Prajurit SMA

Prajurit SMA
117. Keseharian prajurit remaja di sini


__ADS_3

Ini adalah penampilan pertama Kaisar pengganti Bogat saat orang itu melakukan perjalanan keliling dunia untuk mendapatkan bantuan perang dari negara tetangga. Pria ini adalah Panglima pengganti Ragh yang sudah berkhianat dan membelot ke negara baru yang dipimpin Sheyn. Pria ini dulunya pengikut Ragh yang paling setia, meski Kekaisaran mengalami kekalahan beruntun dari pasukan hijau.


Memang tidak ada hukum yang melarang kalangan militer untuk memimpin negara walau hanya semenit, atau lebih tepatnya tidak ada hukum tertulis dan tidak tertulis yang mengatur masalah ini. selama pihak yang ditunjuk sebagai pengganti adalah orang kepercayaan Kaisar. Meski hal itu harus mendapatkan pertentangan dari kalangan bangsawan, tetapi keputusan Kaisar adalah hal mutlak.


Kalau bertanya “Kemana Kambana sekarang?”, adik Sheyn itu kini mempersiapkan diri untuk menyusul kakaknya ke Kerajaan Yekirnovo. Itu berarti, dia beresiko dicap sebagai penghianat juga, seperti Sheyn dan Ragh.


“Tuan Maslac. Bolehkan saya bertanya mengapa anda terlihat sangat terganggu?”


Yang bicara tadi adalah budak milik Maslac, dia budak perempuan dari kalangan ras Demihuman. Jika dilihat dari sayap yang ada di punggung, dan beberapa bagian tubuh yang tertutupi sisik, bisa dipastikan jika wanita ini setengah reptil, atau orang dunia ini lebih menyukai menyebut mereka sebagai setengah naga. Jika tidak ada dua tanduk di kepalanya, wanita ini akan terlihat sempurna.


Menanggapi pertanyaan Zelev, Maslac memperlambat langkahnya dan menjawab dengan nada gelisah.


“Kenapa aku harus bertemu dengan delegasi Indonesia?”


“Ini demi terbebasnya para Jendral dan bangsawan militer penting Kekaisaran.”


Zelev tidak ada pilihan selain berlari kecil di belakang Maslac, mengingat langkahnya yang lebih pendek dari Maslac dan dia mengenakan sepatu hak tinggi. Lorong istana yang mereka lalui gelap dan licin, Zelev tidak bisa menahan jeritan saat dia hampir tersandung dan jatuh beberapa kali. Maslac tiba-tiba berhenti dan menopang Zelev dengan lengan yang kokoh.


“Apa kau tidak tahu cara berjalan, bodoh?”


“Maafkan saya….”


Sejak Maslac menduduki posisi Kaisar pengganti, sikapnya terhadap Zelev perlahan berubah.


Akhir-akhir ini dia ingin Zelev menemaninya disisinya, tanpa dikenakan rantai dan pakaian budak, bahkan mengijinkannya memakai pakaian yang bagus. Kebetulan, pakaian yang dikenakan Zelev dimodelkan seperti gaya para bangsawan perempuan muda. Bagian punggung tidak ditutupi apapun agar tidak mengganggu sayap naga Zelev.


Maslac melambatkan langkahnya sehingga Zelev bisa menyusulnya, dan pria itu berjalan dengan pelan.


“Permainan akan berakhir di sini. Yang paling penting adalah mendapatkan pasukan dari Pasukan Aliansi. Selain itu, kita harus menjaga hubungan dengan bangsawan fraksi militer. Setelah para pecundang dikalahkan, kita akan menerkam mereka dalam satu serangan. Jadi, saat kita mencari beberapa pion untuk digunakan.”


“Ya, saya mengerti.”


Di mata Maslac, akhir perang berarti kemenangan, dan kemenangan yang sempurna akan menjadi hiasan. Dan sekarang, perang akan berakhir tanpa memenuhi salah satu kriteria tersebut.


