
Kini Henry, Monik dan Vina berjalan masuk kedalam mansion milik Digo itu. Dengan posisi Monik yang memapah tubuh Vina, sedangkan Henry berjalan terlebih dahulu dari dua perempuan itu. Tapi saat baru saja mereka bertiga masuk kedalam mansion tersebut tatapan para maid langsung tidak mengenakkan. Terlebih mereka juga sempat mencibir Vina dengan bisik-bisik manja dan ada juga yang dengan berani berucap dengan cukup keras.
"Ternyata masih ada ya orang yang memiliki muka tebal. Tinggal di mansion ini hanya numpang, malah bikin ulah. Mana ulahnya sangat-sangat menjijikkan lagi. Kalau aku jadi dia, aku memilih untuk menenggelamkan diriku sendiri di laut bebas karena sudah tak punya muka lagi untuk muncul dihadapan orang banyak," ucap salah satu maid disana.
"Tapi sayangnya orang itu bukan kamu. Jadi ya dia tidak perlu untuk menenggelamkan tubuhnya ke laut karena wajahnya kan sangat-sangat tebal dan satu lagi, urat malu dia sudah putus," timpal yang lainnya.
Vina yang sadar akan sindiran-sindiran dari para maid itu yang di tujukan untuk dirinya pun ia menundukkan kepalanya.
Sedangkan Monik dan Henry, mereka diam-diam tersenyum dengan pandangan yang saling menatap satu sama lain.
Sebelum Henry kini berdehem dan segara bersuara.
"Kembali bekerja dan jangan ada yang menggosip," ujar Henry yang membuat para maid tadi langsung kembali ke pekerjaannya masing-masing.
"Dan kamu, Monik segera bawa dia ke kamarnya," sambung Henry.
"Baik tuan," ujar Monik.
"Mari Nona."
__ADS_1
Monik kembali memapah tubuh Vina hingga sampai di kamar perempuan itu.
"Apa nona mau makan? Kalau Nona mau makan, saya ambilkan dulu makanannya ya," ucap Monik dan saat dirinya ingin keluar dari kamar tersebut, Vina mencekal lengannya yang membuat Monik kini menoleh kearah Vina.
"Tidak perlu Monik. Aku masih kenyang. Aku hanya ingin berterimakasih kepadamu karena kamu sudah peduli denganku bahkan kamu masih tetap mencariku saat diri kamu terluka. Jika kamu tidak mencariku tadi, aku tidak tau apa yang akan laki-laki itu lakukan kepadaku lagi nanti," ucap Vina yang terlihat begitu tulus berterimakasih dengan perempuan yang berdiri didepannya saat ini.
Monik tersenyum dengan tangan yang kini bergerak untuk mengambil tangan Vina yang mencekal lengannya tadi lalu Monik genggam tangan tersebut.
"Nona tidak perlu berterimakasih kepada saya karena saya hanya bisa menyelamatkan nona saat penjahat itu sudah berbuat yang macam-macam dengan nona. Jadi saya mohon maaf karena keterlambatan saya menyelamatkan nona tadi malam," ujar Monik dengan raut yang sudah berubah menjadi sedih.
"Aku memaklumi kamu tidak langsung menemukanku Monik karena aku tau kamu tadi malam pasti juga tengah kesulitan mencari cara untuk menyelamatkanku terlebih kamu juga kehilangan dompet yang membuat kamu pasti bingung akan pulang pakai apa kan? Dan juga kamu bingung karena mau menghubungi seseorang untuk kamu mintai pertolongan juga susah saat ponselmu juga ikut di rampas laki-laki itu. Terlebih lagi jarak antara mansion dan rumah itu sangat jauh jadi membuat kamu sangat kesusahan untuk menemukanku. Aku bisa memaklumi hal itu Monik. Dan aku hanya bisa berterimakasih kepadamu walaupun kamu telat setidaknya kamu sudah menyelamatkan nyawaku," ujar Vina panjang lebar. Dan hal tersebut diangguki oleh Monik.
