The Dark Love

The Dark Love
181. Sah


__ADS_3

Tangan Digo semakin di genggam erat oleh Bian sebelum laki-laki paruh baya tersebut mengucapkan kata ijab.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Alsheyres Devra Rodriguez bin Devano Belvix Rodriguez dengan anak kandung saya Arsheilla Anastasya binti Dexer Forenzo Fabian dengan mas kawin uang sebesar 170 juta rupiah dibayar tunai."


Bian mengayunkan tangannya yang membuat Digo yang sedari tadi tegang tampak terkejut dan otomatis ia berucap, "Saya terima nikah dan kawinnya Arsheilla Anastasya binti Dexer Forenzo Fabian dengan maskawin tersebut dibayar tunai."


Digo yang tadinya sudah lupa dengan kata-kata kabul itu ia semakin terkejut saat ia bisa menyebutkan kata-kata itu dengan refleks tanpa membaca teks yang sudah berada di hadapannya itu.


Saat Digo tengah tak percaya dengan apa yang ia katakan tadi, semua orang justru sekarang terlihat sedang tersenyum dengan helaan nafas lega. Sebelum semua orang yang menjadi saksi itu berucap kata SAH secara bersamaan yang berhasil membuat Digo tersadar dari keterkejutannya.


"Ehhhh sudah sah? Berarti aku sudah berganti status sekarang? Aku dan Sheilla sudah benar-benar menjadi pasangan suami istri? Ya Tuhan aku tidak percaya," jerit Digo dari dalam hatinya.


Rasa bahagia sekarang benar-benar membuncah, ia benar-benar tak percaya akhirnya dia dan Sheilla yang merupakan teman masa kecilnya itu sekarang justru menjadi sepasang suami-istri.


Dan setelah penghulu membacakan doa, kini sang mempelai wanita yang sekarang sudah menjadi istri Digo perlahan turun dari anak tangga di kediaman Bian didampingi oleh Nenek dan juga sang Mama.


Dimana turunannya Sheilla langsung menyita perhatian Digo sepenuhnya. Ia melongo saat melihat penampilan Sheilla saat ini. Dan satu kata yang mewakili Sheilla saat ini adalah Cantik.


Digo terus memperhatikan istrinya itu hingga tak terasa Sheilla kini telah duduk disampingnya.


"Beautiful," ucap Digo yang membuat Sheilla tersenyum malu-malu.

__ADS_1


"Silahkan kalian berdua menandatangani berkas pernikahan kalian." Sheilla dan Digo menolehkan kepalanya kearah penghulu yang memberikan perintah tersebut sebelum keduanya kini menganggukkan kepalanya dan segera melakukan apa yang di perintahkan oleh penghulu tadi.


Dan setelah semua selesai, Digo dan Sheilla kini berdiri dari duduk mereka kemudian saling berhadapan.


Dengan senyuman yang mengembang Digo menyelipkan cincin ke jari manis Sheilla dan baru setelahnya Sheilla yang menyelipkan cincin pernikahan ke jari manis Digo. Lalu kemudian ia mengecup punggung tangan Digo sebelum Digo yang mengecup keningnya.


Dan baru setelah selesai semuanya sepasang suami-istri dengan keluarga besar mereka berdua melakukan sesi pemotretan.


Kini sudah pukul 12 siang dimana saat itu juga keduanya harus segara pergi ke gedung yang mereka sewa untuk menggelar resepsi pernikahan mereka ini. Dan dengan baju yang masih sama seperti yang mereka pakai sebelumnya keduanya serta rombongan telah sampai di sebuah gedung hotel.


Dan baru saja mereka sampai, Mama Ciara dan Franda mendekati keduanya.


"Kalian langsung ke kamar ya buat ganti baju kalian juga istirahat sebentar untuk makan dan yang lainnya. Dan ingat jangan buat baby dulu karena waktunya gak akan cukup dan kasihan kalian nanti kalau sampai kegiatan kalian itu terputus ditengah jalan yang ada akan membuat mood kalian berubah nanti. Jadi nanti malam saja yang melakukannya adegan ehemmm itu," ucap Mama Ciara yang membuat Digo memutar bola matanya malas sedangkan Sheilla, ia tampak tersenyum malu-malu sembari berucap, "Mama apaan sih."


