The Dark Love

The Dark Love
145. Kondisi Nenek


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah sakit terdekat, nenek Sheilla langsung dibawa masuk ke ruang pemeriksaan.


"Dok, periksa semua keadaan di tubuh beliau entah itu luka yang ada diluar tubuhnya atau sakit lainnya," ucap Digo kala ia melihat ada satu dokter yang ingin masuk kedalam ruangan yang sama dengan ruangan yang dimasuki oleh nenek Sheilla tadi. Dan Digo bisa memastikan jika dokter itu adalah dokter yang akan menangani nenek Sheilla.


"Baik, akan saya periksa keadaan beliau seluruhnya. Mohon harap tunggu sebentar," ujar dokter tersebut yang diangguki oleh Digo ataupun Sheilla.


Dan saat dokter itu masuk kedalam ruangan tersebut, Digo mengajak Sheilla untuk duduk di salah satu kursi tunggu didepan ruangan periksa itu. Dengan posisi Digo yang kini memeluk tubuh Sheilla yang sampai saat ini masih shock dengan apa yang terjadi kepada neneknya itu.


"Kata anak buah kamu nenek baik-baik saja. Tapi nyatanya beliau habis disiksa sama Shinta," ucap Sheilla yang membuat Digo hanya bisa menghela nafas panjang.


"Mereka hanya mengawasi pergerakan nenek kamu dan Shinta dari luar saja sayang dan kemungkinan Shinta melukai nenek di dalam rumah. Dimana anak buahku tidak akan ada yang tau akan hal itu. Dan maafkan aku karena ini semua juga merupakan kesalahanku yang tidak menyuruh anak buahku untuk memperketat pengawasannya," ujar Digo yang cukup menyesal.


Sheilla kini menatap kearah Digo dengan anggukan kepalanya.


"Sudah tidak apa. Ini sebenarnya juga bukan salah kamu ataupun anak buahmu karena aku yakin mereka masih memiliki sopan santun jadi mereka tidak ingin terlalu ikut campur dalam masalah nenek dan Shinta. Dan ini semua muri karena kesalahan Shinta. Aku benar-benar tidak percaya di bisa berubah menjadi orang pembangkang dan ringan tangan seperti itu. Ya Tuhan," ucap Sheilla dengan mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Dan aku masih punya satu pertanyaan kepada nenek tentang aku ini apa memang bukan keluarga kandung beliau seperti yang dikatakan oleh Shinta tadi. Aku ingin sekali tau akan hal itu, tapi aku takut akan jawaban yang akan aku dengar nanti saat aku bertanya kepada nenek," tutur Sheilla dilema.


"Jika kamu belum siap untuk mendengar jawaban nenek maka jangan tanya terlebih dahulu. Tenangkan diri kamu dan saat kamu sudah siap, mau bertanya tentang hal itu tanyakan saja." Sheilla tampak melirik kearah Digo sesaat sebelum dirinya menganggukkan kepalanya. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh kekasihnya itu jika ia butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum dirinya akan mendengar jawaban yang entah itu akan melegakan hatinya atau justru akan membuat dirinya resah.


Dan setelah percakapan itu berakhir, tak ada lagi percakapan dari sepasang kekasih itu. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing dengan Digo yang sesekali sibuk dengan ponselnya untuk terus mengontrol pekerjaannya yang ada di negara lain, mengontrol pergerakan anak buahnya yang tengah melaksanakan tugas mereka dan memberikan tugas baru kepada anak buah Henry yang menetap di Paris untuk mencari keberadaan Shinta dan mengawasi perempuan itu untuk mengumpulkan bukti-bukti apa yang tengah Shinta lakukan di luar negeri itu. Dimana bukti yang berupa foto atau video akan Digo sebarkan ke media sosial nantinya jika Sheilla mau hal itu terjadi karena mau sebenci-bencinya dia dengan Shinta, Digo harus tetap berdiskusi dengan Sheilla untuk memberikan pelajaran kepada adik kekasihnya itu. Karena terus terang saja ia takut saat memberikan hukuman kepada Shinta secara diam-diam dan Sheilla tidak sengaja mengetahuinya, ia takut hubungannya yang menjadi taruhannya. Tapi jika Sheilla tidak setuju dengan rencana Digo itu, laki-laki itu akan menyerahkan hukumannya itu ke Sheilla. Biarkan kekasihnya itu yang membalas perbuatan Shinta. Karena ia yakin Sheilla sekarang juga ingin membalas perbuatan Shinta yang sudah perempuan itu lakukan ke neneknya.


