
Para pahlawan ‘diberkati’ dengan kemampuan bertahan dalam iklim ekstrem, dan kemungkinan besar mereka dapat berenang dalam genangan lahar selama mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dalam suhu lebih dari seribu derajat celcius. Itulah sebabnya mereka dapat beraktivitas dengan biasa hanya dengan mengenakan kaos tipis dan celana pendek bagi laki-laki. Tetapi, kekuatan masing-masing pahlawan tidak sama, mereka semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tetapi, para pahlawan yang sekarang menurut para petinggi Aliansi tidak sekuat pahlawan terdahulu. Mereka membaca catatan mengenai pahlawan terdahulu yang pernah mencegah peristiwa besar di masa lalu, serta membuat dunia ini memiliki dua bulan.
Mereka percaya dengan ucapan para pahlawan yang mengatakan jika di dunia mereka hanya memiliki satu bulan. Begitu pula dengan dunia ini, ketika masa sebelum pahlawan terdahulu dipanggil ke dunia ini untuk membantu mengatasi bencana terbesar dan mematikan pada masa itu. Saat itu, sembilan pahlawan dipanggil untuk menyegel makhluk yang jauh lebih kuat dari seorang pahlawan, sehingga mereka memutuskan bekerja sama untuk mengalahkan sosok tersebut.
“Apa mereka benar-benar lebih kuat dari kami?” ucap Gurion setelah seorang perwira asal Kekaisaran Sirds membicarakan tentang keberadaan pahlawan sebelum mereka.
Seluruh pahlawan berkumpul di tempat biasa yang mereka gunakan untuk rapat besama petinggi Aliansi di kastil mereka. Hari ini mereka kedatangan perwira menengah yang diperintahkan untuk membawa para pahlawan berlatih di ‘Labirin’. Namun, perwira tersebut sangat kesal dengan para pahlawan – yang mayoritas masih berada pada fase dewasa awal – bersikap dengan santai ketika perang masih berlangsung.
Semua perang adalah keputusan para petinggi dan perwira, sehingga para pahlawan berasumsi mereka hanya bertugas untuk membantu mereka saja. Itu memang tujuan sebenarnya dari dipanggilnya kesembilan pahlawan yang sekarang. Namun, sikap mereka yang terlalu menganggap mudah peperangan membuat beberapa orang geram. Sehingga mereka memutuskan untuk mengirim para pahlawan berlatih agar kemampuan mereka meningkat ke Labirin yang ada di salah satu pulau milik Kekaisaran Duiwel.
Sakuya yang berasal dari Jepang, dimana budaya seperti ‘isekai’ atau ‘fantasi’ atau ‘dungeon’ menjadi referensi bagi banyak komik yang mereka sebut sebagai ‘manga’ dan novel ringan yang disebut sebagai ‘light novel’, tentu saja gadis itu sangat familiar dengan Labirin yang dimaksud perwira tersebut. Tetapi, meski ilmu tentang dunia fantasinya setara dengan sarjana, Sakuya tetap diperingatkan agar tidak meremehkan monster-monster dunia ini yang memiliki akal setara manusia. Peringatan itu Sakuya terima dengan baik, namun dia hanya mewaspadai monster-monster kuat dunia ini.
Kemudian, si perwira memiliki cara untuk membangkitkan semangat juang para pahlawan – yang terlalu mengandalkan kekuatan besar mereka untuk bertarung – sehingga mereka menjadi malas berlatih dalam melakukan pertarungan tanpa kekuatan magis mereka. Fakta tersebut diperkuat dengan kondisi Pahlawan Amarah yang tidak bisa meninggalkan tempat tidurnya selama tiga hari setelah pulang dari penyerangan terhadap ibukota Kerajaan Arevelk.
“Aku akan menggunakan cerita ini untuk membangkitkan semangat kalian.”
“Apa kita akan melakukan penyerangan lagi? Kalau iya, untuk apa kita dikirimkan untuk berlatih di Labirin?” tanya Pahlawan Kebahagiaan, Kalle.
“Nona Kalle, saya mohon dengarkan apa yang akan saya ceritakan sekarang.”
“Buku apa itu, sepertinya itu tak jauh berbeda dengan buku cerita.”
