
11 September 2321, pukul 11.09 WIB/ tahun 1914 kerajaan Arevelk, siang hari.
**
Bogat melemparkan gelas yang terbuat dari logam yang dilapisi dengan perak dan masih berisi anggur ke arah kepala Sheyn yang sedang berlutut di hadapannya.
Benda sekeras gelas perak, jika dilemparkan ke arah kepala tentu saja akan melukai kepala orang yang terkena lemparan, bahkan hingga mengeluarkan darah.
Sheyn juga tidak tahu mengapa ayahnya melakukan hal itu kepadanya, padahal dia hanya melaporkan jika pasukan pengintainya berpapasan dengan pasukan Kerajaan Arevelk saat melakukan pengejaran pasukan penguasa Gerbang.
Dia hanya bisa berkata,”Eh?”. Bahkan bawahannya di Barisan para Mawar lebih terkejut kemudian mengusap darah yang keluar dari dahi Sheyn dengan sapu tangan yang mereka bawa. Anggur yang tumpah juga menambah penderitaan Sheyn, karena alkohol pada anggur menyebabkan lukanya semakin menyakitkan.
“Aku sudah tidak tahu lagi, kau bilang pasukan milikmu menginginkan medan perang. Namun saat bertemu dengan musuh, yang kau lakukan justru melarikan diri,” tidak ada yang tahu mengapa ayah Sheyn bisa berkata seperti itu.
Bahkan Sheyn hanya bisa berlutut sambil mematung dengan badan gemetar.
Padahal dia sendiri yang memerintahkan pasukan Sheyn untuk mengintai Gerbang, namun pasukan mereka bertemu dengan bagian kecil dari pasukan yang menguasai Gerbang, serta bertemu dengan pasukan Kerajaan Arevelk.
Bagaimana statusnya hari ini? bukankah Sheyn berada di pihak yang ingin selamat, dan tidak ingin bawahannya mati sia-sia?
Memang, Sheyn dan sisa pasukannya berhasil melarikan diri dari kedua pasukan itu. Dalam hal itu, Sheyn dan pasukannya seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik. Namun suasana sepi di istana adalah kode jika pasukan Sheyn tidak diterima di istana jika tidak meraih kemenangan.
Dari perkataannya, Bogat menginginkan Sheyn dan pasukannya untuk melakukan pertempuran bunuh diri. Karena tidak mungkin pasukan dengan jumlah 120 prajurit melawan ratusan ribu pasukan kavaleri berat. Dan Sheyn serta bawahannya mengetahui maknanya, namun mereka lebih memilih untuk diam. Sheyn merasakan amarah pada dirinya, dan ingin segera menghajar ayahnya itu.
Tetapi pasukan Kerajaan Arevelk yang telah memasuki wilayah Kekaisaran Luan juga masalah yang lebih besar. Dengan begitu, peperangan bisa saja segera terjadi, dan menjadikan wilayah Kekaisaran medan perang.
‘Apa yang salah?’ ‘Apakah ayah ingin aku segera mati?’ hati Sheyn dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu.
Di balik pintu ruangan singgasana, seorang remaja perempuan dengan usia sekitar 17 tahun mengintip dari pintu yang sedikit terbuka. Dari pakaiannya yang terlihat bagus, dia mungkin berasal dari keluarga Kaisar atau semacamnya.
Dia adalah Kambana, anak ketiga Kaisar yang berarti dia adalah adik dari Sheyn dan kakak keduanya. Kaisar Bogat memiliki tiga orang anak dari seorang istri yang sudah meninggal saat Kambana baru berusia 6 tahun.
Dia melirik dari balik pintu dengan wajah yang geram, tentu saja dia merasa marah terhadap ayahnya atas perlakuannya kepada kakaknya yang sudah bertempur dengan berani. Dia tak henti-hentinya mengatakan sesuatu dengan cepat, dengan makna mengutuk ayahnya.
“Kalau kau ingin mengutuk ayah, lebih baik menguasai sebuah sihir terlebih dahulu,” seorang remaja laki-laki yang mengenakan seragam penyihir militer datang tiba-tiba dan membuat Kambana melompat karena terkejut.