Dan pria itu melanjutkan perkataannya.


“Tentu saja tidak ada tentara yang tidak tahu kekalahan. Namun, di masa lalu, Kekaisaran pernah mengalami situasi dimana mereka untuk sementara dirugikan. Namun, apakah Kekaisaran tidak bisa mengatasi masalah yang terjadi sekarang? Lagipula, pasukan Indonesia hanya mempertahankan wilayah Tanah Suci. Musuh sekarang akan merasa menyerang ibukota adalah hal yang membuang tenaga, itulah sebabnya mereka selalu menawarkan perdamaian dengan Kekaisaran.”


Siapapun yang menyadari hal itu harus tahu bahwa perang melawan Indonesia akan segera terjadi. Namun, bangsawan perdamaian dengan mudahnya menerima delegasi Indonesia untuk berdamai. Tindakan ini menurut Maslac sangat menguntungkan musuh.


Tak lama kemudian, mereka berdua telah mencapai ujung lorong, dan memasuki ruang aula setelah membuka pintu.


Ada beberapa bangsawan fraksi perdamaian di tempat ini, dan hanya segelintir bangsawan fraksi militer yang menghadiri acara ini. Maslac menahan dorongan untuk berbicara lancang, dan memikirkan cara untuk membujuk bangsawan fraksi perdamaian untuk membatalkan proses perdamaian.


Salah satu bangsawan fraksi perdamaian, dan salah satu orang yang paling berpengaruh di Kekaisaran Luan mendekati Maslac dan Zelev. Pria bangsawan ini tidak berniat mendengarkan perkataan Kaisar sementara ini, juga tidak berniat mendukung permintaan Kaisar sementara.


“Tuan Maslac, ketika perang dimulai, segala sesuatu yang kita rencanakan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Paling baik adalah menandatangani perdamaian ini sebelum kerusakan menjadi terlalu parah.”


“Kekaisaran masih bisa bertarung!”


“Lebih baik memulai akhir perang ini sekarang daripada nanti. Sekali kita tidak menerima perdamaian, mungkin kesempatan itu tidak akan datang lagi.”


“Lalu, anda ingin mengorbankan kehormatan dan kebanggaan Kekaisaran!?”


Maslac mencoba untuk menjaga suaranya tetap rendah, tetapi cara bicaranya barusan hampir seperti teriakan. Dia menendang angin dan berkata, “Tidak ku sangka, masih ada banyak pengecut di negara ini!”


Setelah bangsawan fraksi perdamaian yang menasihati Maslac pergi, Zelev melangkah maju untuk menjernihkan suasana hati tuannya.


“Tuan, waktunya sudah tiba. Tolong redam amarahmu.’


Karena Maslac sekarang adalah Kaisar pengganti, dia tidak bisa melakukan apa yang dia suka seperti apa yang dia lakukan sebelumnya. Dalam posisinya saat ini, dia harus memastikan upacara pemulangan tahanan berjalan dengan baik. Mempermainkan posisi Kaisar nya, dan mengacaukan upacara akan menjadi dosa yang tak terpikirkan.


Setelah beberapa kali menarik napas, Maslac berhasil menangkan diri. Dia mungkin masih merasa marah, tetapi dia harus tetap tenang.


“Aku mengerti, aku akan memainkan peranku pada upacara ini.”


“Seperti yang anda katakan, tuan. Semoga para tahanan baik-baik saja karena kembali ke Kekaisaran,” Zelev berbicara dengan tenang.


Zelev menyeringai jahat setelah Maslac membaur dengan para bangsawan. Karena ‘semua’ sudah siap, dan semua rencananya ia susun dan kerjakan sendirian.


Kemungkinan malapetaka yang Zelev buat akan terjadi, apapun itu bentuknya.