“Tuan Theodore, buku ini adalah catatan kesembilan pahlawan sebelum kalian. Mereka telah berjuang untuk dunia ini, sehingga sosok bencana terbesar bagi umat manusia dapat disegel. Itulah sebabnya dunia ini memiliki dua bulan.”
Kemudian, para pahlawan – yang pernah menonton atau membaca komik terkenal merasa tidak asing dengan makhluk yang disegel di bulan. Terutama Sakuya, dia merasa jika legenda itu cukup mirip dengan cerita manga tentang dunia ninja yang melawan sosok terkuat di dunia dalam perang besar.
Namun, perwira tersebut mengatakan jika cerita komik yang diucapkan Sakuya berbeda dengan legenda tentang keberadaan bulan kedua dunia ini.
Ya, lagipula tokoh terkuat yang akan diceritakan si perwira tersebut jauh berbeda daripada tokoh terkuat pada komik ninja tersebut. Jika tokoh terkuat di cerita itu adalah seorang perempuan yang turun ke dunia yang menjadi latar komik tersebut, lalu kembali bangkit untuk mengalahkan sang tokoh utama, sedangkan tokoh pada cerita tersebut adalah sosok yang benar-benar kuat, bahkan seluruh pahlawan terdahulu harus kehilangan nyawa ketika menyegel makhluk itu.
Sebelum disegel oleh pahlawan terdahulu, Makhluk yang disebut sebagai ‘Bencana Terburuk’ telah ada di dunia ini sejak para dewa membuat dunia ini dengan ijin ‘Sang Pencipta’ sebagai tempat tinggal makhluk hidup yang akan mengisi dunia tersebut. Keberadaan yang jauh lebih tinggi dari para dewa tersebut memerintahkan untuk mengisi dunia ini yang masih berisi kegelapan total dan kehampaan yang mengerikan. Sehingga, para dewa tersebut menciptakan makhuk pertama yang disebut Bencana Terburuk tersebut, karena sosok itu diciptakan ketika masa kegelapan dan kehampaan yang diceritakan pada berbagai catatan sebagai masa paling mengerikan dan kelam.
Makhluk hidup seperti manusia, Demihuman, dan para monster diciptakan ribuan tahun setelah makhluk itu menguasai dunia ini. Saat itu, semua makhluk menganggap jika Bencana Terburuk adalah sosok yang kuat, dan dapat menghancurkan dunia ini sehingga mereka menyembah keberadaan tersebut selayaknya dewa. Dengan dijanjikan perlindungan menggunakan kekuatannya, Bencana Terburuk mengijinkan semua makhluk untuk menjadikan dirinya dewa.
Para dewa yang tahu jika para makhluk hidup yang berakal menyembah Bencana Terburuk sedangkan keberadaan mereka hampir dilupakan, mereka semua kemudian memutuskan untuk memanggil manusia dari ‘Dunia Lain’ di luar otoritas mereka untuk menghabisi makhluk tersebut. Hal itu dilakukan agar manusia dan makhluk berakal lainnya kembali memuja mereka, dengan cara menyingkirkan makhluk terkuat di dunia mereka tersebut.
Para dewa secara langsung memanggil para pahlawan, tetapi seharusnya jumlah mereka adalah sepuluh dan bukannya sembilan. Namun, ketika orang-orang yang memuja Bencana Terburuk semakin banyak, maka para dewa terpaksa menurunkan kesembilan pahlawan tanpa adanya pahlawan kesepuluh. Ketika menurunkan para pahlawan, para dewa menurunkan ramalan atas ijin Sang Pencipta saat itu juga.
Ramalan itu berisi akan ada datang suatu masa yang menyebabkan dunia terbelah menjadi dua golongan, dan mereka akan berperang satu sama lain untuk memperebutkan tanah yang menjadi tempat kelahiran manusia pertama, yakni Tanah Suci. Perang itu akan menjadi perang yang panjang dan menyebabkan kerusakan yang parah di kedua belah pihak. Tetapi, pada tahun-tahun perang berikutnya, jumlah negara yang berperang akan semakin banyak sehingga kerusakan dunia semakin parah. Saat itulah para dewa mengijinkan Bencana Terburuk untuk membantu salah satu golongan, sehingga perang akan segera usai dan dunia terhindar dari kehancuran. Bersamaan dengan itu, turunlah ‘orang yang diramalkan’ yang berasal dari salah satu golongan.
