Prajurit SMA

Prajurit SMA
Musuh memiliki senapan?


__ADS_3

Meski bukan pesta kenegaraan atau semacamnya, kehadiran pemimpin negara pada pesta umum seperti yang diadakan untuk merayakan hari terakhir upacara Pergantian Tahun adalah hal yang wajar. Biasanya, pada suatu pesta yang besar maka yang mengundang pemimpin negara lain adalah sang pemimpin negara tuan rumah dengan mengirim utusan atau semacamnya. Selain itu, jika pemimpin negara yang diundang berasal dari negara yang kuat dalam bidang apapun, itu akan meningkatkan reputasi negara dan para pemimpinnya.


Tempat yang digunakan untuk mengadakan pesta malam ini masih sangat luas untuk menampung beberapa orang lagi, mungkin hingga dua puluh keluarga tamu undangan dengan jumlah per keluarga lima orang. ‘Tamu utama’ yang diundang oleh Sigiz dengan mengirimkan utusan ke negara asal undangan membawa banyak hadiah, termasuk beberapa kotak yang mengeluarkan bau dan membuat orang ngiler. Sepertinya, tamu utama yang diundang Sigiz membawa rempah-rempah yang jarang ada di dunia ini.


Sementara itu, Nio dan seluruh anggota Tim Ke-12 kecuali Zefanya, Ga-Eun, Ae-Ri, terlihat membelalakkan mata mereka setelah tahu siapa tamu utama yang dimaksud. Bahkan, Nio tidak bisa bergerak setelah melihat tamu-tamu utama yang berjalan memasuki ruangan pesta ini.


“Ke-kenapa ada Presiden Suroso di sini?”


“Apa tidak apa-apa mengundang Beliau di pesta ini?”


Memang, pesta untuk merayakan hari terakhir upacara Pergantian Tahun diadakan di tengah konflik Persekutuan dengan Aliansi. Karena hal itu, di seluruh penjuru daerah-daerah yang termasuk ke dalam wilayah Kerajaan Arevelk terdapat ribuan prajurit yang bertugas mengamankan setiap titik yang diperkirakan sangat rawan untuk disusupi musuh.


“Ka-kakak?”


Nio tidak bisa berkedip hampir lima menit sejak seluruh tamu utama memasuki ruang pesta, termasuk kedatangan Arunika, Lisa, dan Nike. Dia tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Suroso, atau dia memang terkejut tetapi tidak seperti yang lain.


Sigiz, Sheyn, dan Hin serta beberapa bangsawan berjalan mendekati Suroso yang membawa sekitar tiga puluh personel Paspampres untuk mengawalnya selama berada di Kerajaan Arevelk. Hanya enam personel Paspampres yang memasuki ruang pesta sambil membawa masing-masing dua kotak yang berisi rempah-rempah dan produk Indonesia lainnya sebagai hadiah, sisanya berjaga di luar tempat pesta dan mengawasi situasi dari segala sesuatu yang mengancam Presiden. Kotak-kotak itu berukuran cukup besar, tetapi badan berotot yang kokoh dan kuat milik personel Paspampres dapat membawanya di pundak mereka tanpa masalah.


Mata Suroso terbuka lebar ketika melihat ke berbagai sudut ruangan pesta, dan merasa kagum karena benar-benar berbeda dari tempat pesta bangsawan Eropa. Menurutnya, selama dia menghadiri undangan pemimpin negara lain dan terdapat acara semacam pesta, belum pernah Suroso melihat ruangan pesta yang sangat luas dan sangat kental dengan budaya dunia fantasi seperti yang dia harapkan. Saat melihat ke salah satu sudut ruangan, dia melihat Nio dan Tim Ke-12, tamu undangan perwakilan kontingen Korea Utara dan Rusia.


Nio dan anggotanya, Serta Suroso ingin menghampiri satu sama lain. Tapi langkah mereka terhenti ketika puluhan bangsawan fraksi perdamaian Kekaisaran Luan dan bangsawan daerah serta pemerintahan mengepung Suroso dan menghujani pria itu dengan rentetan pertanyaan. Akhirnya, Nio dan bawahannya mengurungkan niat untuk menghampiri Suroso, meski yang akan mereka lakukan jika berhadapan dengan pria itu hanyalah memberi hormat sesuai protokol dan bertukar beberapa kata.


