
4 September 2321, pukul 22.08 WIB/ tahun 1914 , Kekaisaran Luan, malam hari.
**
Tembok mengelilingi area seluas 10 km persegi, termasuk Gerbang yang berada didalamnya. Pembangunan tembok cukup cepat, karena bahan bangunan yang tinggal dipasang dan cocok untuk bangunan semi-permanen. Karena tidak selamanya TNI berada di tempat ini. Suatu saat mereka akan diperintahkan kembali ke Indonesia, atau kata mudahnya ‘mundur’.
Seluruh prajurit yang telah berada di tempat ini dikerahkan untuk membangun benteng dengan bentuk seperti kura-kura. Bentuk benteng ini terinspirasi dari benteng Marlborough yang berdiri di Provinsi Bengkulu. Spanduk yang bertuliskan ‘bersama kuli jawa, membangun Indonesia’ menjadi penyemangat para prajurit untuk membangun benteng semi-permanen ini. Dan puluhan spanduk yang bertuliskan kata-kata tersebut masih terpasang, dan menjadi bahan candaan para prajurit.
(Ilustrasi benteng Marlborough, sumber gambar google.)
Para prajurit tidak keberatan mereka menjadi kuli disini, karena membangun negeri juga merupakan salah satu tugas TNI.
Puluhan turret dengan kendali jarak jauh dipasang di seluruh sisi Benteng, turret-turret itu dapat menembakan ratusan peluru dalam waktu semenit saja.
Prajurit TNI mencoba membiasakan diri dengan malam di dunia lain yang dihiasi dengan dua bulan. Bahkan bulan di dunia ini berbeda warna dan ukuran, satu bulan memiliki warna kemerahan dengan ukuran sedikit besar dari bulan yang satunya dengan warna yang hampir sama dengan di dunia asal.
Para ilmuan melakukan pekerjaan mengenai kedua bulan tersebut, dan efeknya bagi dunia ini. Mereka cukup kagum dengan dunia ini, karena entah bagaimana bisa ada sebuah dunia yang memiliki dua buah bulan dan efeknya bagi dunia ini sama seperti memiliki satu bulan.
Selain keberadaan dua buah bulan, ilmuan dan peneliti Indonesia juga tertarik dengan makhluk fantasi, monster di dunia lain. Mungkin penelitian ini bisa dikatakan dengan kemajuan bagi peneliti makhluk hidup.
Terlepas dari kenyataan, jika pasukan TNI belum mendapatkan tempat tinggal di dunia ini. Sebagai gantinya ratusan tenda darurat didirikan sebagai tempat tinggal para prajurit. Bahan bangunan untuk membuat barak dan tempat tinggal para perwira belum didatangkan.
Malam ini tidak ada orang selain ratusan prajurit yang melakukan patroli malam. Para operator turret juga menyediakan banyak gelas kopi didepan mereka, sebagai bekal lembur. Meski mata mereka sudah memerah dan warna hitam di sekitar mata muncul, tetapi mereka akan mendapatkan sanksi jika mengabaikan tugas.
Prajurit yang sebagian besar tidak bisa tidur, mereka harus siap meninggalkan Republik untuk tidur nyenyak dan melaksanakan misi di dunia lain. Meskipun kemenangan akan selalu mereka dapatkan, jika melakukan pertempuran senjata. Pertempuran yang lebih berat adalah melakukan negosiasi perdamaian dan lain-lain. Bisa saja negara-negara di benua ini jauh lebih pintar dalam hal negosiasi.
Tetapi, jika pemerintah mereka tetap menolak untuk melakukan perdamaian dengan Pemerintah Indonesia, maka pertempuran bersenjata adalah pilihan yang bagus. Bahkan jika negara-negara yang berperang dengan Indonesia akan memanggil sekutu mereka, nagara sekutu Indonesia jauh lebih ganas.
Sebagai contoh, Korea Utara adalah sekutu utama Indonesia selain Rusia dalam bidang militer . Kedua negara itu lebih kuat dari negara sekelas Amerika Serikat dan Cina, bahkan Jepang lebih kuat dari India.
Kementrian Pertahanan Indonesia sering melakukan kerjasama bersama negara sekutu di bidang pertahanan. Namun Indonesia lebih sering melakukan kerjasama dengan metode ‘pertukaran teknologi’. Sistem pertahanan yang terbaik dimiliki Indonesia adalah di bidang kapal perang. Indonesia sering mengrimkan ilmuan di bidang ini ke negara sekutu sebagai ‘pelatih’ di sana. Karena negara yang menjadi sekutu Indonesia telah mengakui TNI AL adalah yang terkuat.