“Orang yang diramalkan? Apa sosok itu akan muncul diantara kami?” tanya Baron sambil memoles SP-1 miliknya yang berlapis emas dan dilengkapi dengan bayonet dari pisau paling baik dan tajam.
“Tidak ada seorang pun tahu apakah orang yang diramalkan akan muncul dari Aliansi atau golongan lain. Tapi, semua petinggi berharap jika orang yang diramalkan muncul dari golongan kita,” jawab si perwira.
Semua pahlawan kemudian diam sejenak, lalu Pahlawan Amarah datang dengan kondisi perban masih melilit sebagian wajahnya. Untungnya, tidak ada satupun giginya yang terlepas ketika pertarungan brutal yang dilakukan Nio terhadapnya.
“Hah, pasti orang itu jauh lebih lemah dar kita, para pahlawan,” ucapnya dengan nada yang meyakinkan.
Kemudian si perwira membantah ucapan Rio, “Tidak. Dia adalah manusia terkuat, bahkan jauh lebih kuat dari pahlawan dan dewa perang sekalipun.”
“Yah… kalau orang yang diramalkan akan muncul di pihak musuh, kita bisa menyerang mereka untuk mencegah orang yang diramalkan muncul, kan? Sehingga, kita bisa memerintahkan orang yang diramalkan berpihak pada kita karena negerinya sudah kita kuasai.”
Sepertinya usaha sang perwira berhasil, dan seluruh pahlawan terlihat bersemangat kembali untuk bertarung setelah dia menceritakan mengenai orang yang diramalkan. Selain itu, dia merasa jika latihan di Labirin dapat berlangsung lebih cepat, sehingga serangan balasan dapat segera dilakukan. Jika perkataan Pahlawan Amarah Rio benar, maka tidak akan ada salahnya menyerang Persekutuan terlebih dulu untuk mencegah berpihaknya orang yang diramalkan pada Persekutuan.
Latihan untuk menambah daya tarung para pahlawan pada awalnya akan berlangsung selama dua minggu, tetapi rencana penyerangan dan merebut kembali benteng di dekat perbatasan dengan wilayah musuh menyebabkan latihan para pahlawan menjadi satu minggu saja. Pada saat penyerangan dimulai, mereka diharapkan memiliki peningkatan pada beberapa hal.
Seluruh pahlawan mempersiapkan semua yang perlu untuk mereka bawa, termasuk senjata masing-masing. Senjata yang telah dipoles hingga terlihat seperti baru membuat kepercayaan diri mereka nampak meningkat, termasuk kepercayaan diri untuk meningkatkan kekuatan sehingga kejadian kaburnya mereka dari medan pertarungan tidak akan terjadi… tapi siapa yang tahu?
Kesembilan pahlawan berkumpul di gerbang kastil setelah mempersiapkan semuanya, termasuk seseorang yang berasal dari Kekaisaran Duiwel yang akan menjadi pendamping mereka selama berada di negara tersebut hingga akhir latihan.
Labirin yang berada di Kekaisaran Duiwel adalah salah satu dari lima Labirin yang ada di dunia ini, dan termasuk ke dalam golongan Labirin yang berbahaya. Ada puluhan jenis monster, dari yang berakal hingga memiliki kekuatan setara satu kompi pasukan. Kadang-kadang Kekaisaran Luan mengirimkan calon prajurit elit mereka berlatih di sana, sehingga tercipta ksatria yang unggul dalam pertarungan melawan prajurit manusia dan monster.
Selain monster, dikatakan di Labirin terdapat harta atau barang tambang yang berharga mahal jika dijual. Mengingat keberadaan monster yang cukup kuat di Labirin membuat harta dan barang tambang cukup berharga.
__ADS_1
Indah adalah pahlawan terakhir yang tiba di gerbang kastil, dan dia berdiri bersama pahlawan yang lain untuk menunggu arahan selanjutnya. Rio nampak berjalan mendekat ke arahnya sambil memasang senyum menyeringai. Sejak dia mendapatkan luka yang sangat parah setelah bertarung dengan Nio, Pahlawan Amarah tersebut lebih sering berlatih sendirian, dan jika ada prajurit atau kstaria elit menantangnya Rio akan bertarung hingga membuat lawan-lawannya terluka parah. Selain itu, dia terlihat sering tersenyum lalu secara tiba-tiba menjadi seperti seseorang yang melihat preman yang ingin memalak uangnya – alias ketakutan dengan sesuatu.
