
7 Juni 2321, pukul 15.54.
**
Berita buruk bagi masyarakat yang tinggal di pulau Jawa. Meski tidak seluruh manusia yang hidup di pulau ini terkena dampaknya, namun tetap saja berita itu akan membuat gelisah setiap jiwa yang mendengarnya.
Surat kabar dan media massa lainnya mulai menyiarkan berita mengenai kondisi terkini Gerbang.
Bahkan seluruh dunia memusatkan perhatian pada pulau Jawa. Namun mereka masih memperhatikan keadaan negara masing-masing yang sedang berperang dengan pasukan dunia lain yang semakin kuat.
Penduduk pulau Jawa, khususnya yang tinggal di pesisir Utara Jawa Tengah mulai mengosongkan tempat mereka tinggal dengan suasana kacau. Desa-desa dan perkotaan menjadi wilayah kosong, tanpa satupun manusia yang meninggali tempat itu. Kecuali beberapa pihak yang justru memanfaatkan situasi kacau seperti sekarang.
Pihak-pihak yang memanfaatkan desa-desa dan perkotaan yang kosong kebanyakan bertujuan untuk menjarah pusat perbelanjaan, bahkan harta yang ditinggalkan oleh warga yang mengungsi juga diambil.
Para penduduk mulai mengungsi ke wilayah selatan Jawa Tengah yang jauh dari keberadaan Gerbang. Tentu saja mereka membawa harta benda yang berharga dan dapat membuat bertahan hidup di tempat tinggal yang baru nanti.
Militer dan badan SAR Nasional membantu mengevakuasi masyarakat pesisir wilayah Jawa Tengah.
Dengan menggunakan banyak kendaraan darat dan udara yang dapat digunakan untuk mengangkut orang, mereka dapat mengevakuasi warga dalam waktu empat hari saja.
Petugas yang melakukan evakuasi warga mulai melakukannya sejak empat hari lalu, saat Gerbang masih berjarak 100 km dari daratan pulau Jawa.
Gerbang yang sekarang berubah bentuk itu sekarang berada sangat dekat dengan daratan pulau Jawa.
(Ilustrasi Gerbang, sumber gambar pinterest.)
Gerbang itu terus berputar dengan kecepatan sedang dan membuat gelombang kecil disekitar tempatnya berada. Beberapa kapal nelayan yang ditinggalkan terlihat terombang-ambing begitu saja.
Jika dilihat dari dekat, Gerbang bergerak dengan kecepatan rendah. Jika dikira-kira, kecepatan benda itu bergerak adalah 20 km/j.
Meski pada jalur pergerakan Gerbang sudah dipasangi ranjau laut, benda itu masih terlihat utuh.
Ukuran gerbang diperkirakan berdiamater 20 meter, sedikit lebih besar dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 12 meter.
Namun keanehan Gerbang mulai terlihat, benda itu terlihat tidak bergerak lagi sejak berada di jarak 4 km dari daratan pulau Jawa.
Karena hal itu militer mengirimkan regu pengintai untuk memeriksa Gerbang. Hasil yang mereka dapatkan adalah benda itu benar-benar tidak bergerak namun terus berputar. Tidak ada pasukan musuh lagi yang keluar dari Gerbang.
Militer Indonesia memutuskan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang Gerbang.
Penelitian mengenai Gerbang sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh beberapa negara. Rusia dan Jepang melakukan penelitian bersama mengenai Gerbang yang muncul di negara Rusia setelah militer Rusia berhasil memukul mundur pasukan musuh untuk sementara.
Namun penelitian yang dilakukan oleh dua negara itu hanya berlangsung selama 2 bulan. Setelah itu, pasukan dunia lain kembali menguasai tempat mereka keluar dengan kekuatan penuh dan membuat Rusia kehilangan banyak prajurit. Serta membuat sebagian daratan Rusia dan Korea Utara dikuasai pasukan dunia lain.
