Prajurit SMA

Prajurit SMA
66. Menuju dunia lain 1: pernyataan perang


__ADS_3

20 Agustus 2321, pukul 01.11 WIB.


**


Kabar yang mendadak, didapatkan pasukan yang berada di Garnisun Karanganyar. Itu adalah panggilan langsung dari Kementrian Pertahanan atas nama Presiden.


Panggilan itu dilakukan saat seluruh prajurit masih terlelap, dan hanya ada 5 prajurit yang kebetulan sedang melakukan tugas piket penjagaan di kota bawah tanah.


Tidak ada yang berani untuk menentang perintah Presiden, meski tubuh sedang mengalami keletihan yang berat karena terus bekerja setelah pertempuran yang mereka alami.


Prajurit yang menerima panggilan itu, langsung menemui perwira Kompi 406 dan 32 yang masih terlelap.


Tim pengawas segera mendapatkan penggilan dari kota bawah tanah atas panggilan yang didapat dari Pusat. Setidaknya, ada 5 prajurit yang sedang berjaga sehingga mereka dapat menerima panggilan itu.


Nio segera dibangunkan oleh rekan satu tendanya, Rio menggoyangkan tubuhnya dengan kuat hingga Nio mengerang dan membuka mata dengan malas.


“Ada apa? Apa ada sesuatu yang mencurigakan dari mereka?” Nio bertanya kepada Rio sambil menggaruk kepalanya yang gatal dan berambut berantakan.


Nio mengira jika pasukan Sigiz melakukan pergerakan yang mencurigakan. Padahal pasukan itu juga sedang terlelap di tenda mereka. Kecuali Sigiz yang tampak sedang mengalami mimpi indah lagi.


“Kita mendapatkan panggilan dari Pusat, langsung dari Presiden!” Rio menjawab pertanyaan Nio dengan wajah dan nada gugup.


Mata Nio seketika melebar, jantungnya berdebar lebih cepat daripada menghadapi pasukan monster yang muncul dari Gerbang. Dia seketika melompat dari tempat tidur lapangan dan mencari seragam dinas upacaranya.


Anggota Tim yang lain yang sudah terbangun, terkejut saat melihat Nio sedang terburu-buru.


“Apa kita akan berangkat pagi-pagi buta?” tanya Nio setelah menyadari jika hari masih gelap dan matahari belum muncul.


Rio dan anggota tim yang lain nampak menahan tawa, kemudian dilanjutkan tawa yang cukup keras.


Sudut mata Nio berkedut saat menyadari jika dia ditertawakan oleh anggota timnya sendiri.


“Kita baru berangkat nanti pukul 5, sekarang baru pukul 1. Jadi kami baru mau siap-siap,” jawab Rio sambil mengusap mata kanannya yang hampir mengeluarkan air mata.


“Siapa saja yang berangkat?”


“Semua anggota Kompi 406 dan 32.”


**


20 Agustus 2321, pukul 04.31 WIB.


Untuk hari ini, akhirnya datang, ketika seluruh anggota Kompi 406 dan 32 meninggalkan Garnisun Karanganyar dan menuju Jakarta. Seluruh personel mengenakan pakaian dinas upacara, lengkap dengan tanda pangkat di kerah baju.


Mereka meninggalkan Grup Penyerang 06 untuk menjaga Kota Karanganyar dan kota bawah tanahnya.


“Insiden hari kemerdekaan.”


Itu adalah nama kejadian yang diberikan oleh para sejarawan setelah pertempuran terbesar TNI selama melawan pasukan dunia lain.


Presiden Indonesia, Suroso, menyatakan di Rapat Nasional bahwa,” Tempat di balik Gerbang tidak ada di peta dunia manapun.”


“Banyak penjahat perang berhasil ditangkap oleh prajurit TNI kita.”


“Namun menggunakan kata ‘ditangkap’ akan berbeda makna. Karena menurut sistem peradilan, mereka hanyalah penjahat yang melanggar hukum. Indonesia tidak memiliki hukum yang mengatur tahanan perang.”


Bahkan jika Indonesia menggunakan argumen semacam itu, pemerintah akan menganggap tanah di balik Gerbang sebagai bagian dari Indonesia.


Seperti yang diperkirakan, di balik Gerbang adalah wilayah yang belum diketahui tingkat kemajuan budaya dan teknologi, agama, dan struktur pemerintahan yang digunakan orang-orang dunia lain.

