The Dark Love

The Dark Love
113. Keributan Kecil


__ADS_3

"Honey!" panggil Digo saat dirinya tengah mencari Sheilla namun tak kunjung ia temukan.


"Kemana sih dia?" tanyanya pada dirinya sendiri dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh lantai satu mansionnya. Ia sudah bertanya ke beberapa maid yang ada di sekitarnya dan kata mereka, mereka tidak ada yang tau kemana perginya Sheilla dan hal tersebut membuat dirinya harus pusing sendiri mencari keberadaan kekasihnya itu.


"Apa jangan-jangan dia sekarang ada di lantai dua lagi?" gumamnya dengan menengadahkan kepalanya menatap lantai dua manisonnya itu sebelum kakinya kini bergerak menuju ke lift yang akan mengantar dirinya ke lantai dua.


Dan saat pintu lift terbuka, bertepatan dengan itu ia melihat bik Nah yang berdiri didepan pintu lift tersebut.


"Bik, bik Nah tau tidak dimana Sheilla?" tanya Digo tiba-tiba.


"Tuan tengah mencari Sheilla?" Digo menganggukkan kepalanya.


"Sheilla sekarang tengah berada di kamar yang di tempati nona Vina. Dia tengah membereskan kamar itu." Digo tampak terkejut saat mendengar ucapan dari bik Nah tadi.


"Apa? Dia lagi membereskan kamar itu bik?" Bik Nah menganggukkan kepalanya.


"Iya tuan. Padahal saya tadi yang mau beresin kamar itu. Tapi kata Sheilla, saya disuruh ke lantai satu buat bantu kerjaan Monik. Dan katanya dia juga di suruh oleh tuan. Makanya saat tuan bertanya kepada saya tadi, saya sempat kaget," ujar bik Nah.


"Astaga sejak kapan saya menyuruh dia buat beres-beres mansion ini. Saya tidak pernah menyuruhnya bik. Ya sudah kalau gitu terimakasih infonya, saya ke Sheilla dulu. Dan untuk kamar itu, bibik yang bereskan nanti," ucap Digo kala dirinya belum beranjak dari depan tubuh wanita paruh baya itu.


Digo melangkahkan kakinya lebar menuju ke kamar yang di tempati Vina dulu dan tanpa mengetuk atau mengucapakan kata permisi, ia langsung saja nyelonong masuk kedalam kamar tersebut. Dan masukannya dia membuat Sheilla yang tengah membersihkan kamar tersebut terkejut dan menolehkan kepalanya kearah pintu dimana Digo berada.


Ia mendengus sebal kala melihat Digo yang kini menatapnya. Lalu setelahnya ia kembali melanjutkan perkejaannya itu.

__ADS_1


Sedangkan Digo yang marah karena sang kekasih tak menuruti ucapannya agar tak menyentuh pekerjaan apapun di mansion itu, ia berjalan cepat kearah Sheilla.


Dan sesampainya dia disamping tubuh Sheilla yang masih cuek bebek, ia bersuara, "Honey, apa yang kamu---"


Tatapan tajam Sheilla membuat Digo mengatupkan bibirnya yang ingin mengomeli Sheilla tapi ia urungkan.


Sheilla yang melihat Digo terdiam pun ia kembali melepas sprei kasur di kamar tersebut.


"Honey," panggil Digo yang membuat pergerakan tangan Sheilla terhenti.


"Jangan memanggil saya dengan sebutan Honey lagi karena saya bukan madu," ujar Sheilla tanpa menatap kearah Digo.


"Ya sudah kalau gitu, sayang saja." Diam, Sheilla tak menanggapi ucapan dari Digo tadi. Dan hal tersebut membuat Digo mencebikkan bibirnya.


"Sayang," panggil Digo dengan melangkahkan kakinya mengikuti Sheilla yang mondar-mandir untuk membereskan kamar tersebut.


Hingga Sheilla yang sudah jengah pun ia menghentikan langkahnya secara tiba-tiba dan saat dirinya ingin membalikkan tubuhnya, Digo malah menabrak tubuhnya hingga hampir saja membuat ia terhuyung ke belakang jikalau Digo tidak sigap untuk mendekapnya.


Namun dekapan yang dilakukan oleh Digo itu hanya berlangsung beberapa detik saja sebelum Sheilla mendorong tubuh Digo hingga pelukan laki-laki itu terlepas.


"Jangan pegang-pegangan dan jangan panggil saya dengan kata sayang ataupun yang lainnya. Dan panggil saya dengan nama Sheilla, tuan," ucap Sheilla yang membuat Digo mendelikkan menatapnya.