Ketika mendengar pengakuan Rio jika yang membuat wajahnya terluka sangat parah adalah Nio, tentu saja hal itu membuat Indah sangat terkejut dan hampir tidak bisa mempercayainya. Begitu pula dengan petinggi Aliansi lainnya yang mengetahui jika Persekutuan memiliki seorang prajurit yang mampu membuat Pahlawan Amarah mereka terkena serangan mental, mereka segera mengirimkan unit penyusup untuk mencari sosok tersebut. Setelah mendapatkan informasi mengenai prajurit tersebut, mereka akan tahu kelemahan prajurit itu.
“Indah, bukannya kamu ada tugas buat ke Kota Taone?” ucap Rio, masih dengan senyum menyeringai yang membuat Indah resah.
“Jadi, kalau aku ke sana, aku tidak perlu ikut kalian berlatih ke Labirin?” tanya Indah, namun para pahlawan yang lain saling tatap yang membuktikan jika mereka juga bingung untuk menjawab. Mereka ingin berlatih bersama di Labirin, namun kekuatan mereka terasa tidak akan berkurang tanpa adanya Indah.
Kemudian seseorang yang berasal dari Kekaisaran Duiwel tadi mendekati Indah dan berkata,” Laksanakan apa yang ditugaskan kepada Anda, Nona Indah. Anda sudah cukup kuat hanya untuk mengalahkan ratusan prajurit sendirian. Aliansi mengirimkan Anda ke sana untuk memantau Benteng Kalea yang sedang berada dalam kekuasaan musuh.”
Pujian itu cukup membuat Indah resah dan merasakan sesuatu yang membuat perasaannya tidak enak. Lalu, dengan terpaksa dia menaiki kuda dan meninggalkan para pahlawan lainnya yang telah berangkat ke Kekaisaran Duiwel dengan menggunakan sihir teleportasi yang dapat mengirim langsung mereka ke tujuan tanpa menggunakan Gerbang. Dengan berkendara menggunakan kuda, perjalanannya hanya memakan waktu setengah hari, dan Indah akan tiba di Kota Tanoe siang nanti.
Ketika melewati prajurit yang menaruh hormat kepadanya di sepanjang jalan, Indah selalu teringat dengan wajah Nio – yang kini entah menganggapnya sebagai apa. Dia merasa Nio telah mengaggap status antara mereka berdua kembali seperti awal, atau lebih rendah dari teman biasa. Meski merasa sedih, menyesal, dan perasaan lainnya, Indah tidak bisa membayangkan jika hubungannya dengan Nio dapat terus berlanjut, bahkan jika dia menyatakan akan berpihak pada Persekutuan.
Rasa menyesal telah melukai Nio terus ada sejak dia melakukan hal tersebut, bahkan perasaan sedih dan menyesalnya semakin dalam setiap hari. Indah bertekad akan terus berjuang untuk bertahan hidup, dan bertemu Nio dalam keadaan pantas.
**
Sejauh mata memandang, seluruh Daerah Istimewa Indonesia di Dunia Baru dan sekitarnya diwarnai putih oleh salju musim dingin yang mulai bersahabat dengan tentara kontingen Indonesia. Dua minggu setelah musim dingin yang menyiksa, mereka tidak lagi memakai jaket berlapis-lapis yang mempersulit aktivitas, pemanas sesekali difungsikan namun tidak terlalu sering. Meski hari ini masih bersuhu dua derajat celcius, namun seluruh prajurit telah beraktivitas seperti biasa. Kebanyakan dari mereka berlatih bersama atau melaksanakan misi yang telah dijadwalkan.
Nio berjalan menuju tempat kendaraan operasional Tim Ke-12 mendapatkan perawatan dari para staf Divisi Perawatan Kendaraan dan Senjata. Di sana seluruh anggotanya telah menunggunya untuk melaksanakan misi pengintaian. Dengan meminum ‘imukal’ varian pisang yang tersisa di kantin, setidaknya dia mendapatkan asupan nutrisi tersebut secara gratis meskipun dia lebih menyukai imukal varian coklat yang tidak terlalu manis. Ketika melaksanakan misi, 70 gram imukal yang dia konsumsi bisa membuatnya tidak merasa lapar seharian – meski dia tetap akan makan sesuatu jika menemukan makanan.
