Nio tidak pernah membayangkan jika TNI yang terlebih dahulu melakukan serangan terhadap musuh-musuh yang berperang dengan Indonesia. Nio biasanya akan menemui akhir yang mengejutkan, bisa saja hal itu terjadi sekarang.


“Mungkin ini tujuan pengiriman Grup Tempur 1 dan 2.”


Nio menebak-nebak apa yang terjadi setelah kedua Grup Tempur itu bertemu dengan pasukan Kekaisaran.


**


Beberapa jam kemudian, 2 jet tempur terbang melintas di atas perkemahan pasukan Sigiz. Suara yang sangat keras membuat para prajurit berlindung di tanah dengan tangan menutupi telinga.


Sementara Nio, dia terlihat tenang-tenang saja ketika jet tempur terbang setinggi 5 kilometer di atas perkemahan dan membuat suara yang sangat keras. Dia hanya tersenyum kecil saat Sigiz terlihat gemetar sambil menutup telinganya saat mendengar suara mesin jet tempur.


Meski suara dari mesin jet tempur menyebabkan getaran, namun itu tidak merusak. Nio memohon kepada Sigiz untuk kembali tenang.


“Tuan Nio, aku tidak pernah melihat kalau pasukan negaramu memiliki naga besi.”


Nio tersenyum kecut setelah mendengar pernyataan Sigiz, dan menjelaskan salah satu jenis senjata itu.


Wajah Sigiz berubah menjadi pucat saat mendengar jika jet tempur yang dia lihat adalah senjata. Benar-benar melakukan bunuh diri jika Sigiz bergabung dengan perang melawan Indonesia.


“Kalau begitu, apa anda menyetujui usulan jendral kami?”


Sigiz kembali memikirkan matang-matang tindakannya untuk menerima bantuan dari TNI.


Pasukan Kekaisaran telah mencapai wilayah Tanah Suci, dan pasukan Kerajaan Arevelk telah diperintahkan untuk bersiap oleh para jendral mereka.


Dari luar tenda yang dihuni Sigiz, Nio melihat helikopter tempur milik Grup Tempur 1 telah berangkat. Suara mesin dari tank meriam railgun dan meriam biasa terdengar hingga perkemahan ini. Itu adalah pertanda jika pertempuran mungkin akan terjadi.


Namun, tidak ada pemimpin yang bisa menolak kerjasama yang sangat menguntungkan ini. Tentunya Sigiz sangat mempercayai TNI, namun mereka tidak bisa menyerahkan perang ini kepada mereka.


“Kami akan menerima bantuan dari jendral pasukan mu. Tapi perang ini adalah milik kami, kami akan ikut serta dalam perang ini. Kamu cukup meminta kepada jendral mu untuk mengirimkan pasukan kecil saja.”


Jawaban Sigiz membuat Nio sedikit lega, karena dia tidak perlu melihat pembantaian sepihak lagi saat TNI mengerahkan Grup Tempur 1 dan 2.


TNI juga tidak ingin ikut campur lebih dalam pada konflik kedua negara ini, namun mereka menilai jika Pasukan Kekaisaran melintasi wilayah yang telah di klaim.


Jika bagian kecil dari TNI terlibat, tentu saja Kerajaan Arevelk akan mendapatkan kemenangan. Namun ini bukan kemenangan murni hasil kerja keras para prajurit Kerajaan, karena ada campur tangan pihak asing.


Tugas Nio hanya menyampaikan surat ini kepada Sigiz, dia harus segera bergabung dengan pasukan.

__ADS_1


“Ini bukan hasil yang buruk.”


__ADS_2