The Dark Love

The Dark Love
182. Hukuman


__ADS_3

Kini tiba saatnya resepsi pernikahan dilaksanakan, dimana saat acara itu sudah di mulai, pasangan suami istri baru itu masih tidur di kamar mereka. Membuat sang perias bingung di depan pintu kamar keduanya.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak berani mengganggu mereka berdua. Mana aku sudah berdiri disini selama 1 jam lebih lagi. Dan aku juga tidak tau kamar nyonya Ciara ataupun nyonya Franda tadi. Tapi kalau sekarang aku rasa beliau berdua sudah berada di tempat acara. Apa aku nyamperin mereka saja ya? Tapi apa aku tidak ganggu? Tapi kalau aku tidak melakukannya yang ada sampai nanti tuan Digo dan Nona Sheilla tidak akan bangun-bangun. Haishhhh sudahlah lebih baik aku nyamperin nyonya Franda dan nyonya Ciara," ucap make up artis tersebut yang sudah menunggu lama di depan pintu kamar pasangan pengantin tersebut. Ia tadi sudah sempat mengetuk pintu itu berulang kali yang berakhir ia masuk karena tak ada balasan dari keduanya dan kebetulan kamar itu tak di kunci oleh mereka. Dan saat dirinya sudah masuk, ia melihat Digo dan Sheilla tengah tertidur pulas yang membuat dirinya keluar kembali dan berakhir bingung seperti tadi.


Sedangkan disisi lain, Mama Ciara dan Franda yang tengah menyambut para tamu, dibuat bingung dengan anak mereka yang tak kunjung memunculkan batang hidungnya. Dan hal tersebut membuat Franda yang tadinya berdiri di samping sang suami, melangkahkan kakinya mendekati Mama Ciara berada.


"Ci, mereka kemana sih? Kok belum juga muncul?" tanya Franda yang sudah berdiri disamping besannya tersebut.


"Entahlah aku juga tidak tau. Apa mungkin Sheilla belum selesai make upnya, dan Al harus menunggu dia selesai make up?" ucap Mama Ciara.


"Aku rasa tidak deh Ci. Dia make up sampai satu jam lebih make up apaan? Tadi aja pada akad make upnya hanya butuh waktu setengah jam saja kok," balas Franda.


"Terus kalau bukan gara-gara make up yang buat mereka telat kesini apa dong?" tanya Mama Ciara yang dijawab gelengan kepala oleh Franda.


Namun sesaat setelahnya Franda melebarkan matanya sembari berkata, "Jangan-jangan larangan kita berdua tadi sebelum mereka masuk kamar dilakukan lagi."


Mama Ciara yang paham akan maksud dari ucapan besannya itu, ia menatap wajah Franda dengan ekspresi terkejutnya.


"Jangan-jangan iya lagi. Duhhhh tidak bisa di biarkan ini. Ayo kita sekarang grebek mereka berdua," ajak Mama Ciara yang diangguki setuju oleh Franda karena kebetulan tamu yang datang belum banyak dan lebih baik keduanya langsung bertindak.


Saat dua wanita paruh baya tersebut sudah melangkahkan kakinya, sang make up artis yang tadi tengah dilema dengan langkah tergesa-gesanya ia mendekati kedua wanita itu.


"Nyonya," ucap make up artis itu.


Mama Ciara dan Franda menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Ehhhh mbak yang make up Sheilla kan?" tanya Franda kala make up artis tersebut sudah berada di hadapan keduanya.


"Benar nyonya."


"Kalau begitu kemana Sheilla dan Digo sekarang?" tanya Mama Ciara.


"Mereka berdua masih berada di dalam kamar nyonya. Hmmm dan mereka masih tidur."


"APA?!" teriak Mama Ciara dan Franda dengan serempak hingga membuat beberapa tamu undangan menatap kearah mereka berdua tak terkecuali dengan suami mereka.


Papa Devano dan Bian saling pandang satu sama lain sebelum keduanya berjalan mendekati istri mereka.


"Ada apa sih? Kenapa kalian teriak seperti tadi?" tanya Papa Devano yang membuat Mama Ciara menatap dirinya.


"Anak dan menantumu, acara sudah dimulai dan para tamu sudah mulai berdatangan mereka malah masih asik tidur," ucap Mama Ciara.