Alis Kambana menurun dengan tajam, karena perkataan kakaknya yang menyinggung sebuah kekurangannya. Kambana tidak memiliki tubuh yang kuat untuk menyimpan energi sihir, begitu pula yang dialami Sheyn. Itulah mengapa Kambana dan Sheyn sama sekali tidak bisa mengeluarkan sihir paling lemah sekalipun. Yang bisa mereka lakukan adalah menguasai ilmu militer dasar. Kambana tidak memilih menjadi kesatria seperti kakaknya, tetapi bercita-cita ingin menciptakan senjata yang membuat para prajurit tidak perlu bertarung secara langsung.
Rantz hanya tersenyum sinis ke arah Kambana, dan membusungkan dadanya dengan angkuh. Dia kemudian membuka memasuki ruang singgasana untuk bertemu dengan ayahnya yang memang memanggilnya untuk suatu hal.
Kambana memilih untuk kembali ke ruangannya, daripada melihat kakaknya kembali dihina oleh ayah dan kakaknya. Dia berjanji di dalam hatinya, jika dia berhasil menciptakan senjata yang dia rancang, Kambana akan membuat Sheyn kesatria terkuat di Kekaisaran.
Bogat tersenyum cerah saat Rantz memenuhi panggilannya, disisi lain Bogat sangat ingin Sheyn segera menyingkir dari hadapannya daripada terus berlutut dengan wajah menyedihkan.
“Apa pasukanmu sudah bersiap?” Sheyn mengangkat kepalanya karena tidak menyangka jika ayahnya akan mengirimkan pasukan elit milik Rantz.
Di dalam hati, Sheyn ingin sekali untuk menentang keputusan ayahnya yang akan mengirmkan pasukan penyihir militer. Memang pasukan penyihir militer Kekaisaran Luan sangat kuat, namun jumlah mereka sedikit, hanya sekitar 4 batalyon.
Sheyn lebih memilih untuk diam, dan ingin memperlihatkan pada adiknya tersebut dua pasukan besar yang diperangi oleh Kekaisaran. Meski dia ingin Rantz tidak terlibat dalam bahaya, namun sifatnya sama seperti Bogat.
__ADS_1
“Tentu saja ayah, aku akan melakukan tugas yang dia tidak bisa lakukan,” Rantz menunjuk Sheyn yang masih berlutut dengan tatapan sinis.
Sheyn menyadari jika makna dari perkataan Rantz untuk merendahkan dirinya.
“Tenang saja, aku akan menggantikanmu untuk menghancurkan pasukan yang menguasai Gerbang dan pasukan Kerajaan Arevelk, kakakku yang buruk rupa…,”
Sheyn mendengus kesal, dan menatap tajam ke arah Rantz yang menatap dan tersenyum sinis padanya. Wajah Rantz memang sangat tampan, karena kedua orang tuanya sebelum memasuki usia tua adalah pria dan wanita yang rupawan.
Namun, sebuah insiden saat latihan tempur membuat wajah Sheyn terluka, dan meninggalkan bekas yang mengerikan. Mata kirinya hampir buta, dan menyebabkan pria-pria yang dulu mengejar cintanya memilih untuk menjauhi Sheyn.
“Kuharap kau pulang dalam keadaan hidup-hidup setelah melawan kedua pasukan itu!”
Perkataan Sheyn hanya dibalas dengan tawa keras Bogat dan Rantz, bahkan prajurit yang menjaga ruang singgasana dapat mendengar tawa keduanya.
Sheyn sudah tidak tahan dengan perlakuan kedua orang itu sejak insiden tersebut. Dia berdiri dan berjalan cepat keluar dari ruang singgasana meninggalkan kedua orang yang terus melontarkan kata-kata hinaan untuknya.
Di dalam hati perempuan seorang Sheyn, dia sangat menginginkan seorang pria yang bersedia menerimanya dan membelanya di situasi seperti ini.
**
Ada banyak siaran di TV yang menggunakan pengiriman pasukan penjelajah sebagai topik utama berita.
Namun pasukan yang berada di luar tanah air tidak peduli dengan berita tersebut, selama berita itu tidak menyiarkan kabar burung tentang mereka.
Pembangunan barak dan bangunan-bangunan lainnya yang berfungsi memudahkan pekerjaan pasukan di dunia ini mulai dibangun. Dengan bantuan kuli yang hanya dengan sebungkus rokok bisa menyelesaikan proyek yang ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan.
