
Seseorang yang belum diketahui jenis kelaminnya berkata, “Jadi, apa kau punya kata-kata terakhir, Pahlawan Amarah?”
Jika didengar dari suaranya, orang itu seperti berjenis kelamin pria, namun sedikit lembut dan ringan. Dia mengenakan pakaian serba hitam, dengan tudung yang menutupi sebagian wajah dan hanya memperlihatkan mulutnya. Tangan kanannya memegang sabit, sedang yang kiri menggenggam semacam bola kristal berwarna merah.
“Tu-tunggu! Bukannya ini terlalu berat untuk kegagalanku membawa Nio ke Aliansi?!”
Pesona Rio sebagai Pahlawan Amarah yang kuat dan gagah sedang runtuh, dia merengek seperti orang yang didakwa hukuman penjara seumur hidup.
Indah benar-benar bingung ketika Kalle dan Sakuya menariknya ke alun-alun ibukota Kerajaan Sirds, dan memintanya berjalan cepat dengan wajah tegang, dan segera tahu tujuan Pahlawan Empati dan Pahlawan Kebahagiaan menyeret dirinya ke tempat luas yang bisa menampung dua brigade pasukan ini.
Rio tidak bisa mengeluarkan Gerbang tak sempurna, karena pria yang mengenakan pakaian serba hitam tersebut telah menguras habis energi magisnya. Dia diikat dan digantun terbalik pada sebuah mistar setinggi tiga meter. Di bawahnya ada panci besar berisi besi mendidih yang disiapkan sebagai bentuk hukumannya.
Jika energi magis Rio masih tersisa, pria misterius tersebut bisa mengadakan upacara pembukaan Gerbang sempurna. Namun, dia telah menganggap Pahlawan Amarah itu sebagai bidak cacat.
“Panaaaaas! Apa kau bisa memendekkan talinya sedikit? Isi panci itu sangat panas!”
“Hanya besi mendidih tidak akan membunuhmu, kan? Kau jauh lebih kuat dari Pahlawan Amarah, jadi kenapa kau tidak bisa membawanya…”
Pria serba hitam menempelkan bilah tajam pada sabitnya, tongkat panjang membuatnya tidak perlu menggunakan pijakan untuk mencapai tali yang mengikat kedua kaki Rio.
“Hentikan! Jangan potong talinya!”
Pria misterius itu jelas memperlihatkan kemarahannya dengan mengeluarkan sepasang sayap hitam, sehingga dia mirip ‘The Reaper’ yang siap menggiring seseorang menuju kematiannya. Ancamannya dengan menempelkan bilah tajam pada sabit ternyata berhasil membuat seorang Pahlawan terkuat menangis.
Kebetulan, Rio tetap bisa kabur dengan Gerbang tak sempurna menggunakan sisa energi magisnya. Tetapi, ‘The Reaper’ berwujud manusia sempurna tersebut memiliki kemampuan memotong salah satu benda sihir tersebut dengan mudah.
“Apa yang membuat kau gagal membawa Pahlawan Harapan? Apa kekuatan yang dia miliki? Nyawamu tergantung jawabanmu.”
__ADS_1
Meskipun pria serba hitam itu ingin memotong tali sekarang, dia memutuskan memberikan Rio kesempatan mengatakan alasannya, karena tanpa Pahlawan Harapan, Aliansi akan kehilangan salah satu senjata terkuatnya.
Rio berkata yang lebih mirip ratapan, “Dia… dia… Nio… seperti mayat hidup! Tangan kanannya terpotong setelah terkena Peluru Abadiku, tapi dia sama sekali tidak mengeluarkan darah dan mati seketika!”
“Mayat hidup?”
Sayap hitam ‘The Reaper’ menghilang, dia kemudian menghela napas agak panjang setelah mendengar alasan Rio yang membuat umur pria itu bertambah.
“Apa Anda tidak menyukai alasan Tuan Rio, Yang Mulia Iblis Surga?”
Pria yang dipanggil ‘Iblis Surga’ oleh Raja Serca membayangkan perkataan Rio. Seluruh raja dan kaisar negara-negara anggota Aliansi tampaknya sangat menghormati pria serba hitam tersebut, walau status mereka adalah pemimpin negara yang tak akan menghormati orang biasa.
“Tampaknya, Pahlawan Harapan adalah makhluk abadi, bahkan dia dikatakan tidak mati dan tidak mengeluarkan darah saat tangan kanannya terpotong.”
