Prajurit SMA

Prajurit SMA
94. Budet farsh3


__ADS_3

23 Oktober 2321, pukul 18.10 WIB/ tahun 1914 Kekaisaran Luan, malam hari.


**


Aktivitas perwakilan di ibukota Kekaisaran hampir mencapai puncaknya. Untuk mempelancar hubungan antar kedua negara di masa depan, beberapa Regu penjelajah mencoba menarik simpati warga, khususnya kelompok warga yang terlihat berpotensi dapat diajak bekerja sama, ras Demihuman misalnya. Mereka adalah kelompok warga yang cukup banyak di tempat ini, dan juga kelompok yang tertindas.


Secara teknis, beberapa Regu penjelajah masih berada di wilayah ibukota, dan terdapat hampir semua jenis ras yang berbeda di lokasi ini. Warga biasa tidak akan mendekati tempat ini, karena dihuni oleh ras yang sering digunakan sebagai budak.


Hampir tidak ada bangunan yang layak huni di lokasi pinggiran kota ini. Bahkan hampir tidak ada deretan toko yang layak. Mereka menjual obat-obatan, dan budak yang didapatkan dari wilayah taklukan Kekaisaran.


Yang dijual di tempat ini juga tak kalah anehnya, tentu saja ada beberapa toko yang menjual pakaian dan makanan. Pakaian yang dijual mungkin diwarnai dengan darah atau dihiasi dengan robekan, beberapa toko bahkan menjual rumput yang didapatkan dari pinggir jalan. Adapun tukang daging, orang harus waspada dengan barang dagangan mereka, jangan sampai pembeli justru membeli daging manusia.


Anggota Regu penjelajah mulai bersikap waspada, saat terdapat puluhan hingga ratusan pasukan di beberapa sudut lokasi tempat ini. Bagaimanapun, perjanjian perdamaian belum ditandatangani dan mereka masih bermusuhan.


Banyak perempuan memandang mesum ke arah pria anggota Regu penjelajah yang bertugas menarik simpati warga kota pinggiran. Beberapa dari mereka mungkin memperlihatkan tatapan sayu. Tak satu pun dari para perempuan ini memiliki pekerjaan yang layak, dan kebanyakan dari mereka adalah pelacur.


Ras Demihuman yang terdapat di tempat ini adalah manusia yang bertelinga kucing, kelinci, beberapa ras yang memiliki tanduk di dahi mereka, dan ras bersayap. Para anggota Regu penjelajah melirik mereka dengan penuh semangat, sementara para wanita menanggapi dengan senyum yang menyihir, dan tawaran malu-malu, “Ingin bermain?”


Regu penjelajah memilih tempat ini karena para penduduknya yang tersingkirkan, dan hampir diabaikan oleh pemerintah Kekaisaran. Mungkin dengan begitu, para penduduk pinggiran ini akan mudah untuk dibujuk dan diambil simpatinya oleh para anggota Regu penjelajah.


Di tempat ini, yang kuat memberi makan yang lemah, alias yang kuat menindas yang lemah. Jangan heran ada beberapa mayat tergeletak di selokan yang kotor, bagi para penduduk itu adalah salah satu pemandangan sehari-hari. Tidak ada yang peduli dengan hal itu, karena ini adalah cara hidup orang-orang ini.


Dengan tidak sengaja, para Regu penjelajah ‘tidak sengaja’ melihat sisi busuk Kekaisaran.


Regu penjelajah jauh lebih sopan daripada orang-orang dijalanan. Ketika markas pusat merekrut warga Kekaisaran sebagai informan, mereka membayar orang-orang ini dengan bayaran dua kali lipat daripada yang diberikan oleh ‘mafia’ tempat ini.


Orang-orang TNI ini mendatangi sekelompok Demihuman, mengambil simpati lalu memberi makan mereka, kemudian membeli rumah mereka untuk dijadikan markas kecil. Jika rencana berjalan mulus, pangkalan akan dibangun secara rahasia di pinggiran ibukota. Anggota Regu penjelajah bahkan tak tahu harus menyapa bos wiayah ini dengan benar.


Beberapa pengusaha rumah bordil yang membenci Kaisar, mendekati para anggota Regu penjelajah. Meskipun pasukan ini terkenal dengan kekejaman mereka terhadap pasukan gabungan lima negara, namun para pebisnis haram ini memilih untuk bekerjasama dengan TNI.


TNI menginginkan informasi, dan mereka mendapatkan informan dari Kekaisaran yang berasal dari berbagai kalangan. Para Regu penjelajah berhasil menarik simpati beberapa bos penjahat di pinggiran kota. Kemudian para bos penjahat mengumpulkan pencopet dan pencuri mereka untuk memata-matai para bangsawan.


