The Dark Love

The Dark Love
136. Perkenalan Sheilla dengan Keluarga Yura


__ADS_3

Tanpa mengetuk terlebih dahulu pintu kamarnya, Digo langsung saja masuk kedalam kamar tersebut dimana ia sudah melihat Sheilla yang tengah berdandan di depan meja rias.


"Sayang," panggil Digo sembari menaruh oleh-oleh dari Franda tadi ke atas meja di dalam kamar tersebut.


"Ya?" jawab Sheilla tanpa menolehkan kepalanya kearah Digo.


"Masih lama dandannya?" Digo mendekati Sheilla dan melingkarkan tangannya untuk memeluk leher kekasihnya itu sembari menunduk kemudian ia mencium pipi Sheilla.


"Sebentar lagi. Memangnya kenapa? Apa Mama sudah menungguku?" tanya Sheilla yang dijawab gelengan kepala oleh Digo.


"Bukan Mama yang tengah menunggumu sayang. Tapi kedua orangtua Yura, mereka ingin bertemu denganmu." Ucapan dari Digo itu membuat tangan Sheilla berhenti.


"Orangtua Yura? Sahabat masa kecilmu itu?" tanya Sheilla.


"Iya sayang. Jadi kalau kamu sudah siap, kita turun kebawah saja dulu, biar Mama nanti nyusul." Sheilla yang sempat terkejut kini ia langsung menaruh lipstik yang baru saja ia pakai sedikit itu ke atas meja Risa kembali.


"Sudah Dear, aku sudah selesai. Jadi bisakan jika kita ke bawah sekarang juga? Aku tidak akan enak jika harus berlama-lama disini saat aku tau ada seseorang yang tengah menungguku," ujar Sheilla yang tak ingin membuat orang lain menunggu terlalu lama.


"Kamu yakin sudah selesai?" tanya Digo dengan menatap penampilan kekasihnya itu dari pantulan cermin didepan sana. Dimana cermin itu memperlihatkan wajah cantik Sheilla yang membuat Digo lagi-lagi harus berdecak kagum dengan kekasihnya itu.


"Aku sangat-sangat yakin Dear. Jadi ayo kita ke bawah sekarang juga." Sheilla berdiri dari duduknya kemudian ia menggandeng lengan Digo untuk ia giring laki-laki itu menuju ke lantai satu mansion tersebut.


Sedangkan Digo yang di seret oleh kekasihnya pun ia hanya bisa pasrah saja dan memilih untuk menyamakan langkah Sheilla agar mereka berjalan beriringan.


Kini mereka berdua telah sampai di lantai satu mansion tersebut.


"Dimana mereka?" tanya Sheilla saat tak melihat ada seorang pun di ruang tamu.

__ADS_1


"Mereka tidak ada di ruangan ini sayang. Tapi ada di ruang keluarga," ujar Digo sebelum mereka berdua kembali melangkahkan kaki mereka.


Dan sesampainya keduanya di ruangan tersebut, terlihat jelas ketiga orang paruh baya itu tengah bercanda tertawa bersama yang membuat Sheilla dengan otomatis ikut tersenyum.


"Apa mereka berdua orangtua Yura?" tanya Sheilla.


"Benar sayang. Mereka orangtua Yura," jawab Digo yang diangguki oleh Sheilla.


Setelah menjawab pertanyaan dari kekasihnya tadi, Digo kembali angkat suara dengan nada suara yang lumayan keras agar ketiga orang itu mengetahui keberadaannya dan Sheilla.


"Permisi bapak-bapak dan ibu. Orang yang bapak Bian dan ibu Franda cari tadi telah tiba," ujar Digo. Dan benar saja setelah ucapannya itu terlontar, ke-tiga orang itu tadi langsung menghentikan tawa mereka, bahkan mereka sekarang tengah menolehkan kepalanya ke sumber suara.


Mereka bertiga kini melongo melihat penampilan Sheilla yang benar-benar sangat cantik dengan riasan wajah yang sangat tipis itu.


"Ya Tuhan, dia tumbuh dengan kecantikan yang luar biasa," ucap Franda yang membuat Sheilla tampak tersenyum.


"Terimakasih Tante," ujar Sheilla.


"Al tau kalau Sheilla itu cantik. Tapi mohon maaf ya untuk para bapak-bapak sekalian tolong pandangannya dijaga. Punya Al ini," tutur Digo sudah mulai posesif.