Beberapa titik benteng masih ditutupi oleh lapisan salju setebal lima puluh centimeter, namun itu sudah tidak mengganggu aktivitas personel. Salju disingkirkan dari seluruh badan jalan yang menghubungkan Daerah Istimewa Indonesia di Dunia baru dengan wilayah-wilayah terdekat di Yekirnovo dan Arevelk. Meski hari telah berganti dari pagi ke siang hari, namun setiap orang-orang membuka mulut akan keluar uap putih yang menandakan musim dingin benar-benar belum usai. Seragam kamuflase salju baru yang seluruh prajurit kenakan memiliki fitur penghangat kecil di beberapa bagian seperti pundak dan ketiak, dan itu adalah hadiah terbaik bagi kontingen Indonesia yang masih menderita meski suhu mulai meningkat sedikit demi sedikit. Sedangkan bagi personel kontingen Rusia, mereka biasa mengenakan penutup kepala bernama ‘ushanka’ ketika bertugas di musim dingin seperti sekarang.
Setelah membuang bungkus imukal di tempat yang telah disediakan, Nio melanjutkan perjalanan sambil menggelengkan kepalanya untuk menyingkirkan salju yang menumpuk di kepalanya.
Tempat perawatan senjata dan kendaraan tepat berada di samping gudang senjata, sehingga pengamanan di kedua tempat tersebut termasuk ketat. Ada dua jenis senjata baru yang baru dilihat oleh Nio sejak dia ditugaskan di dunia ini saat Pasukan Ekspedisi belum dibubarkan. Ketika pasukan tersebut masih ditugaskan berjuang di dunia ini, dia hanya melihat senjata tua yang menjadi penguat pasukan. Meski pada akhirnya senjata-senjata yang berusia lebih tua darinya tersebut tetap hancur saat penyerangan besar pertama Aliansi terhadap Pasukan Ekspedisi, dan membuat museum menjadi kekurangan benda untuk dipajang.
Dia pernah melihat drone berjenis tank atau senjata kendali jarak jauh lainnya yang beroda dua dan empat. Selain drone udara dan darat, senjata kendali jarak jauh sejenis seperti kapal permukaan lapis baja tak berawak justru merupakan jenis drone yang banyak dimiliki TNI. Senjata tersebut sering difungsikan mengangkut rudal dan menyapu ranjau anti-kapal permukaan dan kapal selam, atau misi evakuasi dan pengejaran. Kapal permukaan lapis baja tak berawak dapat bergerak jauh lebih cepat dari kapal perang cepat biasa, sehingga dapat mengejar target dalam waktu singkat lalu melumpuhkannya.
Itu memang senjata tua yang mulai digunakan sejak tiga ratus tahun lalu, dan terus dikembangkan hingga sekarang. Beberapa negara kuat seperti Amerika, Cina, dan Jepang memiliki senjata drone dalam jumlah besar, sehingga pasukan manusia mereka jarang dilibatkan dalam pertempuran langsung.
Sebuah tank berkaki enam dan empat dengan meriam railgun 90mm dan meriam biasa 105mm howitzer berjalan keluar dari gudang senjata. Sendi-sendi pada kaki senjata tersebut dapat bergerak dengan fleksibel seperti laba-laba pada umumnya, sehingga dapat menaiki tebing dengan kemiringan empat puluh lima derajat jika sang operator berlatih mati-matian. Meski tank laba-laba memiliki berat antara delapan belas hingga dua puluh lima ton, namun senjata tersebut mampu berjalan hingga kecepatan empat puluh kilometer perjam, dan dapat beroperasi selama dua hari jika baterai yang menjadi bahan bakar dan pengoperasian meriam railgun dalam kondisi penuh.
Nio memilih jalan memutar agar tidak mengganggu operator tank laba-laba dengan total berjumlah 10 unit menuju medan latihan. Tetapi, ketika melewati gudang senjata, dia melihat beberapa orang sedang mengoperasikan robot setinggi lima meter.