__ADS_1


**


Para bangsawan, pejabat, perwira dan yang lainnya menyambut Maslac dan yang lainnya dengan tepuk tangan meriah.


Menurut etiket, pemimpin negara akan menjadi yang pertama, diikuti oleh Sheyn, dan kemudian Kambana. Namun, seluruh orang yang disebutkan tidak ada di negara ini, dan Maslac lah yang mengerjakan posisi mereka.


Katika tiba, Maslac langsung menuju para tahanan yang sudah terbebas, kemudian dia memanggil nama mereka dan menepuk bahu orang-orang yang baru kembali dari dunia lain ini.


Maslac tersenyum, karena acara ini dibuat untuk merayakan kembalinya tahanan yang ditawan di Indonesia, jadi tidak mungkin ada orang yang menghalangi kebahagiaan ini.


Para tamu tidak bisa ikut campur, dan membiarkan Kaisar sementara mereka untuk melakukan hal yang ia sukai.


Sikap Maslac merubah pikiran mantan tawanan itu. Sejak mereka dipenjara, mereka menghabiskan setiap hari di bawah pengawasan penjaga yang tidak berbicara dengan bahasa mereka, dan para tawanan berpikir, “Apakah aku akan dieksekusi hari ini?” atau “Apa aku akan dijual sebagai budak besok?”


Sebenarnya, selama di Indonesia, para tawanan tidak diperlakukan dengan buruk. Yang membuat mereka tidak nyaman adalah ketakutan bahwa negeri ini memperlakukan tawanan perang sama seperti Kekaisaran memperlakukan tawanan.


Dan setelah mereka kembali dengan selamat di negara mereka, mereka harus khawatir apakah mereka akan diterima oleh negara. Bagaimanapun, mereka ternoda oleh aib karena telah ditawan negara musuh, dan mereka khawatir akan diperlakukan dengan buruk ketika kembali ke Kekaisaran.


Karena itu, Maslac mengabaikan delegasi Indonesia demi menemui para bawahannya. Kata-kata Maslac yang hangat dan tepukan di bahu yang menangkan memenuhi hati mereka dengan kehangatan.


Selain itu, kepedulian Maslac terhadap mantan tawanan di depannya adalah murni, dan bukan akting.


Saat dia ditunjuk untuk menggantikan Bogat yang berkeliling dunia untuk mencari bantuan perang, dia tidak bisa bertindak sesukanya. Maslac memutuskan untuk bersikap seakan-akan dia menjadi Kaisar sungguhan.


Maslac melirik sekilas ke sekelilingnya, dan melihat bahwa para bangsawan sedang bercengkrama bersama para delegasi Indonesia.


Inilah saatnya secara resmi mengakui seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia sebagai duta besar untuk Kekaisaran Luan. Setelah itu, para bangsawan perdamaian dapat memulai pembicaraan yang sangat ditentang para bangsawan fraksi militer, Bogat, dan Maslac sendiri.


Saat ini, para tahanan yang dibebaskan memohon kepada Maslac.


“Saya harus berterimakasih atas kesempatan untuk kembali ke negara kita, tapi saya tidak bisa hanya duduk diam dan melihat negara menghadapi peperangan yang tidak adil.”


Intinya, mereka ingin Maslac memberikan kesempatan untuk mereka agar melanjutkan perjuangan untuk menghapus kegagalan mereka sebelumnya.


Mereka tetap memohon kepada Maslac untuk memberi mereka kesempatan lagi.


“Bersabarlah, perang ini belum berakhir. Aku akan memberi kalian semua kesempatan untuk menunjukkan kekuatan anda yang sebenarnya. Aku butuh lebih banyak waktu.”


**


Menghajar Panglima Ragh di depan umum, dan tiba-tiba pihak Indonesia melepaskan para tawanan begitu saja, adalah proses yang diharapkan Indonesia untuk segera berdamai dan dapat mengembalikan pasukan di Tanah Suci ke tanah air.


