
Senyum penuh kemenangan terlihat jelas di wajah Sheilla saat dirinya berhasil membocorkan informasi rahasia perusahaan milik Raider tentunya data-data perusahaan itu akan ia kirimkan kepada suaminya. Tak hanya itu saja, dirinya sudah memberikan virus agar orang-orang yang bekerja di bawah Raider tidak ada yang bisa menghentikan kebocoran perusahaan itu, terlebih saat mereka melakukan penyimpanan informasi rahasia yang baru, Digo tetap akan mengetahuinya nanti. Cukup memuaskan kerja keras Sheilla dengan mengorbankan nasibnya sendiri jika saja dirinya ketahuan nanti.
Tapi untungnya saat semuanya sudah beres, tak ada satupun orang yang mengetahui aksinya ini. Untuk semua CCTV yang berada di dalam ruang kerja Raider, semuanya sudah ia sabotase dan menghapus beberapa rekaman yang memperlihatkan dirinya.
Dan karena tugas Sheilla telah selesai, ini saatnya dirinya kabur dari perusahaan tersebut. Dengan membawa semua barang yang ia bawa tadi, Sheilla berlari keluar dari dalam ruangan Raider. Tapi sebelumnya ia sudah meneteskan cairan obat mata untuk menciptakan kesan ia tengah menangis saat ini. Cukup lebay memang, tapi Sheilla harus melakukannya agar semua orang percaya.
Saat Sheilla sudah keluar dari ruang kerja Raider, ia berlari sekencangnya menuju ke ruang sekertaris laki-laki tersebut. Tanpa mengucapkan kata permisi terlebih dahulu, ia langsung masuk begitu saja. Tentunya kemunculan dirinya secara mendadak itu membuat seorang perempuan yang tadinya tengah melamun kini tersadar dari lamunannya.
Perempuan itu segera berdiri sembari berucap, "Kamu punya sopan santun kan? Kalau kamu punya sopan santun harusnya kalau masuk kelas ruangan seseorang ketuk pintu dan bilang permisi dulu bukan langsung masuk saja seperti tadi!"
Sentakan yang di berikan oleh perempuan tadi tak membuat Sheilla takut sedikitpun, ia justru semakin mendekatinya dan dengan memegang lengan perempuan itu, Sheilla menengadahkan kepalanya agar perempuan yang sedikit lebih tinggi darinya itu melihat raut wajahnya yang tengah berlagak seperti tengah bersedih itu.
Tentunya hal tersebut mengundang perempuan dihadapannya bertanya-tanya.
__ADS_1
Tapi sebelum perempuan itu melayangkan sebuah pertanyaan, Sheilla sudah lebih dulu berucap, "Tolong aku. Tolong aku, aku tidak mau di lecehkan oleh Raider. Tolong aku!"
Perempuan itu mengerutkan keningnya, "Dilecehkan?"
Sheilla dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"Dia tadi menaruh obat perangsang di minumanku. Aku tidak tau jika dia ingin berbuat jahat kepadaku, sehingga aku meminum minuman itu. Dan setelah dia memberiku minum, aku di giring dia ke ruang istirahatnya. Disana dia memasang aroma yang bisa membangkitkan napsu kita. Aku yang masih memiliki kesadaran ini, mencoba memberontak tapi dia selalu mencegahku sehingga pakaianku terkoyak dan aku berusaha kabur ke kamar mandi karena di tempat itu saja aku bisa bersembunyi dan aku menemukan handuk ini untuk membalut tubuhku yang hampir telanjang. Tolong aku. Aku tidak mau bertemu dengan dia lagi. Bantu aku untuk kabur karena aku bisa keluar dari ruangan Raider, harus memberikan sedikit perlawanan yang aku bisa. Aku juga mengunci dia di dalam ruang istirahat dia. Aku mohon bantu aku untuk keluar dari sini," ujar Sheilla dengan karangan cerita yang telah ia buat.
Perempuan tadi tampak terkejut mendengar ucapan dari Sheilla namun dengan seketika keterkejutannya itu berubah kala ide licik keluar dari dalam otak cantiknya itu.
"Kenapa kamu malah menguncinya?"
"Karena aku tidak mau di tangkap dia lagi. Aku tidak mau di perkosa. Dan aku yakin dia saat ini sudah terpengaruh dengan aroma pemancing napsu itu," ujar Sheilla.
__ADS_1
"Aku mohon, bantu aku hiks," pinta Sheilla.
"Baiklah-baiklah. Aku akan membantu kamu. Tapi sebelumnya kamu ganti pakaian kamu itu dengan bajuku. Sebentar aku ambilkan dulu," ujar perempuan tersebut dan dengan di balas anggukan kepala oleh Sheilla, perempuan itu bergegas mencari pakaian yang memang sengaja ia tinggal di kantor ini, untuk berjaga-jaga saja jika ada sesuatu yang tak diinginkan.
"Nih. Pakai pakaian ini dulu di kamar mandi itu. Dan setelah kamu berganti pakaian, segara lah pergi dari sini. Urusan Raider biar aku yang menangani dia," tutur perempuan itu yang tentunya dengan senang hati dia setujui oleh Sheilla.
Sheilla menerima pakaian tersebut. Kemudian ia menyerahkan kunci ruang istirahat Raider tadi. Yap, ia sempat mengunci ruangan itu tadi saat keluar. Tapi tak urung ia tetap waspada, takutnya Raider punya kunci cadangan.
"Terimakasih banyak atas bantuan kamu. Aku akan melakukan apa yang sudah kamu katakan tadi."
"Baiklah-baiklah. Jangan banyak bicara lagi, cepat ganti pakaian kamu dan aku akan pergi ke ruangan Raider sekarang," ucapnya.
Sheilla hanya mengangguk saja sebelum dirinya kembali berlari menuju ke kamar mandi yang ada di ruangan perempuan tersebut. Saat Sheilla sudah tak terlihat lagi, sekertaris Raider langsung mengeluarkan smriknya.
__ADS_1
"Hanya perempuan bodoh yang menolak di sentuh oleh Raider. Dan Raider, i'm coming," gumam perempuan tersebut, lalu setelahnya ia benar-benar keluar dari dalam ruangannya sendiri dan menuju ke ruang kerja bos-nya tentunya dengan tujuan agar ia mendapat sentuhan yang mungkin akan membuat dirinya untung nanti. Dan hanya dengan membayangkan hal-hal yang akan terjadi nanti, tentu saja membuat perempuan yang bernama Jesi itu tak sabar ingin mewujudkan bayang-bayang yang ada di dalam otaknya tersebut.