The Dark Love

The Dark Love
24. Salah Lagi


__ADS_3

"Sheilla!" teriak Digo saat dirinya baru melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah mewah miliknya itu.


Sheilla yang baru saja membantu maid yang lain memasak makanan untuk makan malam pun dengan cepat ia meninggalkan pekerjaannya itu dan memilih untuk menghampiri Digo yang tengah berdiri di ruang tamu dengan jas juga dasi yang sudah lepas dari tubuhnya tak lupa lengan kemejanya sudah ia gulung sampai siku. Dan hal itu sangat tidak Sheilla sukai, karena saat Digo berpenampilan seperti itu, membuat jantungnya berdegup sangat kencang. Tapi sepertinya bukan hanya dirinya saja yang merasakan hal tersebut melainkan beberapa maid yang masih terbilang muda itu juga sama dengannya. Tapi mereka terutama Sheilla harus tau batasannya daripada kepalanya nanti yang menjadi taruhannya karena mengagumi Digo secara diam-diam.


"Iya, kenapa tuan?" Tanya Sheilla setelah ia berhadapan langsung dengan Digo.


Digo bukannya langsung menjawab apa maksud dan tujuan dirinya memanggil Sheilla. Ia justru menatap perempuan itu dari atas sampai bawah.


"Siapa yang memberikan kamu pakaian maid ini?" tanya Digo dengan wajah garangnya.


Sheilla menatap pakaian maid yang ia kenakan saat ini dengan kerutan di dahinya. Memangnya apa yang salah dengan pakaian yang ia gunakan saat ini? toh pakaian ini juga pakaian yang selalu para maid pakai.


"Apa ada yang salah?" tanya Sheilla tak mengerti.


"Jawab pertanyaan saya tadi Sheilla!" geram Digo. Sheilla menggaruk tengkuknya saat tatapan matanya tadi bertubrukan dengan tatapan tajam Digo.


"Tidak ada yang memberikan pakaian ini. Saya yang ambil sendiri." Digo tampak mengeraskan rahangnya dengan kedua tangannya terkepal erat.


"Masuk ke kamar sekarang!" ujar Digo lalu setelah mengucapkan hal tersebut ia beranjak dari tempat tersebut yang membuat Sheilla tambah kebingungan saja namun tak urung ia mengikuti langkah Digo menuju ke kamar pribadi Digo sekaligus kamar sementara untuknya.


Dan setelah dirinya sampai di dalam, dirinya di kejutkan dengan sebuah baju yang mendarat tepat di atas kepalanya.


"Ganti pakaian kamu itu," ujar Digo.


Sheilla dengan kasar mengambil baju yang berada di atas kepalanya.

__ADS_1


"Kerjaan saya belum selesai tuan. Saya akan ganti pakaian saya setelah kerjaan saya selesai semua dan sudah waktunya untuk istirahat. Dan mengingat sekarang baru jam 5 sore berarti masih satu jam lagi baru saya istirahat," ujar Sheilla. Ia masih sadar diri jika di rumah ini ia hanya menumpang dan di jadikan seorang maid oleh Digo. Jadi ia harus mengikuti aturan yang sudah di buat oleh para maid dan tak bisa seenaknya begitu saja.


Digo yang mendengar penuturan dari Sheilla, ia mengusap wajahnya.


"Ganti sekarang Sheilla!" perintah Digo untuk kesekian kalinya tanpa memperdulikan ucapan Sheilla sebelumnya.


"Nanti tuan. Pekerjaan saya belum selesai," ujar Sheilla yang masih kekeuh dengan pendiriannya.


"Ganti dulu baru selesaikan pekerjaanmu!" Sheilla menggelengkan kepalanya tak setuju.


"Kalau saya ganti sekarang yang ada baju ini nanti kotor dan harus ganti lagi. Mending pakai baju ini yang sedari tadi pagi sudah saya pakai biar saya tidak kebanyakan nyuci nanti," ucap Sheilla.


"Jadi kamu pakai baju itu sedari tadi pagi?" dengan polosnya Sheilla menganggukkan kepalanya dan hal tersebut membuat Digo semakin murka saja.


"Dimana pakaian kamu yang saya berikan waktu itu?"