Tetapi, setelah pengiriman pasukan ke dunia lain, kerjasama Indonesia dengan sekutu sedang mengalami sebuah masalah. Yakni dalam hal anggaran, Kementrian Pertahanan telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk merawat peralatan tempur tua.
Bahkan jika perang dunia ke-3 benar-benar pecah, tidak ada alasan bagi Indonesia dan sekutu berperang bersama.
Jika yang di tunggu rakyat Indonesia adalah pertempuran, prajurit akan sangat beruntung. Tetapi Indonesia juga harus menerima konsekuensinya, karena pertempuran dengan pasukan dunia lain yang dilakukan bisa saja mengarah pada ‘pembantaian’.
Tentu saja, ada kemungkinan bahwa pertempuran tidak akan terbatas pada pembunuhan.
Semoga keberuntungan bersama kalian, pasukan TNI yang terhormat!
**
Pemandangan lampu kota yang indah dan orang-orang yang berlalu lalang di jalan kota dan trotoar menandakan jika kondisi Kota Karanganyar perlahan membaik. Meski di beberapa tempat keadaanya masih sama saja saat sebelum perang.
Orang- orang membicarakan tentang dunia lain yang didatangi pasukan yang dikirimkan ke sana.
Ada laporan berita yang disiarkan di TV dan media komunikasi lainnya tentang situasi pasukan di dunia lain. Berita itu mengenai pertempuran besar sesaat pasukan TNI keluar dari Gerbang.
Meski sebagian orang menganggap jika kesenjangan teknologi yang sangat jauh adalah hal yang membuat pasukan TNI mendapatkan kemenangan dengan mudah, sebagian lagi memuji keberanian pasukan ini.
Pada hari ini, terlihat cuplikan tempat tinggal prajurit yang berupa tenda dan bangunan sejenis benteng dengan bentuk kura-kura yang mengelilingi perkemahan. Tidak ada yang heran mengapa prajurit diberi tempat tinggal berupa tenda, karena anggaran seluruh kementrian dipotong sedikit dan digunakan sebagai pemulihan sebagian wilayah yang terdampak perang.
Bahkan dana pemberian santunan terhadap keluarga korban tewas karena perang jauh lebih banyak dari anggaran gabungan Kementrian Pertahanan dan Kementerian Sosial.
Namun, jika negara sekutu terlalu banyak membantu, mereka bisa terseret ke dalam situasi yang buruk.
Banyak negara yang mendukung pengiriman TNI ke dunia lain. Tetapi bagi beberapa negara seperti Cina, Amerika Serikat dan Korea Selatan menganggap jika TNI bisa menyebabkan perang dengan dunia lain, namun mereka pasti memiliki rencana lain dari mengatakan hal tersebut.
Apa pun yang dilakukan Indonesia, tidak ada negara yang berani mengkritik selain negara-negara tersebut. Namun Pemerintah Indonesia tidak dapat mengabaikannya, karena kritikan mereka bersifat publik. Rakyat Indonesia bisa mendengar kritikan negara-negara tersebut, kemudian melakukan ‘penyerangan’ terhadap pemerintah.
Jika Indonesia terus mengambil keuntungan dari dunia lain, maka akan banyak negara seperti mereka muncul.
Setiap negara, sekarang telah mengawasi dengan tindakan Indonesia yang berhubungan dengan Gerbang.
**
__ADS_1
Nio berpikir sebuah hal, mengenai jika pasukan ini harus memulai penjelajahan di tempat ini. Mungkin beberapa prajurit memiliki pemikiran yang sama.
Untuk mempertahankan tanah di sekitar Gerbang, merencanakan negosiasi dengan musuh, dan pemetaan wilayah, pasukan mengumpulkan beberapa prajurit dengan pangkat antara Pembantu Letnan Satu hingga Kapten dipanggil di markas pusat.
Untungnya, pasukan bisa mengambil foto dari udara menggunakan pesawat tanpa awak yang tidak memperlukan landasan pacu. Selain pesawat tanpa awak, beberapa helikopter tempur juga dikerahkan. Setelah itu, penjelajahan tentang kota-kota, manusia, ras, industri, agama, politik dan budaya masyarakat dapat dilakukan.
Bagaimana cara pasukan akan menyelidiki? Tentu saja dengan pergi mengelilingi negara ini tentu saja.
Nio tergabung kedalam Grup penyerang 01, yang sebagian besar persenjataannya berupa tank medium dan kendaraan lapis baja, meski dua unit helikopter merupakan kekuatan tambahan.