Dan setelah mengucapkan perkataannya tadi, Mama Ciara dan Franda dengan berlari kecil menuju ke kamar sang anak diikuti oleh make up artis tadi. Meninggalkan Papa Devano dan Bian yang tampak menghela nafas panjang sebelum keduanya kembali ke posisi mereka masing-masing seperti tadi.


Kini ketiga perempuan tadi telah sampai di depan kamar Digo dan Sheilla.


Tanpa basah sedikitpun, Franda langsung membuka pintu kamar tersebut dan benar saja apa yang dikatakan oleh sang make up artis tadi jika keduanya masih tidur dengan posisi berpelukan lagi.


"Al, Sheilla!" teriak kedua emak-emak itu hingga berhasil membuat sepasang pengantin baru itu terkejut dan bangun dari tidur mereka.


"Ya ampun berisik banget sih," ucap Digo yang sepertinya belum sadar sepenuhnya jika yang menciptakan kebisingan itu adalah ibu dan mertuanya.

__ADS_1


Mama Ciara yang sudah kesal dengan anak laki-lakinya itu, ia melangkahkan kakinya mendekati Digo dan setelah sampai, tangannya bergerak untuk menjewer telinga Digo hingga membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan.


"Aduhhh sakit," erang Digo dengan bangkit dari posisi tidurnya itu.


"Syukurin siapa suruh kamu tidur sampai kelewatan dari jam yang kita tentukan. Mama tadi sudah bilang Al, jangan buat baby dulu kenapa kamu ngeyel sih," omel Mama Ciara yang masih berpikiran jika keterlambatan bangun anak dan menantunya itu disebabkan karena mereka baru selesai membuat baby.


Dan ucapan dari Mama Ciara tadi berhasil membuat Digo tersadar sepenuhnya dan kini ia berdecak sebal mendengar tuduhan yang di berikan oleh ibunya itu.


"Ck, Ma. Al sama Sheilla belum melakukan hal itu," ucap Digo.


"Halah alasan saja kamu."


"Ya ampun Ma, untuk apa Al beralasan? Apa yang Al katakan tadi memang benar jika kita berdua belum melakukannya. Jika Mama tidak percaya tanya sama Sheilla."


Mama Ciara kini menatap menantunya yang juga tengah menatapnya sebelum Sheilla kini angkat suara.


"Ma, apa yang dikatakan Al tadi benar kok kalau kita berdua belum melakukan hal itu," ucap Sheilla.


"Tuh dengerin kata Sheilla. Kita memang belum melakukannya. Lagian kalau kita melakukannya saat ini kita pasti tidak akan pakai baju sama sekali. Tapi buktinya, kita berdua masih berpakaian lengkap." Mama Ciara dan Franda yang tadi masih tak percaya pun keduanya melihat penampilan anak-anak mereka yang masih rapi dengan baju piyama mereka, walaupun piyama yang mereka gunakan sedikit kusut.


"Hmmm benar juga sih. Ya sudah kalau begitu kalian berdua cuci muka sana. Dan segara siap-siap untuk melakukan acara pernikahan kalian. Jangan pakai lama," ujar Mama Ciara dengan mendorong pelan punggung Digo. Sedangkan Franda, ia membantu Sheilla untuk berdiri dari atas ranjang tersebut dan dengan memberikan tepukan di bokong Sheilla, menandakan jika ia menyuruh sang anak untuk segera masuk kedalam kamar mandi bersama dengan Digo.


Dimana hal tersebut membuat keduanya hanya bisa menghela nafas lelah dan dengan posisi yang masih mengantuk keduanya berjalan beriringan untuk masuk kedalam kamar mandi. Sebelum teriakan dari Franda masuk kedalam indra pendengaran mereka berdua.


"Satu lagi. Untuk hukuman kalian berdua yang sudah telat dalam acara kalian sendiri, kita berdua memutuskan untuk memisahkan kalian berdua malam ini. Kalian tidur di kamar kita berdua yang berarti tidak ada malam pertama untuk kalian malam ini!"

__ADS_1


"What?!" teriak pasutri baru itu yang tampaknya tak terima dengan hukuman yang akan mereka jalankan malam ini, padahal hal tersebutlah yang di tunggu-tunggu oleh keduanya.


__ADS_2