Sederhananya, TNI terlihat sudah diperlakukan seperti penakluk. Para penjahat dan budak-budak memuji para prajurit hijau. Di dalam hati bersih orang-orang kotor ini, mereka mengutuk Kekaisaran jika mereka menantang pasukan ini untuk berperang sekali lagi dengan pasukan hijau.


“Orang-orang yang menantang pasukan hijau tidak akan hidup lama.”


Selain itu, jika para penjahat mendekati TNI dengan niat jahat, para prajurit hijau ini akan dengan sopan meminta mereka untuk berhenti.


Namun, ketika para Regu penjelajah melakukan aktivitas ilegal mereka, para prajurit melihat wajah frustasi para budak Demihuman dan penduduk pinggiran kota lainnya. Itu sebabnya, simpati mereka mudah untuk diambil.

__ADS_1


Akibatnya, sebagian penduduk pinggiran ibukota Kekaisaran takut dan memilih untuk menghormati TNI.


Sebaliknya, para wanita memiliki perasaan campur aduk terhadap pria pasukan hijau ini. Sederhananya, para prajurit ini tidak bisa menyukai mereka.


Tidak peduli godaan seperti apa yang mereka gunakan, pria-pria TNI tidak akan tergoda. Karena mereka mempunyai banyak uang, apa yang salah dengan membelanjakan uang untuk para wanita ini? Tapi tidak peduli mereka mengibaskan bulu mata dan ekor lembut, atau kata-kata menggoda apa yang mereka gunakan, para pria TNI tidak menanggapi.


Tetapi bahkan saat mereka berteriak, “Apa kamu benar-benar laki-laki? Kamu bajingan impoten!” semua pria Regu penjelajah hanya mengangkat bahu mereka dan dengan tegas menolak untuk mengambil umpan.


Bahkan alat kontrasepsi belum ada di dunia ini, yang mengkhawatirkan jika para wanita pekerja untuk pria hidung belang menderita penyakit seksual.


Ketika seorang wanita cantik yang miskin tidak memiliki sebuah cita-cita untuk dipikirkan, mereka lebih memilih untuk berpikir tentang makanan dan hidup. Dan menjual tubuh adalah cara yang mereka ambil untuk mendapatkan uang dan makanan.


Mencoba semua hal untuk bertahan hidup adalah pilihan yang bagus, tetapi para wanita ini juga harus mempertimbangkan situasi jika mereka bekerja seperti ini. Mengingat teknologi medis di dunia ini, dan belum terciptanya alat kontrasepsi yang memungkinkan terjadinya kehamilan yang tidak disengaja. Aborsi yang dilakukan di dunia ini memungkinkan untuk mengakibatkan kematian, sehingga resiko terhadap kesehatan mereka sangat tinggi.


Alasan mengapa adanya perempuan angggota Regu penjelajah adalah untuk hal ini, yakni mengambil simpati para wanita pelacur, seperti memperkenalkan alat kontrasepsi karet dan membagikannya secara gratis, dengan imbalan informasi mengenai para bangsawan dan militer Kekaisaran.


Sedangkan para pria memperkenalkan rokok dan barang yang mungkin disukai para laki-laki disini. Para laki-laki mengatakan jika tembakau yang dibawa TNI adalah yang terbaik. Karena di dunia lain juga ada benda semacam rokok, namun tembakau telah dicampur dengan bahan yang aneh yang dampaknya jauh lebih buruk dari rokok buatan Indonesia ini.


**


Ada yang aneh dengan beberapa manusia ras Demihuman, namun para anggota Regu penjelajah yang bertugas tidak bisa menjawabnya. Lagipula mereka tidak memiliki ilmu mengenai perilaku para Demihuman.


Karena mereka telah dibantu banyak oleh pasukan hijau, beberapa warga menjelaskan tentang beberapa hal yang menyebabkan kegelisahan para Demihuman.


Indera para Demihuman jauh lebih tajam dari manusia. Jika tebakaan Nio benar, perilaku para Demihuman hampir sama dengan para binatang jika akan terjadi sesuatu hal, gempa misalnya. Terutama para burung-burung, spesies ini mampu merasakan gempa dan akan terbang tinggi di udara saat terjadinya gempa.


“Jika tebakan saya salah, anggap saja ini sebagai lelucon.”


“Tidak, mungkin ini benar. Sambungkan komunikasi terhadap seluruh Regu penjelajah!”


**


Persiapan bukan masalah besar bagi prajurit yang tumbuh di daerah rawan bencana, gempa khususnya. Mereka telah belajar menghadapi bencana ini, bahkan sejak usia balita. Mereka menggunakan komunikasi nirkabel untuk berkomunikasi satu sama lain.


