The Dark Love

The Dark Love
158. Terpaksa Berbohong


__ADS_3

Sedangkan Digo, dengan muka bantalnya itu, ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar nenek Sheilla diikuti oleh salah satu anak buahnya itu. Dimana didepan kamar tersebut sudah banyak orang disana.


Nenek Sheilla yang melihat Digo berjalan mendekati dirinya pun dengan cepat ia juga melangkahkan kakinya menuju kearah Digo. Dan saat dirinya dan Digo sudah saling bertemu, nenek Sheilla berucap.


"Nak Digo. Tolong bujuk Sheilla agar keluar dari kamar nenek," ucap wanita tua tersebut dengan derai air matanya itu.


Digo yang sebenarnya masih bingung kenapa sang kekasih harus mengurung diri di dalam kamar sang nenek pun ia kini hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Nenek tenang saja ya. Digo akan bujuk Sheilla untuk keluar dari kamar nenek," ucap Digo dengan mengelus lengan nenek kekasihnya itu sebelum dirinya kini melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamar nenek Sheilla diikuti oleh si pemilik kamar tadi.


Dan setelah Digo sampai di depan pintu tersebut, ia langsung menggerakkan tangannya untuk mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok tok tok!!!


"Sayang. Buka pintunya!" ucap Digo dengan suara lembutnya namun masih terdengar sangat keras di dalam sana.


Sheilla yang mendengar suara Digo pun ia tersadar dengan lamunannya yang entah kemana itu.


"Sayang, kamu dengar suaraku kan? Jika kamu tidak segera keluar aku akan mendobrak pintu ini!" ucap Digo yang mulai mengancam Sheilla.

__ADS_1


Dimana ucapan dari Digo itu membuat Sheilla langsung mengambil beberapa foto yang berada di album foto tersebut yang sekiranya akan menjadi bukti jika dirinya memang bukan keluarga kandung neneknya itu.


Dan setelahnya ia mengembalikan barang-barang lain yang tadinya sempat ia keluarkan dari dalam box tersebut sebelum dirinya kini menaiki kursi tadi untuk menaruh kembali box tersebut diatas lemari itu.


"Sayang, kamu tidak mendengar ucapanku? Keluar sekarang atau pintu ini aku dobrak sekarang juga," ujar Digo kembali yang mau tak mau Sheilla harus membalas ucapan dari kekasihnya itu agar Digo tidak melakukan pendobrak di pintu kamar neneknya.


"Tunggu sebentar, Dear. Aku lagi berada di kamar mandi. Perutku tadi tiba-tiba mulas!" teriak Sheilla untuk membalas ucapan dari Digo tersebut. Dan ucapan dari Sheilla tadi membuat semua orang yang ada disana saling pandang satu sama lain tak terkecuali dengan nenek Sheilla yang tampak heran dengan cucunya itu.


"Lho kamu ke kamar nenek hanya untuk numpang buang air besar saja?" tanya nenek penasaran.


"Iya nek. Jadi kalian jangan mengangguku, aku mau menyelesaikan ritualku ini. Karena kalau kalian mengangguku, ritualku ini tidak akan selesai-selesai," ucap Sheilla.


"Aku tau kamu sedang berbohong sayang. Ya kali kamu mau pup harus di toilet dikamar nenek. Sedangkan toilet di rumah ini masih ada banyak yang aku yakini tidak ada yang memakai saat kamu merasa mulas tadi. Sumpah demi apapun, kamu orang yang tidak pandai berbohong Sheilla," batin Digo dengan berjalan menuju ke sofa ruang keluarga. Ia akan menunggu Sheilla diruangan itu bersama dengan nenek kekasihnya itu.


Sedangkan Sheilla yang sudah tidak mendengar gedoran serta teriakan dari orang-orang diluar kamar tersebut pun ia kini bisa menghela nafas lega. Dan dengan melihat tampilannya dari pantulan kaca meja rias nenek, ia berdehem sesaat dan melihat kesekitarnya itu untuk melihat apa ada barang yang belum ia kembalikan ke tempat semula. Dan setelah memastikan semuanya aman, barulah Sheilla berjalan menuju ke arah pintu kamar tersebut.


