
25 Agustus 2321, pukul 05.12 WIB/ tahun 1914 Kerajaan Luan, terbit fajar.
**
Ribuan prajurit TNI melihat matahari terbit dunia lain untuk pertama kalinya, bahkan pemandangan ini tak kalah bagusnya dengan matahari terbit dari balik Gunung Lawu. Meski pemandangan ini terlihat menenangkan, tetapi pertempuran masih belum berakhir.
Tembakan yang berasal dari meriam railgun tank-tank tempur utama ternyata memberikan dampak yang sangat besar, dimana hanya dengan satu tembakan peluru, 100 prajurit kavaleri berat musuh dihabisi dan hanya menyisakan potongan-potongan zirah besi dan daging kuda serta manusia.
Cahaya yang membentuk jalur berwarna kuning memang terlihat indah bagi pasukan TNI, namun bagi Komandan musuh, mereka akan kehilangan ribuan prajuritnya karena lesatan cahaya itu. Meski pasukan ini telah mengenakan zirah besi terkuat, namun peluru 7,62mm berputar cepat dari laras senapan serbu dan melesat menembus pakaian pelindung pasukan gabungan lima negara.
Artileri anti-personel gerak sendiri masih menembakkan artileri ke arah pasukan monster yang tersisa. Sedangkan operator artileri anti-persawat tak segan-segan untuk menembak jatuh pasukan penunggang naga yang mengeluarkan serangan berupa semburan api dan tombak panjang milik pawang. Menembak jatuh kadal-kadal terbang tersebut jauh lebih mudah daripada menembak jet tempur yang terbang dengan kecepatan suara. Saat pertempuran di Kota Karanganyar ada pawang yang menunggangi wyvern dan naga, tapi lebih kecil dari yang dihadapi sekarang. Sehingga membunuh mereka dengan roket bisa dibilang sangat berlebihan.
Jika di cerita-cerita, kulit naga terasa sangat kuat seperti baja, namun amunisi 20mm yang dikeluarkan dengan kecepatan tinggi dari artileri anti-pesawat mampu menembus tubuh mereka yang dilindungi sisik keras.
Pasukan kavaleri berat musuh sebagian besar telah dikalahkan, sebagian lagi bisa saja melarikan diri dari medan perang. Alasan musuh dapat dikalahkan dengan cepat adalah, karena pasukan TNI berada jauh didepan mereka, seperti tidak terlihat. Artileri musuh tidak dapat menjangkau ke tempat pasukan TNI berada, bahkan batu-batu yang ditembakkan dari ketapel raksasa hanya akan membunuh rekan mereka sendiri.
Meski artileri yang berupa tombak raksasa ditembakkan dari balista dengan kecepatan tinggi, dan dapat menjangkau barisan tank-tank tempur utama, serangan itu bahkan tidak dapat menembus lapisan kuat baja tank, justru hanya terpental dan meninggalkan bekas goresan pada tank.
Bahkan prajurit yang berada di dalam tank bisa tertawa saat tank yang melindungi mereka terkena serangan dari tombak raksasa. Operator senjata pada tank-tank tempur utama menyiapkan tembakan selanjutnya, ini adalah serangan balasan bagi pasukan yang melepaskan serangan kepada mereka. Puluhan artileri melesat dengan sangat cepat dari meriam railgun tank tempur utama, dan menembus semua yang menghalangi laju peluru.
Jarak penembakan ditentukan oleh pengalaman pasukan itu sendiri. Dengan kata lain, pasukan gabungan lima negara harus dapat memperkirakan jarak tembak efektif untuk pemanah, balista dan ketapel raksasa. Jika tidak, serangan artileri mereka tidak akan mencapai pasukan TNI berada.
Jarak efektif tembak senapan serbu para prajurit mencapai 600 meter, dalam jarak yang lebih pendek peluru dapat menembus zirah besi pasukan kavaleri musuh.
Pasukan monster bukan masalah, karena mereka tidak menggunakan pelindung sejenis zirah besi. Sehingga artileri anti-personel dapat menghancurkan tubuh besar mereka. Karena pasukan gabungan lima negara meyakini jika para goblin yang bisa bergerak cepat dan dikumpulkan dalam jumlah besar, dengan senjata belati bisa membunuh pasukan TNI. Namun para makhluk kerdil berwarna hijau tersebut, tetap saja bukan tandingan para prajurit amatir TNI.
Meski pasukan monster dengan ukuran raksasa bisa mengguncang tanah dengan langkah mereka, dan memiliki kekuatan setara 5 orang prajurit reguler, namun mereka bukan tandingan senapan mesin ringan 12,7mm yang menembus tubuh monster berkepala banteng itu.