__ADS_1


Bahkan jika terdapat pemerintahan di sana, tanpa mengetahui batas negara, dan sebelum menjalin hubungan diplomatik dengan mereka, maka Indonesia belum akan menerima jika kerajaan di balik Gerbang sebagai ‘kawan’.


Karena status Indonesia sekarang masih dalam ‘Tanggap Darurat Perang Nasional’ hingga waktu yang belum ditentukan berakhirnya.


Untuk sekarang, mereka hanyalah ‘penjahat bersenjata yang membantai orang tanpa ampun’.


Meskipun ada banyak sekali pihak yang menyarankan melakukan dialog damai dengan kerajaan di balik Gerbang, maka pihak mereka juga harus bersedia untuk duduk bersama pemerintah Indonesia di meja negosiasi.


Yang menjadi masalahnya, berkomunikasi dengan bahasa dunia lain saja masih sangat sulit. Mungkin ada beberapa orang yang mengerti dengan bahasa dunia lain, tapi mereka jumlahnya sedikit.


“Kami akan membuat pihak yang berperang dengan kita untuk bertemu dengan kami dalam dialog damai, bahkan jika harus menggunakan pemaksaan yang keras. Kami akan melakukan semua yang kami bisa, bahkan jika harus terpaksa mengambil kepala pemimpin mereka.”


Suroso kemudian turun dari podium setelah selesai menjawab satu persatu pertanyaan dari pencari berita. Wajahnya menunjukkan rasa letih yang sama sekali tidak menunjukkan kebohongan.


Apalagi, setelah acara ini dia masih harus menghadiri acara yang akan dihadiri pasukan Garnisun Karanganyar. Lagipula, acara tersebut yang mengatur dia sendiri, Suroso tidak bisa terlambat pada acara yang dia atur sendiri.


**


Untuk mendapatkan keuntungan dalam negosiasi, hal dasar yang harus dipahami adalah harus tahu tentang musuhnya terlebih dahulu.


TNI telah membentuk tim ‘petualang’ yang akan memasuki Gerbang, agar dapat melihat dengan mata sendiri bagaimana kondisi dunia lain.


Tim tersebut tidak diijinkan untuk menyakiti warga sipil yang tidak bersalah, meski mereka juga memiliki rasa kesadaran terhadap bahaya saat melintasi tanah asal pasukan biadab itu.


Meskipun beberapa anggota DPR/MPR memberikan saran agar tidak perlu pergi ke balik Gerbang yang merupakan tempat yang berbahaya, mereka justru ingin membuat Gerbang agar dihancurkan saja. Namun, menghancurkan benda itu tidak semudah menghancurkan sebuah kapal induk. Meski sudah ada sebuah pasukan yang mencoba menghancurkan Gerbang, namun benda itu masih terlihat berdiri kokoh tanpa kerusakan sedikitpun.


Banyak warga yang memiliki perasaan benci kepada Gerbang. Namun jika pemerintah benar-benar mengambil keputusan untuk menghancurkan Gerbang, bisa saja Gerbang yang selanjutnya muncul kembali di wilayah Indonesia, bahkan dunia.


Memberikan kompensasi dan keadilan bagi keluarga korban merupakan masalah tersendiri bagi pemerintah.


Jika memang benar ada pemerintahan di balik Gerbang, maka Indonesia akan memaksa pemimpin mereka untuk memberikan permintaan maaf. Meski hal itu tidak seberapa dengan apa yang pasukan mereka lakukan terhadap negeri ini dan rakyatnya.


Jika pihak musuh menolak untuk menurut, maka militer Indonesia akan bertindak lagi demi melemaskan otot prajurit mereka. Mereka akan menangkapi pihak yang bertanggung jawab atas perang ini dan menghukumnya sesuai hukum peradilan Indonesia.


Dari sudut pandang Indonesia dan sekutunya, hal ini wajar saja.


Pemerintah Indonesia sepakat untuk mengerahkan pasukan TNI ke balik Gerbang. Tentu saja untuk mengambil keputusan ini, pemerintah mengambil suara dari rakyat dan militer. Hasilnya, hampir seluruh simpatisan pengambilan suara menginginkan dunia lain dieksplorasi.


Meski terdapat tujuan lain dari pengiriman pasukan TNI ke dunia lain, yakni untuk menyelidiki, menangkap dan menuntut ganti rugi dari pihak negara yang berperang dengan Indonesia. Meski yang berperang bukan hanya satu negara saja, TNI siap bertempur lagi demi rakyat yang membutuhkan mereka.


