
Istana Ratu di ibukota Kerajaan Yekirnovo belum pernah sesibuk ini sebelumnya, sejak negeri ini berdiri hampir dua tahun lalu.
“Pasukan Arevelk di Benteng Girinhi hampir hancur dalam pertempuran tiba-tiba melawan Aliansi, kabarnya Pahlawan Amarah terlibat didalamnya. Mereka menang karena bantuan sekutu dari dunia lain, dan Pahlawan Amarah dikalahkan oleh seorang prajurit Indonesia bernama Nio,” karena berita yang diberikan perwiranya tersebut, Sheyn merasakan penyesalan luar biasa. Setelah pertempuran berakhir, perwira militer dalam jumlah besar berbondong-bondong menemui Sheyn, menanyakan mengapa tidak ada peran untuk pasukan Yekirnovo dalam pertempuran beberapa hari lalu.
Sebagai negara baru, peran ratu dari Sheyn sangat bagus, khususnya pembentukan pasukan militer untuk menjaga kerajaan dari Aliansi, terutama Kekaisaran Luan yang tak terima beberapa negara bawahannya memisahkan diri untuk membentuk sebuah negara. Dengan bantuan beberapa perwakilan sekutu utama dari dunia lain-nya, Yekirnovo dan Indonesia bekerja sama dalam banyak bidang untuk pembangunan Kerajaan tersebut, dengan pihak Indonesia tetap memperhatikan keuntungan strategis walau untuk beberapa hal tetap diberikan dengan harga dibawah standar.
Kekuatan pasukan senapan Yekirnovo dan semua pasukan formal lainnya tidak bisa menahan serbuan Aliansi jika hal itu terjadi. dengan demikian, Yekirnovo telah mengirim surat dan utusan ke banyak negara bawahan Aliansi yang menderita akibat perang, dan terlibat dalam proses bergabungnya sebuah negara dari Benua Debule ke dalam Persekutuan.
Yekirnovo mengirimkan banyak pasukan ke sepanjang garis perbatasan paling berbahaya, dibantu TNI dan angkatan bersenjata negeri Rusia serta Korea Utara. Untuk pasukan penjaga ibukota, para perwira menyarankan menempatkan beberapa resimen pasukan senapan yang terbukti perannya dalam pertempuran menghadapi serbuan besar Aliansi pertama terhadap TNI.
Sekarang, ibukota Yekirnovo berdiri sebuah garnisun besar, dengan ratusan tenda besar berdiri di sekitar kota. Semua prajurit berbaur dari setiap ras dan suku, dan di jalanan beberapa kendaraan baja beroda empat dari dunia lain sesekali melintas. Pasukan lokal lebih santai dengan senjata aneh sekutu mereka dari dunia lain, meski belum dapat beradaptasi dengan suara jet tempur yang seperti dapat meruntuhkan langit.
Sekarang, Sheyn tengah bersiap menghadiri pertempuran perwakilan dari negara ‘calon’ anggota baru Persekutuan. Ketika dia berjalan di lorong istana, semua pegawai dan perwira menunduk hormat.
Semua orang di istana sadar jika ratu mereka dekat dengan salah satu tentara hijau (TNI), sehingga harus memperlihatkan kesetiaan demi masa depan hubungan Yekirnovo dan negeri pemilik pasukan hijau yang kuat. Seorang prajurit asal Indonesia dinilai cukup berharga, ditambah adik Sheyn yang menjalin hubungan bersama rekan prajurit tersebut. Kedua orang itu dapat dimanfaatkan sebagai penghubung penting dan bukti jika Yekirnovo membuka pintu khusus untuk Indonesia.
Kambana sedang memerintah dua puluh prajurit khusus Yekirnovo sebagai pengawal kakaknya. Mereka membawa senapan sundut di punggung, ditambah pedang sebagai senjata cadangan jika senjata utama hancur atau kehabisan amunisi. Jonathan – alias kekasih Kambana mendapatkan laporan dari prajurit TNI yang bertugas di garnisun ibukota Yekirnovo mengenai kelanjutan tugasnya di negeri ini.