Seluruh Regu penjelajah yang berada di pinggiran kota meminta para penduduk yang mempercayai mereka untuk menuju ke tanah lapang sambil membawa makanan dan memastikan mereka telah memadamkan api sebelumnya.


Mengevakuasi diri saat terjadinya gempa adalah hal yang mudah, tetapi bagi orang yang belum pernah mengalami gempa sebelumnya, mereka akan sangat kesulitan.


Para prajurit Kekaisaran tidak bisa menyembunyikan ketakutan mereka saat tanah bergoyang. Bahkan jika mereka tidak bisa membayangkan jika bumi terus bergetar, mereka mengira jika bumi akan segera runtuh.

__ADS_1


Karena sebelum terjadinya gempa besar, pasti akan ada gempa kecil untuk mengawali gempa besar.


“Sepertinya gempa yang besar akan segera terjadi.”


“Benar, Jendral. Sebentar lagi gempa yang besar mungkin akan datang.”


Ada korelasi antara penjang guncangan awal dan jarak pusat gempa. Ini berarti bahwa jika seseorang menghitung jarak ke pusat gempa, semakin kuat getaran awalnya, semakin kuat gempa itu.


Setelah ini, goncangan sesungguhnya akan dimulai.


Bumi bergoncang seolah-olah ingin bergoyang sekuat yang bisa ia lakukan. Itu kira-kira 30 detik hingga getaran semakin kuat. Namun, untuk orang-orang di ibukota Kekaisaran yang mengalami gempa bumi untuk pertama kalinya, getaran ini mereka rasa akan terjadi selamanya.


Prajurit Kekaisaran dan bangsawan militer melihat para perwakilan berdiri dengan tenang, seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal mata mereka dipenuh dengan takut akan gempa dan bertekad tidak akan kalah dengan pasukan hijau ini.


Para perempuan dan anak-anak menangis dan berteriak, sementara para prajurit berteriak sebagai tanggapan dengan guncangan ini. Itu membuat para perwira perempuan menahan tawa.


Para prajurit memandangi pasukan hijau ini dengan kagum, seolah-olah merekalah yang membuat gempa ini. itu membuat mereka ragu untuk bertempur melawan pasukan ini.


Getaran berhenti setelah beberapa saat.


Sheyn menyusul perwakilan dengan kuda miliknya, dia bersyukur jika pasukan hijau tidak terluka dan para pasukan Kekaisaran tidak menunjukkan ancaman.


**


Di pinggiran ibukota Kekaisaran, di penjuru tempat terdengar suara tangisan dan teriakan yang menakutkan. Karena jalanan di pinggiran kota sempit, segala macam benda jatuh dari atap.


Seluruh Komandan Regu penjelajah berteriak, memerintahkan semua orang untuk berkumpul di tengah jalan. Para wanita dengan patuh berkumpul di tengah jalan, menjambak rambut mereka dan menatap dengan penuh keputusasaan sambil berlutut.


Para anggota Regu pria tertawa ketika para wanita menempel kepada mereka. Beberapa orang terlihat memeluk kaki sambil mengatakan sesuatu, seperti memohon kepada dewa agar bumi berhenti berguncang.


Dari sudut pandang Sheyn, Nio dan yang lainnya adalan pasukan dari negara musuh. Membawa mereka untuk menghadap Kaisar saat situasi seperti ini merupakan skakmat bagi negara ini.


Namun, faktanya adalah jika pasukan ini adalah perwakilan negara mereka untuk melakukan perjanjian perdamaian, jadi sesuatu seperti menodongkan pistol ke kepala Kaisar adalah larangan.


Panggung yang didirikan hampir roboh, dan tidak akan bisa digunakan sesuai fungsi panggung ini dibangun. Itu membuat para bangsawan militer bedecak kesal, dan mengutuk para pasukan hijau yang telah membuat bumi bergetar.


Para bangsawan militer meminta perwakilan untuk duduk di tempat duduk yang disediakan sebagai fasilitas menonoton pertunjukan di atas panggung. Mereka memerintahkan prajurit untuk membereskan tempat ini, dan meminta untuk ‘pertunjukan’ segera dimulai.


Pada saat perwakilan duduk di tempat duduk, ini adalah kesempatan bagi mereka untuk makan malam sebelum menyaksikan pertunjukan yang dimaksud para bangsawan.

__ADS_1


**


Chapter ini terinspirasi dari gempa yang saya rasakan kemarin dan pagi tadi, untung masih diberi hidup....T_T


__ADS_2