
Digo kini tengah berhadapan dengan bik Nah di ruang kerjanya setelah wanita paruh baya itu selesai membereskan kekacauan di dalam kamarnya tadi.
"Jadi bisa menceritakan kenapa semua ini bisa terjadi?" tagih bik Nah.
Digo menghela nafas kemudian ia menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya ia menceritakan semua kejadian yang melibatkan dirinya dengan Sheilla tadi dari awal hingga akhir.
Bik Nah sempat terkejut kala Digo menceritakan jika tangan Sheilla yang tampak memerah tadi terkena air panas dari kopi yang disebabkan oleh Vina. Dan bohong jika bik Nah tidak marah karena hal tersebut, tapi kemarahannya saat ini bisa ia kontrol sehingga Digo tak menyadari kemarahannya itu.
Digo terus menceritakan kejadian tadi hingga selesai yang membuat bik Nah kini mengulas senyum lalu mengusap lengan Digo.
"Sheilla disini memang salah karena dia tidak mengatakan dengan jujur masalah itu. Tapi tidak hanya Sheilla saja yang salah, tapi kamu juga. Kenapa tidak di bicarakan dengan kepala dingin saja? Kamu juga tidak mau tau alasan dia kenapa berbohong sama kamu tadi. Padahal semua masalah ini bisa kalian selesaikan baik-baik dan tidak akan berakhir seperti ini. Kamu tidak akan terluka dan Sheilla tidak mungkin akan merasakan sakit seperti ini. Bibik tau jika kamu kecewa, tapi setidaknya kamu bisa menahan emosi kamu itu tadi dan mendengarkan penjelasan dari Sheilla. Jika kamu sudah tau alasan dia kenapa berbohong, kamu boleh marah dengan Sheilla tapi tetap ingat batasan kamu marah dengan seorang perempuan," ujar bik Nah memberikan sedikit masukkan kepada Digo.
"Jadi apa yang harus Digo lakukan bik? Apa Digo harus meminta penjelasan ke Sheilla? Tapi Digo takut nanti akan kelepasan membentak dia lagi dan berakhir dia akan sakit seperti tadi," ucap Digo bingung sendiri.
"Sebaiknya secepatnya masalah ini segera di selesaikan, nak. Tapi ingat harus dengan kepala dingin dan kamu harus bisa mengontrol emosi kamu itu," ujar bik Nah yang membuat Digo terdiam. Sebenarnya laki-laki itu juga penasaran kenapa Sheilla harus berbohong kepadanya, tapi rasa takut jika Sheilla akan merasakan sakit lagi membuat Digo harus menimbang-nimbang usulan dari bik Nah tadi untuk kembali membahas permasalahan tadi.
"Oh ya bibik ingin tanya sesuatu sama kamu," ucap bik Nah yang membuat Digo kembali menatap wajah wanita paruh baya itu.
"Tanya apa bik?"
"Apa kamu suka dengan Sheilla, nak?" tanya bik Nah yang membuat Digo langsung melengos dengan helaan nafas kasar.
__ADS_1
"Omong kosong apa lagi ini? Tidak Shofie, tidak bik Nah, semuanya mengatakan jika aku tengah menyukai Sheilla. Padahal aku tidak menyukai dia sedikitpun. Dan kenapa mereka sok tau sekali. Ya Tuhan," batin Digo.
"Tidak bik. Digo tidak suka sama Sheilla," jawab Digo. Bik Nah tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Baguslah kalau kamu tidak suka sama Sheilla," ujar bik Nah yang membuat Digo kini menolehkan kepalanya kearah bik Nah dengan kerutan di keningnya.
"Maksud bibik?"
"Ya kalau kamu tidak suka dengan Sheilla. Bibik kan bisa menjodohkan Sheilla dengan anak bibik yang ada di Indonesia. Umur Sheilla kan seumuran dengan kamu yang otomatis hanya berjarak 1 tahun lebih muda dari anak bibik. Gimana, kamu setuju kan? Dan pasti mereka sangat cocok kalau menjadi sepasang suami istri," ucap bik Nah.
"Tidak. Mereka tidak akan cocok bik. Putra bik Nah terlalu tampan untuk Sheilla," ujar Digo.
"Jadi benar apa yang dikatakan oleh Shofie tadi jika Sheilla tengah di perebutkan sama anak buahku?" gumam Digo yang sayangnya masih bisa di dengar oleh Bik Nah yang kini tampak mengerutkan keningnya, sebelum dirinya menganggukkan kepalanya. Dan sepertinya selain dirinya yang tau fakta akan hal tersebut, Shofie juga menyadari jika Sheilla menjadi primadona di mansion tersebut.