"Kenapa gak bilang sama saya kalau pakaian kamu itu sedang kamu cuci!" Sheilla menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia sebenarnya bingung kenapa Digo pulang-pulang langsung memarahinya seperti ini dan yang membuat marah laki-laki itu hanya pakaian yang ia pakai saat ini. Padahal kalau dirasa pakaian itu tak ada yang salah, hanya saja memang pakaian maid itu panjangnya hanya sebatas lutut jika orang lain yang memakainya tapi berhubung Sheilla memiliki tinggi yang lumayan semampai alhasil rok maid itu berada satu jengkal diatas lutut. Tapi selain itu semuanya aman, tak ada yang aneh. Dan perlu info saja pakaian maid yang di berikan Digo untuknya waktu itu adalah pakaian maid yang memiliki panjang sampai mata kaki. Sangat berbeda dengan pakaian maid disini, ahhh tapi sebenarnya bukan hanya dia saja yang memakai pakaian maid panjang melainkan ada Bik Nah yang juga memakainya.


"Maaf tuan," ujar Sheilla.


"Maaf maaf maaf terus yang bisa kamu lakukan. Apa kamu tau Sheilla jika dirumah ini itu isinya bukan hanya perempuan saja tapi banyak juga yang laki-laki. Dan dengan penampilan kamu yang seperti ini kamu bisa mengundang napsu mereka!" bentak Digo dengan menatap nyalang Sheilla.


"Tapi bukan hanya saya saja yang pakai pakaian ini tuan. Dan darimananya saya bisa mengundang napsu laki-laki?" tanya Sheilla bingung karena jujur saja ia tadi juga melihat beberapa maid yang memakai pakaian itu di atas lutut saat tinggi mereka juga semampai sepertinya bahkan ada beberapa juga yang roknya bahkan sampai memperlihatkan sebagian pahanya. Tapi kenapa hanya dirinya saja yang terkena marah sama Digo?


"Kamu masih tanya darimana kamu bisa mengundang napsu laki-laki? Astaga Sheilla, apa kamu tidak lihat rok yang kamu pakai itu di atas luput dan memperlihatkan kaki jenjangmu itu?"

__ADS_1


"Tapikan maid disini juga memakai pakaian yang sama dengan yang saya pakaian sekarang ini tuan," ucap Sheilla.


"Mereka beda Sheilla!"


"Bedanya dimana? Saya sama mereka sama-sama perempuan yang memakai baju sama persis tapi kenapa hanya saya saja yang kena marah dan mereka tidak?"


"Mereka beda Sheilla!"


"Bedanya dimana tuan?" Sheilla yang sudah kelewat kesal pun ia kini ikut meninggikan intonasi suaranya.


"Jangan bandingkan kamu dengan mereka. Mereka maid biasa tapi kamu---" Digo mengatupkan bibirnya, tak melanjutkan ucapannya tadi yang justru mengundang kekepoan dari Sheilla.


"Saya apa tuan?" tanya Sheilla menuntut agar Digo melanjutkan kalimatnya.


Digo diam. Tak menjawab pertanyaan dari Sheilla.


"Tuan!" panggil Sheilla dengan memberanikan diri untuk mendekati Digo.


"Tuan," panggilnya kembali dengan melambaikan tangannya di depan wajah Digo yang membuat laki-laki itu langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


"Jangan di bahas lagi. Dan saya harap ini adalah kesalahan kamu untuk yang terakhir kalinya. Jika sampai kamu mengulangi kesalahan kamu ini kembali, jangan salahkan saya jika saya menagih perjanjian yang kita buat tadi malam. Dan untuk sekarang ganti pakaian kamu, setelah itu kamu packing baju saya dan beberapa keperluan saya ke dalam koper," ujar Digo tanpa menatap kearah Sheilla.


"Packing baju tuan? Memangnya tuan mau kemana?" tanya Sheilla kepo.


"Ke negara lain, ada pekerjaan disana yang harus saya selesaikan. Jadi sekarang kamu cepat ganti baju kamu. Dan segera bereskan keperluan saya yang akan saya bawa selama 1 minggu di negara orang." Sheilla tampak ber-oh riya sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu saya ganti baju sekalian mandi gak papa kan tuan?" Digo berdehem untuk menjawab pertanyaan dari Sheilla tadi. Dan setelah mendapat persetujuan dari laki-laki itu Sheilla bergegas masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Digo yang menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.


__ADS_2