"Sudah tidak apa-apa Monik. Dan saya mohon setelah ini jangan bahas hal ini lagi. Jangan mengingatkanku dengan kejadian menjijikkan itu," mohon Vina.
"Baiklah. Saya tidak akan membahas hal itu lagi setelah ini. Dan terimakasih karena nona sudah mau memaafkan saya. Dan lebih baik nona sekarang istirahat ya. Jangan lupa kalau Nona membutuhkan sesuatu segara panggil saya," ujar Monik yang membuat Vina menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu saya keluar dulu. Selamat beristirahat nona," ucap Monik sebelum dirinya pergi dari kamar tersebut dengan senyum yang mengembang.
"Permainan kedua akan segera dimulai, Vina. Bersiaplah karena permainan ini akan membuat dirimu nanti mungkin menangis meraung-raung, stress atau bahkan depresi," batin Monik yang tak sabar menunggu rencana keduanya itu berjalan sesuai dengan bayangannya.
__ADS_1
"Istirahat yang baik Nona. Bye," ucap Monik sebelum dirinya menutup pintu kamar tersebut sembari melambaikan tangan kearah Vina.
Lalu setelah pintu kamar itu benar-benar tertutup dan setelah memastikan jika Monik tak kembali lagi kedalam kamar tersebut, Vina kini turun dari atas ranjangnya. Dan dengan langkah tertatih ia memasuki kamar mandi yang ada di kamar itu.
Ia menatap dirinya dari pantulan cermin didepannya itu. Dan hal tersebut membuat dirinya justru menangis saat ia melihat ada beberapa bekas kemerahan yang di sebabkan oleh kejadian tadi malam yang berada di leher serta dadanya itu.
"Aku benci laki-laki itu, aku sangat membencinya, hiks," ucap Vina sembari tangannya ia gosok-gosokkan ke bekas kemerahan itu, mencoba untuk menghilangkannya.
"Kenapa tidak bisa hilang! Aku mohon menghilanglah," gumam Vina yang masih mencoba menghilangkan kemerahan itu. Hingga membuat bagian-bagian yang tadi terdapat kemerahan semakin memerah dan terasa perih.
"Aku benci diriku sendiri, aku benci apa yang aku lakukan tadi malam!" ucap Vina dengan berjalan menuju kearah bathub untuk berendam, mencoba untuk menenangkan pikirannya walaupun ia yakin ia tak akan tenang dan akan terus merasa menyesal.
Sedangkan disisi lain, lebih tepatnya di kantor Digo, laki-laki yang baru keluar dari ruang meeting pun terlihat dari wajahnya begitu murka. Dan saat dirinya baru masuk kedalam ruangannya, ia juga bisa melihat wajah Sheilla yang benar-benar tak mengenakkan.
"Apa kamu sudah melihat beritanya, Honey?" tanya Digo sembari duduk di samping sang kekasih dengan tangan yang kini sudah melingkar indah di pinggang kekasihnya itu.
"Ya. Aku sudah melihatnya. Jadi yang dianggap Monik kalau dia menghilang itu justru dia tengah berkencan dengan seorang laki-laki dan berakhir melakukan hal itu?" Digo menganggukkan kepalanya.
"Aku benar-benar tidak menyangka dia akan melakukan hal itu. Dan kira-kira siapa yang menyebar video seperti ini di media sosial? Dan aku yakin video ini sudah sampai di akun gosib di negara Indonesia yang berarti dia akan terkena skandal dan berujung karirnya akan meredup nanti. Walaupun dia selalu jahat sama aku, aku tetap kasihan jika dia harus kehilangan pekerjaannya itu dan menerima banyak hujatan dari netizen," ucap Sheilla yang merasa simpati dengan kasus yang tengah menimpa Vina itu.
__ADS_1
"Aku tidak perduli jika dia menerima kebencian dari orang-orang Honey karena ada hal yang lebih penting dari itu yaitu tentang keluarnya Vina dari mansion kita," ujar Digo.