The Dark Love

The Dark Love
246. Mulai Beraksi


__ADS_3

Kini mobil mewah yang dikendarai oleh Digo telah sampai di salah satu perusahaan yang cukup besar setelah 4 jam perjalanan tadi. Digo sempat tak percaya jika musuh yang sedari dulu ia cari ternyata berada di satu negara yang sama dengannya namun berbeda kota. Jika saja ia sadar akan keberadaan Raider, ia akan langsung membasmi laki-laki yang sebenarnya masih memiliki ikatan darah dengan sang istri, lebih tepatnya sepupu dari Sheilla. Namun sayangnya, semua jejak Raider tak bisa ia temukan dan justru dirinya lah yang selama ini di mata-matai oleh laki-laki tersebut. Sialan memang karena dirinya kalah cepat dari Raider. Tapi berhubung saat ini sang mata-mata dari laki-laki sialan tersebut sudah lenyap, maka sekarang giliran Digo yang akan memberikan pelajaran untuk musuhnya itu.


Perkara tentang masalah Bomi kemarin, ditemukan banyak barang bukti berupa banyaknya obat bius dan senjata yang Digo maupun Henry yakini jika senjata itu bukan senjata milik orang-orang yang berada di bawah pimpinan mereka. Dan setelah mereka telusuri lagi, ternyata senjata itu memiliki tanda yang sama seperti senjata yang digunakan oleh anak buah Raider. Kenapa Digo bisa tau karena setelah mendapatkan alamat dimana Raider berada, Digo langsung memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi Raider bahkan Digo sekarang sudah mengantongi alamat rumah laki-laki tersebut yang jika ia mau dirinya bisa meluluh lantakkan rumah tersebut berserta isi-isinya. Tapi berhubung niatanya itu tak mendapat dukungan bahkan di tentang keras oleh sang istri dan Monik, yang menganggap jika apa yang akan ia lakukan itu terlalu gegabah dan sangat menguntungkan bagi pihak Raider karena yang pasti mereka akan langsung mati begitu saja tanpa merasakan kesengsaraan terlebih dahulu. Alhasil Digo maupun Henry yang sudah menggebu-gebu ingin membunuh Raider, dengan mempertimbangkan ucapan dari istri mereka masing-masing akhirnya kedua laki-laki itu mensetujui untuk menjalankan rencana yang sudah dibuat oleh Sheilla dan Monik. Rencana yang menurut Digo maupun Henry sangat lah apik dan matang. Dimana bukan hanya raga ataupun nyawa yang akan mereka musnahkan melainkan harta Raider pun juga akan turut mereka hilangkan, lebih tepatnya akan mereka ambil. Sia-sia juga jika harta Raider yang terbilang lumayan itu harus musnah begitu saja, lebih baik kan masuk ke rekening mereka. Lumayan buat nambah gaji semua karyawan.


Dan tentang Raider yang meminta Sheilla untuk menyampaikan kepada Bomi yang belum Raider sadari jika anak buahnya itu sudah mati untuk menghubungi dirinya, masalah tersebut bisa mereka atasi dengan mudah. Bagaimana tidak mudah coba jika hanya lewat pesan saja Raider sudah percaya jika aksi Bomi yang sebenarnya gagal total itu didalam pesan tersebut mengatakan jika Bomi berhasil dan dengan bodohnya Raider percaya begitu saja. Bahkan tak mereka sangka setelah pesan balasan dari Raider, notifikasi di ponsel Bomi yang memperlihatkan jika ada sejumlah uang masuk kedalam rekening laki-laki itu dan tanpa ditanya pun mereka tau siapa orang yang sudah memberikan uang tersebut jika bukan Raider orangnya. Dan dari situlah mereka berempat percaya jika Raider mudah sekali mereka bohongi. Memang musuh Digo ini musuh paling lemah daripada musuh yang pernah Digo maupun Henry hadapi. Tapi ini lah yang akan menjadi keuntungan bagi mereka karena tanpa harus menguras tenaga ataupun pikiran, musuh sudah bisa mereka taklukan.