Suroso menanggapi pertanyaan demi pertanyaan dan obrolan dari beberapa bangsawan yang menghampirinya, dan tetap sabar demi formalitas. Meski untuk beberapa acara dia memerlukan penerjemah jika ingin berbicara dengan utusan Yekirnovo atau Arevelk, Suroso kini dapat dengan mudah mengobrol meski terdapat beberapa kata yang salah. Meski begitu, pertanyaan yang dia dapatkan satu persatu dapat dijawab dengan lancar.


Untuk menunjukkan jika Kerajaan Arevelk adalah negara yang menghargai dan menghormati setiap ras yang tinggal di wilayah tersebut, beberapa pelayan perempuan ras Demihuman mendekati Suroso sambil membawa nampan yang berisi minuman dan gelas untuk pria itu. Melihat manusia dengan telinga hewan adalah hal yang baru bagi Suroso, dan dia merasa harus mencoba beradaptasi dengan hal itu demi menjaga hubungan Indonesia dengan negara-negara dunia ini lebih erat. Dia bahkan berpikir untuk mempelajari setiap ras yang ada di dunia ini jika perlu.


Sementara itu, Arunika dan Lisa – yang masih mengenakan seragam guru merasa heran ketika mendapatkan kabar jika mereka berdua harus berangkat ke dunia lain, alias menuju Kerajaan Arevelk. Lalu, Nike dengan heran menatap ruang pesta yang menurutnya jauh lebih luas dari rumahnya. Gadis berkacamata tersebut masih mengenakan sweater dan celana olahraga panjangnya ketika mendapatkan kabar dari utusan Arevelk jika dia harus menuju negara itu, jadi dia dan kedua gadis tersebut tidak sempat mengganti pakaian yang mereka kenakan sekarang ke kostum yang pantas untuk menghadiri suatu acara resmi.


**


Beberapa saat yang lalu, tepatnya beberapa hari sebelum keberangkatan Pasukan Perdamaian…


Pembangunan seluruh infrastruktur pendidikan di Kota Karanganyar telah sepenuhnya selesai sebelum keberangkatan Pasukan Perdamaian ke dunia lain, dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat. Lalu, sekolah tempat Nio menempuh pendidikan dulu dan tempat Lisa serta Arunika bekerja sebagai guru di sana membuka lowongan pekerjaan, salah satunya mencari tenaga pengajar pada seluruh mata pelajaran. Bersamaan dengan itu, pendaftaran untuk peserta didik dari kelas 10 hingga 12 dibuka. Uniknya, usia peserta didik dibatasi hingga usia 25 tahun, mengingat pasti ada banyak siswa yang berhenti sekolah sejak perang hingga pasca perang. Sehingga pemerintah memberikan kesempatan bagi siswa yang sempat berhenti sekolah untuk melanjutkan pendidikan, meski beberapa orang lebih memilih jalur Kejar Paket C untuk mendapatkan ijazah SMA daripada mengikuti jalur formal.


Melihat kesempatan itu, Arunika dan Lisa kembali mencoba peruntungan mereka untuk mendapatkan posisi guru mata pelajaran matematika dan sejarah. Mengingat pemerintah telah menetapkan upah minimum untuk guru sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia, itu adalah kesempatan bagi Arunika untuk menambah dana untuk masa depannya dan kekasihnya. Bagi Lisa, mendapatkan pekerjaan dan keuangan yang stabil dapat dia gunakan untuk ditunjukkan kepada Nio jika sewaktu-waktu dia ingin menyatakan perasaannya pada pemuda itu.


Pada akhirnya, setelah tahu jika kedua gadis itu memiliki pengalaman dalam urusan mengajar, Lisa dan Arunika mendapatkan posisi sebagai guru matematika dan sejarah di sekolah yang sebelumnya merupakan tempat mereka mengajar, SMA 2 karanganyar. Selain pengalaman, status mereka sebagai lulusan terbaik pada masing-masing jurusan ketika masih menempuh pendidikan di universitas merupakan nilai tambah tersendiri bagi Lisa dan Arunika.