Dia melihat beberapa anggotanya di sekitar salah satu robot tempur tersebut. Tidak banyak negara yang memiliki robot tempur seperti itu, bahkan butuh waktu hingga hampir tiga ratus tahun hingga Indonesia dapat merancang dan membuat robot tempur sendiri. Penciptaan robot tempur didasari pada kebutuhan petarung jarak dekat yang memiliki kekuatan setara tank tempur dengan tambahan satu kompi pasukan. Tidak mungkin Rusia dan Korea Utara membiarkan sekutu mereka kesulitan meningkatkan senjata tersebut, sehingga dilakukan pertukaran teknologi antar ketiga negara. Sehingga, TNI bersama negara sekutu memiliki petarung jarak dekat dengan kekuatan setara lusinan prajurit reguler.
Karena robot tempur masih dikendalikan oleh prajurit dari kokpit, maka senjata ini tidak bisa dikategorikan sebagai drone. Robot tempur generasi ke-20 milik TNI mampu bergerak sesuai keinginan sang operator, sehingga sangat fleksibel. Dengan senjata utama senapan mesin berat 12,7mm dan dua peluncur roket anti-tank pada punggung, membuat daya hancur robot tempur semakin besar. Namun, ketika tidak dilibatkan dalam pertempuran, seluruh senjata pada robot tempur dapat dilepas. Karena robot tempur mampu bergerak sesuai keinginan sang operator, maka keahlian beladiri mereka dapat menjadi daya hancur tambahan jika amunisi pada senjata utama habis.
Selama seratus tahun terakhir, robot tempur yang diberi nama AT-Gandiwa terus mengalami perkembangan hingga generasi terbaru seperti yang digunakan sekarang. Perkembangan beberapa jenis senjata memang berlangsung begitu lama, namun rakyat memuji kebangkitan industri pertahanan yang tampak berkembang pesat dua puluh tahun belakangan, dengan bukti dapat dengan mandiri membangun dua kapal induk kelas Ir. Soekarno, dan sistem senjata yang inovatif, canggih, dan meminimalkan korban di pihak prajurit manusia. Meski begitu, prajurit manusia TNI tidak bisa dibiarkan bergantung pada robot atau senjata kendali jarak jauh seperti yang dimiliki kebanyakan pasukan negara-negara maju. Mereka tetap dilatih dengan keras seperti TNI di masa lalu, ketika persenjataan masih terbatas dan belum secanggih masa sekarang.
Salah satu dari dua puluh AT-Gandiwa G-207 milik kontingen Indonesia berjalan keluar dari gudang senjata, dan operator senjata itu terlihat dari kaca kokpit yang transparan dan dapat menahan serangan peluru anti-material. Hampir seluruh komponen senjata robot tempur dengan inspirasi nama salah satu senjata milik tokoh pewayangan ini tahan dengan peluru anti-material, sehingga keamanan operator terjamin. Setelah mengamati beberapa detik operator robot tempur tersebut, Nio melihat Zefanya dengan senang mengoperasikan senjata itu.
Tangan robot bergerak bersamaan ketika Zefanya melambaikan tangannya untuk Nio. Misi hari ini mungkin sangat berbahaya, sehingga Nio membiarkan anggotanya bersantai atau melakukan kegiatan yang membuat pikiran tenang sebelum berangkat menjalankan misi.
Sesaat kemudian, Hassan berjalan mendekati Nio. Tapi sebelum itu dia memarahi beberapa anggota tim yang bermain-main dengan senjata produksi terbaru tersebut, dan menyuruh seluruh anggota mempersiapkan diri.
“Apa kendaraan kita sudah selesai diperiksa?”
“Ketiga kendaraan kita sudah selesai diperbaiki, dengan beberapa bagian mendapatkan peningkatan. Sistem kendali pada senapan otomatis rantis sudah diperbaiki, dan kaca serta lapisan armor pada seluruh kendaraan sudah ditingkatkan. Sehingga kita tidak perlu khawatir jika musuh memiliki peluru anti-material untuk melawan kita.”
“Gila, apa semua peningkatan itu diperlukan? Padahal misi kita hanya melakukan penyusupan.”
“Aku juga merasa seperti itu, Let. Tapi kata para staf itu semua atas perintah Jendral Angga setelah salah satu perwira mengatakan jika musuh mungkin memiliki senjata selain senapan SP-1.”
