Prajurit SMA

Prajurit SMA
97. Anak yang menarik


__ADS_3

24 Oktober 2321, pukul 00.00 WIB/ tahun 1914 Kekaisaran Luan, dini hari.


**


Saat ini jam menunjukkan waktu pukul 00.00 WIB, dan udara terasa dingin di pusat pemerintahan sementara, Provinsi Jakarta.


Saat ini, suasana kota besar ini seperti tidak pernah mati. Ribuan pekerja yang mengendarai sepeda listrik dan mobil berlalu lalang di jalan layang. Tidak pernah tidak macet pada jalanan Jakarta selama ratusan tahun belakangan.


Beberapa pekerja yang baru pulang setelah tugas lembur, mampir di angkringan yang tersebar di seluruh kota ini.


Waktu ini, adalah jam-jam ketika orang-orang di kota besar memulai kehidupan mereka.


**


Istana Negara di pusat pemerintahan sementara belum menunjukkan waktu istirahat, seluruh orang terlihat bekerja dengan keras setelah markas pusat Pasukan Ekspedisi mengirimkan pesan.


Suroso sedang berkomunikasi dengan perwira di markas pusat Pasukan Ekspedisi sejak mereka mengirimkan pesan atas nama Sucipto, bahkan dia hanya menggunakan kaos oblong saking tidak ada waktunya.


Dia melakukan komunikasi panggilan video dengan para perwira di dunia lain sambil menyeruput kopi instan yang diseduh di gelas kertas. Beberapa menit kemudian masuk seorang perwakilan dari Kemenhan.


“Maaf mengganggu anda, Tuan Presiden.”


“Ada kabar apa dari dunia lain?”


Suroso meletakkan gelas kertas di samping PC, lalu melepas headfree yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan para perwira di dunia lain.


“Mentri Pertahanan dan Panglima mengijinkan Pasukan Ekspedisi melakukan operasi membebaskan warga kita yang diculik.”


Sang Presiden melihat jam di PC, sekarang telah menunjukkan pukul 00.21 WIB. Karena Jendral Pasukan Ekpedisi mengirimkan pesan sejak pukul 23.01 WIB.


“Kenapa lama sekali!?”


“Pak, maaf sebelumnya, tetapi mereka perlu memahami situasi dengan benar dan itu membutuhkan waktu.”


“Tunggu apa lagi, beritahu orang-orang di dunia lain untuk melakukan segera operasi untuk membebaskan warga kita yang diculik musuh!”


Ketika Suroso mendapatkan jabatan Presiden ini, dia sudah siap untuk tugas berat mengambil komando ketika terjadi keadaan darurat di dunia lain. Dia juga harus siap untuk menerima panggilan yang mungkin datang setiap menit.


Namun, Presiden muda ini juga tergganggu dengan kinerja para anggota DPR/MPR yang lambat, namun menuntut dinaikan gajinya.


Pejabat di kabinet Suroso dapat dianggap sebagai elit diantara para elit, dengan latar belakang mereka masing-masing yang sangat mengesankan. Dalam hal kemampuan mereka untuk mengelola dan menjalankan organisasi, mereka berada di puncak. Namun, ada saat-saat ketika situasi yang mengaharuskan ada tindakan segera, dan keputusan yang harus diambil dalam sepersekian detik. Para pejabat ini akan bergumam, “Hah? Apa?” sambil berjalan-jalan menghabiskan waktu, yang menunjukkan betapa tidak bergunanya mereka dalam keadaan darurat.


Lebih buruk lagi, mereka tidak mampu menangani kesalahan kecil dalam pekerjaan sehari-hari, seperti kesalahan pencatatan pendapatan tahunan.


Ada yang berkata jika di masa-masa damai, masalah seperti itu akan bisa diselesaikan dengan cepat. Namun, ini bukan waktu yang damai, terutama dunia internasional yang sedang tidak bersahabat dengan Indonesia.


Setelah Indonesia melakukan perjanjian perdamaian dengan salah satu bangsa di dunia lain, PBB terus didesak oleh Amerika, Cina, Israel dan Uni Eropa. Karena mereka mulai mengirimkan perwakilan ke Indonesia dengan tujuan, “Mari kita membahas masalah Gerbang.”


