Prajurit SMA

Prajurit SMA
60. Gerbang yang terbuka sempurna


__ADS_3

Tahun 1914 Kerajaan Luan, siang hari.


**


Entah ada apa hari ini di Kerajaan Luan, karena ada sebuah berita yang membuat seluruh orang menjadi penasaran. Sebenarnya bukan hanya di Kerajaan Luan saja berita ini tersebar, seluruh benua ini juga mendengar tentang berita itu.


Terlihat puluhan orang yang memakai pakaian yang seragam berbaris di sebuah tanah lapang di sebuah wilayah Kerajaan Luan, seperti pakaian khusus penyihir negara ini. Terdapat pula tiga buah panci raksasa yang berada diatas perapian yang terlihat sangat panas.


Isi dari panci tersebut terlihat telah mendidih dan sangat panas, belum diketahui benda cair apa yang berada di dalam panci. Namun, sepertinya benda cair itu sejenis logam yang dipanaskan hingga mencair. Tapi belum diketahui jenis logam yang ada didalam panci raksasa.


Tempat ini seperti padang rumput yang sangat luas dan terlihat rata, meski terdapat beberapa bukit pendek dan hanya ditumbuhi beberapa pohon. Tempat ini oleh masyarakat Kerajaan Luan dikenal sebagai wilayah yang kurang subur, sehingga tidak ada pemukiman di tempat ini.


Selain dikenal sebagai tempat yang kurang subur, tempat ini oleh penduduk dunia ini dikenal sebagai ‘tanah suci’. Para penyihir percaya jika tempat ini terdapat aliran energi yang sangat melimpah daripada di tempat lain.


Mungkin karena hal itu mereka berkumpul di tempat ini, namun belum diketahui acara apa yang diadakan. Karena ada ratusan orang yang sedang berbaris didekat panci raksasa.


Namun ada yang aneh dengan orang-orang tersebut, meski beberapa dari mereka memiliki telinga dan ekor hewan, tapi bukan itu keanehannya. Mereka tampak cemas dan ketakutan, padahal didepan mereka hanya ada panci raksasa yang berada didekatnya saja sudah membuat mandi keringat.


Kedua tangan dan kaki mereka diikat dan saling tersambung satu sama lain dengan rantai yang terlihat berat. Bahkan ada beberapa anak kecil juga terlihat diikat dengan rantai yang sama untuk mengikat para orang dewasa. Mereka menangis namun tidak dipedulikan oleh orang yang lebih dewasa.


Puluhan prajurit Kerajaan Luan juga terlihat berbaris di sekitar para penduduk itu, seperti sedang melakukan penjagaan. Mereka memang beruntung tidak dikirimkan ke dunia lain, namun tugas mereka disini sama beratnya dengan pasukan yang dikirimkan ke dunia lain.


Mereka terlihat tidak peduli dengan beberapa anak yang terus menangis. Namun saat ada satu orang penduduk yang mencoba melepaskan diri dari rantai yang membelenggu, beberapa prajurit mulai bertindak.


Tindakan yang mereka lakukan terhadap penduduk yang mencoba untuk melepaskan rantai itu adalah melepaskan rantainya, itu memang membuat tenang. Namun tindakan selanjutnya yang membuat orang yang melihat akan langsung merinding.


Tiga orang prajurit memegang tubuh penduduk pria yang mencoba melepaskan diri tadi, dia tak dapat berteriak karena mulutnya sudah disumpal dengan rantai yang mengikatnya. Kemudian ketiga prajurit itu melemparkan dirinya kedalam panci dengan logam yang mendidih.


Logam cair itu seketika melahap tubuh pria itu hingga tidak tersisa dan tanpa suara teriakan sedikitpun. Bahkan rantai besi yang ikut dimasukkan kedalam sana juga terlihat sudah tidak ada lagi.


Kejadian itu membuat seluruh penduduk terlihat sangat ketakutan, bahkan beberapa sampai berteriak sangat kencang hingga bagian selangkangannya terlihat basah.