Tapi untuk meyakinkan tentang pesan jika Bomi menang, Digo membeli sebuah mansion lain yang tak kalah megah dan ia turut memboyong semua orang yang ada di dalam mansion tersebut, mengosongkan bahkan tak segan-segan Digo menyuruh anak buahnya untuk memberantaki isi mansion tersebut agar terlihat seperti setelah terjadi pemberontaknya. Digo juga menyuruh anak buahnya untuk membeli darah hewan dan di bercak-bercakkan diatas lantai agar bisa mendukung rencana mereka karena tidak ada yang tau bukan, jika sewaktu-waktu Raider menyuruh anak buahnya untuk datang ke mansion untuk mengecek semuanya. Tak hanya itu saja Digo juga menyuruh semua orang yang berada dibawah kekuasaannya untuk tidak keluar dari area mansion barunya, selain melindungi mereka agar tetap aman, Digo tak ingin rencana yang sudah ia buat bersama ketiga orang lainnya gagal begitu saja karena ulah bawahannya. Kecuali Sheilla tentunya karena perempuan itu yang akan bergerak untuk menghancurkan Raider dibawah pantauan dan arahan sang suami.


Mengenai Sheilla, perempuan itu belum tau jika Raider adalah sepupunya. Biarkan saja perempuan itu tak tau sampai Raider musnah dari muka bumi ini sekalipun.

__ADS_1


"Kamu yakin akan masuk sendiri?" tanya Digo dengan menatap Sheilla yang tengah melepas seat belt.


Sheilla menganggukkan kepalanya.


"Aku bisa jaga diri Dear. Kamu tidak perlu khawatir." Digo tampak menghela nafas panjang.


"Baiklah. Kamu hati-hati. Aku akan tetap menunggu kamu disini. Jika terjadi sesuatu segara hubungi aku lewat gelang yang ada di tanganmu itu. Tekan saja tombolnya karena otomatis saat kamu menekan tombol itu, gelang tersebut akan memberikan sinyal yang terhubung di jam yang tengah aku kenakan. Kamu mengerti sayang?" tanya Digo.


"Kenapa lagi?" tanya Sheilla menahan kekesalannya.

__ADS_1


"Kiss," ucap Digo yang membuat Sheilla memejamkan matanya sesaat untuk mencegah dirinya agar tak memukul wajah tampan sang suami.


Dan tanpa membuang waktu lebih lama lagi hanya untuk menuruti kemauan Digo, Sheilla bergerak, mendekatkan wajahnya ke wajah Digo. Mendaratkan bibirnya ke bibir Digo cukup lama sebelum ia memundurkan wajahnya kembali.


"Sudah kan. Jadi jangan mencegahku lagi. Kalau sampai kamu mencegahku untuk kesekian kalinya, kamu yang akan aku bunuh nanti," ancam Sheilla dan tanpa melihat respon yang akan di berikan oleh Digo atas ancamannya tadi, Sheilla langsung keluar dari dalam mobil sang suami dan segara melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan tersebut.


Sedangkan Digo, ia tak marah sama sekali dengan ancaman yang diberikan sang istri tadi. Ia justru terkekeh dibuatnya.


"Ada-ada saja ancaman Sheilla. Ya kali dia mau bunuh aku. Belum juga dia menodongkan senjata, dia sudah lebih dulu nangis kejer. Dasar si kesayangan," ucap Digo dengan menatap kearah perginya Sheilla tadi. Dimana ia sudah tak menemukan keberadaan sang istri disana yang artinya istrinya itu sudah benar-benar masuk kedalam perusahaan milik musuhnya tersebut.

__ADS_1


Digo tampak menghilangkan tawa yang sempat tercipta tadi. Dan dengan menyandarkan kepalanya di kursi mobil, ia menutup matanya dengan hati yang terus meramalkan doa untuk keselamatan istrinya yang kekeuh ingin membantunya.


__ADS_2