Prajurit SMA

Prajurit SMA
Orang yang diramalkan


__ADS_3

Memang sedang ada berita buruk yang menimpa Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran, serta kejadian yang membuat semua anggota unit kecil itu cemas, kecuali Nio karena kapten tim tersebut sedang berada di tempat yang sangat jauh. Mereka mencemaskan Nio yang secara tiba-tiba dipindahkan menggunakan sihir teleportasi, dan belum ditemukan hingga hari ketiga dia menghilang. Di lain sisi, mereka juga mencemaskan keberadaan Pahlawan Kesedihan yang turut membantu mencari cara menemukan Nio. Untungnya, kemungkinan sihir teleportasi mengirimkan Nio ke dunia lain sangat kecil, dan kesempatan mereka untuk menemukan pria itu masih ada meski sangat sulit.


Meskipun ada dua pemilik energi magis besar, namun Tim Ke-12 belum dapat mempercayai Indah yang telah menyatakan diri membantu menemukan Nio. Begitu pula dua gadis yang menyatakan diri sebagai pelayan pribadi ‘orang yang diramalkan’ tersebut. Pada saat yang sama, Tim Ke-12 kebingungan untuk melaporkan peristiwa menghilangnya Nio secara tiba-tiba ke markas pusat. Wakil kapten, Hassan, merasa jika berita ini akan membuat markas pusat mendapatkan kabar mengejutkan. Namun, dia merasa dapat membayangkan apa yang dipikirkan Nio tentang situasinya saat ini.


Pasukan seharusnya panik setelah kehilangan satu prajurit yang berpengalaman di medan perang Dunia Baru ini, tetapi Hassan mengetahui jika sifat Nio terlalu menganggap remeh sesuatu mengenai dirinya, termasuk kondisi dan situasi yang menimpa pria itu. Saat ini, dia dapat membayangkan jika Nio menganggap markas pusat tidak akan mengirimkan bantuan hanya untuk satu prajurit. Tetapi, dia juga telah menerima tugas dari Nio sejak ditunjuk sebagai wakil kapten Tim Ke-12 Korps Pengintaian dan Pertempuran.


Meski itu adalah hal yang wajar, di mana atasan akan menyerahkan tugas kepada wakil atau orang yang ditunjuk, namun Hassan berpikir jika hal ini berarti jika dia menganggap Nio tidak akan kembali dalam waktu lama. Walau itu membuatnya memiliki wewenang untuk mengatur unit kecil itu, berita ini sungguh bukan suatu kabar gembira bagi Sersan Mayor tersebut.


Kabar baiknya, Tim Ke-12 dan tim-tim Korps Pengintaian dan Pertempuran mendapatkan perpanjangan waktu pelaksanaan misi penyusupan dan pengintaian. Sayangnya, Hassan tidak dapat memberikan informasi mengenai situasi yang dialami Nio kepada markas pusat dan kepala staf Korps Pengintaian dan Pertempuran Pasukan Perdamaian. Kalau saja dia tidak mendapatkan ancaman dari seseorang agar tidak membocorkan informasi itu, sudah dapat dipastikan markas pusat akan mengirimkan unit SAR untuk misi pencarian perwira muda yang bernama Nio Candranala.


Sejak menghilangnya Nio secara tiba-tiba, Hevaz malah terlihat berperilaku layaknya kloningan Nio, sifat kepemimpinannya cukup mendekati pria itu. Itu sebabnya Hassan membiarkan gadis itu memberikan perintah kecil terhadap Tim Ke-12, dan sesekali meminta pendapat dari gadis itu mengenai cara menemukan dan mengembalikan Nio dari tempat pemuda itu dikirimkan. Selain itu, seluruh anggota tim melakukan berbagai cara untuk mendeteksi kehidupan kapten mereka melalui perangkat khusus yang terhubung pada kalung seluruh prajurit TNI, Angkatan Bersenjata Rusia dan Korea Utara di dunia ini.