Dengan ekspresi bahagia tertinggi di wajahnya, Jonathan membalas laporan yang berisi jika dia mendapatkan perpanjangan waktu hingga enam bulan.
Wajah Sheyn menunjukkan ekspresi bingung terhadap kekasih adiknya yang tampak senang.
“Kambana, apa pasukan hijau akan menambah prajurit dan senjata lagi di Yekirnovo? Kulihat kekasihmu sangat senang dengan surat yang dia terima.”
Tidak ada orang yang bahagia mendapatkan tugas tambahan, tetapi jika bertugas sambil ditemani orang tersayang akan menjadi cerita yang berbeda. Bagaimana Jonathan tidak senang, sementara dirinya setiap hari bertugas ditemani kekasihnya?
“Dia mendapatkan waktu tambahan bertugas di sini. Wajar dia sangat senang, karena mungkin setelah dia pulang ke negerinya, Jonathan-sayang akan bertemu denganku lagi dalam waktu lama.”
Jonathan-sayang?
Sudut alis mata kiri Sheyn berkedut saat mendengar panggilan khusus Kambana untuk kekasihnya. Selama dia hidup, tidak ada satupun pria yang memanggilnya seperti itu, tapi dia berharap Nio di masa depan akan memanggilnya dengan nama kesayangan khusus juga.
Sheyn membayangkan hal itu dengan wajah mencurigakan, membuat Kambana, Jonathan, dan seluruh petugas istana menatap datar ke arahnya. Lalu, dengan tiba-tiba Sheyn bangkit dengan semangat memenuhi dirinya. Pikirannya membayangkan kehidupan romantis bersama pria yang dia cintai, namun tugas di depan mata merubah segalanya.
“Lalu, siapa yang memerintahkan Gerbang tak sempurna terbuka secepat ini?”
Ucapan Sheyn terdengar seperti ancaman ketika penyihir Arevelk dan Yekirnovo menyatukan kekuatan untuk membuka Gerbang tak sempurna sebagai akses tercepatnya ke tempat pertemuan di ibukota Kerajaan Arevelk.
Sheyn menghela napas, bayangannya melakukan berbagai kegiatan romantis bersama Nio hancur setelah jalan menuju misi selanjutnya terbuka. Sebagai gantinya, dia kembali memasang wajah tenang yang sesuai dengan pejuang perempuan seperti dirinya.
Di belakangnya, seluruh prajurit pengawal berbaris rapi dengan tubuh tegak, berjalan bersama memasuki Gerbang tak sempurna.
Sheyn menyeka keringatnya, yang merupakan tanda gugup jika Nio menghadiri pertemuan itu, dan dirinya tak bisa bekerja dengan baik.
“Aku datang, calon sekutu, dan masa depan-ku,” sesaat setelah dia mengatakan hal itu dan memasuki Gerbang tak sempurna, benda magis itu menghilang dan mengantarkan Sheyn beserta pengawalnya ke titik tujuan di sisi lain Gerbang.
“Nona Kambana, para prajurit hijau menemukan orang mencurigakan ini!”
Tampaknya, Kambana harus mengkhawatirkan kakaknya – yang kemungkinan kesulitan mencari pria yang sesuai – karena ada banyak masalah yang harus dihadapi. Hal itu ada hubungannya dengan seorang pria berpakaian pedagang yang diseret oleh sejumlah prajurit Yekirnovo.
Beberapa prajurit menodongkan senapan sundut mereka ke kepala pria mencurigakan, dengan sumbu telah dinyalakan.
“Hei, kalian tenanglah, jangan sakiti tawanan. Mungkin dia akan mengaku, dan mengatakan beberapa informasi penting,” lima prajurit menyingkirkan ujung senapan ke arah lain setelah mendengar saran Jonathan.
