The Dark Love

The Dark Love
260. Nihil


__ADS_3

Rombongan Raider telah sampai di kediaman milik Bomi. Bukan hanya orang-orang kantornya saja melainkan para anak buah Raider tutur hadir disana setelah mendapat perintah dari sang bos. Kini di depan mereka terlihat rumah yang cukup sederhana dengan dua lantai itu tampak sepi. Tak ada penjaga satu orangpun di depan rumah itu.


"Apa anda yakin jika rumah orang yang anda curigai telah membocorkan rahasia perusahaan disini, tuan?" tanya Naka.


Namun sayang pertanyaan dari Naka diabaikan begitu saja oleh Raider. Laki-laki itu justru melangkahkan kakinya lebih dekat lagi dengan rumah tersebut diikuti dengan yang lainnya kecuali Naka yang berdecak kesal atas sikap Raider tadi. Lalu setelahnya ia ikut mendekati rombongan Raider.


"Dobrak pintunya!" perintah Raider kepada anak buahnya yang langsung di turuti oleh mereka.


Sekitar 3 orang kini mulai mendobrak pintu rumah dua lantai tersebut. Satu kali, dua kali gagal hingga yang ketiga kalinya pintu itu terbuka dengan sempurna.


Raider dengan cepat masuk terlebih dahulu kedalam rumah yang sangat sepi itu, tak ada seorangpun terlihat di rumah tersebut.


"Bomi! Keluar kamu!" teriak Raider menggema di seluruh penjuru rumah itu.


Tapi sayangnya teriakannya itu tak mendapat jawaban dari orang yang ia panggil.

__ADS_1


Raider berdecak. Ia tak akan menghabiskan tenaganya hanya untuk berteriak sehingga ia berkata kepada anak buahnya, "Geledah seluruh rumah ini sekarang juga! Jangan sampai ada yang kelewatan! Jika kalian menemukan seseorang di rumah ini, seret dia ke hedapan saya, sekalipun jika yang kalian temui anak kecil!"


Perintah mutlak dari Raider diangguki patuh oleh seluruh anak buahnya sehingga mereka langsung menjalankan perintah dari Raider. Mereka langsung berpencar keseluruhan penjuru rumah tersebut, mencari seseorang yang akan ia tangkap.


1 jam telah berlalu, seluruh anak buah Bomi kembali menghadap ke bos mereka tanpa membawa hasil sama sekali.


"Maaf bos, kita tidak menemukan seseorang di rumah ini. Kemungkinan rumah ini dengan sengaja sudah ditinggalkan oleh pemiliknya sebelum kita sampai disini," ucap salah satu anak buah Raider mewakili temannya yang lain.


Raider yang mendengar hal tersebut pun tangannya terkepal erat dengan gigi bergemelutuk. Sudah dipastikan jika Digo yang mengatur semua ini. Ia sangat yakin semua penghuni rumah Bomi sudah di sembunyikan olehnya. Kalau seperti ini, maka Raider sudah tidak bisa duduk manis lagi. Ia harus turun tangan untuk memusnahkan Digo seperti tekatnya sebelumnya karena hanya mengandalkan Bomi, percuma. Ia merasa laki-laki yang ia jadikan mata-mata Digo tak becus menjalankan tugasnya. Apalagi saat ini dia tidak bisa dihubungi, mungkin sudah ketahuan oleh Digo, pikir Raider yang sudah tak mengharapkan Bomi sama sekali.


"Kalian semua kembali ke kantor. Cari cara agar rahasia perusahaan yang sudah bocor kembali lagi. Untuk urusan orang yang sedang saya cari, biar saya sendiri yang mengurus," ujar Raider. Ia tak akan menyangkut pautkan karyawan kantornya dengan urusannya bersama Digo. Sehingga ia memilih untuk meminta karyawan kantornya untuk kembali.


"Tapi tuan---" belum sempat Jesi menyelesaikan ucapannya yang ingin memberikan usulan, bibirnya kembali terkatup saat mendapat tatapan tajam dari Raider. Ia memilih mengurungkan niatnya tadi daripada dirinya dibunuh saat ini juga oleh bosnya itu.


"Dan untuk kalian semua, ikut saya!" ucap Raider yang ia tujukan kepada seluruh anak buahnya. Lalu setelahnya ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah Bomi tentunya diikuti oleh seluruh anak buahnya tadi kecuali para karyawan kantor yang masih berdiri di tempat mereka masing-masing, mungkin menunggu Raider dan anak buahnya keluar semua terlebih dahulu baru mereka nanti ikut keluar.

__ADS_1


Tapi siapa sangka saat keluarnya Raider tadi, salah satu anak buahnya yang berpapasan dengan salah satu karyawan kantor saling bertukar pandang, seakan-akan pandangan itu memberikan isyarat yang hanya di ketahui oleh mereka berdua. Terbukti mereka menganggukkan kepala secara bersamaan, seperti mensetujui isyarat yang telah mereka berikan satu sama lain tadi. Dan setelahnya, mereka mengalihkan pandangannya kala anak buah Raider tadi sudah keluar dari rumah tersebut.


"Kita juga pergi sekarang, melaksanakan tugas yang sudah tuan Raider berikan," ucap Nicholas dengan memijit pangkal hidungnya.


Dan ucapan dari Nicholas tadi dibalas dengan anggukkan oleh semua orang kecuali dua orang yang hanya diam saja sebelum salah satu dari dua orang tadi berkata, "Benar apa yang dikatakan tuan Nicholas. Tapi sepertinya saya dan Stevie tidak akan kembali ke kantor."


Semua orang langsung mengalihkan pandangannya kearah Naka, si pemilik suara tadi dan bergantian menatap Stevie yang tengah bersedekap dada saat ini. Kerutan di kening para karyawan kantor itu terlihat jelas. Seolah kerutan itu mewakili mereka untuk bertanya, Naka kembali bersuara, "Kita hanya akan pergi menemui hacker yang merupakan kenalan salah satu teman Stevie. Siapa tau hacker itu bisa mengatasi masalah yang tengah terjadi saat ini."


"Benar apa yang dikatakan tuan Naka. Kita berdua akan pergi untuk mencari hacker handal lainnya sekaligus mencoba keberuntungan kita. Jadi kalian tenang saja, kita tidak akan meninggalkan tugas kita begitu saja," ujar Stevie meyakinkan orang-orang disana.


Dan sepertinya penjelasan itu bisa di terima oleh mereka, terlihat mereka saat ini tengah menganggukan kepala mereka.


"Baiklah kalau begitu pergilah. Kita tunggu kabar baik dari kalian di kantor dan kalau bisa temukan hacker handal secepatnya," ucap Nicholas.


"Akan kita usahakan," balas Naka.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kita pergi dulu. Kalian berhati-hatilah," pesan Nicholas sebelum dirinya pergi dari hadapan Naka dan Stevie kala ia melihat anggukkan setuju dari mereka berdua. Tentunya kepergian dari Nicholas, diikuti karyawan kantor lainnya. Dan setelah kepergian mereka, Naka dan Stevie saling pandang satu sama lain dengan senyum miring di bibir mereka masing-masing. Lalu setelahnya, keduanya melangkahkan kakinya keluar dari rumah dua tingkat tersebut untuk melakukan tugasnya selanjutnya.


__ADS_2