The Dark Love

The Dark Love
125. Kedatangan Tamu Istimewa


__ADS_3

Sedangkan disisi lain tepatnya di negara Paris, Prancis. Saat semua orang yang berada di mansion milik Digo masih asik tertidur pulas, ada satu orang yang kini tengah diam-diam berjalan dengan mengendap-endap menuju ke dapur mansion tersebut dengan mata yang aktif melihat ke sekitarnya. Sampai akhirnya dirinya kini telah masuk kedalam dapur tersebut.


"Huh aman," ucapnya dengan suara yang sangat lirih sebelum tangannya kini bergerak untuk membuka kulkas disana.


Ia mengambil satu kotak susu kesukaan Sheilla dengan senyum yang mengembang, sebelum ia meletakkan susu itu di atas bar dapur dengan salah satu tangannya yang kini merogok satu botol kecil cairan racun untuk ia masukkan kedalam kotak susu itu.


"Setelah kamu nanti meminum ini. Nyawa kamu akan langsung hilang, Sheilla dan tugasku akan sedikit ringan setelahnya," gumam orang tersebut dengan senyum yang masih mengembang.


Disisi lain, seseorang yang baru sampai di mansion Digo, tanpa mengatakan permisi terlebih dahulu, ia langsung masuk kedalam mansion tersebut dengan membawa koper ditangannya.


"Ya ampun sepi banget nih mansion udah kayak kuburan aja. Padahal ini udah jam 6 pagi lho. Iya sih memang masih gelap, tapi seharusnya kalau jam segini tuh orang-orang harusnya udah bangun. Haishhhh tapi aku lupa kalau isi dari mansion ini adalah kerbau semua bukan orang. Jadi maklum lah ya kalau memang dijam segini tidak ada orang seliweran di mansion ini," gumam seorang perempuan yang baru menginjakkan kakinya didalam mansion tersebut dengan mata yang menatap kearah setiap sudut mansion tersebut yang tampak sangat sepi.


"Tapi btw baswey, nih perut lapar banget sih. Padahal tadi sebelum ke manison ini udah mampir ke restoran. Emang dasar perut karet," sambungnya dengan menepuk perutnya sendiri sebelum dirinya memilih untuk segera melangkahkan kakinya menuju ke dapur dimansion tersebut dengan meninggalkan kopernya bergitu saja di ruang tamu.


Dengan langkah santai, ia memasuki dapur tersebut dimana langkahnya ia hentikan kala melihat ada seseorang yang berdiri di bar dapur tersebut.


"Aku kagetin seru kali ya," ujar perempuan tersebut merencanakan niat jahilnya itu. Lalu setelahnya ia berjalan dengan mengendap-endap mendekati laki-laki tersebut hingga...


Dorrrrr!


Suara yang cukup keras diikuti dengan tepukan di bahu laki-laki itu membuat laki-laki tersebut terperanjat kaget hingga tanpa sengaja tangannya menyenggol kotak susu yang belum sempat ia tutup itu sampai akhirnya kotak susu itu jatuh dan tumpah. Dimana didalam kotak susu itu sudah ia beri racun untuk membunuh Sheilla.

__ADS_1


Sedangkan perempuan yang berhasil mengagetkan targetnya, ia tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha maaf bang. Kagak sengaja saya. Pufttttt hahahaha!" suara perempuan itu membuat laki-laki yang berdiri dihadapannya hanya bisa menghela nafas kesal saat tau jika rencananya itu kembali gagal gara-gara ulah manusia paling jahil di dunia itu.


"Santai aja bang. Nanti susu Abang saya ganti yang baru. Tapi jangan lupa tumpahan susu itu di beresin ya," ujar perempuan itu dengan menepuk pundak laki-laki tersebut sebelum dirinya menuju ke kulkas yang ada di dapur tersebut mencari sesuatu yang bisa ia makan.


"Ya elah cuma roti doang mah aku gak akan kenyang," ujarnya dengan menutup kembali pintu kulkas tersebut sebelum dirinya memutar tubuhnya menghadap kearah laki-laki yang kini tengah berjongkok untuk membersihkan tumpahan susu itu. Ia berniat untuk meminta bantuan laki-laki tersebut untuk membantu dia membuat makanan.


"Stttt bang," panggil perempuan tersebut. Namun sama sekali tak membuat laki-laki tersebut menolehkan kepalanya.


