
23 Oktober 2321, pukul 13.45 WIB/ tahun 1914 Kekaisaran Luan, siang hari.
**
Agak mengganggu jika membawa banyak perwakilan untuk menuju ibukota Kekaisaran. Karena penduduk yang melihat rombongan puluhan kendaraan tempur akan merasa resah. Sucipto kali ini membawa sekitar 20 Regu penjelajah sebagai perwakilan markas pusat. Bahkan dua helikopter serang dari Grup Tempur 1 dikerahkan untuk menghadiri upacara penandatanganan perjanjian perdamaian.
Inilah yang disebut dengan ‘pengawalan maksimal’, tidak ada keraguan untuk membawa banyak pasukan ke ibukota. Secara umum, mungkin Kekaisaran akan menganggap ini sebagai ancaman, namun bisa saja kekhawatiran mereka mereda setelah perjanjian perdamaian ditandatangani.
Menjadi kikir akan membuat hubungan kedua negara menjadi rusak, itulah mengapa perwakilan ini membawa banyak ‘hadiah’ bagi keluarga Kekaisaran. Oleh-oleh yang dibawa adalah ‘sisa’ barang yang dikirimkan untuk keluarga Kerajaan Arevelk.
Tentu saja, setelah menerima hadiah seperti ini, orang perlu membayarnya dengan jumlah yang sepadan. Itulah mengapa markas pusat menerima banyak koin emas dan perak yang merupakan mata uang Kerajaan Arevelk.
**
Sebuah bangsa dengan nama Kekaisaran Luan, sebenarnya bukan sebuah negara yang terbentuk atas satu kesatuan, seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sistem negara mereka hampir mirip dengan AS, Malaysia dan India yang terbentuk dari wilayah-wilayah kecil dan mempersatukan diri dalam bentuk Serikat. Kerajaan-kerajaan kecil yang ditaklukan pasukan Luan sepakat membentuk sebuah negara Serikat yang bernama Kekaisaran Luan.
Seorang Kaisar adalah orang yang memerintah rakyat, semua suku, dan yang memegang kuasa atas raja-raja yang memimpin wilayah yang lebih kecil.
Sebagai tuan rumah, Kaisar harus menyiapkan segalanya demi berjalannya acara yang dia buat.
Maka, perwakilan untuk menandatangani perjanjian perdamaian memasuki lingkungan ibukota. Mereka disambut dengan hiasan jalan khas Kekaisaran, dan ratusan prajurit yang melakukan penjagaan di sepanjang jalur untuk menuju istana Kaisar.
Tugas Sheyn adalah menjamin kebebasan pergerakan diplomasi Indonesia atau memfasilitasinya. Itu tidak terlalu penting, tetapi pekerjaan itu membutuhkan sedikit tangung jawab. Sekarang, dia memerintahkan para kesatrianya untuk menyambut perwakilan pasukan hijau.
Tentu saja, sebagai anggota keluarga Kekaisaran, dia khawatir tentang kemajuan perjanjian. Namun masalah terbesarnya adalah para bangsawan fraksi militer, dan ayahnya sendiri yang terlihat mencurigakan.
Sheyn tahu jika dia tidak memiliki peran pada perjanjian ini maupun apa yang terjadi kedepannya, tetapi dia harus menyiapkan diri jika sewaktu-waktu dirinya dibutuhkan.
Sheyn menyeka pipinya yang teraliri air mata dengan punggung tangan, dan tersenyum, lebih cerah dan bahagia dari sebelumnya. Sebelumnya, dia hampir jatuh kadalam kegelisahan karena Kekaisaran tak kunjung berdamai dengan pasukan hijau. Tetapi sekarang, semangatnya meningkat dengan cepat, seperti rudal.
Nio tak pandai berurusan dengan wanita, dan melihat senyuman tulus Sheyn yang membuatnya gugup. Namun, setelah tiba di ibukota, Nio berpikir jika Sheyn terlalu sering berada didekatnya. Yang membuatnya lebih buruk adalah, karena Sheyn berulang kali menempel kepada Nio dan mengucapkan sangat bayak terimakasih untuk menghadiri perjanjian perdamaian.