Namun, Korea Utara menuding jika serangan pasukan dunia lain adalah rencana Rusia dan Jepang. Rusia dan Jepang dituduh berkerja sama dan sengaja membuat pasukan dunia lain menyerang Korea Utara.
Pada masa ini, saat isu perang dunia ke-3 akan terjadi, negara-negara yang mungkin akan saling berperang adalah negara yang memiliki kekuatan militer terkuat di dunia ini. Indonesia salah satunya, karena negeri ini berada di urutan kesepuluh sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat pada masa ini. Namun Indonesia menyatakan tidak akan berperang dengan negara manapun meski perang dunia ke-3 benar-benar terjadi.
Amerika Serikat dan Rusia adalah dua kekuatan militer yang diisukan saling berperang, tapi jangan lupakan Cina. Namun Korea Utara adalah negara yang paling diperhitungkan, tentu saja karena senjata nuklir yang mereka miliki.
Negara sekutu Rusia kebanyakan berasal dari Benua Asia, salah satunya Indonesia. Itu sebabnya pemerintah Rusia sering melakukan kerjasama dalam bidang militer dengan Indonesia. Itu sebabnya negara Rusia sangat menyayangkan sikap Indonesia yang lebih memilih netral.
isu tentang perang dunia ke-3 masih bergema dipenjuru dunia.
Atau mungkin perang dunia ke-3 sedang dan masih berlangsung?
Siapa yang tahu...?
**
__ADS_1
Pelaksanaan misi Regu Satuan Topografi akhirnya telah selesai. Setelah kegiatan terakhir selesai, para prajurit dapat kembali ke kota bawah tanah.
Dua jam yang lalu, para perempuan muda telah diangkut menuju kota bawah tanah. Seharusnya mereka tiba di sana dalam waktu setengah jam saja. Karena kecamatan Mojogedang dengan kecamatan Karanganyar saling bersebelahan.
Beberapa prajurit membereskan peralatan dan memasukkannya kedalam truk pengangkut. Sebagian lagi bertugas untuk membereskan tenda dan peralatan dapur lapangan.
Nio beserta prajurit yang bertugas di kendaraan komando juga segera menyelesaikan pekerjaan terakhir.
Nio menggulung peta medan dengan hati-hati agar catatan yang ia tambahan disitu tidak rusak. Dia juga menyimpan beberapa catatan lain yang sifatnya rahasia di buku catatan pribadinya. Nio membuat catatan mengenai strategi jalannya operasi perebutan kecamatan Mojogedang dari pasukan dunia lain.
Dia melakukan hal ini karena jabatannya di Kompi 406 sekarang. Sebagian bagian dari Pasukan Pelajar Khusus, Nio dipercaya dapat membuat rencana dan strategi yang bagus dan kuat.
Dilihat dari pencapaiannya saat ini, pasti ada dan setidaknya satu orang saja yang tidak menyukai pencapaian yang Nio dapatkan.
"Musuh datang...!!!" seorang prajurit berteriak saat sedang melakukan mengangkut barang.
Seketika seluruh prajurit meninggalkan pekerjaannya dan bersiaga dengan senapan masing-masing. Pagar pertahanan dari kawat berduri dan perisai masih terpasang. Beberapa prajurit mengambil perisai sebagai perlindungan dari serangan musuh yang mungkin saja berupa lesatan anak panah.
Nio dan beberapa prajurit yang bertugas didalam kendaraan komando segera keluar untuk memastikan situasi. Nio ingin tahu apakah ada musuh yang mendekat ke perkemahan Regu Satuan Topografi ini.
"Sial," umpat Nio sambil segera kembali kedalam kendaraan komando.
Pasukan musuh dengan jumlah besar mendekat ke perkemahan Regu Satuan Topografi. Kebanyakan dari mereka menunggang kuda dan berlari dengan zirah besi yang kuat.
Jarak mereka dengan Regu Satuan Topografi masih cukup jauh, namun pasukan sudah terlanjur bersiap untuk bertempur.
"Naik!, semuanya cepat naik...!" teriak Nio dari atas kendaraan komando dengan tanpa menggunakan pengeras suara.
