The Dark Love

The Dark Love
233. Pencarian Bomi


__ADS_3

Saat Digo dan Sheilla tengah mengawasi dan mencari keberadaan Bomi dari lantai dua mansion tersebut. Henry juga Monik serta semua orang yang ada di lantai bawah kini tengah mencari keberadaan Bomi yang entah saat ini laki-laki itu tengah sembunyi dimana. Karena setelah tembakannya tadi melesat alias tak tepat sasaran karena pada saat itu entah Monik sudah memiliki feeling kuat jika perempuan itu yang akan menjadi target kedua Bomi atau memang hanya kebetulan saja, perempuan itu justru mendudukkan tubuhnya di kursi pengantin beberapa detik sebelum suara tembakan terdengar. Sedangkan Bomi, laki-laki itu langsung kabur dari persembunyiannya sebelum persembunyiannya itu diketahui oleh semua orang yang berakhir dirinya akan di tangkap nanti. Dan Bomi tidak mengharapkan hal itu terjadi, maka lebih baik dirinya kabur untuk mencari persembunyian selanjutnya yang memungkinan tidak ada orang yang mencurigai tempat itu.


Sedangkan Monik, bohong jika ia tak terkejut dengan bunyi yang sangat tak asing di telinganya itu. Perlu kalian tau saja, ia sangat-sangat terkejut bahkan dia sempat shock tadi terlebih ia semakin terkejut saat peluru yang ia yakini jika peluru itu harusnya bersarang di tubuhnya justru mengenai kaca jendela yang tak jauh dari posisi darinya saat ini. Namun saat Monik sudah menyadarkan dirinya dari keterkejutannya dan menenangkan jantungnya yang sempat berpacu dua kali lebih cepat dari biasanya itu tangannya langsung meraih pistol yang di berikan oleh Digo tadi. Lalu ia menodongkan kearah yang ia yakini ada seseorang yang berniat menembak dirinya tadi. Ia ingin membalas serangan dari seseorang itu. Tapi sebelum dirinya menarik pelatuk pistol ditangannya, para anak buah Digo dan anak buah Henry langsung bergerak menuju ke tempat yang ia todong pistol tadi. Yang berakhir Monik menghentikan niatannya tersebut karena dirinya tidak mau sampai ia salah sasaran dan berujung orang yang tak bersalah akan terluka karena ulahnya.


Dan tak berselang lama, saat anak buah Digo serta anak buah Henry bergerak, Henry dan sebagian anak buah Digo yang lain turun dengan terburu-buru. Monik tak perlu heran lagi kenapa mereka sampai terlihat panik karena ia yakin suara tembakan itulah penyebabnya.


Henry yang baru sampai di depan Monik, ia tadi langsung memeluk tubuh sang istri, meneliti tubuh Monik. Dan setalah dirinya memastikan jika Monik tak terluka sedikitpun ia kembali memeluk istrinya itu. Tak peduli dengan semua orang yang tengah kalang kabut mencari Bomi yang di pimpin oleh Rivan.


Pelukan keduanya baru terlepas kala salah satu anak buahnya datang menghampiri mereka berdua sembari berkata, "Maaf tuan. Sepertinya seseorang yang telah lancang berniat menembak nyonya Monik sudah kabur dari sini."


Henry yang mendengar perkataan dari sang anak buah pun ia mengerutkan keningnya. Bukannya kejadian baru beberapa menit saja dan si pelaku sudah berhasil kabur? Sangat mustahil jika dipikir-pikir.

__ADS_1


"Apa kalian yakin?" tanya Henry.


"Iya tuan. Karena kita semua sudah mencari keseluruhan penjuru manison ini tapi kita tidak ada yang bisa menemukan keberadaan si pelaku," jujur anak buah Henry.