Meskipun pasukan monster bisa bertempur dengan buas di antara pasukan manusia gabungan lima negara, namun kini mereka berlari tak beraturan, seperti ayam yang akan ditangkap.
Jumlah pasukan gabungan lima negara pada pertempuran ini berjumlah 100.000 prajurit, belum termasuk pasukan monster yang berjumlah 20.000 monster. Sedangkan pasukan TNI yang mereka hadapi berjumlah 10.000 pasukan, dengan ratusan peralatan tempur yang sangat brutal.
Meski ada ungkapan ‘jumlah adalah segalanya dalam pertempuran’, itu tidak berlaku pada perang yang saat ini sedang berlangsung.
Musuh dengan jumlah 10.000 itu seharusnya dapat dengan mudah dikalahkan oleh pasukan dengan jumlah 120.000 tersebut. Dengan jumlah sebesar itu, jika mereka tidak berperang dengan TNI, maka mereka bisa menguasai sebuah negara. Karena pasukan ini dikirim untuk merebut kembali Gerbang yang dikuasai TNI, jadi tidak dibenarkan jika pasukan sebesar itu digunakan sebagai pasukan penaklukan.
Medan tempur tidak ada pohon yang menghalangi, tidak ada sungai yang menghambat laju pasukan. Tempat ini hanyalah hamparan padang rumput yang luas dan tidak subur, mereka menyebutnya dengan ‘Tanah Suci’.
Artileri yang ditembakkan dari peralatan tempur sering meleset dan tidak mengenai pasukan, justru mengenai perkemahan yang berdiri di belakang pasukan utama, terdapat puluhan ribu pasukan cadangan dan ribuan ekor kuda disana.
Taktik pertempuran terbuka yang pasukan gabungan lima negara gunakan, hanya membuat pasukan mereka terbunuh dengan brutal oleh senjata TNI. Itu sebabnya, mereka sendiri tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada pasukan.
Pasukan itu mati seketika dengan suara ledakan yang terus menerus terdengar. Yang menimpa mereka adalah artileri dari TNI.
Latihan menembak adalah latihan sehari-hari pasukan TNI, itulah mengapa TNI terkenal dengan keterampilan menembak mereka, bahkan prajurit amatir sekalipun.
Pasukan TNI terus menghujani pasukan dengan jumlah ratusan ribu itu dengan peluru, dan mortir yang secara bersamaan meledak dengan sangat besar.
“Jangan sekali-kali memasuki zona tembak kami…!!!” Nio berteriak seperti itu saat persediaan amunisinya sudah menipis.
“Peltu Nio, kau sudah terlalu banyak mengikuti pertempuran. Sekarang ijinkan kami mengambil giliran untuk bersemangat…!!!” ucap salah satu prajurit berpangkat Kopral Satu yang berada di sampingnya.
__ADS_1
Dengan bersemangat Nio berteriak, “Ijin diberikan…!!!”
Pasukan yang berada di dekat Regu pimpinan Nio terlihat ‘terpesona untuk sesaat’.
**
Langit pagi yang cerah bersinar di tanah yang dipenuhi mayat manusia, kuda dan monster dan menutupi ‘Tanah Suci’ dunia ini.
Bahkan ditemukan juga naga dan kadal terbang yang lebih kecil dengan kondisi rusak berat akibat peluru 20mm senjata artileri anti-pesawat. Pawang mereka terlihat dengan keadaan jauh lebih mengerikan.
Jadi mulai sekarang, tidak ada lagi ungkapan ‘kulit naga yang keras mustahil untuk ditembus’. Karena pasukan TNI telah mematahkan legenda itu.
Asap hitam masih mengepul, Nio dan beberapa prajurit berjalan di bekas medan perang untuk menemukan korban selamat di pihak musuh. Selama pengamatan, Nio hanya melihat mayat dengan tubuh berlubang, kepala hancur, dan bagian tubuh yang saling terpisah.
“Mungkin tidak ada korban selamat,” gumam Nio sambil mengambil sebuah pedang yang tergeletak.
Jumlah mayat di tempat ini ada ratusan ribu, jika digabungkan dengan musuh yang menyerang Karanganyar, itu bisa untuk mengisi sebuah kota jika korban-korban itu masih hidup. Jumlah tersebut belum termasuk makhluk fantasi lainnya.
Jika menggunakan akal sehat, sebuah negara yang kehilangan sangat banyak prajurit akan mengalami tekanan yang sangat berat. Namun kali ini, yang menjadi musuh TNI adalah negara-negara di benua ini, kecuali sebuah negara.
