Prajurit SMA

Prajurit SMA
59. Persiapan parade kemenangan


__ADS_3

16 Agustus 2321, pukul 09.11 WIB.


**


Berita yang sangat mengejutkan tersebar di seluruh dunia ini, namun kebanyakan berita merupakan kabar baik untuk perang ini. Seluruh orang di dunia merayakan berita ini dengan penuh kebahagiaan.


Seluruh pasukan dunia lain yang tersebar di seluruh dunia mulai mundur dan kembali memasuki Gerbang. Sehingga tidak menyisakan satu pun pasukan dunia lain di dunia ini, kecuali pasukan dunia lain yang mejadi tawanan.


Sebelum perjanjian untuk membebaskan tawanan terjadi, para tawanan belum dapat dibebaskan dan kembali ke asalnya. Itu artinya, seluruh negara di dunia ini jika ingin mengembalkan para tawanan harus mengadakan perjanjian dengan negara asal para tawanan.


Secara umum, dunia ini sedang berperang dengan beberapa negara di sebuah benua yang berada di dunia lain. Itu artinya, permusuhan masih terjadi dan perang bisa meletus kapan saja.


Namun saat menyebarnya berita ini, seluruh orang di dunia ini terlihat sudah dapat melupakan perang yang cukup menghancurkan ini.


Kebanyakan berita menyatakan jika musuh yang memasuki kembali Gerbang tanda berakhirnya perang. Itu memang tidak salah, karena seluruh kekuatan musuh telah memasuki lagi Gerbang.


Tersebarnya berita ini, bertepatan dengan seminggu setelah perintah penghetian pembersihan pasukan musuh di Indonesia. Namun pasukan musuh yang berada di Indonesia tidak dapat memasuki Gerbang yang berada di pesisir utara Pulau Jawa. Karena Gerbang itu dijaga oleh Pasukan Utama TNI yang dilengkapi persenjataan berat dan sangat lengkap.


Dengan terpaksa mereka harus bersembunyi di beberapa wilayah Indonesia. Itulah keberuntungan bagi pasukan musuh, karena Markas Besar TNI menyatakan jika pembersihan resmi berhenti seminggu lalu.


Selama bersebunyi di hutan dan tempat yang jarang dilalui manusia lainnya, pasukan musuh tidak dapat keluar atau mereka akan dibunuh oleh TNI. Hutan tidak banyak menyediakan banyak makanan, kecuali dedaunan yang entah bisa dimakan atau tidak.


Pasukan musuh yang bersembunyi di Indonesia hanya bisa pasrah dengan kondisi mereka saat ini. Didalam hutan tidak banyak bahan makanan, namun jika mereka keluar tempat persembunyian pasukan TNI akan menemukan dan membunuh mereka.


Markas Besar TNI menyadari jika ada sangat banyak pasukan musuh yang bersembunyi di negara ini. menurut perkiraan, jumlah pasukan musuh yang bersembunyi mencapai satuan angka puluhan ribu.


Namun mereka sudah terlanjur menghentikan melakukan pembersihan. Jika tetap melanjutkan saat keputusan itu telah dibuat, militer negara ini akan dianggap melakukan kejahatan perang.


Markas Besar TNI juga telah mendapatkan kabar jika terdapat sebuah pasukan dunia lain di salah satu wilayah di Garnisun Karanganyar. Namun pasukan itu telah dijamin bukan milik negara yang berperang dengan Indonesia, hingga akhirnya pasukan itu mendapatkan ijin untuk menetap sementara dengan pengawasan.


Tim pengawas dibentuk dari pasukan yang berada di Garnisun, jumlah minimal anggotanya adalah 30 prajurit dengan Komandan salah satu Bintara di Kompi tersebut.


**


Pagi ini merupakan awal hari yang cerah. Tidak-terlalu panas, sangat pas bagi para prajurit melakukan latihan dan semacamnya.


Setelah tersebarnya berita baik tersebut, suasana di perkemahan menjadi berbeda. Prajurit terlihat menjadi sangat bersemangat saat melakukan latihan. Meski pasukan Sigiz juga telah mendengar kabar jika seluruh pasukan dunia lain telah mundur, tapi mereka belum bermaksud untuk kembali ke tempat asalnya.


Beberapa jam sekali, jet dan helikopter tempur melintas di atas perkemahan. Kegiatan itu lebih sering disebut dengan patroli. Suara mesin jet tempur yang sangat keras karena melakukan terbang rendah, membuat naga dan wyvern milik pasukan Sigiz tidak tenang.