Beberapa anak-anak semakin keras menangisnya, itu membuat para prajurit kehilangan kesabaran mereka.


Seorang penyihir yang mengenakan pakaian sedikit berbeda dengan yang lainnya tiba-tiba muncul.

__ADS_1


“Tahan dirimu, prajurit…,” ucapnya


Ucapannya itu membuat prajurit yang hampir melemparkan anak-anak yang menangis kedalam panci mengurungkan niatnya, meski dengan kesabaran yang sudah berada di ujung ubun-ubun.


Seorang penyihir datang dan mendekati orang yang sepertinya pemimpin para penyihir yang ada di tempat ini.


Penyihir itu berkata, “Persiapan hampir selesai tuan, kami sudah menutup seluruh Gerbang di dunia lain dan siap membuka satu Gerbang yang lebih sempurna dari sebelumnya.”


Pemimpin para penyihir disini terlihat tersenyum, kemudian bergabung bersama penyihir lainnya yang masih merapalkan mantra sedari tadi pagi.


**


Bogat dan Sheyn tiba di tempat ini dengan membawa ribuan prajurit yang tersisa di negeri ini. Para pemimpin negara di benua ini juga berkumpul, untuk menyelesaikan perang yang seharusnya belum selesai ini.


Kebanyakan prajurit yang dibawa memang dari suku-suku monster, dan jumlahnya jauh lebih banyak dari prajurit manusia. Bagi sesama manusia, para pemimpin tak dapat membuang-buang nyawa para prajurit begitu saja. Itulah sebabnya mereka lebih memilih untuk menggabungkan pasukan monster.


Alasan lainnya adalah pasukan dunia lain yang mungkin belum pernah melihat para monster, sehingga kemungkinan besar membuat pasukan dunia lain akan menjadi gentar saat melawan mereka.


Prajurit yang dibawa Sheyn sekitar 400 orang, dengan 500 sebagai pasukan cadangan. Sehingga total prajurit yang dia bawa berjumlah 900 prajurit.


Seluruh prajurit Barisan para Mawar merupakan bagian dari pasukan kavaleri, itu mengapa mereka semua mengendarai kuda dan membawa tombak dengan panjang 6 meter.


Meski rupa para monster yang tersebar di dunia ini hampir sama, jika mereka menjadi sebuah pasukan pasti akan memiliki beberapa hal yang menjadi pembeda. Salah satunya adalah para pasukan monster juga diperintahkan untuk menjadi pasukan bendera, jadi mereka akan diketahui asalnya dari bendera perang yang dibawa.


Sepuluh monster berkepala banteng memisahkan diri dari barisan, di dunia lain mereka merupakan makhluk mitologi yang disebut dengan ‘minotaur’. Mereka mendekati para penduduk yang semakin ketakutan dengan kehadiran para monster-monster itu.


Jika termasuk panjang kedua tanduk yang mencuat keatas, tinggi para minotaur dapat mencapai 3 meter. Itulah yang membuat pasukan ini memasukkan suku monster ini, agar pasukan dunia lain yang akan mereka lawan akan merasa gentar dengan kehadiran para minotaur yang memang terkenal beringas saat bertarung.


Tetapi, para prajurit manusia terlihat biasa saja dengan para monster, khususnya minotaur. Karena mereka sudah melakukan adaptasi dengan para monster agar dapat bekerja sama di pertempuran.


Setidaknya suku monster yang bergabung dengan pasukan ini adalah yang memiliki akal, dan dapat membedakan mana lawan dan mana kawan.


Centaur, suku yang berbadan atas manusia, sedangkan tubuh bagian bawahnya adalah kuda merupakan suku monster yang memiliki akal setingkat manusia. Di dunia ini, bahkan terdapat beberapa tokoh yang berasal dari suku centaur yang cukup berpengaruh.