Meski tanpa pengeras suara, teriakan Nio dapat didengar dalam radius 50 meter.
Saat jarak musuh dengan mereka tinggal beberapa ratus meter lagi, pasukan Regu Satuan Topografi segera berlari ke kendaraan pengangkut dan meninggalkan beberapa barang bawaan begitu saja.
Terlihat beberapa prajurit musuh menarik panah dan mengarahkan anak panah agar meluncur ke sasaran, yaitu pasukan Regu Satuan Topografi yang masih mencoba menyelamatkan diri.
Tania dan penembak jitu menembaki musuh sebagi tembakan perlindungan dan mendapatkan perlindungan prajurit yang memegang perisai. Para penembak jitu ini menembak dari atas kendaraan lapis baja.
Pagar dari kawat berduri berhasil menghambat pergerakan musuh. Itu membuat jumlah korban dari pihak musuh bertambah.
Hari yang mulai gelap menjadikan panah yang terbang tidak dapat ditebak arahnya. Namun Prajurit terus melindungi seluruh rekan-rekan mereka hingga naik ke kendaraan pengangkut dengan perisai yang terus menahan panah yang terus menghujani seperti tanpa henti.
Perisai yang mereka gunakan sudah cukup kuat untuk menahan tekanan sebesar 500 kg. Apalagi panah yang menghujani hanya akan terpental saat mengenai perisai.
(Ilustrasi perisai yang digunakan Regu Satuan Topografi, sumber gambar pinterest.)
Apalagi kaca yang terpasang dapat menahan laju peluru dengan kaliber 12,7 mm.
Prajurit yang berada di kendaraan taktis dan lapis baja melakukan tembakkan perlindungan dengan menembakkan peluru dari senapan mesin berat yang terpasang di kendaraan.
Beberapa peluru berhasil mengenai beberapa prajurit musuh dan membuat mereka tewas.
Seluruh prajurit sudah berada di kendaraan pengangkut, namun kendaraan ini sebenarnya tanpa atap sehingga sangat berbahaya. Jadi beberapa prajurit yang memegang perisai memayungi rekan-rekan mereka dari hujan panah dengan perisai agar tetap aman.
Kendaraan taktis dan lapis baja sudah cukup aman dari hujan anak panah yang terus berlanjut. Penyebabnya sudah jelas, karena armor baja yang terpasang di kendaraan dibuat untuk menahan serangan dari luar yang dapat berupa ranjau darat maupun peledak dengan daya besar lainnya.
Nio memerintahkan pengemudi seluruh kendaraan dari alat komunikasi nirkabel.
Seketika seluruh kendaraan melaju dengan cepat dan semakin menjauh dari musuh yang terus mengejar.
Musuh baru berhenti mengejar mereka saat tiba di perbatasan antara kecamatan Mojogedang dengan kecamatan Karanganyar.
__ADS_1
**
Regu Satuan Topografi telah tiba di kota bawah tanah dengan seluruh anggota selamat.
Meski kejadian sebelumnya sangat menegangkan dan berbahaya, saat turun dari kendaraan pengangkut para prajurit masih sempat tertawa seakan kejadian tadi merupakan hal lucu.
Nio turun dari kendaraan dengan keringat dingin membasahi pakaiannya. Dia langsung berlutut setelah menapakkan kakinya di tanah.
"Sial, kenapa mereka bisa setenang ini...?" gerutu Nio sambil mengatur lagi napasnya.
Nio segera menoleh kearah seseorang yang berbicara padanya, "Itu karena mereka dipimpin orang yang mereka percayai. Jadi jangan salahkan jika bawahan mu bisa tenang sementara dirimu sangat gelisah."
Nio segera berdiri saat Herlina ada di sampingnya. Di hatinya dia bertanya-tanya terhadap Herlina yang bisa berkata seperti itu padanya.
Nio segera memberi hormat pada Herlina dengan badan tegap. Herlina juga membalas hormat Nio dengan kepala yang sedikit mendongak karena badan Nio yang lebih tinggi darinya.