Kemudian Nio memasuki tenda yang merupakan markas pusat pasukan yang dikirim di tempat ini. Puluhan prajurit yang tergabung kedalam divisi operasional markas pusat menatap monitor dan membuat laporan.
Dia menghadap seorang prajurit berpangkat Mayor, dia terlihat sangat menantikan Nio menghadap padanya. Karena seorang atasan yang memerintahkan prajurit yang sudah terkenal, adalah sebuah kehormatan. Atau dengan artian, dia-lah Komandan baru Nio disini.
“Kamu akan ditugaskan memimpin Regu 1 dari ratusan Regu yang sudah dibentuk. Misi mu adalah menjelajahi wilayah yang sudah dipetakan. Ini adalah rencana TNI untuk tindakan di masa depan, jadi cobalah untuk memanfaatkan situasi baiknya jika memungkinkan,” Nio tentu saja akan baik-baik saja dengan perintah itu.
“Siap! Secepatnya akan saya laksanakan misi ini!” setelah menjawab dengan tegas, Nio keluar dari tempat ini sambil menggaruk kepalanya yang gatal karena sudah seminggu tidak mandi.
**
Sumber daya yang belum tersentuh, keunggulan teknologi yang sangat jauh dan lingkungan yang masih bagus. Jika negosiasi perdamaian dapat dilaksanakan, maka Pemerintah Indonesia dapat melakukan kerjasama di bidang penambangan sumber daya.
Tampaknya, dunia lain bisa sangat kaya dengan mineral langka, seperti minyak bumi, emas dan berlian.
Namun pasukan TNI tidak peduli dengan hal semacam itu, mereka akan peduli jika ada pertarungan yang harus mereka hadiri.
Nio berdiri dihadapan 32 prajurit yang berbaris di depan lima unit kendaraan taktis dan lapis baja pengangkut personel. Kebanyakan dari mereka berasal dari Pasukan Utama, meski terdapat beberapa prajurit dari Satuan Tentara Pelajar. Nio cukup terkejut jika mengetahui dirinya akan menjadi Komandan orang yang lebih tua darinya.
Tujuan penjelajahan adalah untuk mencari informasi mengenai penduduk asli setempat, dan mencari tahu lebih banyak mengenai dunia ini. Memang lebih mudah melakukan tugas ini dengan helikopter, tetapi masalah anggaran penyebab sedikitnya armada udara di sini, itulah mengapa dipilih melakukan penjelajahan menggunakan kendaraan darat.
Mereka harus melakukan apa saja untuk menekan kemarahan penduduk mengenai perang ini, itu adalah perintah dari misi ini.
Nio membalas hormat yang diberikan para pasukannya dan berkata, “A-aku Peltu Nio, Komandan rekan-rekan sekalian!”
Pasukan tidak mempersalahkan ucapan Nio yang terkesan menunjukkan jika dia sedang gugup.
“Regu 1 siap melakukan tugas!” ucap seorang prajurit yang berpangkat sersan satu dan berasal dari Pasukan Utama.
Pengemudi kendaraan memiliki brevet tanda mahir mengemudi kendaraan militer, namun selama mereka memiliki keahlian mengendarai kendaraan militer, seorang prajurit diijinkan untuk menjadi pengemudi.
Namun posisi tersebut biasanya sudah diatur oleh atasan, sehingga harus ada beberapa situasi yang mengharuskan posisi pengemudi bisa diganti dengan prajurit lain.
Kendaraan tempur melaju dengan kecepatan sedang di jalanan yang berupa tanah dipadatkan. Tidak ada yang mengeluh tentang guncangan yang disebabkan jalan yang tidak rata. Karena kendaraan tempur dirancang untuk melaju diberbagai medan. Nio menumpangi kendaraan taktis yang memimpin rombongan ini.
“Tidak berbeda dengan Indonesia,” seorang pengemudi yang mencoba bercakap-cakap dengan komandan barunya. Jika dilihat dari karakteristik fisiknya dan logat bicaranya, dia berasal dari Indonesia timur.
“Ya, aku bisa lega tidak bertemu dengan monster-monster itu lagi,” jawab Nio sambil membaca buku kamusnya.
Prajurit yang satu kendaraan dengan mereka berdua juga melakukan kegiatan yang mengobati rasa bosan perjalanan ini.
“Bisa kita kenalan?” ucap Nio yang disambut senang pengemudi kendaraan yang dia tumpangi. Prajurit yang duduk dibelakang juga seperti menginginkan hal yang sama.
“Siap! Nama saya Liben Yambise, panggilan Liben, dari Garnisun Sorong!” jawab prajurit berpangkat Kopral Satu dengan penuh semangat sambil fokus dengan jalanan didepannya.