Kalung, alias dog tag yang dipakai seluruh prajurit berisi seluruh data pribadi dan sangat rahasia, dan akan hancur jika si pemakai mati atau dihancurkan secara sengaja. Sayangnya, material kalung merupakan bahan anti panas dan dapat bertahan jika ditenggelamkan pada genangan lahar. Sebenarnya, kalung tersebut adalah perangkat penyimpanan dan sensor khusus yang menyimpan berbagai informasi mengenai prajurit, serta merekam seluruh aktivitas dan tanda vital seperti detak jantung dan panas tubuh. Jika terjadi kecelakaan yang membuat prajurit mati dalam keadaan tubuh tidak utuh, maka dog tag akan mempermudah identifikasi jenazah.


Kemudian, fungsi lain dog tag adalah sebagai perangkat untuk membedakan lawan dan kawan saat terjadi pertempuran sengit, sehingga terjadi situasi yang akan membuat prajurit sangat kesulitan membedakan antara lawan dan kawan, karena perangkat tersebut akan mengirimkan informasi ke seluruh prajurit melalui perangkat pada helm masing-masing. Selain itu, jika prajurit berencana melakukan desersi seperti kabur atau mengkhianati teman, selama dog tag tetap dipakai oleh para prajurit sebelum dia mati atau pensiun, maka lokasi prajurit tersebut akan tetap dapat ditemukan selama dog tag dan perangkat penerima informasi dari kalung tersebut berada dalam jangkauan.


Sensor akan mengirimkan data selama prajurit hidup, dan akan berhenti mengirimkan informasi saat prajurit itu mati atau pensiun. Perangkat untuk menerima informasi yang dikirimkan sensor pada kalung akan memberi tahu operator tentang kondisi prajurit pemakai kalung tersebut. Tim Ke-12 beruntung karena mendapatkan ijin untuk mendapatkan perangkat itu meski alasan pemakaian masih dirahasiakan. Alasan yang tidak jelas untuk peminjaman perangkat penting membuat seluruh anggota tim mendapatkan sanksi, dan hukuman teringan adalah skors atau penghentian pemberian gaji selama satu bulan.


Singkatnya, perangkat yang berfungsi sebagai penerima segala informasi dari dog tag memiliki bentuk seperti laptop, tetapi 70 persen lebih kecil dan jauh lebih ringan. Belum ada nama resmi untuk perangkat ini, tetapi alat ini lebih umum disebut sebagai ‘penerima data dog tag portabel’. Operator perangkat ini, Bayu, dengan sungguh-sungguh mencari hingga perangkatnya menerima data dari sensor pada dog tag Nio.


“Bayu, apa lokasi Letnan sudah ditemukan. Kita sudah mencari dia selama dua hari, seharusnya lokasi dia bisa ditemukan, kan?” tanya Hassan.


“Tapi, Sersan, perangkat sebenarnya sudah mengirmkan lokasi Letnan Nio saat ini.”


“Lalu, berapa jarak dia dengan kita sekarang?”


“Empat ribu kilometer ke arah selatan, dan dia terlihat terus bergerak entah ke mana.”


Tiba-tiba saja, Hevaz bergabung dengan percakapan mereka berdua dan berkata, “ Itu sudah cukup, aku hanya perlu barang milik Tuan Nio untuk menghubungkan ku dengan dia.”


“Barang apa yang kau butuhkan, jika bisa kami cari, maka kami akan menemukannya untuk mu,” meski Hendra dikenal pendiam dan sering menarik diri dari kegiatan tidak berguna anggota tim, tapi dia saat ini terlihat sangat bersungguh-sungguh untuk menemukan Nio. Tepatnya, pencarian Nio adalah kegiatan paling berguna sejak dia ditunjuk sebagai anggota Tim Ke-12, selain pertempuran dan misi pengintaian dan penyusupan ini.


“Yah… kalau bisa, tolong carikan aku rambut atau sesuatu yang berasal dari tubuh Tuan Nio,” jawab Hevaz.


Sejak dikirimkan ke dunia ini, seluruh prajurit Rusia dan Korea Utara mendadak percaya dengan sihir – yang seharusnya hanya cerita pada novel bertema sihir atau fantasi. Itu merupakan bagian dari adaptasi non fisik agar dapat terus bertugas di sini hingga kepulangan, dan demi menjaga kewarasan dengan fantasi yang nyata ini. Selain itu, keberadaan naga dan hewan fantasi lainnya menandakan jika mereka benar-benar bertugas di Dunia Baru yang hanya ada di cerita-cerita fiksi.