Langkah para bangsawan fraksi perdamaian untuk berdamai dengan Indonesia akan tiba pada hari ini.


Selama tidak terjadi apa-apa pada para bangsawan fraksi perdamaian, penandatanganan perdamaian ini tidak akan ada masalah.


Suasana di aula cukup menyenangkan, tetapi beberapa orang tidak terlalu menunjukkan kegembiraan itu. Bangsawan fraksi militer tidak akan berterimakasih kepada bangsawan fraksi perdamaian karena telah memberikan Kekaiasaran ini perdamaian dengan musuh mereka. Bagi bangsawan fraksi militer, melakukan hal itu akan sangat disesalkan dan merusak harga diri Kekasiaran dan harga diri mereka sendiri.


Meski dia seorang Kaisar pengganti, tidak punya pilihan lain selain diabaikan oleh bangsawan fraksi perdamaian, sementara orang-orang memuji delegasi Indonesia yang dengan berani datang ke kandang musuh mereka.


Bagi Maslac, it adalah dosa yang tidak bisa diampuni. Dia tidak bisa memaafkan orang-orang yang tidak memujinya, dan dia tidak bisa menerima perkataan orang-orang yang menganggap Bogat tidak bisa membawa perdamaian dan kemenangan bagi Kekaisaran.


Pimpinan bangsawan fraksi perdamaian memimpin semua orang untuk bersulang, dan suara dentingan gelas logam bergema berulang kali di aula.


Setelah itu, suara beberapa gelas logam berlapis emas jatuh ke lantai.


Hal itu menghancurkan keheningan dengan tiba-tiba.


Beberapa bangsawan fraksi perdamaian tergeletak di lantai, dengan mulut sedikit mengeluarkan busa.


**


Nio berjalan di markas Regunya yang dalam keadaan siaga sambil membawa papan klip, dia bertugas membuat laporan pemeliharaan peralatan tempur Regu penjelajah 1. Dia masih belum terbiasa dengan kacamata, dia tidak memiliki lensa kontak sebagai ganti kacamatanya. Penampilan barunya ternyata bisa membuat beberapa orang hampir lupa dengan Nio.


Sekarang, seluruh prajurit Pasukan Ekspedisi mendapatkan seragam tempur terbaru. Sebenarnya seragam loreng terbaru mereka adalah persediaan lama yang tidak bisa dibuang begitu saja, kata lainnya barang lama yang tidak bisa dibiarkan jamuran di gudang.


Suara mesin dan teriakan kru pemeliharaan peralatan tempur menggema keras di garasi, bercampur dengan sorakan beberapa prajurit yang bermain futsal dan voli di lapangan yang belum lama selesai dibangun. Beberapa prajurit senior memetik gitar dan bernyanyi di sela-sela waktu bebas yang diberikan negara oleh mereka.


Saat Nio lewat di markas Regu penjelajah 21, mereka sedang membaca majalah porno, dan anggota Regu tersebut mengangkat tangan sebagai salam kepada Nio.


Meskipun situasi dengan Kekaisaran Luan dan Kerajaan Hrabro sedikit memanas, pada hari-hari tertentu personel akan menjadi agak bosan. Biasanya mereka akan diberikan misi bukan perang yang berupa berpatroli di zona yang sering dilewati pasukan musuh, tapi mereka tidak melakukannya karena tidak terlalu banyak bahaya, lagipula pesawat tanpa awak tidak bisa dibiarkan menganggur.

__ADS_1


Sebagian prajurit merasa ingin jalan-jalan di kamp pengungsian, menggoda para gadis, atau berlibur di tempat wisata yang ada di Kerajaan Arevelk. Di hari-hari yang bebas ini para personel menghabiskan waktu sesuka mereka, seperti memasak, mencuci, membersihkan barak, merawat ayam dan perkebunan, menggoda gadis, bermain layangan, bertanding futsal atau voli, berkelahi, dan sebagainya.