“Baiklah, senang berkenalan denganmu, Liben. Setelah ini, aku ingin berkenalan dengan kalian semua,” semua prajurit yang satu Regu dengan Nio tidak sabar dengan event tersebut.
Beberapa prajurit perempuan terlihat tidak tenang karena akan berkenalan dengan Nio. Bahkan seorang prajurit perempuan yang berada di kendaraan lapis baja pengangkut personel, terlihat tidak berhenti tersenyum yang menyebabkan rekannya terlihat tidak tenang.
“Bisa berkenalan dengan Komandan? Kapan lagi kesempatan ini terulang?”
Dengan pemandangan bukit batu dan langit sore yang bersih, barisan kendaraan tempur melaju melintasi jalanan yang semakin tidak rata dalam satu barisan. Kendaraan yang berada didepan adalah kendaraan taktis dengan senjata senapan mesin ringan diatas atapnya, disinilah Nio berada. Dibelakangnya adalah kendaraan Lapis baja dan taktis, dan kendaraan yang paling belakang yang berupa kendaraan lapis baja pengangkut personel juga mengangkut logistik dan bahan bakar Regu 1.
Membawa logistik yang banyak adalah sebuah keharusan, jika pasukan ini terpaksa bertugas di luar markas dalam waktu yang lama.
Satelit belum di luncurkan di dunia ini, jadi membuat GPS pada kendaraan tidak berfungsi. Sebagai ganti penentu arah, pasukan hanya bisa mengandalkan peta. Hanya prajurit yang berpengalaman saja yang bisa mengemban tugas ini.
“Peltu Nio, apa kita akan terus berjalan?” tanya Liben karena matahari sebentar lagi hampir terbenam.
Nio melihat peta yang dia bawa, dan dia melihat jika rombongan sebentar lagi memasuki hutan yang terlihat cukup besar.
__ADS_1
“Tidak, aku menyarankan jika kita mendirikan tenda sebelum memasuki hutan,” seluruh personel menyetujui saran Nio dari saluran komunikasi nirkabel.
Liben memeriksa jarak antara kendaraan taktis yang ia kemudikan dengan kendaraan lapis baja pengangkut personel di belakangnya dari kaca spion.
“Awas…!!!” teriakan Nio membuat Liben langsung menginjak rem yang menyebabkan prajurit dibelakang terpental kedepan dan kendaraan dibelakang berhenti mendadak.
Pengemudi kendaraan dibelakang bertanya-tanya pada sambungan komunikasi nirkabel, namun mereka bertanya, suara tembakan terdengar dari senapan mesin ringan kendaraan taktis di depan.
“Monster apa itu tadi?” prajurit yang keluar dari atap kendaraan taktis dan menembakan ratusan peluru sekaligus bertanya-tanya mengenai makhluk yang ia habisi.
Makhluk itu memiliki badan sangat besar dengan kepala banteng, dia membawa sebuah senjata serupa dengan parang namun jauh lebih besar.
Lima prajurit diperintahkan turun untuk memeriksa keadaan monster itu, tidak ada wajah takut yang mereka tunjukkan karena sudah sering melihat monster-monster dunia ini. Karena ilustrasi-ilustrasi di komik dan novel telah memperlihatkan makhluk-makhluk fantasi dan mitologi.
“Ini minotaur, dia sepertinya sudah mati,” setelah itu kelima prajurit kembali ke kendaraan yang mereka tumpangi.
**
Tentara gabungan lima negara bergabung untuk merebut kembali Gerbang yang dikuasai pasukan dunia lain. Tetapi mereka lenyap dalam satu malam.
Sebagian dari mereka yang selamat beralih menjadi pasukan pelarian yang jahat, atau lebih sering disebut dengan ‘bandit’.
Meski dunia ini terdapat kesatria yang kuat, namun tidak ada satupun dari mereka yang berusaha untuk menumpas para bandit. Ini karena tugas kesatria yang bukan untuk menjaga keamanan.
Sebenarnya pemerintah negara ini tidak ada bedanya dengan para bandit. Karena mereka merampok para rakyat yang menyebutnya dengan ‘pajak’, sedangkan bandit memilih merampok dengan kekerasan.
Bahkan jika para kesatria memburu bandit, mereka hanya seperti menggiring gembala dan pergi ketika bandit menghilang dari pandangan mata.
Setidaknya para bandit berusaha keras untuk mendapatkan kehidupan, bahkan mungkin berhasil membunuh para bangsawan dan kesatria. Tetapi para bandit lebih suka jika lebih sedikit bangsawan dan kesatria di dunia ini.