Kalau dalam keadaan terdesak dan gawat – seperti hilangnya Nio secara mendadak, semua anggota tim akan melakukan apapun demi membantu seseorang yang memiliki kemampuan berpindah tempat dengan cepat, seperti Hevaz. Sementara itu, keinginan Indah untuk turut membantu sempat mendapatkan tentangan dari beberapa anggota tim, dan sisanya ragu jika gadis itu benar-benar akan membantu mereka untuk menemukan kapten mereka. Wajah Indah yang menunjukkan ekspresi ingin dipercaya yang tinggi membuat seluruh anggota tim terpaksa mempercayainya, meski mereka percaya jika endingnya pasti akan buruk.


Tapi siapa yang tahu jika belum dicoba? Indah tahu jika dia belum dipercaya sepenuhnya oleh para bawahan Nio. Sayangnya, dia juga tidak bisa mengatakan tujuannya sebenarnya membantu mereka untuk menemukan Nio.


“Kalau dia menawarkan diri untuk membantu kita, pasti dia memiliki maksud tersembunyi,” gumam Edera, lalu Ika dan Zefanya menyetujui pendapat Edera.


Namun, mereka tidak bisa menghalangi salah satu orang terkuat milik Aliansi, yakni Pahlawan Kesedihan. Mereka merasa jika menolak dan mengusir gadis itu tanpa alasan, maka itu sama saja dengan bunuh diri.


“Selain itu, aku merasa dia seperti memiliki hubungan dengan Lettu,” sambung Ika, dan tentu saja akhirnya dapat ditebak. Meski mereka mencoba menyingkirkan kemungkinan tersebut, sayangnya itu adalah fakta karena tidak mungkin seorang pahlawan dapat berbicara biasa dengan orang yang baru ditemuinya.


“Yah, mungkin saja itu fakta. Atau mungkin dia pernah memiliki hubungan dengan Letnan?” ucap Zefanya yang hanya membuat para gadis resah.


Butuh dua hari untuk seluruh anggota tim, Hevaz, dan Edera sejak Nio dipindahkan oleh sihir teleportasi yang seharusnya akan mengirmkan Indah ke Labirin milik Kekaisaran Duiwel untuk mempercayai Pahlawan Kesedihan tersebut. Pada akhirnya, mereka tidak memiliki pilihan selain menerima bantuan yang ditawarkan Indah, dengan jaminan yang belum diketahui.


Seluruh orang hanya berharap Nio cepat ditemukan, serta Indah tidak akan meminta bayaran yang merugikan Persekutuan atas bantuannya. Bayu hanya tidur selama satu jam sejak mendapatkan tugas untuk mengoperasikan perangkat penerima data dog tag, demi terus terhubung dan mendapatkan data terkini dari kondisi pemuda itu. Walau matanya sudah terasa panas dan sangat kering, Bayu tetap bekerja dan berusaha tidak membebani dirinya sendiri. Meski beberapa rekannya menawarkan diri untuk bekerja bergantian, Bayu malah menolak dan tetap mengutak-atik perangkat tersebut meski matanya sudah memerah.


Meski jarak mereka dengan Nio telah diperkirakan oleh perangkat tersebut, namun mereka tidak percaya jika Nio akan dikirimkan ke tempat yang sangat jauh. Seluruh pria mencari barang yang diinginkan Hevaz, dan mencoba menemukan rambut atau benda yang mengandung bagian tubuh Nio. Walau itu hanyalah sendok, selama itu pernah digunakan Nio maka benda itu dapat digunakan Hevaz untuk menghubungkan gerbang teleportasi untuk mengirim dirinya ke tempat Nio berada. Baik Hevaz dan Edera tidak bisa menahan diri ketika ‘tuan’ mereka mungkin sedang menghadapi hal yang berbahaya.


“Ini, apa yang terjadi dengan Tuan Nio?!”


Ucapan Hevaz yang bernada panik tentu saja membuat Edera cemas dan kebingungan, namun tetap saja hanya gadis Utusan itu yang mengetahui alasannya. Hevaz merasa ada sesuatu yang membuat tubuhnya seperti tersetrum, dan sesuatu yang aneh memenuhi suasana hatinya. Dirinya merasa ada kekuatan yang sangat besar tiba-tiba muncul dalam diri Nio, dan itu adalah aura yang sangat menakutkan namun tidak asing baginya. Bagi seorang Utusan, Hevaz sudah pernah merasakan aura milik para Dewata dengan berbagai keunikan dan suasana yang dihasilkan aura mereka.


