
Raider terdiam setelah mendengar perkataan dari Naka tadi. Orang hebat yang menyusup kedalam perusahaannya? Siapa orang itu? Dan berani-beraninya dia melangkahkan kakinya kedalam area miliknya? Apa dia tidak tau, jika apa yang dia buat sudah membangunkan singa tidur?
"Bawa kesini rekaman CCTV kehadapan saya sekarang juga!" perintah Raider dengan tegas setelah ia tersadar dari keterbengongannya tadi.
Nicholas yang memiliki rekaman CCTV itu ia segara berlari menuju ke salah satu meja yang terdapat laptop miliknya disana, untuk mengambil benda elektronik itu kemudian ia serahkan kepada Raider.
"Ini tuan," ucap Nikolas sembari menyodorkan laptop tadi kehadapan Raider. Namun bukannya langsung di terima oleh bosnya itu, laki-laki tersebut justru melangkahkan kakinya menuju ke salah satu kursi disana. Otomatis pergerakan dari Raider tadi diikuti oleh Nicholas, sampai bosnya itu mendudukkan tubuhnya, ia berdiri di samping Raider dan dengan kepekaan yang tinggi, tanpa di mintai pun Nicholas meletakkan laptopnya di depan Raider lalu memutar rekaman CCTV yang ia punya.
Tak ada yang berani bersuara kala Raider tengah fokus dengan rekaman CCTV tersebut. Mereka semua yang berada di sana tampak diam dan menunggunya bos-nya bersuara terlebih dahulu. Namun kesunyian yang berada di dalam ruangan tersebut seketika pecah kala suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka semua kecuali Raider. Laki-laki itu masih setia dengan layar di depannya.
Orang yang barusan masuk dan mendapati dirinya tengah di tatap beberapa pasang mata pun ia tersenyum canggung sebelum ia berkata, "Maaf."
Mereka semua tampak menghela nafas panjang kemudian kembali ke kegiatan mereka sebelumnya yaitu diam kaku di tempat mereka masing-masing.
Sedangkan orang yang baru saja bergabung dengan mereka semua, ia merasa bingung dengan situasi saat ini karena jujur saja ia tak mendapatkan informasi apapun yang membuat semua orang dalam keadaan tegang di satu ruangan yang sama seperti ini. Sehingga ia yang kepo maksimal itu kini melangkahkan kakinya mendekati salah satu karyawati di sana.
Dan saat ia sudah berada di dekat karyawati itu, ia meluncurkan suaranya tentunya dengan lirih takut laki-laki di depan sana terganggu akan suaranya.
__ADS_1
"Sstttt Stevie." Orang yang di panggil oleh Jesi itu menolehkan kepalanya dengan salah satu alis yang terangkat, mewakili dia untuk menjawab ucapan dari sekertaris bos-nya itu.
Jesi yang paham akan kode itu pun ia kembali bersuara, "Ini kenapa sih? Kenapa semua petinggi perusahaan di sini semua? Apa ada masalah?"
Stevie mengerutkan keningnya.
"Kamu tidak tau?" tanya Stevie yang tentunya dijawab dengan gelengan kepala oleh Jesi. Sumpah demi apapun ia tak tau apa-apa sekarang.
"Kamu beneran tidak tau?" tanya ulang Stevie tak percaya. Masa iya sekertaris bos tidak mengetahui hal seserius ini? Pikir Stevie.
"Ck, kalau aku tau, aku tidak akan tanya sama kamu. Buruan kasih tau, ada apa?" ucap Jesi mendesak agar Stevie segara memberitahu dirinya.
