
12 Juni 2321, pukul 10.12 WIB.
**
Hari ini ada sangat banyak jet tempur yang melintas di atas wilayah udara provinsi Jawa Timur. Bahkan ribuan prajurit Angkatan Darat bersenjata lengkap selalu melintas di jalanan kota ibukota provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Hal itu terjadi bukan karena pasukan dunia lain menyerang provinsi ini. Tetapi pemimpin Indonesia saat ini sedang berkunjung untuk meninjau sebuah proyek.
Berkat adanya ribuan pasukan AD dan AU, tidak ada musuh yang melakukan hal semacam penyerangan. Juga membuat penduduk dapat merasa aman meski hanya untuk sementara.
Hal itu digunakan sebaik-baiknya oleh Tentara Pelajar maupun Pasukan Utama untuk menyusun kembali kekuatan untuk melaksanakan operasi merebut kembali wilayah yang dikuasai pasukan dunia lain.
Pada pagi ini, Presiden RI termuda dalam sejarah mengunjungi proyek pertahanan terbesar Indonesia dalam 50 tahun terakhir.
**
Di galangan kapal PT.PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan pembuat dan pengembang kapal induk dan kapal selam pertama di Asean.
Mungkin nama itu tidak asing bagi beberapa orang, tentu saja. Karena perusahan milik negara ini merupakan tempat produksi alutsista laut bagi negeri ini. Bahkan dua unit kapal induk yang diopersikan Angkatan Laut adalah hasil kerja keras pekerja perusahaan ini dan melibatkan ribuan manusia untuk membuatnya.
Meski 3 unit yang lainnya masih memesan dan diproduksi oleh negara sahabat. Atau lebih tepatnya bekerja sama untuk mengembangkan kapal induk yang cocok bagi perairan Indonesia.
Bahkan 8 unit kapal selam yang dimiliki AL juga diproduksi di galangan kapal PT.PAL. Kapal selam buatan Indonesia saat ini adalah yang terbaik dan terkuat di Asia, dibawah Cina.
Bagian pengembangan kapal induk juga mendirikan markas besar mereka di perusahaan ini. tugas mereka untuk merancang kapal induk generasi terbaru yang telah hampir selesai dibangun.
Itulah sebab presiden saat ini telah berada di tempat ini, yaitu untuk melihat kapal induk generasi terbaru yang akan menjadi yang terbesar di dunia. Sehingga bisa saja menciptakan kelas kapal induk baru bagi Indonesia.
“Mungkin karena hal ini negara tetangga menolak untuk memberi kita sedikit bantuan,” celetuk Suroso Adarusa, Presiden termuda dalam sejaran Indonesia.
Usianya tahun ini menginjak 31 tahun, bahkan wakilnya telah berusia 58 tahun.
Pria yang senang disapa dengan panggilan Suroso itu bisa membanggakan diri karena akan tercatat di buku sejarah Indonesia sebagai presiden termuda.
“Ya, padahal kita sedang sangat membutuhkan bantuan bukan?” jawab ajudan pribadinya yang selalu ada disamping Suroso ketika melakukan kunjungan kerja.
Mereka berdua sedang berdiri di titik paling baik untuk melihat dua buah kapal induk yang tinggal 15% lagi selesai dibangun.
Dua kapal induk tersebuat akan menjadi yang terbesar ,dan akan menurut rencana akan dinamai tiga pahlawan kemerdekaan Indonesia.
“Apa anda akan benar-benar memberikan nama itu?” tanya Ajudan Suroso.
__ADS_1
“Ya, nama besar mereka bertiga sangat pantas bagi kapal induk terbesar kita,” jawab Suroso dengan tatapan penuh kebanggaan.
Suroso berpikir jika memberikan nama kapal induk dengan tiga nama pahlawan besar Indonesia, itu akan membuat pertahanan laut Indonesia akan menjadi semakin kuat dan terbesar di dunia.
Salah satu kapal induk akan dinamai dengan KRI Soekarno-Hatta dengan nomor lambung 006. Sedangkan yang satunya lagi akan dinamai dengan KRI Jendral Sudirman dengan nomor lambung 007.
Nomor lambung 001-005 telah digunakan oleh kelima kapal induk yang dimiliki Indonesia dan diberi nama dengan lima pulau terbesar Indonesia.
KRI Papua adalah yang terbesar dikelasnya masa ini dan menjadi kapal induk terbesar di Asia saat ini. Namun sebentar lagi posisi itu akan segera digeser oleh kedua kapal induk yang akan segera dilepas untuk melakukan misi pembersihan pasukan dunia lain.
**
13 Juni 2321, pukul 00.30 WIB.
Pelaksanaan operasi perebutan wilayah kecamatan Mojogedang.
**
Seluruh prajurit tim 1 tidak ada yang dapat tertidur, meski mereka mencoba untuk memejamkan mata dalam waktu yang lama dan berharap untuk tertidur.