Namun, jika pembangunan mengalami masalah, seperti anggaran yang dikorupsi, pembangunan akan mengalami sedikit hambatan. Karena para kuli kekurangan asupan rokok dan gorengan karena anggaran uang makan mereka dikorupsi oleh orang-orang yang menyebut kelompok mereka sebagai ‘wakil rakyat’.
Beberapa bangunan, seperti markas komando dan tempat tinggal para perwira yang dikirimkan ke dunia lain telah selesai di bangun. Hanya barak prajurit dan landasan pacu pesawat dan helikopter yang belum selesai dibangun.
Sucipto sedang mengerjakan laporan di tempat kerjanya, ditemani secangkir kopi hitam dan siaran radio mengenai pembangunan ulang di Indonesia. Dia mengangkat kepalanya saat mendengar suara ketukan pintu yang terus terulang beberapa kali.
Sucipto memerintahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk kedalam ruangannya. Dia adalah prajurit berpangkat Pembantu Letnan Satu, Gio adalah namanya. Dia di tempatkan pada sebuah posisi di markas komando, tugasnya ialah membantu beberapa pekerjaan Komandan tertinggi pasukan ini, kata mudahnya Gio menempati posisi sebagai seorang ajudan.
“Jendral, saya menerima surat dari perusahaan saluran TV,” Sucipto hanya mendengus kesal karena kembali mendapatkan surat yang isinya pasti akan sama seperti surat yang dia terima sebelumnya.
Karena para pemilik perusaah saluran TV pasti ingin mengirimkan sekelompok orang untuk meliput kehidupan di dunia lain. Namun, pasti ada hal lain dari pengiriman para pencari berita tersebut.
Karena banyak masyarakat yang sudah ingin melihat kehidupan di dunia lain, mereka terus mendesak militer untuk membuka Gerbang agar bisa dimasuki oleh para wartawan.
Padahal, TNI sendiri belum melakukan penjelajahan lebih luas terhadap dunia ini, waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu pasti akan sangat lama.
“Bagaimana Jendral? Apa perlu saya untuk membuang surat ini lagi?” Sucipto langsung menjawab pertanyaa Gio dengan anggukan.
Dia sudah sangat geram dengan para pemilik perusaah saluran TV, bahkan ingin segera bebas dari pihak yang ingin memasuki Gerbang.
“Peltu Gio, apa kamu sudah mendapatkan kabar dari seluruh Regu penjelajah?” Gio mengambil berkas dari meja kerjanya, berkas tersebut berisi daftar laporan dari para komandan Regu penjelajah.
“Seluruh Regu sudah melaporkan lokasi terkini mereka, hanya Regu 1 yang belum melaporkan hal tersebut,”
__ADS_1
“Apa mereka berada di luar jangkauan sinyal radio?” itu adalah permasalahan yang wajar, karena menara pemancar sinyal radio belum terpasang merata di tempat ini.
Satelit belum diluncurkan di dunia ini, itulah mengapa alat pelacak dan GPS belum berfungsi di tempat ini.
Jadi itulah kemungkinan terbesar mengapa Regu 1 belum melaporkan lokasi terkini mereka. Jika ada kemungkinan buruk, Sucipto hanya terpikirkan jika mereka terjebak dalam pertempuran. Mengingat status Indonesia saat ini masih belum mencabut status ‘sedang berperang’ melawan pasukan yang berperang dengan Indonesia.
Meski seluruh Regu penjelajah tidak diwajibkan untuk melaporkan setiap lokasi terkini mereka, namun tanpa diduga hal itu sangatlah penting bagi status mereka. Status yang dimaksud adalah, personel Regu tersebut masih hidup atau sebaliknya. Jika dalam satu minggu sebuah Regu penjelajah tidak melaporkan apapun, markas pusat akan mengirimkan pasukan untuk mencari mereka.
Walau ada kemungkinan yang ‘mengerikan’ bagi para Regu penjelajah, misalnya pertempuran yang tak terduga, itu adalah hal yang mungkin bisa terjadi. Pasukan seharusnya sudah bersiap untuk kemungkinan semacam itu. Karena dunia di balik Gerbang adalah tempat yang bisa saja jauh lebih berbahaya dari dunia asal.
Sangat sulit untuk mendeteksi keberadaan masing-masing Regu penjelajah, namun jika mengingat pengalaman mereka dalam bertempur melawan pasukan dunia lain, mungkin hal mengerikan seperti itu dapat diatasi. Meski mereka harus melawan dengan susah payah, dan memakan korban di pihak kawan.