Orang bisa melakukan semua hal yang mereka mau, itu juga yang dilakukan oleh AS. Negara besar ini adalah pihak pertama yang menyatakan tujuan mereka jika berhasil memasuki Gerbang. Tamu tak diundang ini bahkan tidak menunggu tuan rumah untuk melayani mereka. Sebagai tuan rumah, Indonesia berhak sacara tegas menolak usulan AS.

__ADS_1


Para kepala negara di Uni Eropa dan Cina tidak ingin Indonesia memiliki kedaulatan atas Gerbang dan dunia lain di balik benda ini. Mereka mulai menjatuhkan sanksi dan langkah-langkah lain agar Indonesia membuka Gerbang untuk dunia internasional. Negara-negara pengahasil sumber daya yang besar, seperti Aliansi Timur Tengah dan Asia Selatan mendesak PBB agar organisasi ini turut mengelola Gerbang.


Negara-negara penghasil sumber daya khawatir apa yang akan terjadi jika Indonesia yang kuat secara militer dan ekonomi mendapatkan pasokan sumber daya alam tak terbatas dari dunia lain. Ini mungkin akan menyebabkan negara-negara tersebut akan kehilangan pengaruh di kancah internasional.


Masalah utama adalah kelompok-kelompok dan organisasi-organisasi berpengaruh di dunia ini mendukung pengawasan internasional terhadap Indonesia.


Di Indonesia sendiri, banyak partai-partai politik, berbagai organisasi masyarakat dan organisasi keagamaan yang menyatakan keinginan mereka untuk memasuki Gerbang dan melihat keadaan dunia lain. Mereka juga menginginkan hak-hak untuk mengamati dan bertindak secara bebas di dunia lain. Media massa juga menginginkan akses yang tidak dibatasi untuk pencari berita mereka, dan bahkan ingin mewawancarai orang-orang yang pernah ke dunia lain, dan masalah-masalah yang lain.


Semua tuntutan ini muncul karena pengumuman jika Indonesia berhasil berdamai dengan salah satu negara di dunia lain. Beberapa pihak bahkan tidak bisa menahan tawa dengan lelucon ini.


Jadi, semua pihak yang banyak menuntut terhadap pemerintah Indonesia memberi banyak tekanan pada pemerintah.


Nagara pertama yang perlu ditangani dan dijinakan adalah Amerika Serikat, diikuti dengan Cina yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan Indonesia. Tampaknya dunia lain menyediakan manfaat yang bangsa tersebut inginkan. Pada kenyataannya, mereka masih belum cukup tahu mengenai dunia lain. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri masih mengalami beberapa masalah dalam mengembangkan pangaruh di dunia lain seperti yang direncanakan.


Terus terang, Indonesia masih memerlukan bantuan negara sekutu untuk menyebarkan pengaruh di dunia lain. Seperti pihak Jepang, yang memiliki sebuah budaya yang disebut dengan ‘anime’ dan ‘manga’. Mungkin dengan bantuan para otaku di negara tersebut, Indonesia bisa mendapatkan ‘ilmu fantasi’ tambahan selain dari novel dan komik isekai.


Beberapa negara melakukan diplomasi garis keras dengan Indonesia, contohnya Israel yang sampai-sampai berlindung di balik ketiak negara sekutunya, AS. Negara tersebut menggunakan barang produksinya yang berupa peralatan perang sebagai bahan tawar-menawar dengan pemerintah RI. Namun, sistem pertahanan buatan Indonesia masih bisa mampu bersaing dengan negara militer terkuat.


Rusia dan Korea Utara adalah negara sekutu Indonesia yang paling ditakuti oleh negara penuntut di atas. Bagi kedua negara itu, akan lebih baik jika Gerbang tidak pernah muncul lagi daripada menimbulkan sebuah bencana selain perang. Kedua negara ini adalah pihak yang bisa dengan tenang menenggelamkan sebuah negara, jika situasinya semakin tak terkendali dan membahayakan Indonesia.