"Aku akan segera melapor," kata Nio.
"Kau bisa melapor besok. Hari ini kau harus beristirahat sepuasnya," jawab Herlina sambil menepuk lembut pundak Nio.
Saat tangan Herlina berada di pundaknya, Nio merasa tangan Herlina gemetar. Namun dia tidak dapat mengatakannya karena suatu hal. Dia tidak dapat membuat komandannya itu merasa malu.
Hari di luar kota bawah memang sudah gelap, namun waktu belum menunjukkan jam yang cocok untuk tidur karena masih menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Beberapa prajurit langsung menuju ke pemandian, beberapa lagi memilih untuk menuju asrama dan beristirahat.
Nio segera menuju ke asrama setelah membantu mengembalikan peralatan pada tempat penyimpanan.
Beberapa jenis barang harus disimpan sesuai jenisnya, itu yang membuat pekerjaan ini menjadi sedikit lama.
Sedangkan Nio juga harus membantu Tania untuk mengembalikan senapan runduk yang memang berat. Sebuah senapan runduk standar beratnya bisa mencapai 15 kg, apalagi yang digunakan Tania adalah senapan dengan perlengkapan dan membuat beratnya menjadi 20 kg.
Nio kemudian berjalan ke arah asramanya dengan langkah lemas. Ransel dipunggung yang penuh dengan muatan dan senapan membuat jalan Nio semakin berat. Apalagi beberapa prajurit yang memberi hormat padanya yang membuat perjalanan Nio menjadi terhambat.
Dia sudah tiba di depan pintu asramanya. Tanpa mengetuk pintu Nio masuk begitu saja dan memberi salam agar kakaknya tahu jika dia sudah pulang.
Tidak ada jawaban dari Arunika, bahkan lampu belum dihidupkan dan membuat Nio harus meraba-raba untuk menemukan saklar lampu.
"Apa yang kalian lakukan!?"
Nio terkejut saat Arunika berdiri dengan banyak makanan di meja. Ruangan dihiasi dengan ornamen khas ulang tahun meski tidak terlalu meriah. Setidaknya cukup untuk membuat Nio terharu.
"Tentu saja merayakan ulangtahun mu," kata Arunika dengan wajah gembiranya.
"Hah~, nggak ku sangka kalau kamu sudah dewasa," sambungnya.
"19 tahun itu belum dewasa tahu," gerutu Nio sambil melepaskan sepatunya.
Nio melemparkan ranselnya diatas kasur dan duduk di meja makan tanpa mengganti pakaiannya dulu.
"Maaf, aku tidak bisa memberimu hadiah," kata Arunika dengan wajah sedih.
"Nggak apa-apa, selamat dari maut sudah syukur kok," jawab Nio.
Arunika paham jika menjadi prajurit adalah pekerjaan yang penuh dengan resiko. Jika bernasib baik kau akan terus hidup, dan jika sudah menjalani pertempuran paling hanya mengalami trauma perang.
Namun yang dipikirkan oleh Arunika adalah kemungkinan buruknya, yaitu kematian. Bisa saja Nio terbunuh oleh musuh saat sedang melakukan misi sebelumnya.
Namun sekarang adiknya itu ada dihadapannya dengan keadaan tanpa adanya kekurangan satupun, dan dapat merayakan ulang tahun kecil-kecilan yang ia adakan.
Nio juga terlihat senang dengan yang dilakukan kakaknya ini. Meski sebelum terjadi perang mereka berdua juga sering merayakan ulang tahun masing-masing bersama, namun suasana sekarang seperti tidak pantas untuk melakukan hal ini.
__ADS_1
Namun Nio dan Arunika tidak peduli.
Arunika akan membuat satu-satunya keluarga yang dia miliki itu bahagia meski Nio sering menanggung tugas yang berat. Begitu juga dengan Nio, dia akan berusaha melindungi satu-satunya keluarga yang dia miliki itu hingga menemukan kebahagiaan.