Selama melakukan pekerjaan, mereka melaluinya tanpa masalah sedikitpun karena berkat pengalaman sebagai guru sebelumnya. Tentu saja mereka memiliki berbagai cara untuk menghadapi siswa yang masih memiliki trauma terhadap perang sebelumnya. Memiliki kenalan prajurit membuat mereka dapat memberikan solusi bagi siswa yang masih memiliki kenangan kelam ketika perang, termasuk teknik menghilangkan ingatan buruk.


Masalah utama yang mereka berdua hadapi ketika bekerja hanyalah adanya beberapa guru pria yang berusaha mendekati dan mempertanyakan apakah mereka berdua memiliki hubungan dengan seseorang.


Sementara itu, Nike tidak bisa diam saja disaat ‘saingannya’ mulai berusaha mendapatkan hati Nio dengan cara masing-masing. Dia menggunakan kemampuannya untuk mengurus anak-anak, dan mendapatkan pekerjaan sambilan di tempat penitipan anak.Setidaknya, bayarannya dapat dia gunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk membayar beberapa jenis pajak.


Tepat ketika ketiga gadis itu sedang melakukan pekerjaan di tempat masing-masing, mereka bertiga didatangi masing-masing tiga orang yang mengenakan setelan lengkap dan berbadan besar seperti prajurit. Tentu saja hal itu membuat kehebohan di tempat bekerja masing-masing ketiga gadis itu.


Alasan yang mereka dapatkan ketika orang-orang asing mendatangi mereka juga sama, yakni:


“Mohon maaf telah mengganggu pekerjaan Anda, tetapi kami diperintahkan untuk membawa Anda ke pesta.”


Arunika, Lisa, dan Nike memiliki berbagai alasan yang dapat mereka gunakan untuk menolak ajakan tersebut. Namun, orang-orang tak dikenal itu terus mengatakan hal yang menuntut mereka untuk menerima ajakan itu, bahkan sampai menghubungkannya dengan keberadaan Nio yang bertugas di dunia lain.


Mendengar nama Nio disebutkan, tentu saja mereka penasaran kenapa mereka harus menghadiri pesta. Lalu, tanpa diberi kesempatan untuk mengganti pakaian, mereka bertiga langsung dimasukkan kedalam mobil dan melaju ke arah Area Terlarang untuk memasuki Gerbang tak sempurna yang telah terhubung dengan Kerajaan Arevelk.


**


Mata ketiga gadis itu menunjukkan kekaguman yang berlebihan ketika melihat ruang pesta yang lebih indah dibanding ruang pesta pada film. Mereka melihat juga para perempuan yang mengenakan gaun dengan model yang berbeda dengan yang ada di dunia asal mereka.


“Di mana kita sekarang?”

__ADS_1


Lisa juga ingin menanyakan hal yang serupa seperti yang ditanyakan Arunika. Tetapi rasa kagumnya dengan ruangan pesta yang mewah hingga melebihi bayangannya membuat lidahnya terasa kaku.


“Kita… tidak diculik untuk diberikan ke bangsawan dunia ini, kan?”


“Jangan bicara sembarangan,” balas Arunika terhadap perkataan Nike yang membuatnya hampir merinding.


Setelah dibawa ke tempat yang asing – bersama Presiden Suroso, Arunika masih mencari keberadaan Nio seperti yang dijanjikan orang yang memintanya untuk menghadiri pesta ini.


Setelah menghadiri pesta – yang sepertinya dihadiri oleh banyak bangsawan, ketiga gadis itu menyadari bahwa mereka berada di dunia lain, tepatnya setelah melihat beberapa pelayan perempuan yang memiliki telinga dan ekor hewan asli di tubuhnya. Mereka melihat Suroso yang dengan lancar berkomunikasi dengan tamu-tamu lainnya.


Arunika, Lisa, dan Nike menuju ke salah satu sudut ruang pesta, di mana beberapa orang berkumpul untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat memecahkan masalah mereka.