Pemilik aura paling dingin dan membuat hati tidak nyaman adalah milk Dewi Kematian dan Dewa Perang. Kedua dewata tersebut merupakan sosok penguasa kematian, pengendali kehidupan terkuat di atas Dewi Pemelihara, serta penguasa kegilaan yang memiliki kekuatan untuk menyebarkan ketakutan dalam diri manusia. Lalu, Hevaz merasakan jika aura kedua dewata tersebut sebagian kecil berada dalam diri Nio dan bercampur dengan jiwa pemuda itu sehingga menciptakan aura yang unik.


“Hevaz, apa yang terjadi pada Tuan?”

__ADS_1


“Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada Beliau. Tapi, dia sepertinya telah menjadi ‘orang yang diramalkan’ sepenuhnya!”


“Apa itu buruk?”


“Berita baik seperti ini tidak mungkin menjadi hal buruk, Edera. Dewa Perang dan Dewi Kematian mungkin sudah memberikan Tuan Nio Karya mereka.”


Karya Dewata adalah kekuatan khusus dan istimewa yang diciptakan oleh mereka untuk manusia pilihan, seperti sosok yang diramalkan untuk membawa perubahan pada dunia. Kekuatan itu adalah kemampuan baru yang belum ada sebelumnya, dan kekuatan yang mereka berikan akan sangat sulit untuk diwariskan atau bahkan sekedar diajarkan ke orang lain selain penerima Karya Dewata tersebut. Lalu, Hevaz merasa Nio sudah mendapatkan kekuatan yang mungkin bisa merubah alur perang ini sendirian. Namun, hal itu tentu saja tidak akan terjadi pada waktu dekat.


Seperti beladiri atau kemampuan tempur lainnya, seseorang yang menerima Karya Dewata tetap memerlukan latihan untuk mengendalikan kekuatan yang mereka terima. Sayangnya, Hevaz merasa jika Nio akan sangat kesulitan untuk mengendalikan kekuatan yang dia terima. Jika dia berhasil menemukan Nio, Hevaz tidak akan mengatakan jika Nio mendapatkan kekuatan besar yang diberikan para Dewata untuk ‘orang yang diramalkan’, atau akan terjadi kemungkinan buruk jika dia mengatakan tentang kekuatan yang Nio miliki.


Hevaz terlihat sangat bersemangat setelah merasakan kekuatan yang sangat besar kini benar-benar dimiliki oleh ‘orang yang diramalkan’. Suasana hatinya berubah, dan Utusan tersebut tiba-tiba penuh dengan kehidupan dan kegembiraan yang meledak-ledak.


“Sepertinya aku mencium sesuatu. Apa kau tidak merasa udara tiba-tiba terasa berbeda dari biasanya?”


“Itu… mungkin karena sesuatu telah menimpa Tuan Nio. Mereka sudah bertindak untuk segera menghentikan perang ini dengan memberikan Karya Dewata padanya.”


“Karya Dewata? Apa yang kau maksud?”


Hevaz merasa beruntung Edera tidak paham dengan apa yang dia katakan, karena hal itu terlalu cepat untuk disebarluaskan. Biasanya, akan ada jeda waktu beberapa tahun hingga ‘orang yang diramalkan’ dapat menunjukkan sosok aslinya. Hevaz merasa jika akan ada kejadian yang jauh lebih besar daripada perang ini di masa depan nanti, yang merupakan akibat dari turunnya Karya Dewata yang lebih cepat dari seharusnya.


“Tunggu, kenapa suasananya jadi berbeda? Apa yang membuat hatiku tidak tenang seperti ini?” Indah bergumam di dalam hatinya tentang perubahan suasana yang tiba-tiba. Sebagai pahlawan, dia memiliki kemampuan untuk merasakan aura seseorang dan menilai kekuatan magis seseorang. Dan sekarang, dia merasa ada seseorang yang memiliki energi magis yang sangat besar, bahkan mungkin memiliki setengah energi magis yang ada di Tanah Suci.


