
Upacara Pergantian Tahun dimulai sejak 6.000 tahun yang lalu, jauh sebelum Benua Andzrev dan benua lainnya terbagi menjadi 7 negara seperti sekarang.
Sebelum masa itu, Benua Andzrev masih dihuni suku-suku nomaden (berpindah-pindah tempat tinggal) dari ras manusia, Demihuman, atau manusia setengah monster lainnya. Mengingat mereka memiliki beberapa kesamaan, seperti pada hal bahasa, suku-suku nomaden manusia akhirnya bersatu hingga membentuk wilayah kecil yang terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hingga dalam kurun waktu beberapa generasi, Benua Andzrev terdapat beberapa kerajaan kecil.
Sedangkan suku-suku ras Demihuman masih belum bersatu seperti ras manusia yang telah mendirikan negara kecil. Demihuman memiliki berbagai kemampuan unik dan khusus, tergantung jenis mereka. Misalnya, Demihuman bertelinga kucing memiliki kemampuan khusus yang memungkinkan mereka untuk mencium aroma tertentu dalam radius tertentu pula. Gerakan mereka yang lincah – seperti kucing asli membuat beberapa suku ras Demihuman bertelinga kucing menjadi tentara bayaran bagi negara-negara manusia. Kemampuan unik milik Demihuman bertelinga kucing dapat digunakan dalam tugas yang memerlukan kemampuan membunuh target dengan cepat dan senyap.
Bahasa ras manusia dan Demihuman yang serupa membuat komunikasi antar kedua ras cukup mudah, dan hanya memiliki hambatan kecil yang tak berarti. Meski hanya berjumlah sedikit, setidaknya ras Demihuman tertentu memiliki anggota suku yang memiliki kemampuan sihir atau mengendalikan elemen alam.
Sedangkan bagi ras manusia setengah monster seperti goblin, ogre, orc, manusia setengah naga, cyclops, minotaur, dan sebagainya memiliki bahasa masing-masing. Manusia dan Demihuman sama-sama menyebut bahasa manusia setengah monster sebagai ‘bahasa iblis’ dan ‘bahasa binatang’, meski bahasa keduannya hampir sama meski hanya memiliki perbedaan kecil. Kekuatan fisik manusia setengah monster yang lebih besar dari manusia dan Demihuman adalah ancaman tersendiri bagi kedua ras tersebut. Beberapa ras monster bahkan memiliki kemampuan bertarung atau membuat senjata di atas rata-rata manusia biasa, meski mereka memiliki kecerdasan setara anak kecil berusia 7 tahun.
Hingga pada akhirnya, terdapat peristiwa besar yang merubah sejarah yang telah dibangun antara ketiga ras. Beberapa negara yang didirikan ras manusia memutuskan untuk memerangi Demihuman dan manusia setengah monster, mereka beralasan ingin menciptakan dunia yang hanya dihuni manusia murni tanpa adanya makhluk setengah-setengah. Dengan akal dan kekuatan senjata yang dimiliki ras manusia, mereka dapat mengalahkan ras Demihuman dan manusia setengah monster.
Peristiwa itu terjadi di seluruh dunia, dan disebut dengan ‘Masa Pembersihan’. Namun yang paling terkenal adalah yang terjadi pada Benua Andzrev. Ras Demihuman dan manusia setengah monster bergerak ke arah timur benua itu, beberapa lagi menyebar ke benua lain atau benua kosong. Bahkan, terdapat kabar jika ras Demihuman dan manusia setengah monster bekerja sama untuk mendirikan negara.
Ras manusia yang tinggal di timur Benua Andzrev oleh para Demihuman dan manusia setengah monster dikenal dengan suku ‘Sigiz’, yang memiliki arti ‘timur’ atau dapat diartikan juga sebagai ‘arah matahari terbit’.
Beberapa suku ras Demihuman dan manusia setengah monster yang bergerak ke arah timur Benua Andzrev bertemu dengan sebuah negara yang berusaha menyatukan seluruh suku di wilayah timur benua itu. Manusia yang menghuni wilayah timur benua itu menyambut mereka dengan hangat – seperti matahari pagi yang menghangatkan dunia setelah kegelapan malam yang dingin. Ketika tahu jika mereka sedang dikejar oleh ancaman negara manusia lainnya, sebuah suku – atau tepatnya satu-satunya negara di wilayah timur Benua Andzrev menyatakan akan melindungi suku Demihuman dan manusia setengah monster.
