The Dark Love

The Dark Love
128. Kiya Berhasil


__ADS_3

Digo dan Sheilla masih berjalan bergandengan sampai saat mereka ingin melewati ruang tamu, langkah keduanya terhenti saat melihat ada seorang gadis dengan penampilan yang sangat-sangat seksi duduk di salah satu sofa disana. Dan jangan tanya siapa orang itu kalau bukan Kiya yang merubah penampilannya semaksimal mungkin hingga membuat Digo pangling melihatnya. Walaupun sebenarnya Kiya sangat risih berpenampilan seksi seperti saat ini, tapi tak apa untuk melancarkan aksinya ia akan menahan rasa risihnya itu.


Hingga Kiya yang menyadari dua orang yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya telah tiba tak jauh darinya pun ia tersenyum sebelum dirinya berdiri dari posisi duduknya. Lalu setelahnya ia berlari menuju kearah Digo.


Digo dan Sheilla tampak shock saat tubuh perempuan itu memeluk tubuh Digo dengan berkata, "Baby, I Miss You."


"I miss you so much, baby. Muach." Sheilla yang melihat Kiya yang mencium pipi kekasihnya pun ia langsung melepaskan genggaman tangan Digo tadi yang membuat Digo langsung tersadar dari keterkejutannya itu hingga ia kini melepaskan pelukan Kiya dengan cukup kasar. Yang membuat Kiya hampir saja terjatuh.


"Jangan macam-macam ya kamu. Kita tidak saling mengenal satu sama lain," ucap Digo yang ia tujukan ke Kiya.


"Apa kamu bilang? Kita tidak mengenal satu sama lain? Ayolah baby, jangan berkata seperti itu. Kita ini sudah bertunangan bukan dan bulan depan kita akan melangsungkan pernikahan kita. Apa kamu lupa kamu sendiri yang datang ke rumah untuk memintaku di hadapan kedua orangtuaku?" Digo menggelengkan kepalanya. Namun saat dirinya ingin menyangkal ucapan dari perempuan didepannya yang belum ia ketahui jika dia adalah Kiya, suara Sheilla lebih dulu terdengar.


"Jadi kalian akan menikah?" tanya Sheilla membuat Kiya menolehkan kepalanya kearah Sheilla, melihat penampilan Sheilla dari atas sampai bawah.


"Perfect," batin Kiya yang terkagum dengan kesederhanaan Sheilla yang justru membuat perempuan itu tampak anggun.


Namun ia hanya bisa mengagumi perempuan itu didalam hatinya karena ia akan melanjutkan permainannya ini.


"Iya. Kita bulan depan akan menikah. Oh ya kamu siapa? Aku tadi sempat melihat kamu bergandeng tangan dengan calon suamiku. Ada hubungan apa kamu sama dia? Kamu mau jadi pelakor?" ucap Kiya dengan galak.


Digo yang mendengar ucapan Kiya itu ia mendelik tak terima. Dan dengan menarik tangan Sheilla untuk ia genggam kembali, ia berkata, "Dia yang calon istri saya yang sebenarnya, bukan kamu. Kita tidak saling mengenal dan berhentilah membual," ucap Digo dengan bentakan.

__ADS_1


"Tega banget ya kamu tidak mengakui hubungan kita di depan pelakor ini. Aku jelas-jelas calon istri kamu, Al. Dan ini, lihat cincin ini baik-baik. Cincin ini adalah cincin pertunangan kita. Tapi kamu hiks malah berlagak seolah-olah kita tidak saling mengenal hanya karena kamu sekarang sudah memiliki kekasih baru alias pelakor ini," kata Kiya dengan berlinang air mata.


"Dan untuk kamu. Puas kamu sudah menghancurkan kebahagiaanku, menghancurkan hubunganku dengan Al. Puas kamu!" teriak Kiya didepan Sheilla yang membuat Sheilla menggelengkan kepalanya.


"Tidak, saya bukan pelakor. Anda salah paham Nona. Saya hanya seorang maid di mansion ini. Saya bukan kekasih tuan Digo," ucap Sheilla dengan melepas paksa genggaman Digo tadi dengan mata yang berkaca-kaca. Ia benar-benar merasa telah di bohongi oleh Digo. Ia ingin sekali tak percaya dengan ucapan dari perempuan dihadapannya saat ini. Tapi setelah dirinya mendengar perempuan itu memanggil Digo dengan nama Al dimana nama itu hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memanggil nama itu. Dan saat dirinya melihat cincin yang melingkar di jari manis perempuan itu yang sama persis bentuknya dengan milik Digo yang pernah ia lihat di laci nakas di kamar mereka.


