The Dark Love

The Dark Love
223. Pengawasan


__ADS_3

Sepasang suami istri itu terus mengikuti orang tersebut sampai orang itu menghentikan langkahnya di dalam gudang yang sama seperti yang Sheilla lihat di dalam rekaman CCTV tadi.


Keduanya tampak berdecak saat pintu gudang itu tertutup yang menyebabkan mereka berdua akan kesulitan untuk melihat apa yang tengah orang itu lakukan didalam.


"Kita harus gimana?" tanya Sheilla. Ia benar-benar sangat penasaran dengan orang yang baru saja masuk kedalam gudang itu. Dimana orang tersebut sekilas ciri-cirinya mirip dengan si penghianat di dalam rekaman CCTV tadi.


"Di gudang ini tidak ada ventilasi sama sekali yang artinya kita juga tidak bisa melakukan apapun untuk melihat apa yang dia lakukan didalam gudang itu. Mau diam-diam membuka pintu pun juga akan percuma karena aku lihat tadi pintu itu dia kunci," ujar Digo dengan pembawaannya setenang mungkin padahal didalam hatinya sudah bergemuruh. Rasa kecewa di hatinya pun sekarang tengah ia rasakan. Walaupun dirinya belum yakin 100% jika orang tersebut benar-benar si penghianat itu. Tapi siapa yang tak kecewa jika orang yang ia curigai itu adalah salah satu orang kepercayaannya. Namun rasa kecewa, marah dan ingin membunuhnya harus ia tahan dulu karena semuanya belum jelas hanya masih tuduhan saja dan dia tidak mau gegabah yang berakhir dia nanti akan menyesal sendiri pada akhirnya.

__ADS_1


"Jadi keputusannya?" tanya Sheilla.


"Kita tunggu saja sampai dia keluar," ucap Digo yang membuat Sheilla menghela nafas panjang.


Walaupun dirinya benar-benar sangat penasaran dengan apa yang dilakukan orang tersebut di dalam sana tapi dia juga tidak tau harus melakukan cara apa agar dirinya bisa mengawasi orang tersebut.


"Dear," panggil Sheilla tanpa menolehkan kepalanya kearah sang suami. Dimana panggilannya itu dijawab dengan deheman saja oleh Digo.

__ADS_1


"Apa kamu tahu nama laki-laki yang sekarang ada di dalam gudang itu siapa?" tanya Sheilla penasaran. Dimana pertanyaannya itu membuat Digo kini menolehkan kepalanya kearah sang istri. Dengan menganggukkan kepalanya ia menjawab pertanyaan dari Sheilla itu, "Dia salah satu orang yang aku percaya di mansion ini. Dia orang yang selalu aku percaya untuk memegang alih semua anak buahku jika ada salah satu musuh yang menyerang. Dia orang yang benar-benar aku percaya, sayang. Dan aku tidak tau apa yang akan aku lakukan jika dugaan kita benar."


Sheilla yang melihat tatapan mata terluka yang tengah Digo perlihatkan kepadanya, hatinya terasa begitu teriris. Tangannya kini terulur, merengkuh tubuh suaminya, membawa tubuh itu kedalam pelukannya. Dimana hal itu membuat Digo langsung memeluknya dengan sangat erat. Ia memang kejam tapi hatinya juga akan terasa sakit jika ada seseorang yang benar-benar ia percaya telah mengkhianatinya.


"Sakit sayang. Ini pertama kalinya aku dikhianati oleh seseorang yang benar-benar aku percaya," ucap Digo dengan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sheilla.


"Aku tau itu, Dear. Tapikan ini kita baru mencurigai dia saja yang belum tentu orang itu beneran penghianat dan belum tentu juga dia orang yang sama dengan yang kita lihat di rekaman CCTV tadi. Jadi kamu tenang dulu ya. Kita cari tahu dulu," ujar Sheilla sembari mengelus rambut Digo tapi matanya terus menatap kearah pintu gudang yang terdengar suara pintu yang tadinya terkunci kini terbuka. Dimana hal tersebut langsung membuat Sheilla dengan susah payah menarik tubuh suaminya itu untuk bersembunyi agar tak ketahuan jika mereka berdua tengah mengawasi orang tersebut.

__ADS_1


Digo yang terkejut pun ia ingin berucap namun kalah cepat dengan jari telunjuk Sheilla yang perempuan itu tempelkan di bibirnya, kode agar Digo diam terlebih dahulu.


__ADS_2