Meskipun ada beberapa partai yang keberatan dari pengiriman TNI ke dunia lain, keputusan untuk mengirimkan TNI ke balik Gerbang berlanjut tanpa hambatan.


Keputusan itu dinilai sangat ‘mengerikan’ bagi negara sekutu Indonesia. Mereka tidak akan menyangka jika pemerintah Indonesia akan mengambil langkah ini.


Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat telah menyatakan jika ‘mereka tidak akan ragu untuk membantu eksplorasi tanah di dunia lain dengan pasukan terbesarnya’.


Sementara Presiden Suroso menjawab bahwa ‘Indonesia tidak akan menerima bantuan selain dari negara sekutu’.


Sementara pemerintah Cina memberikan pernyataan ‘meski Gerbang yang baru hanya muncul di Indonesia, benda itu seharusnya tidak berada di bawah kendali Indonesia saja’.


Tidak aneh jika pemerintah Cina bisa memberikan pernyataan tersebut, karena mereka memang negara Komunis, segala sesuatu yang mungkin akan menguntungkan negara itu, mereka akan mengatas namakan perasaan ‘milik bersama’.


**


“Itu adalah kesalahan besar karena menganggap musuh lemah dan tidak berdaya!” Raja Lukav menggebrak mejanya dengan keras didepan keempat raja yang lain.


Kerajaan Arevelk tidak mengirimkan perwakilan di pertemuan yang berlangsung kesekian kalinya ini, karena mantan raja mereka mengeluarkan pernyataan yang tidak main-main bagi pihak yang menginginkan perang dengan dunia lain.


Pertemuan ini berlangsung di istana Kerajaan Salodki, Raja Takobi merupakan pemimpin negara ini.

__ADS_1


“Perwakilan Kerajaan Arevelk juga tidak datang hari ini, apa rencana yang dia buat hancur begitu saja?” ucap Raja Serca dengan wajah yang merah padam karena menahan marah.


Ini adalah aula yang redup, dan sedikit cahaya yang masuk ke ruangan ini.


Apalagi suasana yang sangat suram, seperti kekalahan terbesar mereka meski sudah mengirimkan pasukan monster.


Namun, orang-orang dari dunia lain yang mengalahkan mereka memberikan beberapa hadiah yang tidak disangka-sangka. Hadiah yang mereka terima berupa potongan kepala manusia dan monster yang berceceran di tempat berdirinya Gerbang, mereka menyebut lokasi itu dengan ‘Tanah Suci’.


“Seharusnya yang dilakukan adalah mengintai dan menyelidiki kekuatan lawan untuk mengukur kekuatan mereka. Lalu ambil kesimpulan, apakah lebih menguntungkan menganggap mereka sebagai lawan atau teman,” ucap Raja Ban Mamaki yang membuat pemimpin lainnya terlihat murung atas tindakan tolol mereka.


Pertempuran kali ini memusnahkan 40 persen kekuatan militer gabungan lima negara. Jauh lebih besar dari pertempuran pertama. Dari enam negara yang berada di Benua Andzrev, Arevelk adalah satu-satunya negara yang tidak berperang dengan dunia lain. Jadi mereka tidak menderita kerugian sedikitpun.


Tidak salah jika mengatakan situasi sekarang sangat mengerikan.


Setelah kekurangan hampir setengah kekuatan militernya, bagaimana kelima negara itu mempertahankan wilayahnya?.


Militer seluruh negara yang berada di Benua Andzrev adalah yang terkuat, dengan posisi pertama ditempati Kerajaan Arevelk. Tidak ada negara di benua tetangga yang berani menentang kerajaan-kerajaan itu. Lagipula, negara-negara ini baru pertama kali membentuk aliansi untuk berperang dengan dunia lain.


Sebelum menyerang dunia lain, suku-suku monster di Benua Andzrev dapat dengan mudah kerajaan Biez dan Kerajaan Sirds taklukan, hanya dengan intimidasi kekuatan.


Namun semua itu berakhir setelah kekalahan besar saat melawan salah satu negara di dunia lain.


Tidak peduli dengan besarnya kekalahan yang kerajaan mereka terima, dihadapan rakyat mereka tidak ada pilihan lain selain menyembunyikan kegagalan mereka.


