
Dalam satu ruang kamar yang sama, sepasang kekasih itu bukannya langsung tidur seperti yang di perintahkan oleh nenek tadi, mereka justru tengah bercakap-cakap mengenai hukuman yang akan Shinta terima nantinya.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan untuk menghukum Shinta?" tanya Sheilla dengan posisi yang kini bersandar di bahu Digo.
"Aku berencana menghukum dia secara sosial." Sheilla mengerutkan keningnya sembari menengadahkan kepalanya untuk menatap wajah kekasihnya itu.
"Menghukum secara sosial? Maksud kamu?"
"Kita akan menyebar aib dia dan disitulah dia akan mendapatkan saksi sosial seperti mendapat cemoohan dari orang-orang disekitarnya saat dia nanti kembali ke negara ini," ujar Digo yang membuat Sheilla mengangguk-anggukkan kepalanya sebelum anggukkan kepalanya itu berhenti dan ia mulai angkat suara kembali.
"Tapi tunggu dulu, apa hukuman ini tidak keterlaluan untuk dia, Dear?" tanya Sheilla.
"Aku rasa tidak, sayang. Daripada kita membalas perbuatan dia dengan cara yang sama yang telah dia lakukan ke nenek. Dan bukannya kamu tadi memintaku untuk tidak memberikan hukuman yang sampai dia terluka. Maka dari itu hanya dengan cara memberikan dia hukuman sosial dia tidak akan terluka fisiknya. Walaupun dia terluka tapi bukan dari tangan kita sendiri. Jadi hukuman sosial ini lebih baik," jawab Digo.
"Hmmmm begitu ya?" Digo menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, aku ikut apa yang kamu katakan itu," ujar Sheilla.
"Tapi bagaimana kita bisa mendapatkan aib dia? Sedangkan kita saja masih disini dan Shinta ada di negara Paris. Kita juga tidak tau pasti posisi dia ada dimana, " sambung Sheilla bertanya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja sayang kerena anak buah Henry sekarang tengah mencari keberadaan dia. Jadi kita serahkan saja urusan mencari aib Shinta itu ke mereka saja dan kita tinggal terima jadi. Tapi sayang ada yang perlu aku beritahu ke kamu tenang Shinta. Tapi aku harap kamu jangan menangis oke," ucap Digo was-was.
Sheilla yang penasaran informasi apa yang akan kekasihnya itu berikan kepadanya pun tanpa pikir panjang lagi ia menganggukkan kepalanya.
"Jadi aku ingin memberitahumu jika Shinta selama 2 tahun ini dia berkerja menjadi pemuas napsu para pria hidung belang disalah satu club di negara ini juga. Dan dari pekerjaannya itu, dia dipertemukan dengan laki-laki yang dimaksud oleh nenek tadi dan secara diam-diam tanpa sepengetahuanmu ataupun nenek sebenarnya dia sudah menikah siri dengan laki-laki itu. Dimana status laki-laki itu sampai saat ini masih memiliki istri sah dan memiliki 4 orang anak yang sampai saat ini mereka tidak tau akan pernikahan Shinta dengan laki-laki itu. Tapi walaupun begitu kamu jangan mengira jika Shinta yang menjadi pelakor itu mendapatkan uang lebih dari laki-laki itu. Tidak, dia tidak mendapatkan uang sepeserpun dari laki-laki itu dan Shinta lah yang justru memberikan uang kepada laki-laki tua itu yang kemudian akan diberikan ke keluarga laki-laki itu. Jadi istilah lainnya, dia yang menafkahi keluarga laki-laki itu." Digo menghela nafasnya sebelum dirinya menyambung ucapannya itu.
"Dan kamu tau sayang, dia pernah hamil 4 kali dengan laki-laki berbeda tapi semua janin yang ada di kandungannya itu telah dia gugurkan," sambung Digo yang membuat Sheilla benar-benar shock berat saat ini.