Para centaur memang tekenal tangguh saat berperang, terutama zirah yang mereka kenakan sangat tebal dan menambah daya tempur mereka.

__ADS_1


Minotaur, setidaknya mereka dapat dilatih dalam waktu singkat untuk membedakan lawan dan kawan di medan perang.


Ogre, goblin, orc, dan suku monster lainnya memiliki akal seperti manusia yang berusia 5 tahun. Namun jika dalam jumlah yang cukup, mereka memiliki kekuatan setara satu Regu pasukan.


“Ayah, apa persiapannya telah selesai?” tanya Sheyn yang sepertinya tidak sabar untuk melihat dunia lain.


Bogat kemudian mendekati pemimpin penyihir yang masih merapalkan mantra, dia menanyakan pertanyaan yang sama seperti yang ditanyakan Sheyn padanya.


Pemimpin penyihir itu menjawabnya dengan berbisik. Setelah itu, Bogat kembali sambil membawakan jawaban bagi Sheyn.


“Sedikit lagi, para penyihir tengah mencari lokasi yang kami tunjuk,” jawab Bogat.


Pasukan gabungan ini benar-benar ingin menyerbu lokasi yang mereka tentukan saat pertemuan, bahkan peta yang mereka gunakan juga ada di tempat ini sebagai alat bantu para penyihir untuk menemukan lokasi tersebut.


Beberapa prajurit terlihat sedang memberi perintah para minotaur untuk melakukan sesuatu. Para minotaur hanya menjawab perintah prajurit itu dengan anggukan dan suara khas banteng.


Mereka kemudian memegangi dua penduduk di kedua tangan, tentu saja para penduduk hanya dapat meronta-ronta saat monotaur menggenggam erat tubuh mereka. Para monotaur kemudian melemparkannya kedalam ketiga panci raksasa yang disediakan. Mereka terus melakukan hal ini hingga tidak ada penduduk di tempat ini, anak-anak juga menjadi korbannya.


Ya…para ratusan penduduk yang berasal dari kelima negara yang akan berperang lagi dengan dunia lain dijadikan tumbal untuk membuka Gerbang yang lebih sempurna.


Ketiga panci tersebut kemudian di gulingkan hingga isinya tumpah oleh para monotaur yang melakukannya dengan bantuan tongkat panjang. Aroma logam cair yang entah apa jenisnya tercium, namun orang-orang di tempat ini terlihat sama sekali tidak tergganggu.


Para penyihir mengucapkan mantra dengan nada yang semakin keras, dan itu membuat tumpahan logam cair yang telah tercampur dengan tubuh manusia terlihat bercahaya berwarna keemasan yang menyilaukan.


Beberapa saat kemudian terjadi getaran sedang, seluruh orang di tempat ini mencoba untuk tidak panik dengan getaran ini. Getaran itu hanya terjadi di tempat ini saja, dan tidak akan terasa di luar tempat ini.


Sesaat kemudian langit berubah warna, dimana semula cerah tanpa awan dan sekarang sangat banyak awan gelap berkumpul yang menambah kesuraman suasana sekarang.


Bersamaan dengan berubahnya warna langit, sebuah benda yang berbentuk gerbang muncul dari bawah tanah. Itulah Gerbang yang tercipta dengan ‘sempurna’. Gerbang itu dihiasi dengan ukiran yang rumit, itulah nilai tambah pada Gerbang yang berhasil dibuka sempurna ini.


Gerbang yang terbuka sekarang berukuran jauh lebih besar daripada sebelumnya.



(Ilustrasi Gerbang, sumber gambar pinterest.)

__ADS_1


Seluruh orang di tempat ini tersenyum puas saat Gerbang yang sempurna berhasil dibuka.


Hal ini menandakan peperangan dengan dunia lain yang sebenarnya baru saja akan dimulai. Seluruh pasukan gabungan terlihat tidak sabar untuk memasuki Gerbang dan menyerang kembali menyerang dunia lain.


__ADS_2