Yang jauh lebih buruk adalah, kembaran dada Sheyn yang menempel di tangan Nio, yang menimbulkan kelembutan, kehangatan, aroma harum tubuh Sheyn, yang membuat seluruh indera pemuda ini terangsang, wajah Nio terlihat memerah.
__ADS_1
“Ah, itu, ini, Yang Mulia. Kita seharusnya tidak melakukan ini, banyak orang yang menonton.”
“Apa yang kamu katakan, ini untuk rasa terimakasihku. Karena berkatmu, semua ini bisa terlaksana.”
Sheyn terlihat begitu gembira, sehingga dia tak tahu harus melakukan apa lagi untuk berterimakasi kepada Nio. Bahkan jika dia tahu apa yang akan dilakukannya, Sheyn tidak peduli hal apa itu. Bagaimanapun, Sheyn sangat senang, dan berterimakasih kepada Nio dari lubuk hatinya.
Nio tidak mempedulikan tatapan para bangsawan Kekaisaran yang terdengar berbicara buruk mengenai Sheyn, seharusnya para bangsawan menikmati jamuan di aula istana. “Ini hanyalah bagian dari pekerjaan,” begitulah yang Nio pikirkan. Tetapi, dia berpikir tentang bagaimana dia akan dimarahi ketika kembali, karena semua orang tahu jika Nio terlalu banyak wanita yang mendekatinya. Apalagi para perwira perempuan yang terlihat siap untuk menghukum Nio.
Menurut situs medis yang mengatakan jika kelebihan emosi dapat mengakibatkan efek negatif pada tubuh. Hal ini juga berlaku terhadap kegembiraan yang berlebihan yang dapat mengakibatkan relaksasi berlebihan terhadap seluruh tubuh. Karena kegembiraannya, mental Sheyn terlalu santai, sehingga refleksnya tumpul.
Jantungnya yang berdetak kencang segera kembali normal saat Sucipto mendekatinya.
“Maaf menganggu kesenanganmu, tetapi bangsawan militer ingin mengajak kita berkeliling ibukota.”
“Eh? Siap! Apa itu dilakukan sekarang?”
Sucipto mengangguk dan menyesal telah menganggu kesenangan Nio yang sedang bersama seorang gadis.
Karena Nio tidak mendapatkan apapun saat bersama Sheyn, dia melarikan diri dari jeratan wanita Sheyn dan mengikuti Sucipto untuk berkeliling ibukota.
Sheyn tidak menginginkan jika perwakilan berkeliling ibukota, namun dia tidak bisa mengatakannya secara langsung. Sheyn memandangi para bangsawan yang terlihat ‘takut’ terhadap dirinya.
Dengan gugup, Sheyn membayangkan sosok Nio, hanya pemuda itu yang benar-benar tulus saat menanggapi apa yang dia katakan. Bahkan Nio tidak terlihat takut maupun jijik saat melihat rupa wajahnya.
Hanya ada cukup waktu hingga pelaksanaan penandatanganan perjanjian perdamaian tiba.
Meski begitu, Sheyn harus memberikan senyum kepada para bangsawan meski tanggapan yang diberikan sangat menyakitkan hati. Kemudian dia memasang wajah suram sekali lagi, dan melangkah keluar ruang aula istana.
Sheyn duduk di bangku taman sambil melihat kendaraan tempur milik perwakilan yang terparkir di halaman istana. Dia merasa kagum dengan teknologi yang dimiliki pasukan hijau ini.
Gadis ini mengelilingi sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja, kendaraan ini dipersenjatai dua buah senapan mesin berat 12,7mm. Sheyn terpesona saat melihat senjata yang terpasang pada kendaraan besi ini.
“Tidak heran jika pasukan sebesar itu dikalahkan dengan senjata seperti ini.”
__ADS_1
Di sisi lain taman, Dinda dan perwakilan perempuan lainnya menunjukkan cara perempuan Indonesia menggunakan riasan. Sebelumnya, mereka telah menujukan hal ini saat mengunjungi Kerajaan Arevelk.
Mereka menikmati tatapan kagum para perempuan bangsawan yang menonton demonstrasi tentang cara merias diri dengan benar. Sebagai siswa SMK jurusan tata rias, Dinda dan prajurit perempuan yang lain menikmati merias perempuan dunia lain.