Ia benar-benar tak menyangka jika adiknya itu akan berbuat hal semenjijikan itu. Sudah menjadi seorang wanita malam ditambah menjadi seorang pelakor pula di usianya yang masih sangat-sangat muda itu. Dan ia yakin jika sang nenek tau akan fakta itu, pasti nenek akan shock berat dan berakhir dia akan memikirkan hal itu terus menerus hingga membuat kesehatannya menurun. Dan Sheilla tidak mau hal itu terjadi.
Digo yang melihat mata Sheilla tengah berkaca-kaca itupun ia langsung memeluk tubuh Sheilla.
Dan setelah Sheilla merasa emosinya sudah berkurang, ia melepaskan pelukan dari kekasihnya itu lalu ia menatap Digo sangat dalam sembari berucap.
"Dear, aku mohon sembunyikan fakta itu dari nenek. Aku tidak mau nenek nanti jatuh sakit gara-gara memikirkan tentang Shinta," pinta Sheilla yang dibalas anggukan serta senyuman dari Digo.
"Tapi aku penasaran sejak kapan kamu mengetahui tentang fakta itu?" tanya Sheilla.
"Aku mengetahuinya juga belum lama ini kok, sayang. Tapi aku membutuhkan waktu yang tepat untuk memberitahumu akan hal sensitif untukmu ini. Dan aku rasa hari ini adalah hari yang tepat untukku memberitahumu," jawab Digo yang membuat Sheilla menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Aku masih tidak menyangka kenapa dia melakukannya. Dan apa dia tau kalau ternyata laki-laki itu memiliki istri dan anak, Dear? Dan apa dia tau kalau uang yang dia berikan kepada laki-laki itu justru di berikan lagi oleh keluarga laki-laki itu?" Digo menganggukkan kepalanya.
"Dia tau semuanya sayang," ucap Digo yang membuat Sheilla melebarkan matanya.
"Apa? Jadi dia tau semuanya?" Lagi-lagi Digo menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu.
"Ya Tuhan. Kalau dia tau semuanya kenapa dia masih mau dengan laki-laki itu? Padahal didunia ini masih banyak laki-laki yang jauh lebih baik dari suaminya itu. Astaga, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Shinta itu," ujar Sheilla dengan memijit pangkal hidungnya.
"Sudah-sudah, kamu jangan memikirkan tentang Shinta lagi. Aku tidak mau kamu pusing dan berakhir jatuh sakit hanya karena memikirkan adikmu yang tidak tau diri itu," ucap Digo dengan tangan yang kini bergerak memberikan pijatan lembut di kepala kekasihnya itu.
Dimana pijatan dari Digo itu membuat Sheilla memejamkan matanya, menikmati setiap pijatan yang Digo berikan. Sebelum dirinya kini bersuara kembali.
"Baiklah, aku tidak akan memikirkan dia lagi," ucap Sheilla pada akhirnya yang membuat Digo tersenyum. Dan secara diam-diam ia mengecup bibir Sheilla cukup lama yang membuat Sheilla tadinya memejamkan matanya kini mata itu terbuka lebar.
"Aku mencintaimu, sayang," ucap Digo setelah kecupan panjangnya itu berakhir. Dan hal tersebut membuat Sheilla tersenyum.
"Aku juga sangat-sangat mencintaimu, Dear," balas Sheilla.
"Aku tau itu. Dan daripada kamu terus memikirkan adikmu itu, lebih baik kita tidur saja," ajak Digo dengan merebahkan tubuhnya disamping Sheilla, dimana hal itu langsung disusul oleh perempuan itu.
__ADS_1
Dan dengan memeluk dan di peluk erat oleh Digo, Sheilla menyembunyikan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu sebelum ia memejamkan matanya. Begitu pula dengan Digo, setelah memberikan kecupan di puncak kepala Sheilla ia kini memejamkan matanya.