Para bandit sebagian besar jahat, kejam dan lebih brutal dari kesatria.
Sebagai contoh kejahatan mereka, misalnya ada keluarga yang hendak mengungsi dari sekitar Tanah Suci ketika mendengar kabar jika pasukan dunia lain menguasai Gerbang.
Sang ayah mengendarai gerobak yang ditarik kuda miliknya, semua barang di gerobak milik keluarganya, si istri yang berusia 29 tahun dan si anak yang berusia 13 tahun.
Namun pada malam sehari setelah perjalanan, mereka bertemu dengan sekelompok bandit. Pria itu dengan putus asa memacu kudanya agar bergerak lebih cepat dengan menarik beban yang berat. Tidak ada cara untuk melawan, keluarga itu ditangakp oleh kelompok bandit.
Pria itu langsung dipenggal, sedangkan istri dan anaknya ditarik dengan paksa. Dalam diterangi obor, 6 lusin bandit mengambil semua barang bawaan keluarga itu dengan bahagia. Target mereka bukan hanya uang, tetapi juga makanan. Mereka memakan makanan dari orang yang mereka rampok. Namun bukan hanya itu, para bandit juga harus memuaskan nafsu birahi mereka.
Dengan bergantian, para bandit memprkosa ibu dan anaknya, sedangkan bandit yang lainnya bersantai terlebih dahulu dengan anggur yang didapatkan sebelum melakukan hal yang sama.
“Bos, kami melihat ada rombongan pengungsi lagi!” setelah mendengar perkataan anteknya, bos bandit tertawa puas dan bertanya, “Berapa jumlah mereka?”
“Hanya lima kereta saja,” itu adalah kabar yang bagus karena mereka bisa menyerang lagi dengan anggota mereka.
Dengan mengumpulkan cukup banyak prajurit pelarian, mereka dapat membentuk sebuah pasukan dan menyerang desa-desa.
Seorang penunggang kuda yang mengawasi para bandit dari puncak bukit, kembali dengan menuruni bukit dan bergabung dengan rombongan pasukan Kekaisaran Luan, Barisan para Mawar.
Dia diperintahkan untuk mengawasi situasi di balik bukit yang akan pasukan ini lalui, ada seratus prajurit perempuan di pasukan ini.
Barisan para Mawar yang bertugas untuk memantau Gerbang dikomandani Sheyn sendiri.
“Di bawah bukit ini, ada lusinan bandit. Mereka sedang menikmati hasil jarahan mereka,” Sheyn kemudian memerintahkan pasukannya untuk siap tempur setelah laporan itu selesai.
Melawan badit bisa dihitung sebagai pertempuran, karena akan ada pertarungan menggunakan senjata dan kekuatan. Bahkan jumlah bandit di kelompok itu sudah sama dengan sebuah Kompi.
Suara gemuruh kereta semakin jelas terdengar oleh para bandit, mereka menyeringai karena akan mendapatkan korban lagi. Namun ada yang berbeda dengan rombongan kereta yang menjadi target mereka. Tidak ada kuda atau hewan yang menarik gerobak itu, dan warna gerobak itu hampir seluruhnya gelap. Penerangan gerobak itu bukan dari obor, tetapi sesuatu yang jauh lebih terang.
“Komandan, sepertinya ada perkemahan di sana,” Liben menghancurkan konsetrasi Nio untuk membaca buku kamusnya.
Namun di balik sebuah bukit kecil, terdapat sesuatu seperti api unggun. Jika seperti itu, pasti disana ada sekelompok orang.
Nio memerintahkan pasukannya untuk bersiaga, karena kemungkinan jika perkemahan tersebut adalah milik musuh.
Beberapa saat kemudian, terlihat sangat banyak orang yang berlari kearah rombongan Regu 1. Semua prajurit menyiapkan senjata dan siap untuk bertempur.
Bos bandit menunggangi kudanya dan memacu dengan cepat memimpin antek-anteknya untuk menyerang rombongan gerobak itu. Dia membayangkan jika malam ini akan ada banyak makanan dan wanita untuk dinikmati.
__ADS_1
Namun rentetan suara tembakan didengar oleh pasukan Sheyn dan membuat kuda-kuda mereka menjadi tidak tenang. Ledakan itu disertai dengan ledakan yang jauh lebih besar lagi.
“Apa itu pasukan dunia lain?” Sheyn kemudian memerintahkan pasukannya untuk mundur karena mereka mendengar ledakan yang seperti berasal dari senjata pasukan TNI.