Sheyn mendekati para perempuan bangsawan yang terdengar kagum dengan hasil riasan yang mempercantik wajah menggunakan make up buatan Indonesia. Pujian mereka terhadap prajurit perempuan ini terdengar tidak tulus. Itu tidak heran, karena Kekaisaran dan pasukan hijau secara resmi belum menandatangani perjanjian perdamaian, alias masih bermusuhan.
Alis para bangsawan perempuan menurun setelah menyadari keberadaan Sheyn. Tentu saja tatapan yang mereka berikan kepada Sheyn seperti biasa, yang bisa membuat Sheyn meninggalkan mereka.
Para prajurit perempuan melihat wajah Sheyn seperti tanpa perawatan sama sekali. Ada bekas jerawat, flek hitam, dan bekas luka yang sangat besar di wajah Sheyn. Itu memang wajar bagi prajurit, yang bahkan tidak memiliki waktu untuk mandi.
Sementara para prajurit wanita dari pasukan hijau ini terlihat bersih, dan kulitnya terawat. Meski kulit mereka lebih gelap dari para perempuan bangsawan, namun mereka jauh lebih putih dari para prajurit pria dari pasukan hijau. Kulit mereka terlihat lebih halus daripada perempuan bangsawan.
Melihat Sheyn, Dinda dan prajurit perempuan sepakat untuk melakukan sesuatu kepadanya.
“Apa anda tertarik untuk dirias, Nona?”
“Rias? Benda apa itu?”
Dinda memilih Sheyn sebagai ‘objek percobaannya’, atau lebih tepatnya memaksa gadis ini agar mau dirias wajahnya. Beberapa prajurit perempuan lainnya dengan bahasa yang mereka bisa berusaha membujuk Sheyn agar mau dirias wajahnya.
Make up bisa digunakan untuk membantu mengurangi depresi orang-orang yang menderita luka parah di bagian tubuhnya, seperti Sheyn. Dengan sabar, Sheyn membiarkan para prajurit perempuan yang terampil ini mengoleskan kuas ke wajah dan tubuhnya. Mempertahankan suasana hati yang bahagia memiliki efek positif pada perawatan kulit mereka.
Wajah Sheyn telah selesai dirias, atau lebih tepatnya dipercantik. Semua orang kagum dengan hasil riasan yang terdapat pada wajah Sheyn, bahkan bekas lukanya hampir tidak terlihat. Setelah melihat wajah Sheyn yang dirias, para perempuan bangsawan merasa iri dengan rupa gadis itu sekarang.
Sheyn terlihat kebingungan ketika melihat para prajurit perempuan mengatai dirinya “Anda ternyata sangat cantik, nona”. Dinda menyerahkan sebuah cermin kepada Sheyn agar dia melihat wajahnya setelah dirias.
Saat melihat wajahnya sendiri, tangan Sheyn gemetar. Dia tak tahu apa yang harus dikatakan ketika wajahnya terlihat sudah sangat berubah. Dia berpikir jika ini bukanlah sihir, gadis ini berpikir tidak bisa membayar semua ini.
Semua bangsawan yang diundang merasa jika acara ini bukanlah sebuah ‘kedok’. Bagi mereka, pasukan hijau ini bukanlah pembawa pesan negara yang menakutkan, tetapi pembawa hadiah luar biasa dari negara di dunia lain.
Seperti yang dikatakan para orang-orang di pemerintahan, yakni “Hadiah adalah amunisi kita, jadi kami akan mengirimkan produk-produk kita ke dunia lain.” Demi perdamaian, pemerintah tidak bisa pelit terhadap negara yang menawarkan perdamaian itu sendiri.
Untuk saat ini, tidak ada sesuatu yang mencurigakan, kecuali lingkungan istana Kekaisaran yang dijaga sangat banyak prajurit. Bukanlah hal yang mengherankan jika saat terdapat sebuah acara penting, penjagaan yang diberikan sangat gila.
__ADS_1
Sebagai bagian dari tuan rumah, Sheyn tidak bisa bermain-main dengan riasan yang dimiliki para prajurit perempuan ini. Dia ingin tahu apa yang sedang para perwakilan laki-laki lakukan saat mengelilingi ibukota.