Ekspresi wajah tawanan yang berhasil ditangkap menunjukkan perasaan takut dan kesengsaraan. Prajurit hijau dan sekutunya memang memperlakukannya dengan lembut, tetapi dia kemudian diseret layaknya budak oleh prajurit Yekirnovo dengan sangat kasar.
“Apa dia penyusup yang berhasil memasuki ibukota dan memata-matai semua aktivitas Persekutuan di sini, Jonathan-sayang?”
Jonathan memegangi dagunya yang belum tumbuh jenggot, memasang ekspresi layaknya seorang jenius yang berusaha menemukan jawaban dari pertanyaan matematika tersulit.
Menangkap tawanan adalah hal baik, namun memperlakukannya dengan kasar membuat reputasi Yekirnovo turun di mata Jonathan. Bagaimana bisa pria mencurigakan ini memasuki ibukota yang dipenuhi prajurit?
Jonathan berjongkok, lalu memasukkan tangannya ke beberapa kantung pada pakaian pria tersebut. Dia meletakkan beberapa koin perak dan kartu ijin memasuki ibukota, dan akhirnya menemukan barang yang menjadi tujuannya melakukan penggeledahan ini.
Jonathan tampak seperti prajurit hijau kebanyakan yang bertempur tanpa lelah, tetapi sebenarnya dia tidak menyukai pertarungan, atau lebih tepatnya dia lebih suka bekerja tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga.
Tanpa kekerasan atau kontak senjata langsung, Jonathan lebih memilih bertarung dari dalam ruangan, mengendalikan drone tempur tanpa perlu berkeringat banyak. Namun, nilai keahliannya saat pendidikan calon prajurit TRIP membuatnya menjadi prajurit lapangan.
Itulah alasan dia menolak ajakan Nio untuk ‘naik level’ ke personel Pasukan Pelajar Khusus.
“Dia prajurit Aliansi, berhasil menyusup ke Yekirnovo menggunakan identitas sebagai pedagang. Kita bisa mengetahui tujuannya setelah dia sadar.”
Kambana tampak lega ketika dia mendengar perkataan Jonathan, lalu berkata, “Sepertinya kita tidak bisa melakukan apapun. Dan akan lebih baik mencari semua penyusup secara merata, bagaimana saranku Jonathan-sayang?”
Jonathan mengangguk setuju.
Lalu dia meminta seorang tamtama TNI yang menjadi bawahannya untuk menyampaikan ke unit komunikasi agar menyebarkan saran Kambana ke seluruh perwira di garnisun ibukota Yekirnovo. Jika mendapatkan persetujuan, maka penyisiran dapat segera dilakukan.
**
__ADS_1
Di halaman Istana Awan, Sheyn dan pengawalnya melihat beberapa capung besi besar dunia lain dan Wyvern berbaris rapi. Dia menatap kendaraan aneh milik negara sekutu dari dunia lain-nya, namun segera merubah sikap setelah menyadari tatapan simpati beberapa prajurit Korea Utara.
Walau dia sering menghadiri pertemuan bangsawan pemerintahan dan militer, namun keringat Sheyn tak berhenti keluar. Rasa gugupnya yang luar biasa, ditambah hawa keberadaan Nio yang besar, membuat gadis itu tak dapat berjalan tenang.
Kota Iztok, ibukota Kerajaan Arevelk sekarang berubah menjadi pusat pertemuan seluruh pemimpin negara anggota Persekutuan karena dinilai lebih stabil dalam segala bidang. Jika terjadi serangan atau ancaman bersenjata, angkatan bersenjata negara ini selalu siap. Namun, dari semua kelebihan yang dimiliki Arevelk, angkatan bersenjata Yekirnovo adalah petempur yang berharga, mereka sebanding dengan Arevelk walau belum lama lahir.