Setelah mengetahui jika ada gadis-gadis ‘dunia lain’ yang akan hadir dan menjadi tamu utama, para anak-anak gadis bangsawan merasa penasaran dengan penampilan gadis-gadis tersebut. kemudian, puluhan gadis bangsawan dengan pakaian mewah mengerumuni Lisa, Arunika, dan Nike kemudian menanyakan sesuatu dengan bahasa yang tidak mereka mengerti.


Kehadiran ketiga gadis tersebut atas kehendak Sigiz demi memeriahkan pesta ini. Meski pesta diadakan ketika keadaan masih berkonflik dengan Aliansi, Sigiz merasa jika dia memiliki banyak pasukan yang dapat diandalkan untuk mengatasi hal semacam penyusupan atau menangkap mata-mata musuh. Anak-anak gadis bangsawan itu mengerumuni Lisa dan Arunika untuk mendapatkan informasi mengenai pakaian yang mereka kenakan. Di lain sisi, pakaian yang dipakai Nike lebih cocok jika dia akan mengunjungi rumah teman atau pergi ke warung daripada untuk menghadiri pesta yang berisi bangsawan-bangsawan.


Nio menyimpan banyak komik dan novel Jepang dengan ilustrasi perempuan bangsawan yang mengenakan pakaian mewah seperti yang mereka bertiga lihat sekarang, dan orang-orang itu terlihat seperti tokoh-tokoh fiksi pada produk budaya Jepang itu.


Mereka mengira jika pakaian formal laki-laki bangsawan yang menghadiri pesta ini adalah toga, dan berasumsi bahwa pakaian perempuan juga bergaya ala Romawi atau Yunani kuno.


(Toga adalah pakaian ala Romawi kuno yang berupa kain sepanjang kira-kira enam meter yang dililitkan ke sekeliling tubuh, dan umumnya digunakan setelah mengenakan tunik (baju longgar) )


Sebenarnya, hanya tuan rumah pesta ini, Ratu Sigiz, yang memenuhi harapan ketiga gadis tersebut, yang membuat mereka semakin bingung. Biasanya tidak akan ada perubahan secara mendadak dalam waktu singkat dalam fesyen. Paling-paling, seharusnya hanya ada sedikit variasi dari gaya dasar berpakaian. Tapi, mengingat gaun yang digunakan Sigiz terlihat lebih ‘modern’ dari bangsawan-bangsawan perempuan lainnya, Arunika, Lisa, dan Nike cukup penasaran dengan apa yang menyebabkan itu terjadi.


Perubahan pada pakaian Sigiz adalah hasil dari kontak dengan ‘dunia lain’, alias dunia asal ketiga gadis itu. Jadi, akan sangat sulit untuk menjelaskan jenis pakaian yang Arunika dan Lisa kenakan, sedangkan Nike akan jauh lebih kesulitan untuk menjelaskan tentang pakaiannya.


Para anak-anak gadis bangsawan berebut untuk mendapatkan pakaian serupa yang dipakai Arunika, Lisa – dan Nike meski itu hanyalah sweater dan celana olahraga panjang. Mereka berlomba untuk mendapatkan pakaian dengan model seperti milik ketiga gadis itu. Itulah sebabnya mereka ingin Arevelk dan Yekirnovo mempertahankan hubungan baik dengan Indonesia.


Berbeda dengan pesta sebelumnya, tujuan pesta kedua ini adalah untuk menyambut kedatangan tamu utama yang tak lain adalah Suroso, Arunika, Lisa, dan Nike – serta tambahan personel Paspampres yang dibawa presiden tersebut untuk mengawalnya. Keluarga bangsawan yang berkumpul bersama Suroso tenggelam dalam pembicaraan penting dengan pria itu, dan itu wajar karena mereka kedatangan orang paling penting di negara yang bernama Indonesia.


Kontingen Korea Utara dan Rusia masih berada di tempatnya, mencicipi makanan utama dan penutup yang diletakkan di atas meja-meja, dan bertukar pengalaman ketika berjuang melawan pasukan bangsa dunia lain.


“Padahal baru ditinggal sebulan, tapi kita malah bertemu di sini,” ucap Nio sambil membalas pelukan Arunika.


