
Nio: “Fungsi dan tugas prajurit tidak hanya dapat diperintahkan untuk bertarung. Ya… mereka bisa bertugas menangani seseorang yang dengan berani menghina pemimpin mereka di depannya… dengan berbagai cara. Jadi, yang kulakukan terhadap Pahlawan Amarah adalah hal yang benar.“
Olog: “Tapi, Nio, kau adalah protagonis utama di ceritaku, kau tidak bisa menghajar seorang tawanan sampai hampir sekarat begitu saja. Apalagi kau melakukannya dengan kejam di depan Presiden secara langsung.”
Nio: “Apa yang kau bicarakan? Dia jelas-jelas adalah pengkhianat, tapi dengan berani mengucapkan hal seperti itu di depan Presiden. Omong-omong, kenapa waktu itu Presiden tidak kembali saja?”
Olog: “Itu memang benar, sih. Tapi kau juga pernah bertarung dengan empat puluh orang tawanan, sampai sepuluh diantaranya patah tulang dan sisanya menderita serangan mental yang parah. Lalu, Presiden Suroso masih di dunia lain karena ingin melihat musuh yang berani menyerang Kota Iztok secara mendadak.”
Nio: “Lalu, kenapa kau menciptakanku dengan sifat seperti itu?”
Olog: “Ah... (terdiam). Bukannya bagus aku membuatmu sebagai karakter kuat, tampan dan berani, dan dikelilingi banyak perempuan? (sebenarnya aku juga pengen).”
Nio: “Oh… (terdiam). Terimakasih sudah membuatku dikelilingi banyak perempuan. Tapi apa tujuanmu merancangku sebagai tokoh seperti itu?”
Olog: “Hohohohoh, tentu saja itu adalah hal yang sangat penting lagi rahasia, wahai anak muda (sambil menirukan gerakan Papa Zola saat mengatakan kalimat itu).”
Nio: “Apa kau akan membuatku memiliki banyak istri di masa depan? (berkata dengan wajah berbinar-binar).”
Olog: “Nih anak yakin bener bakal punya banyak bini di masa depan, padahal kan yang nentuin gue (berkata di dalam hati dengan nada kesal setelah melihat wajah cerah Nio). Tentu saja itu rahasia, lagian aku juga belum memutuskan di masa depan bakal ada apa aja.”
Nio: “Ayolah, seneng banget sih buat aku menderita (wajah mengeluhnya sangat mengerikan gan).”
Olog: “Penderitaan para tokoh adalah kesenangan bagiku (wajahnya menyeringai kejam bos…!)”
Nio: “Anjir, punya pencipta gini amat sih! (mau mukul si penciptanya, tapi sayangnya dia kagak nyata).”
Olog: “Bodo amat, salahin dunia lain aja kenapa ada beberapa bangsa dunia lain perang ama Indonesia.”
Nio: “Lah, yang nyiptain cerita ini kan elu, jadi yang pantes disalahin penyebab gue menderita ya elu lah!”
Olog: “Pencipta adalah dewa, jadi Anda tidak berhak mengatur saya untuk merubah jalan cerita (ngaku dewa, tapi wajahnya kek iblis).”
Nio: “Yaudah, nikahin gue ama Arunika.”
Olog: “Kagak. Paling-paling doi lu tinggal lama lagi.”
Nio: “Ya… itu kan resiko jadi prajurit, bang. Kalo sama Ratu Sigiz?”
__ADS_1
Olog: “Kagak. Dia terlalu sempurna buat elu, mending doi buat gue.”
Nio: “Iya sih, menurut gue juga gitu. Kalo Ratu Sheyn?”
Olog: “Kagak. Gue suka bekas luka di wajahnya (sambil masang wajah ***** bos!).”
Nio: “Edan! Gimana kalo nikahin gue ama Nike?”
Olog: “Ditolak. Doi tipe gue banget. Tapi kalo emang pengen nikah ma dia, lawan gue dulu lah.”
Nio: “Ditolak. Gue udah positif kalah lah, tolol! Ya udah, nikahin gue ama Lisa.”
Olog: “Kagak. Gue takut lu bakal patah hati.”
Nio: “Entah kenapa firasatku buruk mendengar kata-kata mu mengenai Lisa, Penciptaku. Kalo gitu, nikahin gue sama Hevaz.”
Olog: “Dia utusan dewa, emang lu pantes ama orang yang jauh lebih kuat dari seluruh kekuatan TNI?”
Nio: “Eh, jadi dia sekuat itu? Untung aja dia berpihak ama Pasukan Perdamaian. Mending nikahin gue ma Edera, doi pantes buat gue kan? (wajahnya memperlihatkan harapan yang sangat besar)”
Nio: “Lah, kok bisa gitu?!”
Olog: “Karena gue pencipta elu, jadi suka-suka gue lah (sambil membuat wajah sombong tingkat setan).”
Nio: “Kalo ama Lux. Bentar, kenapa gue ngerasa namanya kagak asing?”
Olog: “Mending elu kagak nanya kenapa gue kasih nama doi ‘Lux’. Kalo elu nikah ama Lux, elu kagak bakal kuat melayani doi.”
Nio: “Bajingan! Ya udah, gimana kalo gue ama Zariv?!”