Namun, bukan berarti TNI akan melepaskan begitu saja pasukan mereka. Karena nyawa setiap prajurit sangatlah berharga.
Apalagi terdapat prajurit dari Kesatuan Tentara Pelajar, mereka pasti memiliki cita-cita yang harus diwujudkan di masa depan setelah perang ini berakhir.
**
Suasana pagi hari yang sangat cerah di jalanan tanah memang sangat menenagkan hati. Beberapa kali personel melihat hewan-hewan pemakan tumbuhan di pinggir jalan, itu membuat beberapa prajurit mengeluarkan kamera dan memoteret hewan-hewan dunia ini.
Nio tidak berpikir jika hal itu akan merugikan, justru dia bisa meminta foto yang di potret para anggotanya untuk laporan yang akan dia tulis nanti.
Dia kemudian meletakkan alat komunikasi radio setelah melaporkan lokasinya saat ini.
Nio masih memiliki sebuah masalah yang jauh lebih penting untuk diatasi.
“Anu, apakah anda bisa duduk di belakang saja?” Nio mencoba untuk menggeser bokongnya agar tidak terlalu bersentuhan dengan Sigiz.
Lagipula, tempat duduk memang hanya terpasang dua saja, namun itu cukup untuk membuat 2 orang duduk di kursi tersebut. Sementara tempat duduk di belakang memanjang dan menghadap ke tengah.
Sigiz hanya menggeleng kemudian berkata, “Saya tidak bisa duduk bersama orang yang tidak saya kenal. Lagipula, hanya anda orang yang paling saya kenal.”
Sudut mata Nio berkedut, dia harus bisa menahan kesabarannya meski kesabarannya telah berada di ujung ubun-ubun. Dia juga harus berkali-kali menelan ludah karena duduk bersebelahan dengan seorang perempuan cantik. Nio menilai jika umur Sigiz tidak terlalu jauh dari kakaknya, atau malah seumuran dengan Arunika. Dia tidak pernah meleset soal menebak umur seseorang selama ini, bisa dibilanh ini adalah salah satu kemampuan khusus milik Nio.
Sementara di sisi Sigiz, dia hanya bisa merasa gugup setelah berhasil mendapatkan tempat duduk di dekat Nio. Meski harus bersiteru dengan Nio tentang tempat duduk, dia akhirnya bisa meyakinkan Nio agar bisa berbagi tempat duduk dengannya. Selain merasa nyaman karena duduk di sebelah Nio, suspensi dan kursi yang nyaman sangat jauh dari kereta kuda yang membuat guncangan keras.
Seorang anggota Regu yang berasal dari Kesatuan Tentara Pelajar hanya tersenyum kecut kearah Sigiz yang bisa duduk berdekatan dengan Nio. Sersan Dua Dinda mengalihkan perhatiannya dengan membaca buku kamus agar semakin fasih menggunakan bahasa dunia ini.
“Komandan, kenapa kita tidak meminta kendaraan tambahan saja? Bukankah itu bisa menambah orang yang menemani Ratu?”
Dengan kemampuan transportasi yang dimiliki TNI, soal mengirimkan kendaraan tambahan bisa dilakukan dengan helikopter pengangkut.
Namun, Dinda pasti memiliki hal lain dari menanyakan hal itu pada Nio. pertanyaannya membuat Nio harus memutar otak untuk menemukan kata-kata yang pas.
“Secara umum, kita sekarang sedang berada di wilayah musuh. Mereka bahkan tidak mengabaikan kita karena berjumlah sedikit, mereka pasti akan langsung bergerak saat melihat pasukan kita bergerak dengan jumlah yang lebih besar. Keberadaan Ratu mungkin tidak disengaja, namun yang mereka perangi adalah negeri yang dia pimpin dan kita. Kita tidak bisa melibatkan dia di masalah yang kita miliki. Memikirkan pertanyaanmu saja sudah membuat kepalaku sakit.”
Dinda hanya tersenyum kecut setelah mendengar jawaban Nio atas pertanyaannya.
Sementara anggota yang satu kendaraan dengan Nio tidak menyangka jika dia akan berpikir sejauh itu demi keamanan mereka.
__ADS_1