“Salahkan saja orang yang membawaku ke sini,” balas Arunika sambil semakin mengeratkan pelukannya ke Nio sampai membenamkan wajahnya ke dada pemuda itu.


Nio merasa hanya satu orang yang bisa melakukan semua ini, termasuk mengundang Presiden Suroso untuk menghadiri pesta hari terakhir upacara Pergantian Tahun. Dia melirik ke arah Sigiz – yang tampak sama sekali tidak merasa bersalah setelah berhasil membawa Arunika ke tempat ini tanpa sepengetahuannya. Gadis itu, Sigiz, hanya memalingkan wajah sambil mencoba bersiul ketika menyadari Nio menatap dirinya yang seakan-akan mempertanyakan maksudnya membawa Arunika ke sini.


“Aku kangen kamu, Nio.”


Kata itu berasal dari Lisa, yang merasa diabaikan oleh mereka berdua. Nio hanya bisa menanggapi pernyataan itu dengan “Eh” menggunakan wajah bingung. Di lain sisi, Lisa terlihat sangat tenang ketika mengatakan hal itu, meski di dekatnya ada Arunika.


“A-aku juga.”


Itu adalah pernyataan dari Nike dengan wajah malu-malu sambil sedikit memalingkan wajahnya ke arah lain.


Sesaat kemudian, ketiga gadis itu memperlihatkan wajah yang menunjukkan pernyataan persaingan untuk memperebutkan sesuatu.


Melihat Nio yang telah dipeluk oleh Arunika membuat Sheyn merasa patah hati dan hampir menyerah. Tetapi, mengingat pesta ini belum berakhir, Sheyn merasa jika kesempatannya untuk mendapatkan tempat di hati Nio masih terbuka meski sudah sedikit menyempit dengan adanya ketiga gadis ‘dunia lain’ tersebut.


“Lalu, apa kalian berdua kembali menjadi guru?”


“Tentu saja, untungnya seragam kerjaku masih muat,” jawab Lisa dengan nada setengah bercanda.


Nio bisa dengan jelas melihat tanda nama di dada kiri Arunika dan Lisa yang menuliskan nama mereka dengan gelar sarjana di belakangnya. Karena Arunika merupakan sarjana lulusan program studi akademi matematika, dia mendapatkan gelar S.Pi, sedangkan Lisa adalah lulusan Ilmu Sejarah dan mendapatkan gelar S.Hum.


Lupakan saja, sepertinya aku akan dihajar lagi kalau melarang dia bekerja. Nio berpikir tentang bagaimana dia akan dimarahi oleh Arunika, dan terjatuh ke dalam ketakutan setelah diperlihatkan kumpulan rumus dan hitung-hitungan oleh gadis itu. Dia akan baik-baik saja jika harus dihadapkan oleh ratusan soal mata pelajaran selain matematika, terutama sejarah. Dia pernah suatu ketika akan diajukan hingga ke tingkat nasional jika Karya Ilmiah Remaja miliknya pada kategori sejarah tidak menyinggung isu pecahnya Perang Dunia Ke 3, dan itu membuatnya dan sekolah cukup kecewa. Namun, Nio kini hanya menganggap itu sebagai pengalaman, meski kemungkinannya untuk mengulangi perbuatan itu tetap ada.


Ada beberapa anak-anak gadis bangsawan yang melirik Nio, dan kemudian saling berbisik dengan Nio sebagai objeknya, itu juga dilakukan oleh beberapa bawahannya. Meski Nio tahu mereka sedang membicarakannya, bahkan jika dia mencoba untuk memprotes, dia akan terlihat seperti membuat alasan. Intinya, jika dia tidak ingin dibicarakan oleh ratusan orang, dia harus kembali melakukan sesuatu dan membiarkan Arunika melakukan hal yang dia sukai di pesta ini.

__ADS_1


Sheyn masih merasa sangat gugup ketika harus mendekati Nio yang dikelilingi tiga gadis tambahan. Saat itu juga, Hevaz berjalan cepat dengan ekspresi datar ke arah Nio dan mendahului langkahnya. Melihat adanya gadis cantik dengan ukuran dada yang besar – lagi, membuat perasaan Arunika, Lisa, dan Nike tidak enak.