"Tidak mau. Kamu kesayanganku. Dan jangan menggunakan bahasa formal, sayang. Jangan juga panggil aku, tuan. Karena aku bukan tuanmu tapi kekasihmu," tolak Digo.

__ADS_1


"Kekasih anda bukannya Nona Yura? Jadi stop tuan jangan menganggap saya sebagai kekasih lagi karena aku tidak mau anda dengan nona Yura terjadi kesalahpahaman," ujar Sheilla. Dan setelah mengucapkan hal tersebut ia berjalan menuju ke ranjang untuk memasang sprei disana.


"Bukan dia yang salah paham, tapi justru kamu yang tengah salah paham sayang. Dan kenapa kamu langsung percaya begitu saja dengan ucapan Wisma yang kamu tidak tau kebenarannya," ujar Digo yang kini berdiri disamping Sheilla yang tengah memasang sprei kasur itu.


"Memangnya kebenaran apa yang tidak saya ketahui tuan? Hanya satu yang tidak saya ketahui yaitu saya ternyata dijadikan perempuan simpanan disini. Jadi daripada saya dijadikan perempuan simpanan lebih baik saya menjadi maid atau gelandangan sekalipun. Karena saya tidak mau melukai hati perempuan lain," tutur Sheilla yang membuat tangan Digo kini terkepal. Entah kenapa ia tak suka jika Sheilla mengatakan diri perempuan itu sendiri, dengan kata perempuan simpanan karena kenyataannya memang bukan seperti itu.


"Kamu bukan perempuan simpanan, Sheilla," geram Digo dengan nada suara yang ia rendahkan. Ia tak ingin menyentak Sheilla dan melukai hati kekasihnya itu karena amarahnya.


"Jika saya bukan perempuan simpanan, jadi saya ini apa? perempuan perebutan pasangan orang lain, gitu? Sama saja tuan. Perempuan simpanan dan perempuan perebutan itu sama-sama sangat rendahan karena sudah menghancurkan kebahagiaan perempuan lain."


"Sheilla!"


"Apa? Anda mau menyebut saya dengan dua hal itu kan? Dan ya saya akui jika saya ini perempuan simpanan dan---"


Belum sempat ucapan Sheilla selesai ia katakan, tubuh Sheilla lebih dulu diangkat oleh Digo lalu di banting secara pelan ke atas ranjang empuk tersebut.


"Apa yang anda---emptttt." Digo yang sudah mengukung Sheilla di bawahnya pun ia dengan cepat membungkam bibir cerewet kekesihnya itu yang sedari tadi memancing amarahnya itu.


Dan saat tangan Sheilla terus memukul-mukul dada bidangnya, dengan satu tangannya, Digo berhasil menangkap dua tangan mungil Sheilla itu dan menggenggamnya sebelum ia menaikkan kedua tangan itu di atas kepala Sheilla.


"Tuan, lepas---empttt." Digo yang tadi berniat untuk menghentikan ciumannya itu, tenyata ciuman tersebut terjadi kembali kala ia mendengar Sheilla memanggilnya dengan sebutan tuan. Dan ia berniat tak akan melepas ciuman itu sampai Sheilla kapok dan tak memanggil dirinya dengan sebutan tuan lagi, juga agar kekasihnya itu tidak berkata yang tidak-tidak tentang dirinya sendiri sebelum Digo meluruskan apa yang menjadi kesalahpahaman diantara mereka berdua.


Sedangkan bik Nah yang tadinya ke lantai satu mansion itu kini ia sudah kembali ke lantai dua untuk melaksanakan tugas yang di berikan Digo untuk melanjutkan pekerjaan Sheilla di dalam kamar Vina.

__ADS_1


Dan karena kebetulan pintu kamar itu tak di tutup, bik Nah langsung masuk kedalam kamar tersebut karena ia mengira jika di dalam ruangan tersebut tak ada orang satupun. Tapi dugaannya itu salah besar. Saat dirinya baru 5 langkah masuk kedalam, dirinya di buat terkejut saat melihat pemandangan di ranjang kamar tersebut.


"O'ow, saya tidak sengaja melihat," gumam bik Nah dengan satu tangannya menutup matanya sebelum dirinya memutar arah kembali untuk keluar dari dalam kamar tersebut. Tak lupa ia juga menutup pintu kamar tersebut dengan sangat pelan agar dua orang didalam tidak terganggu dengan ulahnya itu. Dan setelahnya ia berlari menjauh dari depan kamar tersebut, tak ingin melihat ataupun mendengar aktivitas selanjutnya yang akan terjadi.


__ADS_2