Tanah Suci dikenal sebagai tempat adanya energi magis tak terbatas, dan dipercaya tidak akan habis selama para Dewata tidak menghendaki menghapus seluruh energi magis yang ada di seluruh dunia ini. Sementara itu, para pahlawan diberkati dengan sedikit kekuatan dewa, namun sekarang Indah merasakan adanya seseorang yang memiliki setengah kekuatan yang diberikan dua dewa secara langsung.


Dan itu jauh lebih besar dari kekuatan gabungan kesembilan pahlawan.


Nio yang tiba-tiba dipindahkan melalui gerbang teleportasi memang membuatnya cemas, namun energi magis dengan kekuatan melampaui para pahlawan membuatnya semakin takut dan cemas. Dia melihat ke seluruh bawahan Nio yang tetap melakukan tugas dengan biasa dan orang-orang Kota Tanoe terlihat menjalani keseharian biasa, tanpa ada sesuatu yang mencurigakan seperti yang dia rasakan.


Sayangnya, perasaan akan kekuatan dan aura yang sangat besar tidak hanya dirasakan oleh Indah, Hevaz, dan Edera. Setiap penyihir yang telah sangat berpengalaman atau mampu mengendalikan aura dapat merasakan kekuatan milik seseorang serta aura miliknya. Biasanya, orang yang memiliki kekuatan setara dewa akan memiliki aura menakutkan dan menggetarkan hati.


Begitu pula yang dirasakan oleh Sigiz, Ilhiya, dan Zariv serta penyihir-penyihir terkuat miliki Arevelk lainnya. Tanpa diperintah, seluruh penyihir terkuat setia milik Arevelk mendatangi ibukota dalam waktu singkat menggunakan Gerbang tak sempurna. Mereka ingin menyampaikan apa yang terjadi sehingga perasaan mereka menjadi tidak menenangkan seperti itu. Wajah mereka benar-benar menunjukkan ekspresi tidak tenang dan cemas yang besar, bahkan beberapa kelompok penyihir hampir pingsan karena terlalu cemas dengan kekuatan luar biasa serta aura mencekam yang tiba-tiba muncul di dunia ini.


Saat rombongan Penyihir Agung hendak memasuki ruang singgasana, mereka bertemu dengan Sigiz dan seluruh pendampingnya, termasuk Hin. Saat wajah kedua penyihir terkuat Arevelk bertatapan, Sigiz dan Penyihir Agung terlihat seakan-akan merasakan hal yang sama.


“Ini yang kita tunggu-tunggu kan, Penyihir Agung?” Sigiz bertanya dengan wajah tersenyum.


“Itu adalah alasan saya datang ke Istana Awan. Ternyata Anda merasakan hal yang sama dengan saya, Yang Mulia.”


Aura mencekam dan kekuatan luar biasa yang tiba-tiba muncul di dunia ini menarik perhatian seluruh penyihir di setiap penjuru dunia ini, tak terkecuali penyihir Aliansi dan Persekutuan. Karena hal itulah mereka menyimpulkan satu kesimpulan yang sama namun dibuat dengan tergesa-gesa, namun akurat karena kedua hal tersebut dicatat dalam ramalan yang diturunkan para Dewata.


Hanya ratusan penyihir terpilih yang datang dari seluruh penjuru Arevelk mendapatkan ijin menghadap Ratu di Istana Awan. Selain para penyihir elit, beberapa bangsawan pemerintahan, daerah, dan militer Kerajaan Arevelk diundang untuk mendengarkan beberapa kata yang akan diucapkan Penyihir Agung – yang sepertinya akan berisi tentang kelanjutan perang dan ramalan.


“Aku belum pernah merasakan seseorang dengan kekuatan sebesar ini. Penyihir Agung, apa ada seseorang yang mampu menyerap setengah energi magis Tanah Suci?” tanya salah petinggi penyihir Arevelk dengan keringat dingin mengalir di dahinya.


Suara orang-orang yang cemas dan menyuarakan pendapatnya memenuhi ruang singgasana Istana Awan yang mampu menampung lima ratus orang ini. Alih-alih pernyataan menyenangkan yang mereka katakan, seluruh penyihir mengatakan sesuatu yang membuat orang tanpa kemampuan sihir cemas dan tidak bahagia.