Satu jam, dua jam bahkan sekarang hampir 4 jam telah berlalu akhirnya pintu ruangan tersebut terbuka dimana langsung memperlihatkan dokter yang menangani nenek Sheilla tadi.


Dan kemunculan dokter tersebut membuat Sheilla dan Digo langsung berdiri dari duduknya dan mulai mendekati dokter tersebut.


"Bisakah kita bicarakan hal ini di ruangan saya saja, tuan dan nyonya? Karena banyak hal yang akan saya sampaikan. Dan untuk saat ini pasien tengah berisitirahat didalam," ujar dokter tersebut yang diangguki oleh Sheilla maupun Digo.


"Kalau begitu mari tuan, nyonya," ajak dokter tersebut sembari melangkahkan kakinya terlebih dahulu, diikuti oleh Digo juga Sheilla dibelakangnya.


Kini ketiga orang tersebut telah sampai di dalam ruangan dokter tadi dengan posisi Sheilla dan Digo duduk berhadapan dengan Dokter tersebut.

__ADS_1


"Menurut hasil pemeriksaan saya tadi. Untuk luka dalam tidak ada, hanya ada luka luar saja yang benar-benar sangat parah di beberapa titik yaitu di paha, lengan atas dan juga punggung beliau. Saya yakin luka itu disebabkan oleh pisau yang ingin di tusukkan ke titik yang saya sebutkan tadi itu. Tapi karena nenek berhasil menangkisnya sehingga benda itu hanya menggores tubuh beliau saja. Dan selain di titik itu tadi, semua luka luar beliau tidak dalam. Tapi walaupun begitu saya yakin nenek mendapatkan luka-luka tersebut tidak dalam satu hari saja melainkan di hari-hari lainnya karena sangat terlihat jelas dari sebagian luka yang sudah mengering tapi sebagian lagi luka itu masih cukup basah. Dan untuk mengenai penyakit nenek, hasil laboratorium, Rontgen dan lain sebagainya akan keluar besok. Jadi mohon tuan dan nyonya besok untuk datang kesini mengambil hasil itu," jelas dokter tersebut panjang lebar yang membuat Sheilla hanya bisa terdiam di tempatnya itu tentunya dengan tangan yang selalu berada di genggaman tangan Digo.


Sedangkan Digo yang mendengar berita tak mengenakkan itu, ia memejamkan matanya sesaat dengan helaan nafas berkali-kali untuk menahan emosinya yang tiba-tiba memuncak itu.


"Baik. Kita besok akan kesini lagi. Dan apa nenek harus di rawat disini?" tanya Digo.


"Untuk saat ini, nenek di bawa pulang tidak apa-apa. Karena keadaan nenek cukup baik. Tapi kalau besok hasil tes itu keluar dan ada penyakit yang berbahaya yang nenek idap, lebih baik nenek dibawa kesini lagi agar bisa kita tangani. Tapi semoga tidak ada penyakit didalam tubuh nenek," jawab dokter tersebut yang diangguki dan dibalas dengan kata aamiin oleh Digo.


"Apa masih ada informasi lain mengenai kondisi nenek, dok?"


"Saya rasa sudah tidak ada."


"Baiklah kalau begitu kita berdua pamit untuk undur diri dulu. Terimakasih dan mari dok," ucap Digo sembari bangkit dari duduknya diikuti oleh Sheilla yang sedari tadi menundukkan kepalanya itu.


Dan ucapan dari Digo tersebut di balas dengan anggukan kepala oleh dokter tersebut. Sebelum Digo dan Sheilla kini berjalan keluar dari ruang kerja dokter tersebut.

__ADS_1


__ADS_2