The Dark Love

The Dark Love
189. Program Baby


__ADS_3

"Kamu yakin ingin melakukannya sayang?" tanya Digo setelah dirinya mendengar ucapan dari Sheilla yang sangat menantang dirinya itu.


"Kamu tidak percaya denganku? Baiklah kalau begitu aku akan membuktikannya," ujar Sheilla sembari berdiri dari pangkuan Digo tadi. Kemudian dengan sangat berani, Sheilla melepas handuk kimononya tersebut dan disitulah tubuh polosnya terpampang nyata di hadapan Digo.


"Apa kamu masih meragukanku, Dear." Sheilla kembali ke posisinya tadi.


"Tidak sama sekali. Dan jika ini keputusanmu maka jangan sampai kamu menyesali setelah kita melakukannya," ujar Digo sembari membawa tubuh Sheilla telentang diatas ranjang. Dimana ia mengurung istrinya itu dari atas.


"Tidak akan," ujar Sheilla dengan senyum manisnya. Walaupun sebenarnya jantungnya saat ini tengah berdegup kencang, takut sekaligus gerogi namun ia tak bisa menunda untuk memberikan hak Digo kepada laki-laki itu.


Digo yang sudah mendapat lampu hijau dari sang istri, tanpa membuang-buang waktu lagi dan tidak perduli jika saat ini masih pagi, ia menyambar bibir Sheilla. Mempermainkan lidahnya di daging yang tak bertulang itu. Dimana ciumannya tersebut dibalas oleh Sheilla.


Ciuman itu terus berlangsung hingga semakin lama ciuman itu menjadi panas bahkan tangan Digo sudah tidak diam lagi. Jika tangan kanannya untuk menopang tubuhnya agar tak menimpa Sheilla, tangan kirinya saat ini dengan lincah memainkan gunung kembar Sheilla yang membuat Sheilla kini menggeliat kegelian apalagi saat ciuman Digo turun di leher jenjangnya tersebut.

__ADS_1


Digo dan Sheilla terus melakukan pemanasan sebelum permainan yang sebenarnya mereka lakukan. Sampai tiba saatnya Digo yang sudah tidak tahan lagi, ia menghentikan aksinya itu untuk sesaat lalu menatap wajah Sheilla yang tampak memerah.


"Ready sayang?" tanya Digo untuk memastikan.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan," jawab Sheilla yang diangguki oleh Digo. Lalu setelahnya laki-laki itu dengan secepat kilat melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya itu.


"Jika kamu merasakan sakit, cakar saja punggungku atau kalau tidak gigit pundakku. Dan sebisa mungkin aku akan bermain lembut," ucap Digo yang sudah mengukung kembali tubuh Sheilla.


Digo yang melihat anggukkan dari istrinya tersebut ia langsung memberikan kecupan di kening Sheilla sembari perlahan tapi pasti ia memasukkan pusakanya ke mahkota Sheilla.


Dimana hal tersebut membuat tubuh Sheilla langsung menegang.


"Cakar atau gigit aku untuk melampiaskan rasa sakitmu itu," ucap Digo yang semakin dalam masuk ke dalam mahkota Sheilla.

__ADS_1


Perintah dari Digo itu tak segan-segan Sheilla lakukan. Kala Digo mencoba untuk menerobos benteng di dalam mahkotanya, Sheilla mencakar bahkan juga mengigit pundak Digo kuat-kuat.


Digo yang mendapat gigitan serta cakaran dari Sheilla, ia memejamkan matanya sesaat. Tak bisa ia pungkiri jika ia merasakan sakit atas apa yang dilakukan oleh Sheilla tapi sayangnya rasa mantap saat berhasil menerobos masuk benteng Sheilla melebihi rasa sakit yang tengah ia rasakan.


Sheilla terus mencakar punggung Digo dengan sesekali suara laknatnya itu keluar dari bibirnya kala Digo memulai aksinya.


Keduanya terus melakukan olahraga di atas ranjang tersebut penuh dengan kenikmatan yang mereka berdua rasakan. Hingga akhirnya keduanya mencapai puncaknya, dimana Digo tak segan-segan mengeluarkan bibit-bibit unggulnya itu di dalam dengan harapan Digo junior atau Sheilla junior segera hadir dan berkembang di rahim Sheilla sebelum mereka lahir ke dunia ini yang tentunya akan melengkapi kehidupan rumah tangganya dengan Sheilla.


Dengan nafas tersengal-sengal Digo merebahkan tubuhnya disamping Sheilla yang kini tengah menutup matanya dengan dada yang naik turun belum lagi keringat yang membasahi tubuh istrinya itu. Digo yang menolehkan kepala kearah Sheilla, tangannya kini bergerak untuk menghapus keringat di kening istrinya tersebut sebelum ia tersenyum kala Sheilla menatap kearahnya.


"Terimakasih karena kamu sudah menjaga mahkotamu untukku sayang. Terimakasih karena saat ini kamu sudah bersedia memberikannya untukku. Dan semoga secepatnya kita di percaya untuk mengasuh, menjaga dan mendidik keturunan kita dari sang maha kuasa," ucap Digo diakhiri dengan ia mengecup kening Sheilla.


Sheilla yang mendengar doa yang sempat di panjatkan oleh Digo, ia tersenyum sembari berkata, "Aamiin." berharap doa dari suaminya itu terkabulkan secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2