Diantara ribuan mayat yang menutupi Tanah Suci ini, terdapat beberapa seperti anak-anak. Namun mereka tidak benar-benar anak-anak, karena mereka terlihat memilki semacam kumis dan jenggot tebal. Atau mungkin mereka adalah suku tertentu yang memiliki karakteristik seperti itu?
Belum tentu anak-anak akan dikirimkan ke medan perang yang brutal, kecuali jika negara yang mengirim mereka sudah benar-benar putus asa.
Setelah kehilangan sangat banyak prajurit, apa yang akan dilakukan musuh selanjutnya?
**
Istana Kekaisaran Luan sangat banyak orang yang mendatangi tempat ini setiap harinya, tentunya mereka akan menanyakan perkembangan perang yang masih berlangsung.
Tanah Suci berada di Kekaisaran Luan, jadi beberapa perwakilan negara yang berada di Benua Andzrev akan menghadiri pertemuan.
Sekarang, pasukan gabungan lima negara bisa dikatakan hampir hancur. Karena para Jendral dan bangsawan yang mengikuti pertempuran adalah bagian dari pasukan yang menyerang dunia lain, ada sejumlah korban tewas dan menjadi tawanan disana.
Bahkan setelah pertempuran terakhir, lebih banyak bangsawan yang harus menghabiskan hari untuk bergegas menghadiri pemakaman bangsawan yang lain.
Jarak ibukota Kekaisaran Luan ke Gerbang sangat jauh, 7 hari jika berkendara menggunakan kuda.
Wilayah Kekaisaran Luan yang luas, akan mereka gunakan sebagai ‘benteng’. Jika musuh mereka mulai mengirimkan pasukan, semua kota dan lahan pertanian akan dibakar dan sumber air akan diberi racun. Dengan berkurangnya pasokan logistik, pasukan musuh pasti akan mulai lemah.
Buat musuh maju ke dalam wilayah ini dan serang mereka saat mereka lemah. Itu adalah taktik yang mudah dimengerti dan efektif.
Ruangan pertemuan sangat hening, karena fraksi perdamaian yang berhasil memojokkan fraksi militer yang mengalami kekalahan besar. Fraksi militer juga sedang sangat ketakutan dengan pasukan yang mereka lawan di Tanah Suci.
Musuh membuat pasukan menjerit, bahkan tanpa menyentuh mereka. Musuh di Tanah Suci adalah pasukan yang sangat kuat, dengan senjata yang memiliki kekuatan seperti dewa. Pasukan terkuat-pun bahkan dibuat berlari terkencing-kencing oleh suara ledakan yang menyebabkan tubuh hancur.
Tidak ada seorangpun dari fraksi militer yang menyangka hal itu. Kondisi militer pasukan gabungan lima negara benar-benar hampir hancur.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, suara perempuan yang terdengar lembut menghancurkan lamunan semua orang di tempat ini.
“Ayah!” semua orang telah terbiasa dengan sifat Sheyn yang seperti tidak memiliki sopan-santun.
__ADS_1
Wajahnya sebenarnya cantik dengan kulit putih dan rambut hitam, jika tidak ada bekas luka di wajahnya, dan membuat mata kirinya hampir buta.
Dia berhasil selamat dari kematian, karena pasukannya tidak jadi untuk memasuki Gerbang setelah pasukan pertama yang hampir dibantai seluruhnya.
“Bagaimana? Apa pasukanmu telah siap?”
“Kekaisaran sedang dalam keadaan genting, bagaimana bisa ayah mengirimkan pasukan lagi!?”
“Musuh lebih kuat dari raja naga api…!!!” Sheyn melanjutkan perkataannya dengan nada yang lebih serius.
Bangsawan dari fraksi perdamaian menyetujui perkataan Sheyn, sementara bangsawan fraksi militer hanya diam dan menekuk wajah karena malu.
Jika Sheyn dapat bicara seperti itu, dapat dipastikan jika hewan tersebut sangat kuat. Menurut legenda, raja naga api adalah salah satu dari empat raja naga. Satu raja naga dapat menghancurkan sebuah kota dalam beberapa hari saja.
Berita semacam ini, jika di Indonesia pasti sudah menjadi berita utama dari koran dan media komunikasi lainnya. Tetapi di dunia ini, pergerakan pasukan tidak dapat diketahui. Bahkan jika mereka kalah perang, maka mereka hanya akan menganti penguasa dengan yang lain. Lagipula, hal itu tidak akan mengganggu kehidupan mereka.