“Tidak ada alasan untuk menangisi anggur yang tumpah. Akankah wilayah-wilayah taklukan kita yang telah menyembunyikan kebencian kepada kita, membentuk pasukan dan menyerang kita? Hah~, memikirkan hal itu membuatku tidak akan bisa tidur setiap hari,” ucapan Raja Lukav membuat raja-raja lainnya ikut menghela napas juga.


“Menyedihkan bukan?”


Mereka akan sangat bingung untuk menjelaskan kepada para pendahulu negara mereka tentang kehilangan ratusan ribu nyawa di medan perang. Bahkan perang itu berlangsung dalam waktu yang singkat.


Situasi yang menyedihkan seperti ini sudah negara meraka alami berkali-kali, bahkan sebelum negara mereka berkembang menjadi sebesar sekarang.


Bagi para raja ini, semua itu adalah kisah yang mereka alami.


Raja pemilik negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di benua ini, Raja Bogat hanya mendecakan lidahnya dengan perasaan yang campur aduk.


Pasukan mereka terdiri dari para veteran, penyihir dan pasukan dari suku monster di seluruh Benua Andzrev yang dipilih dengan cermat. Dengan perbekalan yang cukup, pelatihan yang intensif dan komandan yang hebat, ini adalah formasi yang kuat.


Namun, kurang dalam satu hari, puluhan ribu nyawa terbuang secara sia-sia. Para prajurit yang tewas memang sangat banyak, prajurit yang ditahan juga tidak sedikit. Para raja itu hanya bisa berasumsi jika hanya perlu 3 tahun bagi pasukan negara yang mereka perangi untuk menguasai benua ini.


Sekarang, Gerbang telah diambil alih oleh pasukan musuh. Tidak mungkin untuk mengorbankan tumbal lagi untuk menutupnya kembali.


Untuk mendapatkan kembali Gerbang, ratusan ribu kavaleri akan dikerahkan oleh pasukan gabungan lima negara. Namun itu hanya akan mengotori ‘Tanah Suci’ mereka dengan mayat manusia, monster dan kuda, serta naga dan wyvern.


Di tempat lain, pasukan yang selamat setelah meyerang dunia lain, menjelaskan pertarungan mereka dengan semangat terhadap rekan-rekan mereka.


“Apa kau tahu kekuatan musuh? Ada banyak sekali suara BANG! BANG! BANG!!! Bahkan aku belum sempat melihat musuh. Aku melihat genangan darah dan naga besi besar milik musuh menghabisi pasukan ku. Selama hidupku, aku belum pernah melihat sihir sekuat itu!”


Dilihat dari wajahnya saja, prajurit yang mengatakan itu sudah hampir gila akibat perang yang ia ikuti.


Namun, dia adalah salah satu Jendral kerajaan Luan. Pasukan yang ia pimpin dibantai dengan suara ledakan dan penunggang naga milik Kerajaan Arevelk. Ketika dia menyadarinya, yang bisa dia lihat hanyalah tubuh pria dan kuda yang mengotori tanah yang tergenangi darah. Dia satu-satunya yang selamat diantara puluhan ribu korban.


“Musuh berhasil keluar dari Gerbang, karena pasukan ratu lacur itu! Mereka juga tampaknya sudah membangun benteng di sekitar Gerbang. Suatu hari mereka akan memulai invasi yang sebenarnya terhadap kita. Kita hanya perlu menghadapi musuh dunia lain dan wilayah-wilayah yang memusuhi kita,” perkataan Bogat hampir mirip dengan ratapan.


“Kerajaan Arevelk juga sudah mengkhianati dunia ini,” perkataan Ban Mamaki disetujui para raja.


Dia bisa berkata seperti itu seakan hanya ada enam negara di dunia ini.


“Ayo berperang dengan mereka!” teriakan Lukav menggema di ruangan ini dan didengar prajurit yang menjaga pintu masuk aula.

__ADS_1


Jika terpojok, cara terbaik adalah melawan dengan berani. Mereka akan kembali mengumpulkan pasukan yang masih tersebar di seluruh negeri mereka, dan menumpas wilayah yang berani melawan. Kemudian mereka akan berbalik untuk menghancurkan pasukan dunia lain. Sederhananya, mereka akan menyerang Gerbang dan Tanah Suci.


Dengan begitu, mereka menyepakati untuk berperang dengan Kerajaan Arevelk terlebih dahulu.


__ADS_2