
Tahun 1914 Kekaisaran Luan, siang hari.
**
Di ruangan para Dewan Kekaisaran Luan, organisasi ini serupa dengan DPR di Indonesia. Namun orang-orang yang menjadi anggota dewan merupakan para keluarga bangsawan pendiri Kekaisaran ini dan sebagian lagi ditunjuk langsung oleh Kaisar Bogat.
Tempat duduk diatur saling berhadapan agar anggota dewan dapat beradu argumen dengan tatap muka. Tidak ada pengeras suara semacam mikrofon di dunia ini, karena belum ada orang yang menemukannya. Jadi saat beradu argumen, tidak ada kejadian mematikan mikrofon saat salah satu pihak merasa terpojok.
Untuk sekarang, para anggota dewan yang berkumpul terbagi menjadi dua kubu yang saling berlawanan pandangan, atau kata lainnya terbagi menjadi dua fraksi.
Satu fraksi berisi para bangsawan yang terpelajar, menguasai ilmu pengetahuan, dan terlihat sopan. Mereka adalah fraksi yang menentang menjadikan warga kekaisaran menjadi tumbal untuk memunculkan Gerbang, dan mereka menentang adanya peperangan dengan dunia lain.
Sementara fraksi yang satunya, mereka sangat mendukung peperangan dengan dunia lain, namun menentang jika menjadikan para warga kekaisaran sebagai tumbal untuk memunculkan Gerbang.
Namun Kekaisaran Luan tetap melakukan perang dengan dunia lain karena fraksi yang mendukung peperangan jauh lebih banyak dari pada yang menentang perang.
Alhasil terciptalah fraksi perdamaian dan fraksi militer di kekasiaran ini, padahal sebelumnya kedua fraksi tersebut tidak ada.
Meski terjadi pertentangan pendapat, anggota dewan kekaisaran tidak sampai terpecah menjadi dua fraksi seperti sekarang.
Satu orang dari fraksi perdamaian turun dari tempatnya dan mendekati singgasana kaisar yang terpisah dan berkata, “Kaisar, bukankah sang penyihir agung telah memberitahu jika kita tidak perlu untuk berperang dengan dunia lain?”
“Untuk apa mendengarkan perkataan orang tua seperti dia? Matanya sudah buta, jadi bisa saja penglihatan dia salah,” jawab Kaisar Bogat dengan wajah angkuhnya sambil menyangga kepala dengan tangannya.
Anggota fraksi perdamaian yang lain kemudian berkata, “Jika perang terus berlanjut, bukankah negara kita akan kekurangan pasukan, bahkan kehabisan pasukan!?”
“Jika kita kekurangan pasukan, kita dapat menjajah negara di benua tetangga dan memaksa penduduknya menjadi pasukan kita…!” teriak salah satu anggota fraksi militer dan didukung oleh anggota fraksi militer lainnya.
Fraksi militer kebanyakan anggotanya adalah para jendral dan petinggi militer lainnya, serta keluarga bangsawan yang mendukung kekaisaran untuk berperang dengan dunia lain.
Satu lagi, para anggota dari fraksi militer lah yang mengusulkan untuk mengeluarkan Gerbang untuk berperang dengan dunia lain. Setelah itu negara tetangga Kekaisaran Luan mendengar kabar itu dan bergabung untuk berperang dengan pasukan dunia lain.
Maksudnya, Kekaisaran Luan lah yang membuat negara lain untuk bergabung dan berperang dengan dunia lain.
Cukup mudah membuat negara lain untuk berperang dengan dunia lain, yaitu kejayaan dan kebesaran negara masing-masing.
Bisa menguasai sebuah dunia merupakan hal yang sangat diinginkan semua orang bukan?. Namun pasukan gabungan lima negara sepertinya belum mengerti tentang kekuatan militer pasukan dunia lain.
Mereka juga berencana untuk menghapus delapan Gerbang yang muncul di dunia lain dan menyisakan sebuah Gerbang.
__ADS_1
**
Kedua fraksi masih berdebat tentang jalannya perang selanjutnya, hampir ada sebuah kericuhan di ruangan yang sebesar tiga kali lapangan bola voli ini sebelum seseorang yang tiba-tiba datang entah dari mana.
Seketika kedua fraksi kembali duduk di tempat masing-masing dan membiarkan orang itu berbicara.
“Bagaimana cara mengatasi pasukan dunia lain yang semakin kuat? Sedikit demi sedikit pasukan gabungan dikalahkan oleh mereka. Dan anda berniat untuk membiarkan sebuah Gerbang di negara terkuat di dunia itu? Membentuk kekuatan seperti semula akan membutuhkan waktu yang lama,” ucap seorang laki-laki yang terlihat sudah berumur.
Dia kemudian menyambung perkataannya yang belum selesai, “Saya bahkan belum pernah melihat sihir ledakan semacam itu.”
“Karena itu kita harus melawan, dan merebut tongkat yang dapat meledak itu…!” ucap salah satu orang dari fraksi militer.
“Apa gunanya jika bertempur kalau hanya mengandalkan kekuatan saja!?” sambung seseorang dari fraksi perdamaian dan didukung anggota fraksi perdamaian lainnya.
Kaisar Bogat kemudian mengangkat tangan kanannya setingi dada. Itu membuat seluruh orang diruangan ini yang ribut, seketika diam semuanya.
“Aku juga tidak berniat berdiam diri saja, tapi melawan tanpa persiapan yang matang itu hanya membuat pasukan kita terbantai seperti penyerangan pertama waktu itu,” ucap Kaisar Bogat yang membuat senang anggota fraksi militer.