Dan dengan memperlihatkan senyuman palsunya ia membuka pintu kamar neneknya tersebut. Dimana suara pintu terbuka itu membuat nenek Sheilla dan Digo mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.


"Sheilla," ucap nenek yang membuat Sheilla kini meringis dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


"Maafkan Sheilla yang sudah berbohong kepada nenek tadi," ucap Sheilla dengan cengirannya itu. Dan hal tersebut membuat sang nenek yang percaya dengan ucapan sang cucu pun ia hanya bisa menghela nafasnya.


"Kamu ini lho bisa-bisa bohongin nenek. Nenek kira kamu beneran mau cari foto masa kecil kamu itu yang sampai kamu cari di seluruh rumah ini pun juga tidak akan ditemukan karena foto-foto masa kecilmu itu ikut terbakar saat rumah kita dulu kebakaran dan saat kebakaran itu terjadi kamu masih kecil sekitar usia 5 tahunan. Jadi nenek yakin kamu tidak akan mengingatnya. Waktu itu barang-barang yang kita punya semuanya tidak bisa diselamatkan termasuk album foto masa kecilmu itu. Jadi maafkan nenek ya nak yang tidak bisa menyelamatkan foto kenangan masa kecilmu itu," ujar sang nenek yang membuat Sheilla hanya menganggukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa nek. Lagian Sheilla juga tidak terlalu penasaran dengan wajah Sheilla saat masih bayi. Sheilla mengatakan hal seperti tadi itu hanya untuk mengerjai nenek saja. Hehehe sekali lagi maafkan Sheilla ya, nek." Wanita tua yang duduk disamping Digo itu tampak menghela nafas panjang sebelum dirinya menganggukkan kepalanya.


"Baiklah-baiklah nenek akan memaafkanmu. Tapi lain kali jangan diulangi lagi ya. Kalau sampai kamu masih berani menjahili nenek, nenek tidak akan segan-segan memisahkan kamu dari Digo," ucap nenek Sheilla itu yang membuat Digo yang sedari tadi melihat gerak-gerik kekasihnya itu kini mengalihkan pandangannya kearah wanita tua disampingnya itu.


"Lho kok Digo ikut-ikutan terlibat?" tanya Digo tak terima.


"Ya emang harus terlibat karena kamu kekasih Sheilla. Dan jika dia tidak diancam seperti itu tadi, dia pasti akan mengulangi kejahilannya itu," ucap nenek yang membuat Digo justru mencebikkan bibirnya.


"Tapi ya jangan pakai acara pisahin Digo dan Sheilla juga dong nek karena Digo sudah tidak bisa hidup tanpa Sheilla." Ucapan dari Digo itu membuat nenek Sheilla memutar bola matanya dengan malas.


Sedangkan Sheilla, ia justru semakin mengembangkan senyuman palsunya itu.


"Uwow so sweet sekali sih kesayanganku ini. Jadi tambah cinta deh. Love you forever, Dear," ucap Sheilla dengan memberikan flying kiss kearah Digo dimana seolah-olah Digo tengah menangkap flying kiss dari kekasihnya tadi lalu dengan menaruh tangannya yang tadi ia gunakan untuk menangkap flying kiss dari Sheilla tadi di dada bagian kirinya itu.


"Love You forever too, sayang." Balas Digo dengan memberikan kedipan mautnya itu kepada Sheilla. Dimana Sheilla seolah-olah ingin pingsan melihatnya.

__ADS_1


Dan apa yang dilakukan oleh pasangan alay itu, membuat nenek Sheilla tampak mual dan karena ia sudah tidak tahan melihat ke-alayan Digo dan Sheilla. Ia memilih untuk pergi dari hadapan keduanya.


__ADS_2