Sayangnya, ada dua orang yang dapat tersenyum ketika hampir seluruh penyihir sedang ketakutan dan merasakan sesuatu hal yang buruk.


Ini adalah tentang salah satu isi di dalam ramalan yang ternyata terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan. Tak ada satu pun manusia di seluruh dunia ini yang tidak tahu tentang ramalan yang akan memberikan perubahan pada dunia ini. Bukan ramalan tentang datangnya pasukan dengan senjata baja yang akan membantu salah satu golongan manusia dunia ini, namun sesuatu yang jauh lebih besar dari itu. Semua orang setuju jika penyihir yang memiliki kekuatan setengah dewa adalah keberadaan yang menakutkan…


“… Tapi itulah yang terjadi.”


Tidak ada yang dapat menyangkal apa yang dikatakan seorang ratu, dan itulah yang terjadi di ruang singgasana Istana Awan. Berita tentang ‘orang yang diramalkan’ telah muncul di dunia ini membuat seluruh manusia yang tinggal di negara anggota Persekutuan tenang, dan berharap orang itu berpihak pada Persekutuan. Namun, mereka tidak tahu jika ‘orang yang diramalkan’ akan mendapatkan kekuatan dengan aura mencekam dan mengerikan. Setiap orang tahu jika ‘orang yang diramalkan’ dikatakan mendapatkan kekuatan dari Dewi Pemelihara di hari kemunculannya.


Tetapi, aura yang muncul di dunia ini jauh dari apa yang mereka bayangkan. Melihat seluruh orang semakin cemas, seringai iblis Sigiz semakin lebar dan wajahnya terlihat sangat bersemangat.


Sementara itu, ekspresi Ivy dan Ilhiya semakin kaku dan bingung saat Sigiz dan Penyihir Agung tersenyum lebar. Di lain sisi, Liben tidak tahu apa yang sedang terjadi, dan dirinya telah memegang pistolnya jika terjadi hal buruk sewaktu-waktu, meski itu tidak berguna jika harus dihadapkan dengan sihir para penyihir.


“Sekarang, mari kita berbahagia dengan turunnya ‘orang yang diramalkan’ yang sesungguhnya!”


“Tunggu, Yang Mulia Sigiz. Apakah ‘orang yang diramalkan benar-benar berasal dari pasukan Indonesia?” tanya salah satu penyihir.

__ADS_1


“Tidak salah lagi, Utusan telah menyatakan diri melayani salah satu prajurit negara Indonesia, salah satu negeri yang bersedia bersekutu dengan negara kita yang lemah ini. Itu sudah merupakan bukti yang cukup, jadi tidak ada alasan untuk tidak merayakan turunnya orang yang diramalkan!”


Liben mendekatkan kepalanya pada Ivy lalu bertanya, “Apa Ratu membicarakan Letnan Nio?”


“Benar, sesuatu yang besar telah menimpa Nio.”


“Apa dia mendapatkan masalah yang sangat buruk?!”


“Tidak, sayang. Dia telah ditunjuk sebagai orang yang akan membantu dunia kita mengakhiri perang ini.”


“Aku harap semua ini nyata,” keluh Liben.


“Bukankah semua yang kau lihat sangat nyata? Atau jangan-jangan kau melihatku sebagai tokoh fiksi buatan seseorang?”


“Tentu saja tidak. Tapi, kupikir sangat hebat jika Lettu Nio menjadi ‘orang yang diramalkan’ di dunia ini. Tapi, itu malah mengingatkanku perjalanan kami saat menjadi Regu penjelajah 1.”


Liben kemudian memantapkan diri untuk semakin bersemangat bekerja sebagai salah satu perwakilan TNI untuk Kerajaan Arevelk, karena bisa saja dia mendapatkan satu atau dua informasi tentang ‘orang yang diramalkan’ alias Letnan Satu Nio. Dia merasa jika ratu negara ini, Sigiz, tidak sembarangan menyatakan diri mencintai Nio hanya karena pria itu berasal dari dunia dengan kekuatan militer kuat. Dan sekarang, Liben mulai dapat menerima jika Nio pantas mendapatkan perempuan sebanyak yang dia mau dengan statusnya sebagai ‘orang yang diramalkan. Sehingga, Liben tidak ingin berbuat macam-macam dengan orang yang dikatakan sangat kuat dan mampu mengubah alur peperangan sendirian.