Nio berkata di dalam hatinya, “Perwira itu aku, kan?”
Rasa dingin bercampur dengan rasa gugup karena Tim Ke-12 yang akan melakukan misi penyusupan dan pengintaian ke wilayah Kekaisaran Luan, dan mencari setidaknya satu atau dua informasi yang berguna. Misi tersebut bisa dibilang cukup berbahaya, mengingat seluruh anggota tim – kecuali Nio – untuk pertama kalinya memasuki wilayah musuh dalam operasi persiapan tempur.
Misi penyusupan mungkin mengejutkan semua tim Korps Pengintaian dan Pertempuran, mengingat mereka harus berada di wilayah musuh selama dua minggu atau bahkan lebih hingga tujuan tercapai. Tetapi dengan adanya ‘Mayat Hidup’ yang memimpin unit kecil tersebut, mereka menganggap jika misi itu akan dengan mudah dilakukan.
Kapten tim tersebut memang layak mendapatkan pujian dari presiden, kenaikan pangkat karena berjuang dan bertarung menjaga Indonesia dari dunia ini, serta mendapatkan banyak penghargaan – meski itu semua dianggap olehnya sebagai penambah beban pekerjaan. Menurut Nio, semakin penting posisi seseorang pada suatu pekerjaan, maka pekerjaannya akan semakin sulit dan jam istirahat bersama kekasih atau keluarga berkurang. Banyak orang yang mengakui Nio memiliki bakat langka, ketenangan, dan keberanian yang dibutuhkan sebagai seorang komandan. Beberapa perwira tinggi menganggap semua itu didapatkan oleh Nio setelah pemuda itu kembali dari pertarungan panjang dan sangat tidak seimbang melawan Aliansi.
__ADS_1
“Aku tidak perlu melakukan evaluasi lagi, kan?” kata Nio sambil mengenakan perlengkapan pengaman di tubuhnya.
Sambil memasukkan lima magasin di kantung rompi dan tiga granat anti-tank dan dua granat asap, Nio memantau semua bawahannya yang terlihat sudah siap untuk segera berangkat begitu mereka selesai melakukan semua persiapan.
“Jangan khawatir, Letnan. Aku sangat senang bisa pergi ke kandang musuh dan mengalahkan mereka,” jawab Ratna dengan wajah begitu percaya diri.
“Misi kita bukan menyerang, tapi jika musuh membahayakan kita, kalian ku ijinkan untuk menembak. Tapi jangan lupa, hanya tembak prajurit Aliansi, jangan warga sipilnya.”
“”””””Siap!””””””
Setelah selesai melakukan semua persiapan – termasuk berdoa bersama, seluruh anggota menaiki kendaraan dengan tertib. Kemudian, dua kendaraan taktis dan satu panser melaju keluar dari gerbang barat benteng.
Namun, ketika rombongan baru keluar sejauh lima puluh meter dari pintu gerbang, pengemudi kendaraan pertama, Sigit, menghentikan laju kendaraan dengan mendadak.
“Let, mereka berdua…”
Sigit menunjuk ke depan, ke arah Hevaz dan Edera yang berdiri dengan wajah santai di tengah jalan. Nio sudah menduga apa yang akan terjadi selanjutnya, dan membuka pintu di sampingnya – dan kedua gadis tersebut dengan girang masuk ke dalam kendaraan dan duduk di samping Nio. Tempat duduk penumpang paling depan telah dimodifikasi, sehingga mampu diduduki hingga tiga orang.
“Berangkat!” Nio memerintahkan ketiga pengemudi kendaraan untuk kembali menekan pedal gas, ketika seluruh penumpang di kendaraan yang ditumpanginya menatapnya dengan sangat tajam. Bahkan, Zefanya sudah mengeluarkan pisau tarungnya meski tidak ada musuh yang mendekat.
Nio merasa jika seluruh anggota pria memendam perasaan yang jauh lebih buruk dari rasa ingin membunuhnya – karena terdapat dua gadis dunia ini yang selalu di dekatnya.