Buku kamus yang berisi bahasa dari dunia lain telah tiba di perkemahan tim pengawas. Buku ini disusun ahli bahasa asing yang dimiliki Indonesia, meski beberapa kata dari bahasa dunia lain tidak ada makna ‘resminya’ di bahasa Indonesia.


Selain di perkemahan tim pengawas, pasukan yang masih berada di kota bawah tanah juga mendapatkan buku kamus, dan wajib menguasai kata-kata dasarnya terlebih dulu.

__ADS_1


Tim pengawas masih melakukan tugas mereka masing-masing, meski tugas utama mereka tetap mengawasi pasukan Sigiz yang belum kembali ke dunia asalnya.


Meski ada tim pengawas yang tidak pernah melepaskan pandangan dari mereka, para pasukan Sigiz tidak merasa terganggu atau semacam itu. Justru mereka mencoba untuk mengajak berkomunikasi, mungkin mereka juga ingin sekalian mengetes kemampuan berbahasa dunia lain para anggota tim pengawas ini.


Sejak buku kamus bahasa dunia lain tiba, seluruh prajurit tim pengawas berlatih keras untuk mengingat ucapan sehari-hari bahasa dunia lain. Termasuk Nio yang sudah menguasai beberapa kalimat dunia lain.


“Aku merasa kagum dengan ahli bahasa negara mu,” ucap Ivy yang melihat Nio sedang belajar bahasa dunia lain.


“Aku juga merasa seperti itu.”


Belajar terus- menerus pastinya membuat para prajurit merasa jenuh. Mereka semua kebanyakan masih remaja, tentu saja jika dihadapkan dengan yang namanya ‘belajar’ akan merasa malas dan identik dengan kegiatan yang membosankan.


Termasuk Nio yang tidak dapat terus-terusan belajar bahasa dunia lain, karena pekerjaan yang menumpuk telah menunggunya.


Nio kemudian meninggalkan Ivy untuk melanjutkan pekerjaan yang semakin menumpuk setiap harinya. Ivy hanya berkata kepada Nio dengan perkataan yang bersifat menyemangati.


Anggota tim ini kebanyakan melakukan latihan mandiri, seperti latih tanding bela diri dan berlari keliling tempat perkemahan. Pasukan Sigiz juga mengikuti kebiasaan para prajurit Kompi 406, karena mereka juga tidak bisa bediam diri tanpa melakukan apapun.


Berdiam diri tanpa melakukan apapun, bagi prajurit adalah hal yang membosankan, meski beberapa orang tetap membutuhkan yang namanya ‘tidak melakukan apapun’. Jika setiap hari melakukan hal yang sama, itu memang akan menjenuhkan.


Anggota tim pengawas membuat porsi latihan selama menjalankan tugas pengawasan. Latihan ini juga diikuti seluruh pasukan Sigiz yang memang hanya berjumlah 20 prajurit.


Tidak ada yang keberatan jika pasukan dunia lain itu bergabung di latihan ini. Selama pasukan Sigiz tidak melakukan hal yang mencurigakan, mereka dengan senang hati berlatih bersama.


“Nio, ada panggilan dari Kapten,” ucap Rio yang bertugas berkominikasi dengan markas pusat.


Nio kemudian berhenti menuliskan sesuatu, dan menerima alat komunikasi yang memiliki disain seperti telepon rumah. Tetapi alat ini memiliki jangkauan yang lebih sempit, dan sinyalnya sangat sulit untuk dilacak.


“Nio disini, ada apa?” tanya Nio.


Disambungan kominikasi, Herlina hanya ingin memastikan keadaat tim pengawas. Itu adalah rutunitas yang hampir ditanyakan oleh Herlina kepada Nio.


Bahkan Nio sudah terlihat bosan dengan pertanyaan Herlina yang hanya membahas tentang pasukan Sigiz. Matanya sudah memperlihatkan orang yang sudah bosan mendengarkan perkataan yang sama.


Nio tiba-tiba menjauhkan alat komunikasi dari telinganya, karena ada seseorang yang berteriak di sambungan komunikasi.


“Kenapa…? Kenapa kakak bisa memasuki tempat kerja Herlina?” ucap Nio dengan nada panik dan wajah kebingungan.


Rio seketika terkejut juga, kemudian hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaan.


Ya…itu adalah Arunika yang begitu saja memasuki tempat kerja Herlina agar bisa berkomunikasi dengan Nio.


Nio juga tidak tahu jika kakaknya memiliki sifat seperti itu. Arunika memang orang yang pemberani, namun tidak sampai melakukan hal yang memalukan seperti itu.

__ADS_1


Arunika hanya menanykan kabar kepada Nio, setelah sudah cukup lama tidak kembali ke kota bawah tanah. Meski baru berjalan 2 bulan kurang, namun Arunika merasa jika waktu berjalan sangat amat lambat.