"Kuyyyy cowok, stttt lihat sini dong." Lagi-lagi ucapannya itu tak membuat laki-laki tersebut menoleh.


"Woyyy bang Bom!" teriakan tepat disamping laki-laki bernama Bom itu membuat telinga laki-laki tersebut langsung berdengung.


"Astaga. Kenapa sih Non? Bisa tidak sih kalau manggil tuh jangan di samping telinga langsung. Sakit nih telinga bang Bom jadinya," protes bang Bom.


"Heyyy saya tadi udah manggil-manggil bang Bom ya tapi bang Bomnya aja gak dengar kan jadi sebel jadinya," ucap perempuan tersebut tak mau kalah.


Dan keributan yang terjadi di dapur itu membuat Bik Nah yang memiliki kamar terletak tak jauh dari ruang dapur pun terbangun.


"Astaga siapa sih yang ribut-ribut jam segini," ucap bik Nah kemudian ia bangkit dari posisi tidurnya lalu segera menuju ke arah dapur. Dimana sesampainya dia di ruang dapur, ia hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Pantas saja nih mansion pagi-pagi gini udah berisik ternyata kedatangan tamu istimewa. Gak kaget jadinya," ujar bik nah sebelum dirinya melanjukan langkah kakinya untuk melerai pertengkaran yang terjadi di antara dua orang berbeda jenis kelamin berbeda itu. Lebih tepatnya bukan sebuah pertengkaran karena bang Bom hanya diam dengan menutup kedua telinganya kala suara perempuan dihadapannya itu terus saja terdengar.


"Non Kiya sudah hentikan," ucap dari bik Nah itu membuat perempuan yang ternyata adalah Kiya langsung mengatupkan bibirnya namun sesaat setelahnya ia kembali berteriak saat ia menolehkan kepalanya kearah bik Nah.


"Huwaaaaa bik Nah! Kiya kangen!" Teriak Kiya sembari berhambur ke pelukan bik Nah.


"Kiya kangen bik Nah. Kiya kangen masakan bik Nah. Dan berhubung Kiya sekarang lagi lapar, bisa kali ya bik Nah masakin Kiya makanan hehehe," ujar Kiya setelah pelukannya ia lepaskan dengan cengiran di bibirnya.


Dan hal tersebut membuat bik Nah hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ngomong kangen kalau ada maunya. Emang dasar anak nakal," kata bik Nah dengan mencubit gemas pipi Kiya.


"Lho Kiya kan emang kangen sama bik Nah. Jadi buat mengobati rasa kangen Kiya, bik Nah masakin makanan buat Kiya ya mau ya. Harusnya sih mau lah ya," ucap Kiya.


"Alasan yang sangat klasik. Ya udah, berhubungan bik Nah ini baik hati dan tidak sombong, bibik masakin makanan buat non Kiya," tutur bik Nah yang membuat senyum di bibir Kiya semakin lebar.


"Bik Nah emang paling the best. Terimakasih bik Nah. Sayang bik Nah banyak-banyak. Muach." Kiya menyematkan satu kecupan di pipi bik Nah sampai akhirnya ia kembali berceletuk, "Btw pipi bik Nah bau jigong. Dan di pipi bik Nah juga ada peta tuh."


Bik Nah yang mendengar hal tersebut pun ia melebarkan matanya dan dengan cepat ia berjalan menuju ke meja makan yang terbuat kaca itu, ia melihat penampilannya dari pantulan kaca meja makan tersebut. Dimana di pipinya tidak ada bekas air liurnya sama sekali. Mukanya benar-benar sangat bersih dan karena hal itu membuat dirinya memutar tubuhnya ke tempat berdirinya Kiya tadi tapi sayangnya ia sudah tak melihat gadis jahil itu ditempatnya semula. Karena saat dirinya tengah memeriksa penampilannya tadi, Kiya sudah ngacir pergi begitu saja.


"Huftttt dasar anak nakal. Harus banyak-banyak sabar kalau dia ada disini," gumam Bik Nah sebelum dirinya melanjutkan niatnya tadi untuk membuatkan Kiya makanan. Sedangkan untuk bang Bom, ia sudah pergi dari dapur setelah dirinya selesai membersihkan tumpahan susu tadi.

__ADS_1


__ADS_2