Sementara bagi anggota fraksi perdamaian, itu adalah kekalahan bagi mereka. Kekalahan disini, maksudnya mereka gagal untuk melindungi warga kekaisaran jika gabungan lima negara tetap akan melanjutkan peperangan.
**
Ternyata tidak hanya di Kekaisaran Luan, dimana anggota dewannya terpecah menjadi dua kubu.
Namun bagi pihak yang mendukung peperangan di luar Kekaisaran Luan, tidak perang berarti tidak ada kehormatan bagi negara masing-masing.
Meski terkesan seperti negara yang gila perang, itu memang benar. Bahkan kekuatan militer kelima negara yang berperang dengan dunia lain sangat ditakuti oleh negara-negara di luar Benua Andzrev.
Negara-negara di dunia ini selain kelima negara yang berperang dengan dunia lain memilih untuk tidak terlibat karena ucapan Peramal agung. Mereka juga takut jika pasukan dunia lain akan memenangkan perang dan menguasai dunia ini.
Bagi Kerajaan Arevelk yang dipimpin oleh Ratu Sigiz dan menguasai daratan bagian timur Benua Andzrev, negara ini sangat jarang berperang karena hanya akan berperang jika negara benar-benar terancam.
Sejak Ratu Sigiz menduduki takhta Kerajaan Arevelk, militer negara ini paling kuat di Benua Andzrev. Jika dihitung sejak dia ditunjuk menjadi ratu, Sigiz sudah bertakhta selama 20 tahun.
Hingga sekarang belum ada kandidat yang akan menjadi penerus kerajaan ini, karena Sigiz sendiri yang belum menikah.
Namun entah dia memakai sihir apa, Sigiz hingga usianya yang sudah mencapai 60 tahun masih terlihat seperti masih berusia 20 tahun-an. Bahkan orang-orang yang baru melihat Sigiz pasti akan mengira jika dia masih remaja kamudian bisa melamarnya.
Sepanjang 6 dekade hidupnya, Sigiz sudah menerima lamaran sebanyak 60 kali. Itu artinya satu tahun sekali pasti akan ada orang yang melamar Sigiz dan semua lamaran itu dia tolak dengan berbagai alasan.
__ADS_1
Tidak ada laki-laki yang menarik, semua laki-laki yang melamarnya hanya menginginkan kekuasaan saja, itu adalah alasan yang Sigiz katakan jika ditanya mengapa dia hingga sekarang belum menikah.
Sigiz sekarang sedang menulis sesuatu di perpustakaan Istana Awan, beberapa saat kemudian seorang pelayan masuk.
“Ratu, baginda Hin anda memanggil untuk membicarakan sesuatu,” kata Pelayan itu.
Wajah Sigiz tiba-tiba berubah menjadi masam ketika mendengar jika ayahnya ingin berbicara dengannya.
Didalam hati Sigiz berkata, “Kalau dia sampai bertanya kapan aku menikah, dia akan ku kubur hidup-hidup.”
**
Tanpa mengetuk pintu atau semacam itu, Sigiz membuka pintu kamar ayahnya yang terlihat sedang berbaring.
Laki-laki itu terlihat masih sehat dengan rambut yang sudah berwarna keperakan. Mengingat umurnya sekarang yang sudah 129 tahun, rambut ubanan sudah biasa. Bahkan jenggot dan kumisnya juga sudah berwarna keperakan.
“Ayah, aku datang,” ucap Sigiz sambil sedikit menunduk di hadapan ayahnya yang sedang membaca buku sambil rebahan di kasur.
Hin kemudian menutup bukunya dan menaruh di meja sampingnya.
“Kapan kau-…,” ucapan Hin terpotong oleh anaknya yang mengangkat tangan dengan tanda ingin menyela pembicaraan ini.
“Kalau ayah berbicara kapan aku akan menikah, ayah akan kukubur hidup-hidup,” ucap Sigiz dengan wajah datar yang mengancam.
Hin sudah tahu jika anaknya sangat tidak menyukai kata semacam ‘kapan kau akan menikah?’ atau ‘kapan kau akan memberi ayah mu ini cucu?’.
Mungkin bukan hanya Sigiz saja yang membenci kata itu, seluruh orang di dunia ini dan dunia lain mungkin juga sangat membenci kata itu.
“A-ayah belum selesai berbicara, Sigiz. Dan kenapa ucapanmu begitu kejam?” ucap Hin dengan badan gemetar.
Sigiz merupakan Ratu yang ahli strategi dan salah satu ksatria sihir terkuat Kerajaan Arevelk. Itu sebabnya ayahnya yang hanya seorang ksatria naga takut dengan anaknya sendiri.
“Karena di usiamu sekarang, bukankah kau seharusnya berbau tanah?” ucap Sigiz dengan kasarnya.
“Ja-jadi kau ingin ayahmu ini segera mati?”
Hin terlihat berkaca-kaca, namun Sigiz terlihat tidak memperdulikan itu dan berkata, “Sudahlah, apa yang ingin ayah bicarakan?”
Wajah Hin tiba-tiba menjadi serius dan membuat suasana ruangan ini berubah dingin.
__ADS_1
“Kapan kau pergi ke dunia lain untuk menghentikan mereka agar tidak berperang lagi dengan pasukan dunia lain?” tanya Hin yang juga membuat wajah Sigiz menjadi serius.
“Segera ayah, aku pasti akan menemukan orang yang diramalkan juga,” jawab Sigiz sambil mengeratkan kepalan kedua tangannya.