Negara-negara manusia yang memutuskan berperang dengan suku-suku Demihuman dan manusia setengah monster terkenal tidak kenal ampun. Pasukan manusia akan membakar tempat tinggal, membunuh semua Demihuman pria dengan cara tak masuk akal, dan menyetubuhi secara paksa gadis-gadis Demihuman yang terkenal lebih cantik dari manusia biasa.
Hingga pada masa ketika Benua Andzrev dibagi menjadi 6 negara besar yang dikenal dengan nama Luan, Hrabro, Sirds, Biez, Salodki, dan Arevelk, kehidupan Demihuman benar-benar berubah, dan berbeda dengan satu dengan yang lainnya.
Luan dan Hrabro terkenal akan menjadikan tawanan perang dari wilayah yang ditaklukannya sebagai budak. Terkadang, kedua negara sama-sama memperlakukan pria Demihuman dan manusia setengah monster seperti ternak. Artinya, mereka akan mempekerjakan pria Demihuman dan setengah monster secara berlebihan, dan akan dihukum mati jika sudah dianggap tidak bisa digunakan lagi. Itu juga terjadi pada suku Demihuman dan manusia setengah monster lainnya di wilayah tersebut.
Sedangkan pada wilayah Salodki, Sirds, dan Biez, ras Demihuman dan manusia setengah monster yang wilayahnya ditaklukan dipaksa untuk menjadi prajurit ketiga negara tersebut. Pasukan Demihuman dan manusia setengah monster yang paling terkenal di ketiga negara tersebut bernama ‘Kalkani Ezku’ yang berarti ‘Tameng Hidup’. Mereka akan dipaksa menjadi garis depan ketika berperang – yang berarti mereka akan menghadapi kekuatan musuh terlebih dulu dan mati lebih cepat. Memang itu fungsi pasukan tersebut, Kalkani Ezku akan berada di baris paling depan untuk mengurangi jumlah musuh untuk pasukan manusia mereka.
Kalkani Ezku dikatakan pernah dikirim ke medan perang ‘dunia lain’, dan berakhir kehilangan ribuan pasukan Demihuman dan manusia setengah monster mereka di dunia lain yang keras.
Sedangkan suku ras Demihuman dan manusia setengah monster yang tinggal di Arevelk lebih beruntung, mereka diperlakukan seperti manusia biasa dan dilindungi selayaknya pribumi. Bahkan, beberapa bangsawan rendah negara itu berasal dari kalangan Demihuman. Penempa senjata terbaik Arevelk dikatakan berasal dari suku Cyclops yang tinggal pada salah satu pulai milik negara itu. Hingga ribuan tahun kedepan, Arevelk masih memegang konsep jika semua ras memiliki hak yang sama.
Sehingga, para ras Demihuman dan manusia setengah monster di Arevelk sangat menunggu akhir tahun. Upacara Pergantian Tahun Arevelk didasari pada tradisi suku-suku Demihuman di wilayah tersebut, hingga berkembang menjadi perayaan besar di seluruh negeri. Upacara Pergantian Tahun bermakna suka cita atas keselamatan yang diberikan pada mereka selama satu tahun.
Tetapi, setiap negara di dunia ini memiliki pandangan dan makna yang berbeda mengenai upacara Pergantian Tahun, dan memiliki cara merayakan yang berbeda pula. Tetapi, ada sebuah kesamaan pada makna Pergantian Tahun pada ras Demihuman Kerajaan Arevelk dengan sebuah negara yang mayoritas dihuni ras Demihuman dan manusia setengah monster. Mereka sama-sama memaknai Pergantian Tahun sebagai kebebasan dari kejaran ras manusia yang menginginkan dunia ini hanya dihuni manusia murni.