Banyak orang-orang Arevelk, Korea Utara, Rusia, dan Indonesia yang memandang dirinya. Sheyn sendiri telah terbiasa mendapatkan tatapan sinis yang menyakitkan, karena luka mengerikan di wajahnya. Namun, orang-orang sekutunya memandang dirinya dengan lirikan penuh hormat terhadap pemimpin suatu negara yang harus disegani.
Tidak ada pengasingan yang Sheyn terima sejak kedatangannya, dan keduapuluh pengawal miliknya dengan cepat akrab dengan pasukan penjaga Arevelk dan dunia lain. Inilah salah satu hal yang membuatnya nyaman, namun tetap waspada dan pandai menemukan strategi.
**
“Ada seseorang yang tidak ada dalam daftar tamu, yang memakai identitas seorang bangsawan Yekirnovo. Dia saat ini berada di sudut barat aula pertemuan. Pasukan TNI di Yekirnovo telah menangkap seorang mata-mata Aliansi, yang memberikan informasi Aliansi mengirimkan mata-mata ke pertemuan di ibukota Arevelk. Nama target adalah Yezd.”
Nio mendengar pesan dari earpiece-nya, lalu mendekatkan mulutnya pada telinga Suroso untuk mengatakan sesuatu dengan tangan kiri menutupi mulutnya. Pesan itu berasal dari markas pusat, yang merupakan pesan terusan dari pasukan TNI di Garnisun Yekirnovo.
(olog note: earpiece identik sebagai alat komunikasi rahasia yang digunakan oleh anggota pasukan pengawal khusus, berbentuk seperti earphone)
Presiden muda itu mengangguk pelan. Dia tampak gelisah, namun berusaha tenang di depan para pengawalnya.
Upaya percobaan pembunuhan terhadap duta besar Indonesia untuk Arevelk mungkin akan terulang lagi, dan satu-satunya cara untuk mencegah hal itu terjadi pada Suroso adalah membunuh siapapun yang terbukti orang-orang Aliansi. Akibatnya, sebanyak 50 Paspampres ditambah dua kompi infanteri TNI disiapkan untuk mengawal Suroso.
Suroso jelas tidak suka pengawalan yang melebihi kata ‘ketat’, tatapi pada akhirnya dia hanya bisa mengatakan “Kerja bagus, terimakasih” dan memasang wajah bagaimana dia begitu tertekan dengan para pasukannya yang berlebihan.
“Lalu, bagaimana dengan penanganannya?” Suroso kembali bertanya.
“Mereka mungkin agen musuh, tetapi itu masih kemungkinan. Semua tindakan tergantung perintah Anda, Pak.” jawab Nio.
“Tolong lakukan tugasmu, lakukan pertempuran dengan semua musuh.”
Nio menjawab dengan berbisik, “Serahkan pada saya.”
Aliansi selalu membual tentang kekuatan luar biasa mereka soal kuantitas. Aliansi tak akan maju jika tidak menemukan jalan keluar secepat mungkin.
Suroso memandang datar Nio yang berjalan ke arah aula utama, meninggalkan dirinya dan pengawalan dua puluh orang Paspampres. Perkataan Nio terdengar sangat meyakinkan, meskipun dia tahu Nio masih lelah.
Di belakang Nio, berjalan lima personel Paspampres, tangannya tampak memberikan kode instruksi kepada anggota pasukan pengawal presiden tersebut.
Seluruh pria Paspamres, termasuk Nio, mengambil beberapa nampan lalu meletakkan sejumlah gelas kaca berisi minuman, kemudian menyebar ke seluruh tempat pertemuan yang dihadiri banyak orang, dengan kemungkinan terdapat satu atau dua penyusup.
Dengan wajah tegas, dan tidak menunjukkan ancaman sedikitpun, Nio menyembunyikan niat membunuh di dalam hatinya dengan senyuman ramah. Dia membawa sebuah nampan penuh gelas berisi anggur di tangan kirinya, lalu mendekati targetnya, “Apa Anda ingin minuman yang menyegarkan?”