Papa Devano dan Bian memutar bola matanya malas kala Digo menghalangi pandangan mereka kearah Sheilla karena anak laki-laki itu kini tengah berdiri didepan tubuh Sheilla.


"Ya elah Al, cuma lihat sebentar saja, pelit amat jadi orang," ucap Papa Devano yang membuat Digo mendelik tak terima.


"Sebentar apanya, orang sudah dari tadi juga Papa sama Uncle Bian lihatin Sheilla-nya. Papa juga jangan genit gitu dong. Sheilla ini calon menantu Papa lho. Masa iya calon menantu sendiri mau diembat. Al laporin ke Mama nih ya," ancam Digo dengan ancang-ancang untuk berteriak memanggil sang Mama. Namun belum juga ia melancarkan aksinya itu, suara Papa Devano lebih dulu terdengar.


"Iya-iya Papa gak akan lihatin Sheilla lagi. Tapi kamu jangan bilang ke Mama lho ya, awas saja kalau kamu sampai bilang masalah yang tadi."

__ADS_1


"Tenang saja kalau Papa bisa diajak kerjasama berarti Papa akan aman," tutur Digo.


"Sudah-sudah kalian ini sepasang anak dan bapak lho. Masak iya ribut mulu kaya Tom and Jerry. Dan daripada ribut mending kamu kenalin pacar kamu itu ke aunty Al," pinta Franda yang berhasil mengalihkan perhatian Digo tersebut.


"Ahhhh ya, sampai lupa Al kalau disini masih ada aunty," ujar Digo.


"Aunty, kenali ini pacar Al yang insyaallah akan menjadi istri Al nanti. Nama dia Sheilla. Dan Sheilla ini aunty Franda," sambung Digo mulai memperkenalkan Sheilla kepada ibu mendiang sahabat kecilnya itu.


Sheilla tersenyum dengan tangan yang kini terulur kearah Franda yang dia sambut hangat oleh wanita paruh baya tersebut.


"Halo Tante. Saya Sheilla," ucap Sheilla sebelum ia mengecup punggung tangan Franda yang justru membuat wanita paruh baya itu mematung ditempatnya.


Digo yang melihat keterbengongan dari Franda pun tangannya kini ia lambaikan tepat di depan wajah Franda yang berhasil membuat wanita itu tersadar kembali. Dan kesadaran Franda itu membuat Digo menarik tangannya dari hadapan Franda.


"Ehhh hey Sheilla. Saya Franda. Mama dari salah satu teman Al," ucap Franda membalas perkenalan dari Sheilla tadi. Dimana ucapannya itu mendapat respon anggukan kepala oleh Sheilla.


"Oh ya, ngomong-ngomong kamu mau kemana nih? Kok cantik banget seperti ini?" tanya Franda yang masih saja mengagumi kecantikan Sheilla itu.


"Dia mau diajak Mama shopping." Bukannya Sheilla yang menjawab pertanyaan dari Franda tadi, justru Digo lah yang menjawabnya.


"Ohhhh mau shopping ternyata, pantas saja. Tapi tunggu sebentar, bagaimana kalau aunty ikut shopping dengan kalian. Apa kamu mengizinkannya?" Sheilla yang sebenarnya bingung mau menjawab, takut jika dia mengiyakan permintaan Franda tadi, Mama Ciara justru tidak suka. Hingga akhirnya ia melirik kearah Digo, dimana kekasihnya itu membalas tatapannya tadi dengan anggukan kepala.


"Tentu saja Aunty boleh ikut. Lebih banyak orang yang pergi dengan Sheilla, Sheilla akan lebih senang lagi," ujar Sheilla dengan senyumannya itu yang dibalas senyuman pula oleh Franda.


Dan tak berselang lama setelahnya, Mama Ciara kini telah berjalan mendekati mereka semua.


"Pantas saja aku mendengar keramaian dari ruang tamu tadi ternyata ada kalian juga disini," tutur Mama Ciara sembari menyalami Franda dan Bian secara bergantian.

__ADS_1


"Iya dong. Kita kan juga mau lihat anak kita, sekaligus mau ikut kamu dan Sheilla belanja," balas Franda.


"Ya elah, Al mah gak perlu di jengukin orang dia baik-baik saja. Dan kalau kamu mau ikut belanja. Let's go kita berangkat sekarang saja," ucap Mama Ciara excited yang diangguki oleh Franda. Dan tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada ketiga laki-laki disana, mereka main nyelonong pergi begitu saja yang membuat para laki-laki hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


__ADS_2