Bahkan Komandan dan wakilnya, Surya dan Sima terlihat masih memelototi layar monitor yang menunjukkan rekaman pergerakan pasukan musuh yang kabur dari penyerangan tim 2. Rekaman itu dikirimkan dari drone berkamera yang dikendalikan salah satu prajurit di kendaraan komando.
“Ya, mereka sepertinya tidak akan membiarkan kita untuk menguji coba senjata baru ini,” jawab Surya dengan senyuman penuh kekesalan dan juga menyeruput kopi susu dari gelas kertasnya.
Pengendali drone berkamera hanya tersenyum dan merasa tidak percaya dengan yang dikatakan kedua Komadannya itu.
Beberapa saat kemudian terdengan suara semut dari alat komunikasi nirkabel milik Surya.
“Disini tim 1 kota bawah tanah kota Karanganyar, dengan siapa?. Ganti,” ucap Surya yang menjawab sinyal komunikasi dari pihak lain.
Setelah itu kembali terdengar suara semut dan seseorang yang berbicara dengan suara yang tidak jelas.
“Disini pasukan sukarela kota Sragen, kami mendapat perintah untuk memberikan bantuan. Ganti,” jawab seseorang dengan suara yang jelas.
“Baiklah, kami akan mengirimkan lokasi kami saat ini, ganti.”
“Siap, perkiraan kami tiba tiga jam lagi. Selesai.”
Setelah sambungan komunikasi terputus, Surya menghela nafas lega sambil menghabiskan kopi di gelasnya.
Pasukan sukarela adalah pasukan yang berasal dari warga biasa dan siap untuk bertempur melawan musuh dari dunia lain.
__ADS_1
Hal itu berawal dari kelompok masyarakat di seluruh Indonesia yang sepakat mengangkat senjat untuk melawan musuh dari dunia lain. Namun mereka tidak seperti TNI yang bersenjata lengkap.
Meski pasukan sukarela diberi fasilitas seperti senapan serbu oleh TNI, namun hanya itu senjata utama yang dimiliki pasukan sukarela.
Selain itu, hal yang menjadi perbedaan mencolok antara pasukan sukarela dan TNI adalah seragamnya.
TNI mengenakan seragam loreng berwarna hijau, namun setiap satuan pasti memilki warna yang dan motif yang berbeda sesuai angkatan masing-masing. Selain itu, TNI juga mengenakan perlengkapan lain seperti rompi.
Sementara pasukan sukarela memiliki senjata utama senapan serbu. Seragam mereka merupakan pakaian sehari-hari seperti kaos oblong dan mengenakan jaket hoodie. Selain itu, meski mereka mengenakan helm tempur yang diberikan TNI namun hanya itu perlengkapan pendukung lainnya. Mereka juga menggunakan senjata tajam semacam celurit.
Mata Surya menjadi cerah seketika meski sedikit memerah karena rasa kantuk yang ia rasakan. Itu membuat Sima yang duduk di samping Surya hanya bisa penasaran.
“Sial, kenapa lagi ini…!” ucap salah satu pengendali drone berkamera.
“Ada apa?” tanya Surya yang menunda kebahagiannya untuk sementara.
“Sepertinya ada sesuatu yang menyenggol drone.”
Kemudian, pengendali drone mengendalikan drone hingga dapat terbang dengan normal lagi. Setelah drone dapat dikendalikan, terlihat sekelompok hewan terbang dengan ukuran besar melintas.
“Itu, pasukan naga…?” ucap Sima dengan wajah pucat.
Tiba-tiba Surya menyiapkan sambungan komunikasi ke seluruh prajurit dan berkata jika mereka harus bersiap.
Tentu saja hal itu membuat seluruh prajurit menjadi terkejut dan cemas. Seluruh prajurit masih berada di posisi masing-masing, seperti di dalam parit pertahanan dan di balik tumpukkan karung berasa yang berisi tanah.
**
Pasukan tim 2 sedang beristirahat, beberapa prajurit terlihat sedang tertidur sambil bersandar di pohon dan lainnya sedang berjaga.
Mereka pantas mendapatkan jatah istirahat yang lama karena kerja keras mereka untuk mengurangi jumlah musuh yang akan dihadapi tim 1.
Sementara Nio masih memantau pergerakan musuh dari drone berkamera bersama pengendali drone yang masih terjaga. Sementara Herlina sudah terlihat tertidur dengan mulut yang terbuka lebar. Dengan begitu, beberapa bawahannya mengetahui kebiasaan tidurnya.
Drone kemudian menangkap gambar yang menunjukkan sesuatu yang terbang mendekat dan sepertinya berukuran besar.
Nio dan pengendali drone masih terlihat tenang saat kumpulan hewan terbang itu belum mendekat. Namun saat penampakan mulai terlihat jelas, Nio dan pengendali drone menjadi sangat terkejut dan cemas.
Nio menyiapkan alat komunikasi dan menyambungkannya ke seluruh prajurit. Seketika seluruh prajurit terbangun dan terkejut saat Nio berkata dengan keras dari sambungan komunikasi nirkabel.
“Mana mungkin ada pasukan naga kesini?” seluruh prajurit menggumamkan perkataan yang semacam.
__ADS_1