"Al juga tau hal itu kali. Jadi karena Al tidak mau membuang-buang waktu, Al dan Sheilla akan ke kamar dulu."


"Ayo sayang," ujar Digo dan dengan tangan yang melingkar indah di pinggang Sheilla, laki-laki itu menggiring istrinya menuju ke kamar yang akan ditempati keduanya nanti malam.


Meninggalkan kedua wanita paruh baya tersebut yang tampak sedang berdecak sebal karena niatnya untuk semakin membuat Sheilla semakin malu-malu harus mereka urungkan karena Digo sudah lebih dulu membawa pergi dari hadapan mereka berdua. Dan karena hal tersebut dua wanita itu berjalan mendekati suami mereka masing-masing sebelum dua pasang itu bergegas menuju ke kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Tak terkecuali dengan Kiya yang kini membawa Nenek dari Kakak iparnya itu menuju ke kamar mereka berdua.


Sedangkan disisi lain, Digo dan Sheilla yang telah sampai di kamar mereka, Digo langsung merebahkan tubuhnya di ranjang kamar tersebut.

__ADS_1


"Mandi dulu Dear baru nanti rebahan," ucap Sheilla yang membuat Digo yang awalnya sudah menutup matanya, mata itu kembali terbuka dan kepalanya ia tolehkan ke arah Sheilla yang tampaknya sedang menghapus makeup yang ada di wajahnya itu karena resepsi mereka akan di gelar masih 2 jam lagi.


"Mandi bareng yuk sayang," ajak Digo sembari bangkit dan posisi rebahannya itu lalu mendekati Sheilla yang masih sibuk dengan wajahnya tersebut. Dan setelah Digo berada di belakang sang istri, ia mengalungkan tangannya di leher Sheilla.


Sedangkan Sheilla, ia menghela nafas sebelum dirinya membalas ajakan dari sang suami tadi.


"Ingat kata Mama Ciara tadi, Dear untuk tidak melakukan hubungan dulu karena waktu kita benar-benar mepet," ujar Sheilla.


"Ck, apa hubungannya coba sayang? Aku kan hanya mengajak kamu untuk mandi bareng sama aku bukan untuk berhubungan," ucap Digo tak mengerti.


"Ya ada hubungannya lah."


"Apa hubungannya? Katakan coba."


"Gini ya, kalau kita mandi bersama otomatis kita tidak memakai sehelai benang sama sekali di tubuh kita berdua yang mana saat kamu lihat aku yang tidak berpakaian aku yakin napsumu itu akan meningkat. Nah dari situlah kamu akan langsung menerkamku saat itu juga," jelas Sheilla yang bisa di masuk akal oleh Digo. Ia sendiri pun juga mengakui jika napsunya itu sangat tinggi kepada istrinya itu. Terbukti saat dirinya yang selalu tidur satu ranjang dengan Sheilla sebelum pernikahan ini, pasti keinginannya untuk berbuat yang lebih selalu terlintas di kepalanya hingga berakhirnya dirinya harus bermain solo di kamar mandi atau kalau tidak ia melupakan napsunya itu di leher Sheilla namun tetap saja akan berakhir di kamar mandi.


Dan karena hal tersebut ia kini menghela nafas panjang.


"Ya sudahlah kalau gitu aku mandi dulu, sayang," ucap Digo dengan memberikan kecupan berkali-kali di pipi istrinya itu dengan tangan yang diam-diam bergerak menuju ke buah dada Sheilla hingga ia memberikan sentuhan kasar di buah dada tersebut sebelum ia kini berlari menjauh dari Sheilla saat melihat istrinya itu melotot.


"Alsheyres Devra Rodriguez!" teriak Sheilla yang sempat terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya tadi.

__ADS_1


Digo yang sudah berada di dalam kamar mandi dan sudah mengunci diri sendiri didalam kamar mandi itu, ia terkekeh saat mendengar teriakkan dari Sheilla tadi.


__ADS_2