Olog: “Hmmmm… kalian memang cocok sih…”
Nio: “Beneran? (wajahnya terlalu cerah, seperti sudah menemukan harapan yang telah lama terkubur).”
Olog: “… Tapi gue takut elu bakal patah hati juga.”
Nio: ******... !!! Kenapa gue punya pencipta kagak jelas kek gini…!!!!!”
__ADS_1
**
Dan untuk semua pembaca setia yang menantikan kelanjutan episode kemarin, aku minta maaf karena membuat episode spesial untuk sekarang.
Sebelum aku menyapa para pembaca yang setia, aku, olog, menyatakan:
Tidak peduli apakah platfrom ini bermasalah atau hal apapun yang membuat platfrom ini terlihat buruk, aku hanya ingin mengeluarkan apa yang ada di imajinasi meski jumlah pembaca hanya sedikit! Aku senang bisa menghibur kalian, tahu! Aku rela sakit punggung demi menghibur kalian. Jadi, kalian bisa menulis kritik dan saran di kolom komentar atau hubungi secara pribadi saja bagi yang sudah mengikuti ku.
Memang, aku tidak tahu dimana letak masalah platfrom ini, dan itu tidak mempengaruhiku untuk melanjutkan cerita Prajurit SMA ini. Dan untuk pembaca yang mempermasalahkan judul cerita, aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menemukan judul yang cocok. Bagiku, keberadaan Tentara Pelajar yang oleh rakyat lebih sering disebut dengan Prajurit SMA sudah tepat untuk menjadi judul cerita ini.
Sayangnya, aku merancang cerita ini dengan banyak tokoh antagonis yang membuat banyak kerusakan, penderitaan, rasa sakit, dan kebencian terhadap orang-orang yang terdampak perilaku mereka, para pahlawan. Contoh kecil sudah terpampang ketika Pahlawan Amarah melecehkan gadis ras Demihuman. Selain itu, dia juga dengan senang hati menyerang suku-suku ras Demihuman dan manusia setengah monster yang tinggal di wilayah Kekaisaran Luan, lalu membuat gadis-gadis tercantik dari setiap suku untuk ditiduri secara paksa.
Menurut Rio, ini adalah keuntungan baginya, karena dia tidak perlu mematuhi Hukum Perang Internasional – yang masih banyak dilanggar oleh beberapa negara. Dari cara pandang Rio, dia beranggapan membunuh warga sipil adalah cara untuk mencegah adanya kombatan atau orang yang memendam rasa balas dendam lalu melakukan perlawanan yang membahayakan. Selain itu, ada beberapa poin pada Hukum Perang Internasional yang Rio anggap tidak menguntungkan.
Contoh lain yakni ketika dua unit Peleton Khusus Aliansi yang dipimpin langsung oleh Rio menyerang secara mendadak ibukota Kerajaan Arevelk dan membunuh banyak warga sipil. Untungnya mereka tidak tahu kalau di kota yang menjadi sasaran mereka ada pasukan ‘dunia lain’, dan melawan mereka tanpa ampun. Akhirnya, dari sembilan puluh prajurit yang dibawa, hanya sembilan yang masih hidup termasuk komandan mereka.
Faktanya, penyebab aku membuat episode ini adalah rasa frustasiku karena belum menemukan bahan untuk episode selanjutnya. Sebenarnya, aku sudah membuat beberapa rangkuman untuk episode selanjutnya, namun aku masih merasa jika rangkuman itu belum cukup untuk membuat cerita lebih lengkap.
Selain itu, pada awalnya aku ingin membuat tokoh utama cerita ini mirip dengan MC pada anime Gate: Begitulah cara JSDF bertarung di sini! Sayangnya, yang kuceritakan disini adalah TNI! Kalau ada prajurit yang memiliki sifat pemalas seperti itu pasti akan langsung ditindak dengan kejam, walaupun dia seorang personel pasukan khusus. Jadi aku membuat tokoh yang wajar-wajar saja, namun tetap mempertahankan unsur watak remaja pada tokoh-tokoh Tentara Pelajar-ku.
Jika pembaca sekalian menyukai cerita dimana si tokoh utama sangat kuat seperti cerita kulitavtor atau sistem, ya Nio mungkin kuat ‘hanya’ karena dia berasal dari dunia modern yang memiliki teknologi melampaui dunia lain, tanpa memiliki kekuatan kultivator atau sistem – dimana aku tidak tahu apa arti keduanya. Dia juga hanya mengandalkan kekuatan fisik dan senjata untuk bertarung, tanpa adanya kedua kekuatan seperti yang telah disebutkan di atas.
Dan itu mungkin yang membuat cerita ini tidak begitu diminati, tapi aku senang jika ada satu atau dua pembaca yang sering menulis komentar di ceritaku dan terlihat menikmati cerita ini pada komentar-komentarnya.
Lalu, bagi kawan-kawan yang memiliki rekomendasi dalam bentuk apapun itu yang bisa dijadikan bahan untuk cerita ini, silahkan tuliskan pada komentar. Semua komentar mengenai hal itu akan kutampung.
Kemudian, kata kuci untuk episode selanjutnya: enak-enak.
Dengan sepenuh hati, aku ucapkan terimakasih.
Salam dari penulis tukang halu, olog.
**
(ilisutrasi Tanah Suci dan pembagian-pembagiannya, sumber gambar milik pribadi)
__ADS_1