Memang lucu membayangkan pemilik kekuatan terbesar di antara Pahlawan harus kalah dengan prajurit biasa yang hanya mengandalkan kemampuan pribadi dan bantuan senjata-senjata mematikan dari negerinya. Tapi, Iblis Surga harus percaya karena Dewa Surga memerintahkannya untuk ikut bertarung bersama Aliansi, dan membantu organisasi tersebut mengumpulkan untuk Periode Perang Besar di masa depan.
Rio masih menatapnya sambil menangis, membuat Iblis Surga dan semua Pahlawan menepuk dahinya.
Pahlawan Amarah menggeliat seperti cacing yang dipanggang, berusaha mengeluarkan sihir untuk menyelamatkan kehidupannya. Namun Iblis Surga menggagalkan seluruh usahanya.
Rio berteriak, “Hei, apa kau tidak akan bertarung melawan Utusan Dewa Perang itu?! Dia hanya perempuan, cantik lagi.”
“Pasukan Dewa Surga akan menang jika hanya melawan seluruh Utusan para Dewata bawahan, namun sepertinya Utusan Dewa Perang sangat kuat, dan setia dengan tuannya.”
Namun, setelah Iblis Surga mengatakan hal tersebut, ada suara yang tidak menyenangkan, dan mistar yang menahan tubuh Rio patah. Tampaknya kayu tersebut tidak bisa menopang berat Rio yang meronta-ronta, dan berteriak.
Tidak ada reaksi yang timbul dari semua penonton selain, “Ah? Apa dia tidak akan selamat?” dan mengatakannya dengan nada masa bodoh.
__ADS_1
Dan dalam kecepatan suara, Iblis Surga terbang melesat menangkap Rio sebelum ujung rambutnya terbakar oleh besi mendidih.
Besi meleleh dan mendidih tersebut kemudian memunculkan sebuah sosok, seperti manusia dengan tubuh terbuat dari lelehan besi yang membara. Dia adalah bawahan Iblis Surga, dan keluar dari panci lalu berdiri di samping Rio dengan beberapa tetes besi meleleh dari tubuhnya jatuh ke tanah.
“Para prajurit sekalian! Pada hari ini, kami para Utusan Dewa Surga akan bergabung dengan Aliansi, jadi bergembiralah!”
Di saat yang bersamaan, Iblis Surga mengangkat jubah yang menutupi seluruh tubuhnya, lalu memberikannya pada manusia besi meleleh di sampingngnya untuk dikenakan. Tubuh manusia besi meleleh yang bersuhu ribuan derajat celcius tidak mampu membakar pakaian yang diberikan Iblis Surga.
Tampak wajah pria muda milik Iblis Surga, membuat para wanita yang hadir terpesona.
Seluruh prajurit yang datang berteriak penuh semangat sambil menggedor perisai masing-masing dengan pedang masing-masing, dan beberapa tembakan ke udara dari ribuan SP-1 mengema di seluruh alun-alun.
Para prajurit yang telah menerima berita itu, segera berlari untuk menyebarluaskannya lebih lanjut.
**
Hei, aku olog, dan senang bertemu dengan kalian.
Dari lubuk hati terdalamku, terimakasih untuk terbitnya Prajurit SMA, dan silahkan pesan melalui media sosial AT Press.
Saat ini, aku tidak bisa menulis secara maksimal, dan lebih fokus pada rencana membuat cerita baru setelah Prajurit SMA tamat suatu hari nanti. Tapi, tampaknya novel ini tidak akan tamat dalam waktu cepat, mengingat belum mencapai konflik utama. Pertempuran-pertempuran besar hanyalah sebagian kecil dari pertempuran besar di masa depan.
Ada banyak yang aku pikirkan tentang rencana novel baru, seperti tema dan alurnya. Namun, ide utama yang membuatku ingin menulisnya adalah ‘Indonesia dipindahkan ke dunia lain!”. Sebelum itu, aku harus mencari tahu apakah ada cerita dengan tema serupa di platfrom ini. Sebelumnya aku sadar banyak cerita novel dan komik yang bertema militer, fantasi, dan isekai seperti Prajurit SMA, tapi aku tetap menulisnya bagaimanapun juga.
Juga, dukungan penuh dari para pembaca membuatku terus menulis Prajurit SMA hingga sejauh ini. terimakasih bagi seluruh orang yang memberiku pendapat mereka, dan komentar-komentar dukungan yang semakin hari semakin sepi.
__ADS_1
Ketika pertama kali mulai menulis, aku tidak pernah berpikir karya ini menjadi sebuah buku. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menulis cerita fantasi militer selanjutnya.
Dengan dukungan berharga kalian, aku akan terus maju!