The Dark Love

The Dark Love
187. Back To Paris


__ADS_3

"Sialan. Kita kecolongan. Bisa-bisanya mereka berdua kabur tanpa sepengetahuan kita. Huh," ujar Mama Ciara dengan berkacak pinggang.


"Iya ihhhh. Benar-benar ya tuh anak. Jadi apa yang harus kita lakukan? Apa lebih baik kita membiarkan mereka pergi begitu saja atau kita susul dia ke---- kemana?" tanya Franda yang baru sadar jika dirinya sendiri tak tau tujuan dari Digo dan Sheilla pergi ke negara mana.


"Nah itu. Kalau kita mau menyusul mereka kita tidak tau dimana negara yang mereka tuju. Kita juga tidak mungkin kan untuk berkunjung di satu-persatu negara yang ada di dunia ini hanya untuk mencari mereka." Franda menganggukkan kepalanya.


"Benar kita tidak mungkin untuk pergi menjelajahi dunia. Kalau begitu, apa kita harus rela membiarkan mereka pergi?" Mana Ciara terlihat menghela nafas panjang.


"Mau bagaimana lagi selain itu yang bisa kita lakukan. Jadi lebih baik mulai sekarang kita lupakan tentang hukuman yang kita berdua tadi berikan ke mereka."


"Hmmm keputusan itu ada baiknya juga. Toh untuk apa juga kita pakai hukum mereka berdua saja. Kita ini terlalu ada-ada saja. Dan lebih baik kita sekarang kembali ke kamar saja untuk mengistirahatkan tubuh kita yang sudah mulai rentan ini," ujar Franda yang diangguki setuju oleh Mama Ciara.


Dua wanita paruh baya itu kini berjalan beriringan menuju ke kamar inap mereka masing-masing setelah memutuskan untuk membiarkan sepasang suami-istri baru itu lolos dari hukuman yang telah mereka tetapkan.


...****************...


Dipagi harinya tepat pada pukul 10 siang, sepasang suami-istri baru itu telah sampai di negara Paris, negara yang sementara waktu akan mereka jadikan sebagai tempat tinggal mereka. Dan masih dengan pakaian pengantin yang masih melekat di tubuh mereka berdua, keduanya berjalan dengan saling bergandengan tangan keluar dari bandara di negara tersebut. Dimana hal tersebut membuat beberapa orang menatap kearah mereka berdua. Namun mereka mana peduli akan hal tersebut, keduanya memilih untuk fokus ke langkah kaki mereka. Hingga akhirnya mereka telah keluar dari area lobby bandara tersebut dan segera masuk kedalam salah satu mobil milik Digo.


"Demi apapun aku sangat lelah sekali," keluh Digo dengan menyandarkan kepalanya di pundak sang istri. Sudah di bayangkan bukan satu hari kemarin ia hanya istirahat dua jam saja setelah akad nikah mereka dan kemudian disambung dengan acara resepsi. Setelah acara resepsi selesai, belum sempat mereka mendudukkan tubuhnya, mereka harus bergegas menuju ke bandara dan selama 17 jam lebih didalam perjalanan ia tak menutup matanya sama sekali. Dan hal itu benar-benar membuat tubuhnya sangat-sangat lelah.


"Kalau kamu lelah istirahat saja dulu. Nanti kalau sudah sampai aku bangunin kamu." Digo menengadahkan kepalanya untuk menatap wajah sang istri.

__ADS_1


"Aku tidak akan bisa tidur kalau kita tidak rebahan di atas ranjang dan kamu memeluk tubuhku," ujar Digo yang membuat Sheilla menghela nafas.


"Ya sudah kalau begitu kamu tunggu sebentar lagi kita sudah akan sampai di mansion kamu," ucap Sheilla yang diangguki oleh Digo.


Mobil yang keduanya tumpangi itu terus melaju membelah jalanan di kota tersebut hingga akhirnya mobil itu berhenti di mansion yang beberapa hari Digo dan Sheilla tinggalkan. Dan seperti biasanya, kedatangan mereka berdua langsung disambut dengan banyaknya para pekerja di mansion itu.


Dimana tak sedikit dari mereka terkejut kala melihat penampilan Digo dan Sheilla.