"Ya, memang benar apa yang dikatakan oleh dokter Shofie tadi. Nah maka dari itu bibik akan segara jodohkan Sheilla dan anak bibik. Kamu setuju kan?" Digo dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Digo sudah bilang kalau mereka tidak cocok bik," ujar Digo.
"Kalau Sheilla tidak cocok sama anak bibik, terus dia cocoknya sama siapa? Sama anak buahmu itu?"
"Tidak. Sheilla juga tidak cocok dengan mereka."
__ADS_1
"Jadi kalau begitu, Sheilla cocoknya sama siapa dong? Sama kamu? Tapikan kamu tidak suka sama Sheilla." Digo tampak terdiam.
"Haishhh sudahlah pokoknya Minggu depan bibik akan bicara sama Sheilla dan anak bibik mengenai perjodohan mereka. Jika mereka setuju, bulan depan akan bibik nikahkan mereka juga," ujar bik Nah sembari berdiri dari duduknya.
"Ya sudah ya, bibik keluar dulu. Masih ada pekerjaan yang perlu bibik kerjakan. Ahhhh bibik hampir lupa memberitahu tentang kondisi nona Vina jika kondisi dia baik-baik saja. Tadi hanya sempat pingsan," sambung bik Nah menyampaikan pesan dari Diana tadi.
"Keadaan dia tidak penting buat Digo," ucap Digo dengan suara dinginnya.
"Baiklah-baiklah. Kalau begitu bibik lanjut kerja dulu. Jika kamu butuh sesuatu panggil bibik," ujat bik Nah sembari menepuk pundak Digo. Lalu setelahnya ia bergegas berjalan menuju pintu keluar. Tapi sebelum memutar kenop pintu, bik Nah kembali menolehkan kepalanya kearah Digo.
"Ingat ya nak. Saat pernikahan Sheilla dan anak bibik, kamu harus datang," ujar bik Nah yang membuat Digo menatap bik Nah dengan tatapan tak bersahabat. Dan hal tersebut membuat bik Nah langsung keluar dari ruang kerja Digo. Dan setelah ia keluar, ia cekikikan karena berhasil mengerjai Digo.
"Katanya tidak suka tapi giliran Sheilla mau di jodohin sama orang lain, dia bilang tidak cocok. Mana alasannya sangat klasik lagi gara-gara anakku ganteng padahal Sheilla juga cantik. Dasar tuan, tuan. Masih memiliki gengsi yang tinggi untuk mengakui jika dia benar-benar suka dengan Sheilla," gumam bik Nah sembari menatap kearah pintu yang tertutup itu dengan gelengan di kepalanya.
"Tapi jika benar dia suka dengan Sheilla. Aku berharap hubungan mereka akan terus terjalin sampai mereka menikah dan sampai maut memisahkan. Dan setelah kehadiran Sheilla, tuan juga berubah. Sikap dia tidak terlalu dingin dengan orang lain di rumah ini. Dia juga tidak main tangan jika anak buahnya atau para maid disini melakukan kesalahan sedikitpun. Dia sekarang lebih memaklumi mereka, jika kesalahan itu masih terbilang kesalahan kecil. Dia juga tidak sering keluar malam seperti sebelum-sebelumnya yang berakhir dia pulang dengan keadaan mabuk berat, dia juga lebih betah di rumah daripada menghabiskan hari-harinya di kantor sepanjang hari tanpa memperdulikan kesehatan dia. Dan aku yakin semua ini karena pengaruh Sheilla. Sheilla anak baik yang pasti akan memberikan pengaruh baik juga kepada tuan Digo. Dan semoga laki-laki yang benar-benar tak bisa menyadari rasa sukanya itu segara tersadar secepatnya agar dia tidak menyesal dan akan berakhir dia kembali ke sifatnya yang dulu," sambung bik Nah dengan harapan jika Digo dan Sheilla bersatu.
Dan setelah mengucapkan hal tersebut, bik Nah kini bergegas menjauh dari depan ruang kerja Digo saat ia ingat kembali bahwa dirinya masih memiliki pekerjaan yang harus segar ia selesaikan.
...****************...
Huwaaaaa takut banget sama kalian, belum ada jam 6 udah tembus 50 like lagi. Terhura aku jadinya😠Dan karena kalian semangat, aku kasih triple up ini. Senang gak? Semoga kalian senang ya hehehe 🤠Jangan lupa kasih LIKE, VOTE, KOMEN DAN HADIAH ya. See you next eps bye 👋
__ADS_1