**
Bagian terbaik dari misi ini adalah seluruh anggota Tim Ke-12 dapat menyaksikan pemandangan musim dingin yang berbeda, daripada terus terkurung di benteng kura-kura dan hanya melakukan kegiatan sepele. Tim ini akan mampir terlebih dahulu ke Benteng Kalea yang kini telah diganti dengan nama Benteng Hitam, karena letaknya yang berada di zona hitam alias medan perang potensial. Fasilitas tersebut akan menjadi pengganti Basis Pertahanan Garis depan yang hancur pasca penyerangan pertama Aliansi terhadap Pasukan Ekspedisi.
Masing-masing batalyon pada pasukan di benteng tersebut memiliki jumlah prajurit sebanyak tujuh ratus orang, dua puluh kendaraan taktis, lima tank dan puluhan artileri lainnya, serta puluhan senapan mesin ringan dan berat. Dengan begitu, pasukan sebesar itu diharapkan mampu menjadi pertahanan pertama yang melebihi kokohnya Benteng Hitam tersebut.
Beberapa kali sehari jet tempur akan berpatroli di sekitar wilayah udara musuh, serta puluhan wyvern dan naga milik kontingen Arevelk dan Yekirnovo menjadi bantuan untuk mengirimkan pesan bagi markas pusat. Jarak benteng ini dengan markas pusat adalah tiga hari perjalanan dengan kuda dan setengah hari dengan kendaraan bermesin serta satu hari dengan wyvern dan naga.
Komandan salah satu batalyon menyambut Nio di depan gerbang benteng, lalu menerima berkas yang berjumlah ratusan lembar kertas. Seluruh bawahan Nio termasuk Edera dan Hevaz turun dari kendaraan untuk melihat benteng setinggi sepuluh meter ini. Tebal dinding adalah enam meter, yang menjadikannya cukup kuat untuk menahan serangan meriam milik pasukan dunia ini. Tapi, demi keutuhan Benteng Hitam, pasukan tidak mencoba menembakkan peluru tungsten dari tank atau peluru artileri untuk mencoba daya tahan benteng itu.
“Letnan Nio, apa kamu memiliki perkiraan kapan musuh akan menyerang?”
“Pak, Anda tidak perlu khawatir karena kami akan selalu terhubung dengan benteng ini. Jika kami melihat musuh mulai bergerak, tentu saja kami akan segera menghubungi benteng ini.”
“Prediksimu tentang rencana musuh yang membalas kita cukup membuatku resah, Letnan. Tapi, apa jalur mundur yang kamu buat ini akan membantu kami?”
“Jalur mundur akan membuat pasukan berada dalam zona oranye, sehingga bantuan akan dapat segera membantu pasukan ini jika diserang musuh. Pak, sekali lagi ini hanya prediksi dari saya yang belum kebenarannya belum bisa dibuktikan.”
“Tapi, ini semua dapat membuat kami menyusun rencana dan melakukan persiapan lebih cepat. Yah… pasukan ini membutuhkan lebih banyak prajurit sepertimu, Letnan.”
“Letkol, terimakasih atas pujiannya. Tapi, saya tetap sama dengan prajurit-prajurit remaja lainnya, jadi jangan terlalu berharap pada saya.”
Nio dan komandan salah satu batalyon infanteri tersebut tertawa kecil bersamaan, dan membuat suasana dingin menjadi sedikit menghangat.
“Oh, Pak, apa Anda tahu nama kota yang menjadi tujuan kami?”
Letnan Kolonel tersebut kemudian mengeluarkan buku catatan kecil dari saku seragam hariannya, dan membuka beberapa halaman setelah menemukan jawaban atas pertanyaan Nio.
“Kota tujuan kalian adalah Kota Tanoe, jaraknya sembilan puluh kilometer dari benteng ini.”
“Terimakasih, Letkol. Kalau begitu kami ijin untuk melanjutkan perjalanan.”
Para bawahan Nio kecewa pada kapten mereka yang memutuskan melanjutkan perjalanan lebih cepat ketika mereka sedang mengagumi benteng dunia ini. Kemudian dengan terpaksa mereka menaiki kendaraan, meski di dalam hati mereka ingin berfoto bersama dengan latar benteng tersebut.
“Oh, apa kalian mau berfoto bersama dengan latar belakang benteng itu?” tanya Nio dengan nada polosnya.
“Bilang dari tadi kek!”
**
__ADS_1
(ilustrasi robot tempur, sumber gambar pinterest. Untuk Drone dan senjata-senjata lainnya akan diperlihatkan pada episode yang mendatang)