
Franda yang melihat Sheilla sudah tak sadarkan diri itu ia berteriak seperti orang kesetanan, meminta tolong kepada orang-orang didalam rumahnya itu.
"Tolong! Tolong aku! Bantu aku!" teriak Franda yang sempat keluar dari dalam kamar baru Sheilla tersebut. Dimana teriakan tersebut langsung didengar oleh semua orang yang ada di dalam rumah tersebut tak terkunci dengan Digo yang sudah keluar dari dalam ruang rahasia itu namun masih berada di dalam ruang kerja Bian dengan sebuah map ditangannya.
Dan saat ia mendengar teriakkan dari Franda tadi, ia yang tengah membaca berkas ditangannya tersebut ia hentikan.
"Aku tidak salah dengar kan jika ada yang meminta tolong?" gumam Digo dengan menajamkan pendengarannya kembali.
"Tolong! Tolong aku!"
Digo yang sudah memastikan jika pendengarannya itu tak salah pun dengan cepat ia menutup map tersebut dari tangannya namun bukannya ia menaruh kembali map tersebut ke tempatnya semua, ia justru membawanya dengan menyembunyikan map tadi di belakang bajunya itu. Bahkan tak hanya map itu saja yang ia bawa namun ada benda lain yang harus ia amankan dan setelah semuanya aman barulah ia berlari keluar dari dalam ruang kerja Bian tersebut menuju ke sumber suara.
Dimana baru saja ia keluar, ia sudah melihat tubuh Sheilla di bopong keluar dari kamar tersebut oleh anak buah Bian.
Digo kembali berlari menghampiri orang-orang itu.
"Apa yang tengah terjadi dengan Sheilla? Kenapa dia tidak sadarkah diri seperti ini?" tanya Digo penuh dengan amarah.
Pertanyaan Digo itu tak ada yang berani menjawab termasuk Franda yang kini tengah menundukkan kepalanya. Apalagi saat tatapan mata tajam Digo mengarah ke dirinya. Dan saat Digo ingin bertanya kepada Franda, suara salah satu anak buah Bian yang turut ikut membopong tubuh Sheilla itu terdengar.
"Tuan, lebih baik bertanyanya nanti saja dan kita harus segara membawa nona Sheilla ke rumah sakit sekarang juga. Takutnya terjadi sesuatu yang membahayakan jika kita telat membawa nona ke rumah sakit," ucapnya yang membuat Digo kini mengalihkan pandangannya kearahnya dan dengan cepat Digo kini berjalan mendekati dua anak buah Bian yang membopong tubuh Sheilla itu.
Dan sesampainya dia di hadapan dua anak buah Bian tersebut, ia langsung mengambil alih tubuh Sheilla ke gendongannya. Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun, dengan cepat Digo menuruni anak tangga tersebut. Lalu setelahnya ia berlari menuju ke mobilnya, tak mempedulikan Franda yang berlari mengikutinya.
"Sopir mana!" teriak Franda kala ia tak menemukan sopir pribadinya itu dan saat ia melihat mobil Digo sudah mulai berjalan.
"Saya nyonya," ucap seorang sopir dengan berlari mendekati majikannya itu.
"Kita susul perginya mobil Al tadi! Buruan," ucap Franda yang diangguki oleh sopir pribadinya itu sebelum laki-laki paruh baya tersebut berlari masuk mobil milik majikannya itu. Dan setelah memastikan Franda juga ikut masuk kedalam mobil tersebut, ia langsung tancap gas mengikuti mobil Digo yang sudah lumayan jauh dari mereka.
__ADS_1
Mobil itu terus berjalan dengan Franda yang semakin khawatir dibuatnya.
"Ya Tuhan tolong lindungi dia. Jangan sampai terjadi apa-apa dengannya," gumam Franda dengan gusar.
Hingga kegusarannya dan tatapan matanya yang terus menatap kearah mobil Digo itu teralihkan kala ia mendengar nada dering ponsel milik sopir pribadinya itu.
Dan saat ia melihat tangan sopirnya itu ingin mengangkat telepon tersebut, Franda berucap. "Jangan mengangkat telepon itu!"
Ucapan dari Franda tersebut membuat sopir tadi tampak menatapnya sesaat.