Banyak faktor yang membuat Cina ingin memasuki Gerbang. Cina adalah negara pemilik lebih dari 1 miliar manusia, dan sebuah alasan bodoh untuk memberikan waganya hidup bahagia adalah dengan memasukkan setengah dari mereka ke dunia lain. Namun, mengendalikan miliaran manusia adalah tugas yang sulit bagi Cina. Ego orang-orang Cina tumbuh tanpa batas, dan menimbulkan kebencian terhadap negara lain. Semua kebencian mereka digabungkan untuk menciptakan sebuah ambisi yang berlebihan. Mereka melakukan apapun agar dipandang sebagai negara adidaya, demi terwujudnya hal itu para penduduknya dipakasa untuk hidup lebih menyedihkan daripada saat mereka dijajah Jepang.


Cina tidak memiliki pengaruh budaya untuk mengendalikan keserakahan mereka, dan ego mereka terlalu besar daripada kemampuan untuk melindungi rakyatnya. Mereka mengubah ego menjadi apa yang mereka sebut dengan ‘keadilan’.


Ketidakpuasan seperti ini harus segera dihapuskan.


Indonesia tidak bisa menghidari kontak dengan Cina saat situasi negara tersebut sedang seperti itu. karena itu, daripada mengambil resiko yang akan menyebabkan ‘perang’, damai adalah pilihan yang lebih menguntungkan bagi kedua negara.


Jika memaksakan kehendak mereka, ini bisa berakibat kedua pihak terluka parah. Oleh karena itu, hanya akal sehat bahwa mereka akan mencoba untuk mengubah sikap dan menundukan kepala sambil berkata, “Tolong, berikan saya sedikit.”


Presiden Indonesia saat ini, Suroso, banyak mendapatkan cercaan dari partai oposisi, tetapi dia adalah pemimpin yang kuat dan berpandangan jauh, meskipun dia bisa melakukan apapun dengan posisinya.


Sekarang, masalah terus muncul dari dunia lain, seperti “Ijinkan Pasukan Ekspedisi untuk bertempur agar warga Indonesia yang diculik bisa selamat!”


Memang, diantara prajurit Pasukan Ekspedisi terdapat ratusan yang tergabung dalam pasukan khusus, baik pasukan khusus Pasukan Utama maupun Tentara Pelajar.


Suroso sengaja membuka profil milik salah satu personel pasukan khusus Tentara Pelajar secara ilegal, yakni Peltu Nio. Prajurit ini hampir tidak lulus pelatihan karena tidak mengerjakan soal matematika, dan berhasil lulus karena salah satu siswa jatuh sakit.


Keahlian khusus milik Nio adalah bersembunyi dari bahaya dan menyembunyikan sesuatu. Keahlian tersebut bisa dibilang begitu luar biasa. Karena saat Regu hanya mendapatkan jatah dua ransum untuk ujian bertahan hidup, Nio menyembunyikan bekal tambahan berupa 10 bungkus mi instan dan berhasil tidak terlacak oleh para pelatih. Itu mampu membuat pelatih yang mengetahui hal ini hampir ingin menghajar Nio.


Informasi pribadi tentang anggota pasukan khusus hanya tersedia melalui cara ilegal, misalnya oleh peretas tingkat dewa, tapi Suroso bisa melihat profil Nio dengan mudah.


“Siswa pemalas tapi sangat jenius ya?”


Sifat Nio pada penilaian akhir hampir mendekati ‘buruk’, karena Nio tidak mau untuk bertukar teknik dengan teman-temannya saat pelatihan, dengan harapan dengan melakukan pelatihan silang, mereka akan memperbaiki gaya bertempur masing-masing. Tapi Nio berbeda, dia hanya tidak ingin menyerap ilmu dari orang lain, dan malah membuat ilmu baru.


Ketika Suroso melihat ini, dia hampir tidak bisa membayangkan diri Nio saat berada di ‘neraka’ itu.


Saat melakukan ujian bertahan hidup, dan siswa dilepas satu persatu dengan kejaran pelatih yang berperan menjadi musuh, Nio adalah siswa yang dapat dengan mudah terlepas dari kejaran para pelatih.