Henry tampak mengangguk-anggukkan kepalanya lalu setelahnya ia berucap, "Tetap cari dia di dalam mansion ini. Di lantai dua dan tiga bahkan di rumah belakang cek semuanya. Karena saya yakin dia masih ada di sekitar sini dan kalaupun dia sudah pergi dari dalam mansion ini, dia belum pergi jauh. Jadi selain di mansion ini, bagi tim agar ada yang melacak kepergian si pelaku di luar mansion."


"Tapi tuan kita belum tau siapa pelaku itu? Bagaimana kita bisa melacaknya sedangkan rekaman CCTV juga tidak ada." Henry memutar bola matanya malas. Padahal ini bukan kali pertamanya mereka semua menghadapai masalah yang sama yaitu mencari musuh yang berniat menghancurkan mereka tanpa mereka tau wajah dan nama dia, namun tetap saja mereka bisa menemukannya juga. Tapi kali ini kenapa mereka bertanya kepada Henry? Apakah kepanikan mereka membuat otak pintar para anak buahnya itu hilang dan tergantikan dengan otak bodohnya. Astaga!


"Bomi. Cari dia sampai ketemu entah dalam kondisi hidup ataupun mati sekalipun," ujar Henry yang sempat membuat anak buahnya yang melapor kepadanya terkejut. Tentu saja Henry sangat yakin jika orang dihadapannya itu tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Karena perlu Henry akui jika hubungan Bomi dan semua orang yang ada di dalam mansion ini sangat-sangatlah baik. Dia selalu mengayomi semua kawannya yang satu profesi dengannya. Bahkan sebelum diangkatnya Bomi menjadi tangan kanan kedua Digo, ia selalu mengorbankan dirinya hanya untuk melindungi Digo maupun Henry saat ada penyerangan dari musuh. Tak peduli dia akan selamat atau tidak. Dan karena hal itu lah Bomi diangkat sebagai tangan kanan kedua atau penanggungjawab semua anak buah Digo kalau laki-laki tersebut dan Henry tengah tidak ada di mansion.


Jadi tidak heran jika Henry melihat keterkejutan dari anak buahnya itu.

__ADS_1


Namun Henry harus segara menyadarkan anak buahnya tersebut sebelum Bomi kembali berulah.


"Nando, jangan buang waktumu untuk melamun seperti ini. Segera bagi tim dan lakukan apa yang sudah saya perintahkan tadi," ucap Henry yang berhasil membuat anak buahnya yang bernama Nando itu tersadar.


"Ahhh baik tuan. Saya akan segara melaksanakan tugas yang sudah tuan amanatkan ke saya. Saya permisi," pamit Nando yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Henry.


Dan setelah kepergian dari anak buahnya itu, tatapan Henry kembali kearah Monik berada. Ia bisa melihat tatapan elang yang terpancar dari mata indah Monik tersebut, menyapu seluruh sudut di ruangan tersebut. Sepertinya Monik juga turut mencari keberadaan Bomi walaupun istrinya itu tak bergerak dari posisi berdirinya saat ini. Perlu diingat ucapan Digo dulu, jika Monik dan Henry itu bukan manusia melainkan monster, karena keduanya memiliki insting yang sangat kuat jika ada lawan yang akan menyerang mereka. Namun perlu di ketahui, Monik lah yang lebih berbahaya di mansion ini bahkan dari Digo sekalipun.


"Bomi sudah tidak ada didalam mansion ini," ucap Monik tiba-tiba yang berhasil membuat Henry terkejut.


"Hah, maksud kamu apa sayang?" tanya Henry tak paham. Padahal ia percaya jika Bomi masih didalam mansion ini. Tapi kenapa istrinya itu justru mengatakan hal yang berbeda.

__ADS_1


"Bomi sudah tidak ada disini. Apa perkataanku kurang jelas?" Henry meneguk ludahnya dengan kasar saat Monik menolehkan kepalanya kearah Henry dengan aura mematikan yang sangat mendominasi dirinya. Dan itu benar-benar sangat menakutkan di mata Henry. Bahkan laki-laki itu sempat memundurkan kakinya satu langkah ke belakang.


__ADS_2