Bik Nah yang juga tak mendapat berita apapun, ia kini berjalan mendekati Sheilla dan Digo.


"Selamat datang kembali tuan Digo dan Sheilla. Sepertinya bik Nah ketinggalan berita dari kalian nih," ucap bik Nah yang membuat Digo dan Sheilla kini tersenyum.


"Terimakasih bik atas sambutannya. Dan ya memang benar kalau bibik tengah ketinggalan sebuah berita yang sangat penting bagi kita berdua. Jadi saya akan beritahu ke kalian semua jika Sheilla telah sah menjadi nyonya di mansion ini. Kita telah menggelar acara pernikahan kita berdua di Indonesia kemarin. Jadi jangan heran jika kalian sekarang melihat kita berdua masih memakai pakaian pengantin. Dan karena Sheilla telah menyandang Nyonya Digo, saya harap kalian bisa menghormati dia sebagian nyonya kalian bukan sebagai teman lagi atau bahkan lawan," ucap Digo yang ia tujukan kepada semua pekerja di mansionnya itu.


"Jangan berbicara seperti itu karena hal itu akan membuat semua orang akan merasa canggung denganku. Aku ingin mereka tetap menganggapku seperti Sheilla yang mereka kenal. Tidak perlu sungkan jika ingin bertegur sapa atau sekedar berbincang-bincang. Dan aku tidak mau dipanggil dengan sebutan nyonya. Aku mau kalian semua tetap memanggilku dengan panggilan Sheilla tanpa embel-embel apapun," ujar Sheilla.


"Sayang." Sheilla menaruh jari telunjuknya agar suaminya itu tak menimpali dan memprotes ucapannya itu.


"Aku tidak menerima protesan dari kamu ataupun kalian semua. Jadi aku harap kalian bisa melakukan apa yang aku ucapkan tadi," ucap Sheilla.


Semua maid dan bodyguard Digo saling pandang satu sama lain namun tak urung setelahnya mereka dengan kompak menganggukkan kepalanya yang membuat Sheilla kini tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih karena kalian sudah setuju untuk melakukan apa yang aku inginkan. Kalau begitu aku dan Digo ke kamar dulu ya. Semangat bekerja," tutur Sheilla sebelum dirinya pergi dari hadapan para maid dan para bodyguard tadi dengan menggandeng tangan Digo yang otomatis membuat suaminya itu mengikuti langkahnya dan Digo tidak bisa mengancam mereka semua untuk tidak melakukan apa yang Sheilla inginkan tadi.


Kepergian dari sepasangan suami-istri itu diam-diam membuat seseorang yang berada di deretan bodyguard tersenyum samar. Dan kala semuanya sudah berpencar dan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Laki-laki itu justru bergegas menuju ke kamar mandi untuk menghubungi seseorang.


Dimana setelah ia masuk kedalam kamar mandi itu dan memastikan jika pintu sudah ia kunci, laki-laki itu segara mengubungi seseorang dimana hanya satu kali panggilan saja telepon dirinya sudah diangkat.


📞 : "Halo."


"Halo tuan. Mereka berdua telah kembali dengan status baru yaitu keduanya sudah menikah," lapor laki-laki itu.


📞 : "Menikah?" tanya seseorang dari sebrang untuk memastikan apa yang telah ia dengar tadi.


"Benar tuan."


📞 : "Bagus kalau mereka sudah menikah kerena akan semakin membuat Digo akan terpukul saat kehilangan istrinya itu dan akan semakin memudahkan kita berdua untuk melenyapkan dia," ucap seseorang dari sebrang dengan senyuman di bibirnya.


📞 : "Selain itu, apa ada informasi lain?"


"Untuk saat ini itu saja tuan."


📞 : "Baiklah kalau begitu. Saya rasa rencana kita sudah harus benar-benar dijalankan sekarang juga karena penghalang kita juga sudah tidak ada di mansion itu. Ingat pastikan semua CCTV mati sebelum kamu bertindak. Kamu paham!"

__ADS_1


"Siap, paham tuan. Dan akan saya pastikan dua atau tiga hari lagi, saya sudah berhasil meracuni Sheilla."


📞 : "Aku tunggu kabar itu," ucap orang di sebrang sana sebelum sambungan telepon mereka berdua terputus.


__ADS_2