“Tuan, saya merasa ada pertumpahan darah di luar. Tolong tanggapan Anda mengenai situasi ini.”


Jantung Nio yang berdetak kencang ketika masih dalam pelukan Arunika segera kembali normal. Melihat Hevaz dan Nio yang sepertinya melakukan pembicaraan serius, Sigiz dan gadis-gadis lainnya berjalan mendekati mereka.


“Apa perkataanmu bisa ku percaya?” tanya Nio, meski dia melihat kesungguhan yang luar biasa di wajah Hevaz.


“Saya bersumpah atas nyawa saya, di luar sana benar-benar ada musuh yang berencana menumpahkan darah di wilayah ini – dengan senjata seperti milik Anda.”


“Senapan? Apa kau bisa melihat musuh menggunakan senapan?”


“Saya hanya bisa merasakannya, senjata itu meledak seperti milik Anda – tapi sedikit berbeda. Musuh sedang menyerang”


Setelah Nio dan Hevaz selesai berbicara, dia melepaskan pelukan Arunika untuk beralih berbicara dengan Sigiz.


“Ratu Sigiz, aku mendapatkan laporan jika ada musuh sedang bergerak kemari. Apa kau tahu sesuatu tentang itu?”


“Aku belum mendapatkan laporan seperti itu. Apa benar-benar ada musuh, Tuan Nio?”


Nio pernah membaca artikel di situs internet yang menulis jika kelebihan emosi atau perasaan tertentu akan mengakibatkan efek negatif pada tubuh. Jika seseorang merasa marah, darah akan naik ke kepala dan memperluas pembuluh darah, sementara jika seseorang merasa takut, darah akan turun ke bagian bawah, menyebabkan otot-otot lemas dan menyebabkan pernapasan tidak teratur. Begitu pula jika seseorang merasa santai maka akan menyebabkan relaksasi yang berlebihan pada tubuh. Karena dia merasa santai ketika menghadiri pesta ini, Sigiz sekarang bahkan terlalu santai, sehingga refleksnya tumpul.


Nio adalah kapten dari sebuah tim yang berisi prajurit pasukan khusus, termasuk Pasukan Pelajar Khusus, dan jika dia ingin memerintahkan mereka untuk mengurus musuh yang dimaksud Hevaz, dia harus bergegas, tetapi tidak bijaksana untuk mengambil tindakan tanpa mengetahui siapa musuh itu. Jika Nio memerintahkan mereka untuk ‘bertempur’, mereka akan segera bekerja dalam kegelapan malam. Dia harus mempertimbangkan apakah musuh itu memiliki ‘senapan’ atau hanya senapan sundut seperti yang dimiliki Yekirnovo, serta tindakannya akan membuat masalah bagi Sigiz dan warganya.


Jika musuh itu memiliki niat jahat meski hanya sekedar mencuri, maka mereka harus dibereskan. Tapi masalahnya, apakah musuh yang dikatakan Hevaz adalah prajurit pasukan musuh atau semacamnya. Jika musuh melihat adanya kontingen ‘dunia lain’ di sini, Nio harus memikirkan cara untuk menyembunyikan semua orang, termasuk Presiden Suroso dan Arunika.


Karena Nio memiliki kemampuan unik ‘bersembunyi dari sesuatu yang tidak disukainya’, dia tidak bermasalah dengan pemikirannya di atas. Dia kemudian mendekati seluruh penerbang helikopter serang kontingen Rusia dan Korea Utara. Mereka segera mengelilingi Nio setelah melihat wajahnya yang begitu serius.


“Tolong bawa beberapa bangsawan keluar dari tempat ini menggunakan seluruh helikopter kalian. Minimal kalian harus membawa para VIP, tapi peserta pesta tidak perlu dihentikan. Biarkan anggota keluarga mereka di sini.”


Lalu, dia mendekati Presiden Suroso yang masih melakukan pembicaraan dengan bangsawan fraksi perdamaian Kekaisaran Luan, “Pak, mohon maaf sebelumnya. Ada sekelompok musuh sedang menuju ke sini, jadi tolong hentikan pembicaraan.”