Kepanikan seketika melintas di wajah pria itu, tetapi nada ramah – namun wajah yang agak menakutkan – Nio sepertinya membuatnya tenang.
“Terimakasih,” balasnya ketika dia mengambil gelas bergagang berisi anggur.
“Sangat jarang melihat pria sebagai pelayan.”
“Saya dan lima rekan saya berasal dari Indonesia, bertugas sebagai pelayan tambahan. Jika berkenan, boleh saya tahu nama dan status Anda?”
“Tentu saja, aku Yezd. Aku bangsawan pedagang dari Yekirnovo.”
Pria bernama Yezd itu menjawab pertanyaan Nio tanpa pikir panjang, sepertinya dia sudah siap untuk pertunjukkan yang akan dilakukan Nio selanjutnya.
Bangsawan perdagangan Kerajaan Yekirnovo dan Arevelk dilibatkan dalan pertemuan untuk melihat perwakilan calon anggota baru Persekutuan. Tidak ada yang menganggap peran bangsawan perdagangan penting di situasi perang seperti sekarang, namun fungsi mereka sebenarnya sangat vital jika menyadarinya. Dengan begitu, pria bernama Yezd itu mungkin tidak mempermasalahkan memberikan identitasnya kepada seorang pelayan seperti Nio.
“Pria yang menjadi lawan bicaramu terbukti berbohong. Kerajaan Yekirnovo memang memiliki bangsawan pedagang terkenal yang bernama Yezd, tapi wajahnya jauh berbeda dari pemilik asli nama tersebut. Aliansi sudah membunuh Yezd yang asli.”
Seseorang dari markas pusat kembali menghubungi Nio setelah mendengarkan percakapan antara Nio dan Yezd palsu.
Melihat ke langit-langit aula pertemuan, orang yang menyadari bisa melihat kamera pengawas kecil yang terpasang untuk mengamati setiap sudut ruangan. Monitor yang terletak di darat – karena Istana Awan berdiri di daratan melayang – membandingkan wajah tamu dengan foto yang telah diterima oleh operator, sehingga dengan mudah menemukan orang yang mencurigakan.
Bagi musuh yang tidak tahu teknologi seperti itu, beberapa titik penting di Arevelk dan Yekirnovo seperti neraka, khususnya di Istana Awan ini. Penyusup bisa saja masuk ke aula pertemuan dengan tenang, tetapi mereka tidak akan dapat keluar.
“Neko, kamu mendapatkan panggilan dari mereka,” seorang perempuan mengenakan pakaian pelayan tradisional Arevelk tiba-tiba menghampiri Nio.
Tubuh perempuan yang tingginya melebihi Nio tentu saja membuatnya cukup mencolok, walau ada seorang prajurit perempuan Indonesia yang memiliki tinggi tubuh mencapai 2 meter yang lebih menarik perhatian. Di sisi lain, Nio sepertinya memaklumi perempuan itu yang salah dalam penyebutan namanya.
Nio dengan sigap menuju ke arah yang ditunjuk si perempuan, yakni sekumpulan prajurit perwira kontingen Indonesia. Dia dengan cepat menyeka keringatnya dan memeriksa sikapnya untuk memastikan dirinya layak menghadap para perwira Indonesia, tentu saja hal itu hanya prosedur standar pelayan Istana Awan yang harus Nio lakukan demi memperkuat kesan ‘babu’ dirinya.
Intinya, si pelayan perempuan yang mendekati Nio telah bekerja sama dengannya dalam tugas penumpasan penyusup.
“Siapa namamu, nona?” pria itu langsung mengambil kesempatan begitu Nio membaur bersama para prajurit dari Indonesia yang memanggilnya.
“Anda pasti Tuan Yezd, Anda pria yang cukup tampan. Maukah Anda bertukar kata secara pribadi dengan saya?” ucap pelayan perempuan itu tanpa menjawab pertanyaan yang terlebih dulu ia terima.