**


Sakuya duduk sambil bersandar salah satu batu besar sambil memakan daging buruan yang ditembak mati oleh Nio. Tetapi, meski makanan yang panas dapat membuat seseorang berkeringat, namun Sakuya merasakan sesuatu yang melebihi hal itu membuat keringat dingin mengucur deras di pipinya. Dengan tatapan cemas, Sakuya menatap Nio sedang menghisap rokoknya sambil mengasah pedangnya pada sebuah batu.


Sejak Nio menceritakan mimpi anehnya, Sakuya justru merasa jika ada hal yang benar-benar aneh dalam diri Nio. Gadis itu merasa adalah sesuatu yang besar dan mengerikan dalam diri pria itu, namun Nio sendiri terlihat biasa saja dan tetap merokok dengan santai. Dia memang salah satu orang terkuat yang dimiliki Aliansi, sayangnya sekarang Persekutuan ternyata juga menyembunyikan orang terkuat milik mereka. Sakuya merasa ada pertanda yang akan mendatangkan masalah di masa depan, setelah merasakan aura Nio yang semakin mencekam.


Para pahlawan yang mampu merasakan aura dan kekuatan milik seseorang jauh lebih hebat dan sempurna dari penyihir kebanyakan, terutama Sakuya yang berada di titik terdekat dengan pemilik aura paling mencekam, menganggap kekuatan Nio muncul dengan tiba-tiba adalah hal yang tidak masuk akal. Bagaimanapun, dia telah menyatakan diri akan membantu Nio menemukan jalan keluar dari tempat ini, dan tidak bisa melepaskan pandangan dari prajurit Persekutuan tersebut. Sakuya merasa perasaan terhadap minatnya terhadap Nio semakin tak terhindarkan.


Hal itu disadari oleh keempat gadis Penjelajah, lalu Sayf mendekati Sakuya dengan senyum menyeringai. Sementara Kardas, Sabole, dan Nefe mendekati Nio untuk melihat reaksi yang akan diperlihatkan Sakuya atas perilaku mereka.


“Nona Sakuya, saya percaya jika Anda memiliki perasaan pada prajurit Persekutuan itu,” kata Sayf dengan senyuman yang membuat Sakuya merasa ada maksud tersembunyi. Tiba-tiba wajahnya berubah, dan perasaan hatinya yang semula cemas setelah merasakan aura mencekam dari Nio, Sakuya malah merasa tidak ingin Kardas, Nefe, dan Sabole mendekati Nio tanpa seijinnya.


“Itu… itu, hanya membuatku semakin gugup,” jawab Sakuya dengan senyum kecil.


Sakuya meletakkan tangan kanannya ke pipinya dan menunjukkan suasana cemerlang yang muncul dari tubuhnya bersamaan dengan senyum menyeringai penuh nafsunya.


Di lain sisi, Nio dengan santai menyemburkan asap rokok dari mulutnya dan melanjutkan menajamkan pedang satu sisi miliknya. Saat itu juga, ketiga gadis Penjelajah mendekatinya, lalu matanya menoleh ke arah Sayf yang sedang bersama Sakuya. Dia merasa beradaptasi sangat cepat dengan kelompok gadis itu, sementara dirinya adalah prajurit Persekutuan yang merupakan musuh Aliansi. Firasatnya semakin buruk saat Sakuya memperlihatkan senyum menyeringai nya yang mengerikan.


Senyum menyeringai yang bahkan mengalahkan senyuman milik bintang film dewasa dari Jepang membuat Nio harus menjauh beberapa puluh meter dari Sakuya, atau dia akan terlibat dalam masalah jika terus berada di dekat gadis itu. Nio mendongak melihat tiga gadis Penjelajah berdiri di depannya dengan wajah memilki maksud tertentu. Menurut penilaiannya, kecantikan dari keempat gadis Penjelajah berada pada tingkat yang sama dengan Arunika. Namun, demi menjaga perasaan kekasihnya, Nio menempatkan mereka pada satu tingkat dibawah gadis itu.


“Nio, kalau kamu dapat keluar dari negara ini, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya Kardas.


“Itu adalah pertanyaan dengan jawaban yang sudah sangat jelas,” Nio menjawabnya dengan nada datar, setelah itu menyemburkan kembali asap rokoknya.