Tapi, sebenarnya para babi yang menyamar sebagai manusia ini tidak diberi waktu untuk beristirahat dengan tenang, atau meratapi musuh yang mati dengan mudah setelah tersapu oleh artileri dan roket. Para bangsawan memerintahkan mereka untuk melindungi tanah air dari orang-orang dunia lain yang barbar.


Dunia ini tidak sama dengan dunia asal, yang berarti mungkin ada surga atau neraka, tapi tidak sama seperti keyakinan masing-masing para prajurit. Para prajurit yakin mereka akan diberi tempat yang paling mulia setelah gugur melindungi negara. Memikirkan hal itu membuat Nio tertawa kecil sambil melihat anggota Regu penjelajah 21 sedang membaca majalah porno.


“Menjadi bagian dari unit ini, berarti harus siap didaur ulang setelah rusak.”


Dunia lain adalah dunia yang tidak bisa ditebak, itu berlaku untuk semua hal, termasuk peperangan. Nio beruntung bahwa akhirnya dia kembali ke dunia ini, dan melanjutkan tugas sebagai pelayan negara.


Dia bisa mendengar suara sorakan setelah jaring gawang robek yang disebabkan tendangan keras Chandra yang tidak membantu rekan-rekannya dan memilih untuk bertanding futsal dengan Regu penjelejah lain. Ini adalah pemandangan yang jarang ditemukan di Garnisun lain di Indonesia.


Patroli harian untuk mengantisipasi serangan pasukan musuh, berangsur-angsur meredam kecemasan pasukan gelombang kedua yang akan dikirimkan setelah perayaan tahun baru, itu artinya mereka akan tiba esok hari. Menurut berita, jumlah pasukan gelombang kedua ini sekitar 5.200 prajurit, 10 MBT, 6 pesawat militer, termasuk 2 pesawat pengebom strategis dan pesawat tanker, 12 unit tankboat, dan ratusan kendaraan militer lainnya.


Situasi sekarang dikabarkan semakin ekstrem, setelah beberapa waktu lalu puluhan manusia bersayap terbang di atas Tanah Suci. Dugaan sementara mereka merupakan bagian dari pasukan musuh, dan melakukan misi sabotase. Kecepatan terbang mereka bisa diimbangi oleh pesawat tanpa awak, tapi membunuh mereka berarti memperkeruh situasi.


Pasukan Ekspedisi tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk hiburan prajurit muda, atau fasilitas yang dibutuhkan para prajurit remaja itu. Menurut beberapa kelompok di DPR/MPR, pasukan ini hanya perlu bertahan dan melawan musuh yang melakukan serangan mendadak. Dengan artian mereka dijadikan babi pekerja untuk melindungi bangsawan berperut buncit yang duduk santai di kursi parlemen itu.


“Berkat kamu, dukungan terhadap kita sedikit meningkat.”


Yang bicara tadi adalah Fariz, prajurit medis dan salah satu bawahan Nio yang akhir-akhir ini sering berbicara dengannya. Gadis itu mendekati Nio yang sedang menulis bahan laporan yang batas waktu pengumpulannya besok siang.


“Tapi, aku sudah cukup sering mendapatkan cuti. Apalagi cuti saat pemasangan tangan bionik ini. Selanjutnya, aku akan mengajukan waktu cuti bagi kalian.”


Beberapa bawahan Nio tertawa kecil, dan ikut didalam pembicaraan ini. Nio tahu mereka adalah prajurit remaja yang selalu menyembunyikan senyum pahit, meski dia juga melakukan hal yang sama.


Pada akhirnya, prajurit remaja ini mendapatkan perlakuan yang sama dengan prajurit senior dari Pasukan Utama. Nio membuka mulut untuk berbicara, hal pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah….