Nio menjawab satu persatu pertanyaan kakaknya dengan sabar dan senyum yang terlihat dipaksakan. Itu karena Arunika terus menerus memberikan pertanyaan yang seperti tanpa memberikan kesempatan Nio untuk menjawabnya.


Nio tiba-tiba terdiam saat Arunika menanyakan sebuah pertanyaan.


“Ya, dia tidak menanyakan tentang mu lagi kak…, atau mungkin belum lagi sejak itu…,” jawab Nio dengan wajah dan nada datar.


Sejak dia mendengar pertanyaan dari Ivy, Arunika terlihat sangat cemas. Karena orang-orang dunia lain merupakan dunia yang seperti di cerita fantasi. Arunika sampai berpikir jika mereka memiliki sihir yang dapat melihat rahasia seseorang, dan rahasia terbesar yang ia simpan dari Nio hampir terbongkar.


Arunika kemudian mengembalikan lagi alat komunikasi kepada Herlina. Setelah itu Herlina berkata beberapa kata kepada Nio.


“Oh ya, untuk upacara kemerdekaan besok. Apa ada agenda khusus?” tanya Nio.


Herlina kemudian menjawab, jika besok akan diadakan parade kemenangan di pusat Kota Karanganyar setelah upacara. Nio dan beberapa prajurit akan diikutsertakan di perayaan, sisanya tetap menjalankan tugas pengawasan.


Itu artinya, Nio akan kembali ke kota bawah tanah bersama anggota tim yang mengikuti parade kemenangan. Tentunya acara itu bersifat sementara, dan setelah acara itu selesai Nio dan anggota timnya akan kembali menjalankan tugas pengawasan.


Nio tidak membatah perkataan Herlina, dia terlihat menerima perintah tersebut dengan senang hati karena bisa berhenti sejenak dari terus melihat ratusan kertas yang menumpuk di meja kerjanya.


Untuk anggota yang akan mengikuti parade kemenangan, Nio bebas memilih siapa yang akan mengikuti acara itu. Jika tidak dipilih, seluruh anggota tim ini pasti akan mengajukan diri untuk mengikuti parade kemenangan daripada terus mengawasi pasukan yang entah apa tujuan sebenarnya kemari itu.


**


Persiapan parade kemenangan sudah terlihat di jalanan pusat Kota Karanganyar. Beberapa sukarelawan memasang beberapa hiasan di pagar pembatas jalan dan lampu-lampu penerangan jalan.


Persiapan parade kemenangan sebenarnya tidak hanya dilakukan di Garnisun Karanganyar saja, tetapi seluruh Garnisun di Indonesia. Karena perang yang cukup menghancurkan ini sudah berhenti, jadi sangat pantas untuk dirayakan dengan meriah.


Orang-orang dari pinggiran kota juga ikut melihat persiapan parade kemenangan, karena mereka merasa pantas juga untuk menyaksikan acara ini.


Memang tidak ada yang melarang jika orang-orang dari pinggiran kota untuk datang, khususnya masyarakat umum. Tetapi bagi beberapa pihak, salah satunya masyarakat tingkat tinggi menganggap jika orang-orang dari pinggiran kota merupakan hal yang harus tetap berada di pinggiran.


Itu adalah rahasia umum negara ini yang bahkan dunia belum mengetahuinya. Karena pada masa ini, sistem yang semacam ‘perbedaan kasta’ terulang lagi. Entah apa jadinya jika rahasia ini terbongkar ke masyarakat dunia yang telah terlanjur menganggap jika masyarakat Indonesia sebagai orang-orang yang tidak membeda-bedakan satu sama lain.


“Apa Nio juga akan mengikuti parade kemenangan?” tanya seorang anak kecil dari pinggiran kota Karanganyar.


Dia adalah anak perempuan yang terlihat masih berusia 10 tahunan. Dari pakaiannya saja sudah terlihat jika dia berasal dari pinggiran kota.


Entah apa yang dilakukan Nio hingga dia terlihat cukup terkenal di kalangan masyarakat pinggiran kota.


Ibunya sambil tersebum menjawab, “Semoga saja iya.”


Seorang pria paruh baya yang juga berasal dari pinggiran kota menyambung, “Nio harus ikut diparade kemenangan. Karena dia adalah pahlawan masyarakat pinggiran seperti kita…!”

__ADS_1


Beberapa orang terlihat menyetujui perkataan pria tersebut, seperti sangat berharap jika Nio berada di barisan depan saat parade kemenangan.


__ADS_2