Sedangkan negara anggota Aliansi menganggap jika Pergantian Tahun adalah awal bagi mereka untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik mereka – Tanah Suci yang sebagian dikuasai Pasukan Indonesia contohnya. Mereka tidak menghentikan penindasan atas ras Demihuman dan manusia setengah monster yang tinggal di wilayah mereka, namun mereka sudah tidak mencoba memberantas setiap suku-suku Demihuman dan manusia setengah monster. Tetapi, mereka menggunakan cara yang bertujuan membuat ras Demihuman dan manusia setengah monster punah secara perlahan, misalnya mereka memaksa setiap laki-laki yang telah berusia 10 tahun dari ras Demihuman untuk berperang. Bagi yang kembali dari pertempuran dengan selamat, mereka tentu saja akan dikirim ke medan perang selanjutnya.
Negara anggota Aliansi menahan seluruh orang tua dan perempuan dari suku ras Demihuman yang berhasil ditaklukan, dan menjadikannya budak atau pemuas hasrat seksual para bangsawan atau semacamnya bagi perempuan Demihuman yang cantik dan masih muda.
Itu seperti yang terjadi pada perempuan bertelinga kelinci yang sedang bersama seorang pria pada salah satu ruangan di kastil yang dihuni kesembilan pahlawan milik Aliansi.
Lagipula para pahlawan bebas membawa siapapun masuk ke dalam kastil yang mereka huni, termasuk pahlawan laki-laki dapat membawa wanita. Ketiga pahlawan perempuan tidak dapat mencegah para pahlawan laki-laki untuk membawa wanita Demihuman ke dalam kastil – untuk dijadikan pemuas.
Nama kesembilan pahlawan yang diambil dari macam-macam perasaan hanyalah alat untuk membedakan satu dengan yang lainnya, meski itu benar-benar menggambarkan bagaimana sifat ‘tersembunyi’ dari kesembilan pahlawan milik Aliansi. Meski nama perasaan pada setiap pahlawan bukanlah sifat dominan yang mereka miliki, tetapi itulah sifat sebenarnya dari mereka.
Pahlawan Amarah adalah yang terkuat dari kesembilan pahlawan – menurut catatan di masa lalu. Dengan begitu, seolahh-olah orang yang menyandang nama Pahlawan Amarah bisa melakukan apapun yang mereka suka.
__ADS_1
Ruangan milik Pahlawan Amarah – khusus untuk menikmati setiap wanita yang dia bawa, adalah ruangan terbesar di kastil itu.
Dia menekan punggung seorang wanita ke tempat tidur dengan lengan berototnya. Dia maraih leher wanita itu dari belakang dan menariknya ke atas, dia menikmati rasa sakit yang wanita itu rasakan dan wajahnya menunjukkan kesenangan.
“Tuan, tolong … hentikan. Ampuni saya, Tuan Pahlawan.”
“Hmph, keluarkan lagi rintihan seperti itu.”
Wanita bertelinga kelinci itu berkedut beberapa kali sebelum pingsan. Rio menatap wanita itu dengan tatapan sinis, dan mendorong tubuh wanita tersebut dari tempat tidur seperti mainan bekas.
Wanita bertelinga kelinci berkulit putih itu terjatuh dari tempat tidur seperti boneka yang rusak. Itu mampu membuat kesadarannya kembali, dan tubuhnya gemetar.
Rambut wanita itu keperakan, dan dua telinga kelinci yang cukup panjang. Namun, tubuhnya dipenuhi memar, bekas gigitan, dan banyak tanda kekerasan lainnya.
“Bagaimana kau akan memuaskanku kalau kau sendiri pingsan?”
“Maafkan aku …” wanita itu berbicara dengan suara kecil yang gemetar. Matanya memandang ke arah Rio dan kembali ke tempat tidur untuk ‘melayani’ pria itu.
“Sudah cukup untuk hari ini.”
Rio tidak ingin repot-repot menjawab perkataan wanita itu, dan memalingkan tubuh berototnya untuk meraih pakaiannya dan mengenakannya.
Wanita bertelinga kelinci-nya terisak ketika dia berdiri dari tempat tidur dengan tubuh telanjang, dan membungkus tubuhnya dengan seprai. Kemudian, dia tertatih-tatih pergi, dengan menopang tubuhnya ke dinding ketika dia meninggalkan ruangan pria itu.
“Tuan Rio, jika ingin bersenang-senang, Anda tidak harus menggunakan wanita Demihuman buas kotor seperti itu.”
