
"Apa yang harus kita lakukan untuk membalas perbuatan dia tuan?" tanya Monik kala mereka berdua telah keluar dari dalam ruang CCTV dengan membawa barang bukti.
Dan pertanyaan dari Monik tadi membuat Henry kini menolehkan kepalanya kearah Monik yang berdiri disampingnya. Sebenarnya ia sudah menyiapkan suatu rencana untuk membalas perbuatan Vina itu. Tapi ia juga mau mendengar rencana apa yang ingin di lakukan oleh Monik untuk Vina.
"Menurut kamu apa yang pantas dia dapatkan?" bukannya menjawab Henry justru balik bertanya.
"Entahlah tuan saya belum memikirkan hal apa yang harus saya berikan kepada dia. Tapi mungkin kalau dia segera keluar dari mansion ini dan di kembalikan ke negara asalnya itu sudah lebih dari cukup untuk saya," ucap Monik yang membuat Henry kini memincingkan alisnya. Ia tak percaya jika Monik hanya menginginkan hal tersebut. Karena ia sangat hafal sifat Monik yang tak mungkin membiarkan seseorang yang sudah berani bermain api dengannya begitu saja tanpa memberikan balasan yang setimpal. Dan yang di katakan oleh Monik itu benar-benar tak menggambarkan diri Monik yang sesungguhnya.
Tapi rasa heran di diri Henry langsung hilang begitu saja kala Monik kembali bersuara.
"Ahhhh tapi sepertinya apa yang saya katakan tadi tidak membuat dia kapok deh tuan. Jadi setelah saya pikirkan dengan matang, saya ternyata memiliki satu keinginan lainnya dan keinginan saya adalah dia harus merasakan apa yang kita rasakan tuan," ucap Monik. Ia ingin sekali berbaik hati untuk tidak membalas perbuatan Vina itu kepadanya dan Henry tadi malam. Tapi karena ia memiliki sifat devil jadi niat baiknya itu harus terhalang dengan sifat jahatnya.
Sedangkan Henry yang mendengar penuturan dari Monik itu pun ia kini tersenyum dengan batin yang berkata, "Ini baru Monik yang aku kenal. Tidak membiarkan lawannya hidup tenang."
Namun untuk memastikan jika memang Monik ingin benar-benar melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Vina kepada mereka, Henry kini kembali bertanya.
__ADS_1
"Kamu mau membalas dia dengan mencampurkan obat perangsang itu ke minuman dia?" tanya Henry untuk memastikan. Dan hal tersebut langsung membuat Monik menganggukkan kepalanya.
"Baiklah jika itu maumu, saya akan melakukan apa yang kamu inginkan itu. Karena saya rasa sebelum saya memberikan perhitungan dengan dia, dia harus merasakan yang namanya di jebak. Tapi saya tidak mau hal itu terjadi di mansion ini. Kita jebak dia di tempat lain, bagaimana? Kamu setuju?" tanya Henry.
"Tidak masalah pembalasan kita ini di lakukan dimanapun tuan, saya setuju-setuju saja. Asalkan dia benar-benar merasakan apa yang kita rasakan. Terjebak dalam permainan seseorang," ucap Monik menggebu-gebu.
"Jika kamu setuju. Maka kamu tinggal menunggu waktu eksekusi saja. Semua tentang persiapan untuk menjebak dia biar saya yang melakukan dan menyelesaikannya." Monik menganggukkan kepalanya.
"Saya percayakan semua hal itu kepada tuan. Dan jika sudah tidak ada hal lain lagi, saya mau permisi dulu tuan untuk melakukan perkejaan saya," ucap Monik yang merasa tak enak hati saat dirinya saat ini menjadi objek penglihatan para maid di mansion tersebut.
Dan lamunan Monik tersadar kala ia mendengar suara deheman seseorang dari belakangnya yang membuat dirinya kini memutar tubuhnya untuk melihat orang di belakangnya itu.
"Ehemmm sepetinya setelah Sheilla yang berhasil meluluhkan hati tuan Digo. Bakal ada satu orang lagi nih yang bakal menaklukkan hati tuan Henry," sindir orang tersebut yang tak lain adalah bik Nah dengan senyuman di bibirnya.
"Oh ya, memangnya siapa orangnya bik?" tanya Monik yang entah pura-pura tak tau atau memang dirinya tidak peka dengan sindiran bik Nah tadi.
__ADS_1
"Kamu mau tau orangnya?" Monik menganggukkan kepalanya.
"Orang itu sekarang ada di depan saya yang tadi kepalanya sempat di usap lembut bahkan tangannya tadi sempat digandeng saat masuk kedalam mansion. Kalau kamu masih tidak tau akan bibik kasih tau namanya. Dan namanya itu adalah Monik," ujar bik Nah yang membuat Monik kini menundukkan kepalanya dengan kedua pipi yang tampak memerah saat ia mengingat kembali perlakuan dari Henry tadi.
Bohong jika dia tidak baper dengan semua yang dilakukan Henry tadi. Monik akui dia baper bahkan sangat-sangat baper. Apa lagi yang melakukan hal itu adalah laki-laki yang diam-diam ia sukai. Ya, Monik menyukai Henry saat dirinya bertemu pertama kali dengan laki-laki itu di bandara internasional John F. Kennedy, New York satu hari setelah dirinya melancarkan aksinya untuk mencelakai Digo tapi gagal total dan memilih kabur di hari itu juga. Namun sayang ternyata tak segampang itu ia kabur dan berakhirlah ia ditangkap langsung oleh Henry saat dirinya baru menginjakkan kakinya di negara itu. Dan disitulah ia jatuh hati dengan seseorang yang berhasil menaklukkannya.
Bik Nah yang melihat wajah malu-malu dari Monik pun ia kini merangkul pundak gadis ralat wanita itu.
"Jika kamu suka dengan dia ungkapkan karena didunia ini tidak ada yang melarang seorang perempuan menyatakan perasaannya terlebih dahulu ke seorang laki-laki. Dan dari pada kamu menyesal saat tuan Henry di ambil oleh orang lain tidak ada salahnya jika kamu mencoba untuk menyatakan perasaanmu itu ke dia," ujar bik Nah yang semakin membuat Monik malu setengah mati.
Dan tanpa mereka berdua duga, dari kejauhan ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka berdua dengan tangan yang sudah terkepal juga gigi yang bergemeletuk.
"Kenapa semuanya bisa berantakan seperti ini? Kata Vina kemarin, rencana dia akan berjalan dengan lancar tapi nyatanya perempuan dan laki-laki sialan itu masih hidup sampai saat ini. Sial sial sial! Vina sudah membohongiku. Jika tau begini aku bergerak sendiri tanpa mengandalkan dirinya," geram orang itu karena rencana yang telah ia susun sejak dari lama harus terpending gara-gara dia mengikuti rencana yang dibuat oleh Vina itu yang nyatanya tak mendapatkan hasil sedikitpun.
Dan hal tersebut membuat dirinya benar-benar geram, kesal dan emosi. Namun ia juga tak boleh gegabah untuk segera melancarkan rencananya karena dirinya harus mencari celah kembali untuk melenyapkan satu persatu orang yang sudah berada di dalam buku hitamnya itu.
__ADS_1