“A-aku?” pria itu tampak gugup, namun tampak jelas di wajahnya ekspresi bahagia yang terselubung.
“Benar sekali. Ketika perempuan melihat pria tampan, kami tidak akan membiarkan mereka pergi. Apa yang Anda pikirkan tentang… cinta manis satu malam?”
__ADS_1
Pelayan perempuan itu memasang wajah memohon, membuat Yezd palsu tidak bisa bergerak karena terpesona olehnya.
Di sisi lain, Nio tampak memegangi mulutnya, mencoba menahan tawa melihat tingkah Yezd palsu yang termakan godaan seorang pelayan perempuan. Dia yakin, si pelayan perempuan akan ‘berhasil’.
Setelah ucapan penuh godaan dari seorang pelayan perempuan yang cantik, Yezd palsu mengarahkan pandangannya dari atas hingga bawah tubuh perempuan di depannya.
Sebelum matanya berhenti ke bagian bawah perut si pelayan perempuan, dia berkedip beberapa kali karena perempuan itu menempelkan belati miliknya ke lehernya. Para pria mungkin iri dengan dirinya, tetapi kenyataannya dirinya terancam karena pisau tempur yang bisa saja memotong tenggorokannya. Situasinya memang menekan.
“Kalau begitu, silahkan ikuti saya.”
“Apa, apa ada kejutan? Aku tidak menyukai permainan seperti ini…”
“Tidak ada gunanya bertingkah bodoh. Aku ingin kau memberitahuku nama aslimu dan siapa yang mengirimu. Aku adalah bawahan pelayan pria yang kupanggil ‘Neko’ beberapa saat lalu, dan aku seorang pria tulen. Jadi, jangan terlalu berharap mendapatkan hiburan tambahan dariku.”
Ketika si pelayan perempuan mengatakan hal itu, wajah Yezd palsu tetap menunjukkan ekspresi menjijikan. Mereka berdua keluar dari aula pertemuan dengan senyum cab*ul di wajahnya, walau pelayan perempuan tersebut mengatakan dirinya seorang pria.
Jika Yezd palsu adalah mata-mata amatir yang bisa dibuat menyerah dengan cepat, dia akan dihukum sangat berat oleh Persekutuan. Jika dia seorang agen profesional yang menolak berbicara, dia akan menjadi camilan bagi Wyvern yang beruntung.
Yezd palsu itu mulai menjelaskan dirinya sendiri ketika mereka berdua mencapai lorong istana yang kosong.
“Tunggu… tunggu sebentar. Aku seorang mata-mata yang juga bekerja sebagai pedagang yang berasal dari Kerajaan Yekirnovo. Aku telah menyatakan diri setia kepada Ratu Sheyn. Itu adalah kenyataan. Aku bisa memuji semua negara Persekutuan kalau kau mau, atau mengutuk nama Aliansi.”
“Hentikan omong kosongmu, beri tahu aku nama asli dan asalmu.”
“Aku tidak bisa melakukannya. Pekerjaanku adalah mencari informasi secara rahasia.”
“Jika kau tidak memberitahuku untuk siapa kau bekerja, aku tetap tidak bisa mempercayaimu. Apa kau pikir aku akan puas dengan jawabanmu?”
Mata Yezd palsu melebar, terkejut karena suara pelayan perempuan yang menggoda memiliki suara seperti pria, walau terdengar lebih ringan.
Yezd palsu berhenti untuk berpikir sejenak, lalu menemukan sebuah celah.
Tubuh pria itu tiba-tiba berubah menjadi bulu-bulu burung berwarna hitam, lalu beterbangan ke segala arah. Pelayan perempuan pemilik suara pria itu terlambat dalam menanggapi balasan tak terduga ini.
Bulu-bulu hitam itu kembali menyatu membentuk tubuh Yezd palsu, alias mata-mata Aliansi.