“Laporan yang harus kubuat cukup banyak. Mungkin aku akan memalsukan laporan patroli kita. Lagipula, Jendral juga tahu kalau yang dilakukan prajurit di sini hanyalah bersantai dan berlatih.”


“Ya, para atasan tidak memiliki waktu untuk membaca laporan dari ratusan komandan. Mereka benar-benar tidak membacanya, dan hanya menerima untuk tanda kalau pasukan melaksanakan tugasnya.”


Seluruh orang tertawa dengan tenang setelah Liben menjawab perkataan Nio, dan Nio berkata “Seluruh orang juga perlu bekerja dengan santai” dengan nada penuh keramahan dan tulus.


'Manusia tidak akan hidup dari makanan dan minuman saja'.


Entah siapa yang menciptakan kata-kata itu, kata-kata yang tidak cukup mengenyangkan bagi pejuang yang dikirimkan ke dunia lain, mungkin ada beberapa amanat di dalam kalimat tersebut. Hidup memerlukan hal-hal seperti bir, kopi, atau hiburan seperti game dan pertunjukan musik atau film. Sekelompok orang di gedung parlemen melemparkan para remaja ke dunia ini, dan merasa tidak perlu menambah makanan untuk menjaga mereka tetap hidup.


Pasukan Ekspedisi tidak bisa mengandalkan uang anggaran makan para prajurit yang jumlahnya sering dikurangi oleh anggota parlemen. Jika pasukan ingin makanan tambahan, mereka berternak ayam, dan melepaskan ratusan ekor kambing di Tanah Suci yang ditumbuhi rumput hijau, dan mendirikan perkebunan di sisi timur luar benteng kura-kura dengan luas sekitar 3 hektar.


Makanan yang dikirimkan dari Indonesia benar-benar penting. Tapi, daripada disebut makanan, jatah yang para prajurit Pasukan Ekspedisi dapatkan tampak seperti bahan peledak plastik karena suatu alasan. Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh, bahwa ini ulah para sekelompok orang yang duduk santai sambil menikmati rokok di gedung parlemen.


Kamp pengungsian semakin ramai,dan hampir seluruh pengungsi bisa menghidupi diri masing-masing, dan sudah tidak bergantung pada Pasukan Ekspedisi yang memprihatinkan.


Tidak ada gunanya memikirkan seberapa keras para pasukan di dunia lain ini berjuang, hanya dengan kata-kata dari anggota parlemen, kepercayaan rakyat terhadap mereka hanya sedikit tumbuh.


“Bagi seluruh komandan Regu penjelajah! Jika kalian mendengar pesan ini, kami hanya ingin mengabarkan suatu berita. Bahwa musuh telah membentuk suatu aliansi dengan negara di benua lain…!”


Headfree yang Nio kenakan di telinga kanannya bergetar, menandakan ada pesan masuk.


Jelas, suara itu berasal dari Pusat Komunikasi Markas Komando. Nio tidak bisa berpikir kalau dia menyesal dikirmkan ke dunia lain, ini adalah tugasnya untuk melindungi satu-satunya keluarga yang dia miliki.


“Para komandan Regu penjelajah, silahkan menuju gudang senjata dan mempersiapkan perlengkapan Regu masing-masing…!”


“Siap…!”


Mata seluruh bawahan Nio menyipit dengan wajah muram, mereka siap jika Nio memerintahkan mereka sewaktu-waktu.


“Komandan, kapan kita akan berangkat?”


Nio tidak tahu apakah dia harus suka atau tidak dengan tanggapan beberapa bawahannya yang tampak bersemangat dengan misi yang akhirnya didapatkan setelah beberapa hari menganggur.


Sambil menyeringai, Nio menjawab pertanyaan bawahannya….


“Secepatnya. Karena itu, persiapkan diri kalian…!!!”


“Siap…!!!”


**


__ADS_1


(Ilustrasi pesawat pengebom strategis, sumber gambar pinterest)


__ADS_2