Konflik semacam invasi adalah hal yang wajar di dunia ini. Terkadang satu pihak berperang dengan pihak yang memiliki sumber daya yang kaya, dan berusaha untuk menguasai wilayah tersebut. Karena penguasa sering berubah, rakyat bisa memilih untuk setia pada negara atau tidak.
Kembali ke Sheyn yang masih terlihat kesal tentang perintah ayahnya untuk mengirimkan pasukan ke Tanah Suci.
Anak pertama Kaisar, Sheyn hanya diam berdiri didepan ayahnya sambil mencoba tersenyum saat ayahnya mencoba untuk mempertimbangkan pengiriman pasukan ke Tanah Suci. Tetapi senyuman yang indah itu harus tertutupi oleh sebuah kekurangan yang Sheyn miliki. Sebelum dia memiliki bekas luka di wajahnya, banyak sekali anak laki-laki penguasa yang ingin menjadi istrinya. Namun, kini Sheyn hanya dianggap sebagai kesatria dan penerus takhta kerajaan saja. Bahkan pria yang berada didekat Sheyn pasti akan merinding, karena belum pernah melihat perempuan yang memiliki bekas luka seperti itu.
“Musuh yang hanya bersembunyi di lubang dan membangun benteng dan berlindung disitu. Musuh yang seperti itu sama sekali bukan ancaman bagi kita,” setelah mendengar perkataan Bogat, mata Sheyn dan bangsawan anggota fraksi perdamaian tentu saja melebar karena terkejut.
“Aku bukan anak kecil lagi, aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kita melanjutkan peperangan ini!”
“Jadi kau ingin menulis sejarah palsu seperti itu?” tidak ada yang berani menjawab perkataan Bogat.
Tetapi Sheyn berkata dengan tidak pikir panjang, “Bukankah kau sendiri tahu jika Tanah Suci masih dibawah kuasa musuh? Musuh berhasil memenangkan pertempuran ini dan membuat tanah disana ditutupi oleh mayat.”
“Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?” Sheyn terlalu bodoh ketika baru teringat jika ayahnya terlalu sering memberikan masalahnya kepada orang lain.
Sheyn mendecakan lidah karena kesal mendengar perkataan Bogat, karena perkataan Bogat merupakan kode bagi bangsawan fraksi militer untuk menyiapkan pasukan lagi.
Sheyn berdiri karena terlalu kesal kemudian berkata, “Menurutmu, berapa lama lagi musuh akan diam kemudian menyerang kita lagi?”
Seorang dari fraksi militer kemudian berdiri dan berkata, “Yang mulia, saya sadar akan hal itu. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah merekrut, melatih dan membangun kembali pasukan. Bahkan negara-negara tetangga telah kehilangan pasukan mereka.”
Mendengar perkataan salah satu Jendral militer Kekaisaran Luan, Sheyn terlanjur heran dan berkata, “Mustahil, sangat mustahil untuk bertahan melawan pasukan musuh jika menunggu waktu selama itu!”
Bogat sadar jika Sheyn bisa saja memicu pertengkaran disini, dia kemudian mengangkat tangannya untuk menghentikan pertengkaran mereka berdua.
“Informasi tentang musuh yang kita punya sangat sedikit. Mengapa kau tidak memimpin sebagian kecil pasukanmu untuk memantaunya?” tentu saja Sheyn terkejut dengan pernyataan ayahnya.
“Saya?” Bogat kemudian mengangguk perlahan dan berkata, “Ya, kami masih membangun kembali pasukan, jadi kami kekurangan pengintai.”
Tanah Suci sekarang adalah garis depan yang berbahaya, tempat ratusan ribu prajurit tewas. Dan setelah itu, dia dan Barisan para Mawar harus bergegas ke sana. Meskipun dia bengga karena ditugaskan misi, isi dari misi ini tidak memuaskan. Juga, Sheyn belum pernah mengalami pertempuran langsung. Misi yang berbahaya ini harus dia dan pasukannya selesaikan. Tetapi tatapan Bogat pada Sheyn memiliki makna ‘kalau kau tidak mampu, maka diam saja!’
“Apa bisa?”
“Aku menerimanya,” Sheny menjawab dengan mengangkat kepalanya dengan tatapan penuh tekad.
__ADS_1
Setelah itu, Sheyn berbalik dan keluar dari tempat pertemuan untuk menyiapkan pasukannya.
Dia tidak tahu, apakah dia akan bertempur dengan musuh atau keberuntungan memihak padanya karena tidak bertemu dengan musuh.