"Cih, katanya sekertaris bos yang paling cekatan dan sangat bisa diandalkan. Tapi lihatlah sekarang, sekertaris itu justru sekarang tidak tau masalah yang sangat serius di perusahaan ini sejak kemarin. Bahkan kita semua yang dianggap jauh di bawah dia justru tau segalanya bahkan kita sampai tidak pulang sejak semalam. Sedangkan dia? Kemana saja semalam? Semua telepon dan pesan yang sudah kita semua kirimkan sama sekali tidak mendapat respon apapun dari dia? Oh jangan-jangan semalam dia jualan tubuh lagi sampai tidak mau di ganggu. Pantesan, gak ada respon apapun karena keenakan toh," ucap seorang perempuan dengan julitnya. Dan sayangnya apa yang perempuan itu katakan ada benarnya juga jika semalam ia memang keenakan menikmati servis yang di berikan oleh Raider. Tapi tidak mungkin Jesi mengakui hal tersebut, mau di taruh dimana muka dia jika sampai berbicara blak-blakan. Jadi dirinya hanya bisa berkata, "Jangan ikut campur kamu. Diam saja! Jika kamu tidak tau apa yang aku lakukan tadi malam!"
Jesi yang tak ingin memperpanjang acara cek-coknya itu, ia memilih kembali menatap kearah Stevie yang berada diantara mereka tadi. Tapi tak urung Jesi mengumpati orang yang sudah menyindirnya itu, tak lupa ia juga sempat berkata di dalam hatinya, "Awas saja jika nanti aku sudah menyandang status sebagai nyonya Raider, aku tidak akan segan-segan buat mendepak kamu dari sini. Kalau bisa menjadikan kamu sebagai gelandangan sekalian! Biar tau rasa!"
Jesi menghela nafas panjang untuk meredakan gerutuan di hatinya itu kemudian ia berkata, "Cepat beritahu aku, Stevie!"
__ADS_1
"Kantor ini ada seorang penyusup yang sudah berhasil mencuri rahasia perusahaan. Seluruh usaha sudah kita lakukan tapi hasilnya tetap nihil. Dan gara-gara hal ini, perusahaan ini diambang kebangkrutan," jelas Stevie secara singkat. Tentu saja ucapan dari Stevie tadi membuat Jesi terkejut bukan main, sampai ia kelepasan berucap dengan suara yang cukup keras, "What!"
Semua orang tak terkecuali Raider menatap dirinya dengan tajam yang membuat Jesi langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya.
Sedangkan Stevie, ia langsung membungkam bibirnya rapat-rapat.
"Yang membuat keributan silahkan keluar!" ucap Naka yang sepertinya tau jika Raider menginginkan hal tersebut.
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud membuat keributan. Saya tidak akan bersuara lagi. Sekali lagi maaf tuan Raider dan tuan juga nona sekalian," ucap Jesi dengan membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf. Dan setelah hal tersebut mereka kembali terdiam. Jesi tak lagi bertanya tentang masalah ini lebih lanjut kepada Stevie walaupun isi kepalanya itu tengah memberontak ingin ia keluarkan semua. Tapi ia akan menahannya karena ia tak mau kelepasan lagi seperti tadi dan berakhir ia akan di depak dari ruangan tersebut tanpa tau kelanjutan dari masalah ini.
Sedangkan di tempatnya, Raider menyipitkan matanya kala menangkap sesuatu yang mencurigakan dari rekaman CCTV tersebut.
"Mundurkan ke 10 menit sebelumnya!" perintah Raider yang langsung di tangkap oleh Nicholas sehingga ia melakukan hal yang di pinta oleh Raider tadi. Ia memundurkan durasi rekaman tersebut.
Raider kembali memfokuskan matanya dan saat 10 menit setelahnya ia berkata, "Pause rekamannya!"
Nicholas dengan sigap mempause rekaman CCTV tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Raider, ia menautkan kedua tangannya di depan wajahnya dengan tatapan lurus kedepan, kearah layar laptop tersebut sebelum ia berkata, "Rekaman CCTV ini sudah di potong!"
Ucapan Raider tadi tentunya membuat semua orang disana terkejut. Mereka sudah melihat rekaman itu puluhan kali tapi ia tak menemukan jika rekaman itu sudah di potong karena rekaman tersebut benar-benar sangat mulus. Jadi dari situlah, sebagian orang yang ada disana percaya dengan ucapan Raider tapi sebagian dari mereka juga masih belum percaya dengan hal tersebut.