"Tapi nyonya. Telepon ini dari tuan Bian," ucap sopir tersebut.
"Dari Bian?" tanya Franda.
"Benar nyonya." Franda kini mengulurkan tangannya kearah sopir tersebut.
Franda yang sudah mendapatkan ponsel milik sang sopir pun dengan cepat ia mengangkat telepon dari suaminya tersebut.
"Halo," ucap Franda.
📞 : "Apa yang sedang terjadi disana? Aku barusan mendapat kabar dari salah satu anak buahku yang ada di rumah katanya Sheilla datang ke rumah dan berakhir pingsan sekarang. Katakan kenapa dia bisa pingsan?" tanya Bian yang tak kalah risau dari Franda itu
Dan ucapan dari Bian itu justru membuat Franda kini meneteskan air matanya dengan kepala yang ia tundukan bahkan tangan kirinya kini meremas ujung baju yang ia kenakan saat ini.
📞 : "Sayang katakan kronologi dia bisa pingsan?" ujar Bian kala ia tak kunjung mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya tadi dari sang istri.
Franda tampak menghela nafas panjang sebelum ia akhirnya menceritakan kronologi kenapa Sheilla bisa pingsan seperti ini.
Dimana setiap cerita yang keluar dari bibir Franda itu membuat Bian kini memijat pangkal hidungnya.
__ADS_1
📞 : "Astaga. Dan sekarang dia dibawa ke rumah sakit mana?" tanya Bian kala sang istri sudah selesai mengatakan kronologi kejadian itu.
"Aku juga belum tau Sheilla akan di bawa kemana. Nanti akan aku kabari lagi jika kita sudah sampai di rumah sakit," ujar Franda.
📞 : "Baiklah kalau begitu segara hubungi aku jika kamu telah sampai di rumah sakit nanti. Aku akan susul nanti," ucap Bian yang diangguki oleh Franda walaupun ia yakin suaminya itu tak melihat anggukkan itu. Dan setelahnya sambungan telepon tersebut telah terputus.
Dimana hal tersebut membuat Franda kini langsung mengembalikan ponsel milik sopirnya tersebut dengan mata yang kembali fokus ke mobil Digo yang ada di depan sana.
Hingga tak berselang lama, mobil Digo maupun Franda kini telah masuk kedalam rumah sakit besar di ibukota tersebut.
Dan sesampainya mereka, tubuh Sheilla yang dibopong keluar dari dalam mobil oleh Digo langsung di hadang oleh beberapa suster yang membawa brankar itu.
"Tolong tangani calon istri saya dengan segera!" ucap Digo kala ia sudah meletakkan tubuh kekasihnya itu diatas brankar yang dibawa para suster tadi.
Ucapan Digo itu, diangguki oleh para suster tersebut sebelum mereka membawa brankar yang berisi Sheilla tadi menuju ke ruang UGD.
"Pak, tolong parkir mobil saya," ucap Digo dengan menghampiri salah satu satpam yang menjaga di samping pintu lobi rumah sakit itu.
"Ini kuncinya. Terimakasih," sambung Digo dengan memberikan kunci mobilnya tersebut ke tangan satpam tersebut. Dan tanpa menunggu persetujuan dari satpam yang masih loading itu Digo bergegas berlari menuju ke ruang UGD.
Dimana perginya dia itu bertepatan dengan Franda dan sang sopir berjalan ingin masuk kedalam rumah sakit tersebut.
Namun Franda yang sudah tidak menemukan Digo itu, ia memilih bertanya kepada satpam yang sama dengan yang Digo suruh memarkirkan mobilnya tadi.
"Pak, bapak tau kemana perginya orang yang tadi mengendarai mobil ini?" tanya Franda yang membuat satpam itu tersadar dari kebingungannya itu.
"Ehhhh tuan yang membawa mobil ini tadi masuk kedalam dan sepertinya beliau menuju ke UGD," jawab satpam tersebut yang diangguki oleh Franda.
"Terimakasih atas informasinya Pak," ujar Franda sebelum ia dan sopirnya itu berlari menuju ke tempat yang dikatakan oleh satpam yang kini tengah menatap kepergian mereka dengan helaan nafasnya.
__ADS_1