“Karena kau sudah membantu kami, apakah kau bersedia menerima kami sebagai bawahan mu?” sambung Nefe.


“Eee? Apa maksudnya? Kalian ingin membelot dari Kekaisaran Duiwel untuk menjadi prajurit Persekutuan?”


Itu pertanyaan yang berani! Sabole dan Nefe menatap Kardas seolah-olah mengatakan hal itu.


“Yah, lagipula kita sudah berjalan semakin dalam di tempat ini. Mungkin akan sangat lama untukku menemukan jalan pulang.”


“Itu… jika kita dapat keluar dengan selamat dari tempat ini, apa kau benar-benar mau menerima kami sebagai bawahan mu?” Nefe mengulangi pertanyaannya yang membuat Nio semakin tidak yakin dengan jawaban yang akan dia berikan.


“Aku sudah memiliki pasukan sendiri. Lalu, Persekutuan mungkin akan memperlakukan syarat yang merepotkan bagi pembelot dari negara anggota Aliansi,” jawaban Nio sempat membuat ketiga gadis Penjelajah tersebut hampir putus asa. Namun, dengan cepat asa mereka kembali bangkit.


Selain itu, daripada memikirkan melakukan penjelajahan bersama lima gadis cantik, Nio sendiri merasa ada yang aneh pada dirinya sejak mengalami mimpi aneh. Setelah mimpi itu berakhir, sesuatu pada dirinya mulai ada yang berubah, seolah-olah suara dari luar Labirin dapat didengar olehnya dengan sangat jelas meski pada jarak yang sangat jauh. Namun, tetap saja itu hanya perasaannya dan merupakan dampak dari dirinya yang terlalu cemas dengan keadaan bawahannya yang mungkin belum mendapatkan perintah kembali dari pelaksanaan misi pengintaian dan penyusupan di Kota Tanoe. Lalu, dia berharap Indah tidak membawa hal buruk pada seluruh bawahannya, Edera, dan Hevaz.


Kemudian, dia merasa jangkauan penglihatannya sama seperti saat melihat dengan kedua mata, meski dia saat ini memiliki satu mata. Mata kanannya yang ditutupi dengan penutup mata terasa dapat melihat, meski nyatanya dia masih tidak memiliki mata kanan. Itu adalah hal aneh selain pendengarannya yang semakin tajam. Selain itu, dia merasa mampu mengangkat ransel dan menenteng senapan dengan total bobot sepuluh kilogram dengan sangat mudah, seperti sedang menggendong bantal. Saat berjalan sambil membawa beban seberat itu, Nio sama sekali tidak merasa terlalu lelah dan merasa hanya membuang sedikit energi di tubuhnya.


Lalu, tentang jalan keluar untuk dirinya, Nio hanya berharap jika markas pusat menerima data dari kalung miliknya, lalu mengirmkan bantuan… jika cara itu memungkinkan. Musuh pasti akan mengira regu SAR tanpa senjata adalah pasukan yang akan menyerang, sehingga musuh akan menghalangi jalan mereka untuk menjemput dirinya. Nio cukup optimis jika jalan keluar baginya dari tempat ini penuh dengan halangan, dan halangan tersulit adalah lokasi Labirin ini yang berada pada jarak lebih dari empat ribu kilometer dari markas pusat. Selain itu, lokasi yang berada di wilayah Kekaisaran Duiwel membuat titik tersebut dapat berubah menjadi medan perang potensial jika musuh menganggap penyelamatan Nio adalah penyerangan.


Di lain sisi, penjelajahannya di Labirin membuat Nio menemukan banyak sumber daya, monster pintar yang membuatnya terlibat dalam pertempuran kecil, serta kehidupan bawah tanah yang mengagumkan. Menurutnya, jika kesempatan untuk kembali masih ada, laporan mengenai penjelajahan Labirin mungkin akan membuat pandangan mengenai luasnya dunia ini dapat berubah. Sehingga, orang-orang dari dunianya akan menganggap jika dunia fantasi ini sama luasnya dengan bumi, dengan berbagai rahasia dan hal-hal menakjubkan dan mengerikan lainnya mengingat dia berada di dunia ini ketika perang masih berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2