"Kalau kamu memang maid disini kenapa kamu tadi pegangan tangan dengan Al?" Sheilla berdiam dengan menundukkan kepalanya.


"Jawab!" sentak Kiya.


"Berhenti sialan. Saya tegaskan sekali lagi jika kita tidak saling mengenal. Dan tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita berdua!" bentak Digo.


"Al!"


"Aduh gimana ini?" gumam Sofian dilema karena dirinya tau jika perempuan itu adalah Kiya yang sekarang tengah memberikan tatapan tajam kepadanya seakan-akan tatapan itu berkata, awas saja kalau kamu berani mendekat.


"Tentukan pilihanmu, Fian. Jangan sampai salah pilih, tapi pilih kali ini sama-sama membahayakan untuk dirimu. Karena kalau kamu memilih untuk tidak mendekat kesana dan melakukan apa yang telah di perintahkan oleh bos besar sama saja kamu akan masuk kedalam kandang singa. Tapi kalau kamu mendekat dan melaksanakan perintah bos, siap-siap kamu akan masuk kedalam kandang serigala. Semangat Fian," bisik teman Sofian yang berada disampingnya dengan menepuk pundak Sofian yang tengah meratapi nasibnya itu.


Digo yang tak kunjung melihat Sofian mendekat pun ia menolehkan kepalanya kearah Sofian.


"Sofian!" teriak Digo kembali.

__ADS_1


"Ahhhh ya bos." Dengan takut-takut akhirnya Sofian mendekati bos besarnya itu.


"Usir dia dari sini!" perintah ulang Digo.


"Kenapa aku yang diusir, Al? Harusnya dia yang pergi dari mansion ini bukan aku! Aku calon istrimu dan dia hanya seorang pelakor! Apa kamu mau perlakuanmu ini aku adukan ke orangtua kamu hah? Biar kamu dan pelakor ini di hukum sama mereka!" ujar Kiya masih dengan suara yang ia buat-buat agar Digo tak curiga kepadanya.


Sheilla menggelengkan kepalanya dengan air mata yang kini menetes membasahi pipinya. Ia tak ingin orangtua Digo tau akan permasalahan itu yang nantinya akan berimbas kepada laki-laki yang sialnya sangat ia sayangi namun harus ia lepaskan dengan perempuan lain yang memang sedari awal sudah seharusnya bersanding dengan Digo, pikirnya.


"Tidak, jangan. Jangan laporkan masalah ini kepada orangtua tuan Digo. Saya akui saya salah karena telah menjalin hubungan dengan tuan Digo di belakang Nona. Tapi saya mohon jangan laporkan masalah ini ke kedua orangtua tuan Digo. Dan jika Nona tidak melaporkan masalah ini ke mereka, saya hari ini akan keluar dari mansion ini juga," ujar Sheilla yang membuat Digo mengepalkan tangannya.


"Apa yang kamu katakan Sheilla. Tidak, kamu tidak boleh keluar dari mansion ini. Jangan dengarkan kata orang gila ini!" ucap Digo.


Kiya yang mendengar perkataan dari sang Kakak tadi pun ia mendelik tak terima.


"Heh enak saja cantik-cantik begini di bilang gila. Sialan, punya Abang durjana," batin Kiya.


"Maaf tuan. Saya benar-benar harus keluar dari mansion ini untuk kebaikan kita bersama," ujar Sheilla sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar mansion tersebut meninggalkan orang-orang disana.


"Sialan! Sheilla!" teriak Digo dengan berlari menyusul kepergian Sheilla tadi.


Sedangkan Kiya yang rencananya berhasil pun ia kini tertawa terbahak-bahak sembari melepas rambut palsu yang ia kenakan itu.

__ADS_1


"Kerenkan drama yang aku buat," ucap Kiya dengan melihat kearah beberapa bodyguard dan para maid yang sedari tadi melihat kehebohan itu dimana mereka tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Sheilla menjelaskan jika orang yang mengaku calon istri Digo itu adalah adik Digo sendiri karena mereka tidak mau mengambil resiko jika mereka melakukannya termasuk bik nah dan Monik sekalipun.


__ADS_2