“Sial, dia benar-benar penyusup dari Aliansi!”
Dengan kata lain, Yezd palsu adalah mata-mata yang memiliki kemampuan sihir dan assassin.
Kemampuan merubah tubuhnya mirip dengan agen ganda yang terkenal di Persekutuan. Namun, pelayan perempuan hanya memiliki senjata berupa pisau tempur yang bahkan tak mampu menandingi sihir pertempuran.
Namun, pisau tempur hanya satu dari dua senjata yang bisa dipegang di kedua tangannya. Pisau tarung oleh si pelayan perempuan digenggam di tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam pistol.
Yezd palsu melemparkan beberapa bulu tajam ke arah pelayan perempuan, namun dia berhasil menghindari semuanya dengan kemampuan akrobatiknya. Meski sebagian besar serangan dapat dihindari, namun perempuan itu mendapatkan luka akibat tergores serangan bulu tajam Yezd palsu.
Bulu-bulu hitam membentuk tubuh Yezd palsu dengan sempurna, dan itu merupakan kesempatan yang ditunggu pelayan perempuan. Pistol miliknya di arahkan ke agen Aliansi tersebut, lalu sebuah letusan terdengar, dan melesatkan proyektil 9mm dari larasnya.
Beberapa tembakan diberikan kepada agen Aliansi tersebut, tetapi hanya sebagian kecil yang menembus tubuh Yezd palsu.
Agen Aliansi itu memasang wajah kesakitan, dengan tangan kiri menutupi bahu kanannya yang terkena serangan api si pelayan perempuan.
“Aku akan segera mambalasmu!” Yezd palsu mengutuk, lalu merubah tubuhnya menjadi bulu-bulu burung berwarna hitam berjumlah ribuan, lalu terbang melewati jendela di lorong.
“Sialan, aku membiarkan dia lolos!”
Si pelayan perempuan meninju tembok di dekatnya.
“Tidak apa-apa. Saya mengenali lawan Anda. Mari kita sama-sama berusaha melacaknya/”
Saat si pelayan perempuan telah dalam kondisi kesal, Tam – agen ganda yang bekerja untuk Persekutuan – tiba-tiba muncul. Kemampuan miliknya yang sama dengan lawannya yang kabur membuat si pelayan perempuan cukup mencurigainya.
Kemudian, Neko alias Nio muncul bersama Edera, Huvu, dan Ebal yang memiliki tugas bebas karena pertemuan telah dimulai. Para Pembunuh Senyap disebar ke titik terpenting Istana Awan atas permintaan Nio, sehingga hanya menyisakan ketiga gadis Demihuman tersebut yang ingin mengawal Nio.
“Apa kau menggunakan amunisi pelacak,Crossdresser?”
Pelayan perempuan yang dipanggil ‘Crossdresser’ menarik rambutnya, dan itu benar-benar terlepas seperti wig.
“Ya. Satu peluru berhasil mengenai tubuh mata-mata Aliansi itu. Pemancar yang berupa robot-robot berukuran mikro akan menyebar ke seluruh tubuhnya, yang akan memberitahu kita lokasi di manapun dia berada.”
‘Crossdresser’ alias si pelayan perempuan atau tepatnya Ardi tersenyum puas, walau masih merasa agak kesal.
“Berarti rencana Anda berhasil, Tuan Nio?” Tam bertanya.
“Benar. Tidak masalah jika dia berubah menjadi bulu-bulu atau menghilangkan darah dari tubuhnya, melaporkan kegagalannya pada Aliansi. Itu akan memudahkan kita menemukannya. Itulah rencanaku yang disusun tanpa perencanaan.”
“Apa aku bisa meminta bantuan kalian, Edera, Huvu, Ebal?”
Permintaan itu berasal dari Nio.
__ADS_1
“Serahkan pada kami, Tuan Nio. Kami akan melakukan apa pun yang Anda minta,” jawab mereka bertiga bersamaan.