__ADS_1


“Anak yang menarik, bahkan para pelatih dikatakan tidak bisa menangkapnya.”


Pelatihan untuk menjadi Pasukan Pelajar Khsus, oleh para personel Tentara Pelajar yang gagal mengikutinya menjuluki tempat pelatihan itu dengan ‘lembah keputusasaan’.


**


Anggota seluruh Grup Tempur 1-5 menyiapkan magasin senapan serbu masing-masing, jika terjadi macet pada senjata mereka, itu adalah kesalahan yang fatal.


Mereka sangat berhati-hati karena menuju medan perang, dimana batas antara hidup dan mati hampir tidak terlihat.


Dari bawah, mereka bisa melihat helikopter serang dari grup Tempur 6 terbang ke arah ibukota Kekaisaran sebagai bantuan pasukan infanteri. Tali-tali kemudian mengulur ke tanah, setelah itu seluruh prajurit yang menumpang helikopter pengangkut dengan cepat turun melalui tali.


Beberapa prajurit yang telah di darat, berjaga-jaga terhadap musuh yang mungkin menyerang prajurit yang turun.


**


Anggota Regu segera menyebar ke segala arah bagitu mereka mendarat. Mata mereka waspada sambil mengarahkan pandangan di bidikan optik pada senjata masing-masing.


Kacamata googles milik pasukan berfungsi sekaligus sebagai pemindai inframerah yang akan menunjukkan panas tubuh target.


Untuk menemukan pasukan musuh di dalam kota, prajurit menendang pintu di mana saja orang mungkin bersembunyi. Namun, mereka tidak menemukan orang hidup. Yang mereka lihat adalah orang-orang, baik pria dan wanita dari berbagai ras. Tubuh mereka ditutupi dengan tebasan dan tikaman yang disebabkan pedang.


Perangkat pemindai inframerah menangkap radiasi inframerah yang dipancarkan makhluk berdarah panas, dan bisa menemukan siapapun yang bersembunyi.


Perangkat ini bukan perlengkapan dasar TNI, tapi yang dibeli sendiri dengan uang milik para prajurit. Memang bisa membuat seorang prajurit kesal, tapi itu bisa untuk menutupi kekurangan peralatan pribadi.


Jika teknologi tidak efektif, maka mereka harus menggunakan mata dan telinga untuk mencari target.


Pada akhirnya, kemampuan untuk mengamati lingkungan adalah keterampilan bagi prajurit. Mereka harus mengasah keterampilan ini kaena tidak peduli seberapa jauh perkembangan teknologi, ada banyak keadaan dimana teknologi tersebut tidak bisa digunakan.


Tidak hanya mencari keberadaan pasukan musuh, para prajurit mencari-cari orang yang selamat di antara reruntuhan yang disebabkan pasukan Kekasaran yang menghancurkan fasilitas ibukota demi menghambat pasukan hijau.


Dengan tenang, anggota Regu dengan tenang mengatur pernapasan mereka, dan terus maju dengan tenang dan sesenyap mungkin. Mata mereka bergerak dengan tidak tergesa-gesa sambil memantau sekitar.


Tiba-tiba suara tembakan terdengar dari salah satu tempat.


**


Pesan dari author:


Mungkin saya memasukan terlalu banyak unsur politik dan dunia internasional dalam novel ini, jadi beberapa pembaca mungkin tidak paham, bahkan tidak menyukai tentang politik.


Tetapi, saya ingin membuat kejutan dari dimasukannya unsur politik di novel ini, ini juga demi kemajuan alur cerita.


Lalu, saya mungkin membuat cerita yang terlalu ‘fiksi’. Karena pada novel ini, Indonesia seakan-akan menjelma menjadi sebuah bangsa yang mampu menyaingi Cina dan Rusia. Bahkan militer Indonesia pada latar novel ini setara dengan AS dan negara maju lainnya. Soal ini, saya ingin meminta saran dari para pembaca yang setia.


Salam hangat untuk pembaya yang terhormat.


Bonus yang seger-seger....:v Sumber gambar pinterest.

__ADS_1



__ADS_2