Setelah melepas jas dan meminta beberapa bangsawan untuk tetap tenang, seluruh anggota Tim Ke-12 bergegas ke kendaraan mereka. Sigiz dengan cepat mengumpulkan para bangsawan pemerintahan dan daerahnya dan menyuruh mereka untuk menaiki seluruh capung besi milik kontingen Rusia dan Korea Utara.


Nio kemudian mendekati gadis-gadis itu dan berkata, “Kalian semua harus tetap tenang, kami akan membereskan semuanya.”


Para bangsawan Arevelk, Yekirnovo, dan bangsawan fraksi perdamaian dari Kekaisaran Luan yang mendengar situasi dari Sigiz sangat sadar jika keselamatan mereka adalah yang terpenting, dan pembicaraan rahasia perdamaian bangsawan fraksi perdamaian Kekaisaran Luan dengan Suroso tidak akan dibiarkan terbongkar. Jika musuh benar-benar menyerang, maka kelompok yang menginginkan perdamaian dengan Indonesia akan dibunuh. Selain itu, mereka juga mendengar jika Aliansi memiliki pahlawan, dan menggunakan cara kotor untuk memenangkan pertempuran.


Karena itu, hampir seluruh kepala keluarga bangsawan setuju untuk pergi segera. Bahkan jika musuh yang mendekat adalah Aliansi, mereka tidak perlu merasa khawatir. Bagaimanapun, mereka telah mendengar dan melihat cara bertarung dan kekuatan senjata Indonesia, Rusia, dan Korea Utara yang mengerikan. Selain itu, mereka ingin keluarga mereka tetap menikmati pesta, jadi tidak ada alasan untuk memprotes prosedur evakuasi.


Sigiz meminta seluruh penerbang helikopter untuk membawa seluruh orang ke Istana Awan.


Badai debu yang diciptakan baling-baling capung besi menandakan gelombang terakhir bangsawan yang akan dievakuasi.


Setelah dikejutkan oleh bentuk kendaraan dan senjata yang disebut helikopter tempur, mereka sekali lagi terpesona dengan kendaraan dan senjata baja ini yang bergerak dengan kecepatan tinggi melebihi naga dan wyvern. Dengan begitu, gelombang terkahir evakuasi telah selesai, dan mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari lima belas menit untuk mengevakuasi seluruh kepala keluarga bangsawan.


Seluruh anggota Tim Ke-12 melepas jas dan mengenakan celana panjang bagi para gadis. Mereka tidak mengenakan seragam lapangan karena faktor waktu, dan tetap mengenakan pakaian upacara sambil memakai perlengkapan pelindung diri. Dengan cepat, seluruh anggota telah selesai mengenakan perlengkapan pelindung diri dengan waktu kurang dari dua menit.


“Tuan Nio, ijinkan kami untuk ikut dengan Anda.”


“Serius?” Nio tidak memiliki waktu lagi, jadi dia mengijinkan Hevaz dan Edera untuk menaiki kendaraan taktis.


Setelah itu, mesin kendaraan menderu ketika melesat dengan kecepatan 70 kilometer per jam, mengikuti petunjuk dari Hevaz yang dapat merasakan keberadaan musuh. Di saat kendaraan melaju, Nio menyiapkan pistol mitraliur 9mm-nya, begitu juga dengan seluruh anggotanya yang sedang menyiapkan senjata masing-masing. Kendaraan melaju ke arah utara Kota Iztok, sesuai dengan petunjuk Hevaz.


Kemudian, setelah beberapa menit perjalanan, Nio mendengar suara seperti bunyi peluru yang ditembakkan dari senapan – dan teriakan banyak orang yang terdengar sangat panik.


Tidak salah lagi, itu adalah suara tembakan dari senapan.


(Pistol mitraliur sama dengan SMG)

__ADS_1


"Semuanya persiapkan untuk melakukan pertempuran dalam kota. Musuh kemungkinan memiliki senapan atau senjata jarak jauh sejenis," ucap Nio.


__ADS_2