Yang berbicara adalah bawahannya yang merupakan salah satu perwira pasukannya.
“Apa maksudmu, aku memperlakukan semua orang sama tanpa memandang ras. Tubuh wanita Demihuman adalah yang terbaik dari yang pernah kulihat.”
“Tapi jika semua wanita Demihuman yang Anda gunakan hamil...”
“Tidak apa-apa juga. Wanita tadi adalah pemimpin dari salah satu suku Demihuman bertelinga kelinci. Mengandung anakku untuk menjadi penerus mereka juga hal yang bagus.”
“Tapi, bukankah suku yang dia pimpin sudah kita hancurkan?”
“Ssst, jangan terlalu keras. Pendengaran Demihuman sangat tajam, mungkin wanita tadi mendengar ucapanmu.”
Bawahannya menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti.
Wanita kelinci tadi telah mengorbankan dirinya untuk melindungi anggota sukunya. Dia telah mengalami pelecehan seperti tadi sejak bertemu dengan Rio – ketika pria itu diperintahkan untuk menyerbu sukunya. Tetapi, wilayahnya telah dihancurkan dan rakyatnya hampir punah. Yang tersisa hanya beberapa dan sedang menuju ke daerah Tanah Suci yang dikuasai pasukan ‘dunia lain’, dengan harapan pasukan itu rela membantu mereka.
Itu kejam, bahkan untuk Demihuman yang terkenal akan ketangguhannya ketika bertarung. Wanita bertelinga kelinci tadi gemetar ketika apa yang akan Pahlawan Amarah lakukan terhadap suku-suku Demihuman lainnya.
Setelah Rio berpakaian, dia mendekati bawahannya. Hanya mereka berdua yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
“Omong-omong, kenapa kau datang ke sini?”
“Pasukan yang Anda inginkan telah siap, Tuan Rio. Waktu untuk menyerang Kota Iztok telah tiba.”
Setelah dia bekerja sama dengan Pahlawan Nafsu, Baron, Rio merasa jika kekuatan Aliansi akan meningkat setelah senjata baru yang mereka buat disebarluaskan ke seluruh pasukan. Meski hanya dengan pelatihan yang sangat singkat, Rio telah membentuk sebuah pasukan elit yang memiliki senjata utama SP-1 dengan kemahiran menggunakan senjata itu setara pasukan infanteri reguler. Dia kagum dengan kecepatan belajar prajurit Aliansi bertarung menggunakan bayonet, dan akan memanfaatkannya untuk memenangkan perang ini.
Sekelompok mata-mata yang menyamar sebagai pedagang keliling Rio kirim ke ibukota Kerajaan Arevelk tersebut. Ketika kembali, mereka melaporkan pada Rio jika Ratu Sigiz akan menghadiri upacara Pergantian Tahun. Dan dikatakan jika di kota tersebut adalah salah satu lokasi bersembunyi bangsawan fraksi perdamaian Kekaisaran Luan yang mencari perlindungan ke negara tersebut. Rio juga memerintahkan mata-matanya untuk membuat Penghubung untuk Gerbang tak sempurnanya.
Penyerangan itu merupakan langkah awal bagi Aliansi untuk membuat front baru, dan salah satu keyakinan mereka untuk berperang dengan negara anggota Persekutuan, dengan langkah awal menyerang Arevelk.
Meski mendapatkan berbagai tentangan dari beberapa petinggi Aliansi, karena kekuatan Arevelk yang nampak telah meningkat, tetapi beberapa petinggi lainnya meyakinkan mereka yang ragu jika senjata baru yang mereka miliki akan menambah kemungkinan kemenangan. Lagipula, mereka yakin jika peningkatan pada persenjataan pasukan Arevelk hanya terletak pada perisai yang terbuat dari material Baja Magis dan tombak yang sedikit lebih panjang. Mereka yakin jika semua itu bukanlah bandingan bagi SP-1 milik mereka, beserta kemampuan bertarung dengan bayonet pasukan elit milik Rio.
Rio juga penasaran dengan rupa dari ratu negara tersebut, yang dijuluki ‘Kecantikan Sempurna Dari Timur Benua’. Belakangan ini, dia telah menikmati banyak tubuh wanita cantik dari ras Demihuman maupun manusia murni. Dia merasa jika wanita Demihuman rata-rata lebih cantik dari perempuan manusia murni. Namun, bagaimana dengan ratu Kerajaan Arevelk?
Jika penyerangan itu membuahkan hasil yang memuaskan, dia ingin dibawakan ratu Kerajaan Arevelk – yang katanya sangat cantik untuk dijadikan miliknya. Bahkan jika ratu tersebut telah memiliki pasangan, dia memerintahkan bawahannya yang kini memiliki SP-1 untuk melubangi kepala pasangan ratu itu dengan peluru 7,62mm yang ditembakkan dari senapan tersebut.
Rio keluar dari ruangannya bersama bawahannya tersebut untuk menuju ke tempat pasukan elitnya berkumpul. Namun, seorang gadis yang bernama Pahlwan Kesedihan bernama Indah berdiri di salah satu sisi tembok dan bersandar di sana.
“Apa kau benar-benar akan menyerang Kota Iztok?”
Rio memerintahkan bawahannya untuk lebih dulu menuju ke tempat pasukannya berkumpul, sedangkan dirinya akan mengurusi gadis itu.
“Lalu kenapa? Apa kau ingin membantu pasukanku? Kalau iya, itu sangat bagus. Penyerangan ini pasti akan sukses besar dengan adanya bantuanmu.”
Sayangnya, Indah menanggapi perkataan Rio dengan senyum sinis, lalu dia berkata:
“Mengocehlah sesukamu, karena aku punya firasat buruk tentang rencanamu.”
Indah mengharapkan Rio menghentikan rencananya untuk menyerang Kota Iztok. Tetapi, reaksi yang diberikan pria itu benar-benar jauh dari yang dia harapkan.
Rio berdiri dengan sangat dekat dengannya, lalu mendorong bahunya ke dinding dengan kedua tangan mengurungnya. Wajah Rio kemudian didekatnya ke wajahnya, dan ketika pria itu berbicara Indah bisa mencium aroma anggur yang sangat menyengat. Itu membuatnya mual.
“Hei, mantannya Nio… aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan. Kemenangan tetap akan aku dapatkan, bahkan tanpa kau.”
Rio kemudian menyingkir darinya, dan berjalan ke arah yang sama dengan bawahannya tadi untuk menemui bawahannya yang siap diberangkatkan. Indah menahan rasa mualnya karena aroma mulut Rio yang menyengat, dan berharap jika pasukan elit milik pria itu tidak ‘habis’ di Kota Iztok akibat dari rencana Rio yang nekat.
Rio sekarang telah berdiri di depan pasukan elitnya, yang tidak lagi mengenakan zirah logam yang berat. Jumlah mereka sekitar dua peleton, dengan masing-masing peleton berjumlah 45 prajurit. Mereka hanya mengenakan pelindung logam pada bagian vital, dan tetap menggunakan helm logam pasukan reguler Aliansi yang katanya tidak mampu ditembus dengan anak panah biasa. Menggunakan pelindung logam yang lebih sedikit dipercaya mampu membuat pergerakan pasukan lebih baik.
Dia kemudian merapalkan serangkaian kata-kata yang berfungsi untuk membuka Gerbang tak sempurna, dan menghubungkannya ke Penghubung yang telah dibuat oleh mata-matanya di sana. 5 menit kemudian sebuah spiral ungu berdiameter 3 meter muncul, dan itulah Gerbang tak sempurna milik Rio untuk mengirimkan pasukan elitnya untuk menyerbu Kota Iztok.
“Bawakan kemenangan untukku, pasukan Aliansi yang pemberani!”
Semua prajurit elit milik Rio bersorak hingga beberapa pelayan menoleh ke arah mereka dengan terkejut. Mereka juga merasa jika senjata baru yang dibuat Pahlawan Nafsu dengan kerja sama bersama Pahlawan Amarah akan membuat kemenangan bagi mereka dapat dengan mudah diraih.
Sesaat kemudian, dua peleton pasukan elit Rio yang bersenjatakan SP-1 memasuki Gerbang tak sempurna dengan tertib.
__ADS_1