
Vina yang telah sampai di lantai pertama mansion tersebut, ia berdecak sebal kala melihat Digo tengah menempel kepada Sheilla. Dan karena dirinya tak suka melihat kedekatan keduanya pun dengan cepat Vina berjalan mendekati mereka lalu tanpa di suruh sama sekali, Vina langsung mendaratkan bokongnya di sofa yang sama yang tengah Digo dan Sheilla tempati. Dan tanpa hitungan menit, Vina yang duduk di sebelah kiri Digo, ia menarik lengan laki-laki tersebut hingga tubuh Digo menjauh dari Sheilla dan mendekat kearahnya yang langsung di peluk erat oleh Vina.
Tapi sayangnya, hal itu hanya bertahan beberapa detik saja sebelum Digo mendorong tubuhnya hingga terhuyung ke samping.
"Kemana sopan santun anda, sialan! Siapa yang menyuruh anda untuk memeluk saya!" teriak Digo murka dengan tubuh yang sudah berdiri tegak dan rahang yang mengeras, bertanda jika dirinya benar-benar marah.
"Tidak ada yang menyuruhku. Aku melakukan hal tadi sesuai dengan apa yang aku mau. Toh bukannya kamu memanggilku tadi karena kamu tengah merindukanku." Vina benar-benar sangat percaya diri.
"Mimpi! Sampai saya mati sekalipun saya tidak akan pernah sudi merindukan anda, wanita murahan. Dan lebih baik anda sekarang bersihkan semua barang-barang anda dari mansion ini dan keluar dari mansion saya sekarang karena disini tidak membutuhkan orang yang tidak tau diri, benalu sekaligus bikin malu. Dan saya juga tidak mau jika mansion saya ini dikotori oleh orang yang telah melakukan zina," ucap Digo dengan begitu tegas dan hal tersebut membuat Monik yang merasa ikut tersindir pun menundukkan kepalanya, walaupun perkataan dari Digo tadi bukan untuknya tapi ia juga merasa bersalah karena sudah melakukan hal yang seharusnya tak terjadi.
Namun kepalanya itu ia tegakkan kembali kala ia merasa ada sebuah tangan yang menggenggamnya.
"Itu untuk Vina bukan untuk kita," ucap si pemilik tangan tersebut yang tak lain adalah Henry dengan senyuman di bibirnya yang sangat jarang sekali ia perlihatkan. Dan perkataan dari Henry tadi membuat Monik kembali tenang tak lupa ia juga melempar sebuah senyuman ke arah laki-laki tersebut.
Sedangkan di ruang tamu, Vina langsung ikut berdiri setelah Digo menyelesaikan ucapannya tadi.
"Maksud kamu apa? Kamu mengusirku dan menuduhku menjadi wanita murahan? Jaga ucapanmu itu Digo jika kamu tidak memiliki bukti sedikitpun," ucap Vina menantang.
"Kamu mau bukti." Bukan, bukan Digo yang bersuara melainkan Sheilla lah yang kini mengambil alih percakapan itu dan hal tersebut membuat Vina menolehkan kepalanya kearah Sheilla.
__ADS_1
"Jika kamu tidak tau apa-apa lebih baik kamu diam karena aku hanya punya masalah dengan Digo bukan denganmu, si wanita yang juga menjadi benalu sepertiku," ucap Vina.
"Sialan!" umpat Digo dan saat dirinya ingin menampar Vina karena tak terima dengan ucapan Vina yang ditujukan untuk kekasihnya itu, tangannya langsung di cekal oleh Sheilla.
"Jangan mengotori tangan kamu, Dear."
"Tapi dia sudah menyebut kamu sebagai wanita benalu disini, Honey. Padahal kamu kan nyonya di mansion ini," ujar Digo.
"Nyonya? Heh, miris sekali mansion sebesar ini memiliki nyonya yang tidak berpendidikan tinggi, jelek, miskin lagi," timpal Vina yang membuat Digo langsung menatap tajam kearah Vina. Ingin sekali ia menghabisi wanita itu tapi Sheilla sekarang justru berdiri didepannya. Lalu tak berselang lama tangan kekasihnya itu mengayun hingga...
Plakkkk!
"Saya memang tidak berpendidikan tinggi, cantik dan kaya seperti anda. Tapi setidaknya saya masih punya harga diri, sopan santun dan attitude yang selalu saya jaga agar mulut atau perlakuan saya tidak melukai orang lain. Karena perlu anda tau, orang berpendidikan, orang cantik atau orang kaya sekalipun seperti anda ini kalau dia tidak memiliki attitude yang bagus maka mereka adalah orang rendahan, sangat-sangat rendahan," ujar Sheilla.
"Beraninya kamu."
Saat tangan Vina mengayun dan ingin menampar Sheilla, bahkan Sheilla sudah menutup matanya bersiap untuk menerima tamparan itu, tiba-tiba saja...
Takkkk!
__ADS_1
Sebuah sepatu melayang dan berakhir mendarat tepat di kepala Vina hingga membuat perempuan itu mengaduh kesakitan.
"Aduh aduh maaf nona. Sepatu saya memang suka sekali menghakimi orang yang bersalah. Maaf ya," ucap Monik yang membuat Digo, Sheilla dan Vina menolehkan kepalanya kearah Monik.
"Monik kamu---"
"Bukan salah saya, Nona Vina. Soalnya sepatu saya melayang sendiri tadi. Jadi jangan marah ke saya dong, marah saja nih sama sepatu saya," ucap Monik sembari menyodorkan sepatunya tepat didepan wajah Vina yang membuat Vina langsung mendorong tangan Monik agar menjauh dari wajahnya itu.
Sedangkan Sheilla dan Digo mereka kini tengah tersenyum melihat aksi yang tak terduga dari Monik itu. Tak hanya mereka berdua saja yang tengah tersenyum, tapi di jarak yang lumayan jauh, Henry pun juga tengah terkekeh karena apa yang dilakukan oleh Monik tadi berasal dari idenya.
"Nona tidak mau mengomeli sepatu saya? Kalau tidak mau ya sudah, saya pakai lagi saja. Dan saya sarankan kepada anda, segara melakukan apa yang telah tuan Digo tadi perintahkan ke anda karena jika anda menginginkan sebuah bukti, tuan Digo bahkan seluruh orang yang ada di mansion ini dan mungkin orang di luar sana tau akan kejadian tadi malam. Dan saya kecewa dengan anda nona, saya pikir anda benar-benar di culik oleh laki-laki itu dan mendapat pelecehan dari dia. Tapi ternyata selama permainan itu anda yang lebih mendominasi pemainan panas itu. Dan saya benar-benar kecewa akan hal itu. Saya menyesal karena telah membela Nona," ucap Monik yang membuat mimik wajah Vina kini terlihat memucat.
"Ada apa ini? Kenapa Monik berkata seperti itu? Apakah aksiku tadi malam dengan laki-laki sialan itu direkam oleh dia dan disebar luaskan?" batin Vina penuh dengan kekhawatiran.
"Dan daripada anda bingung dan kata anda tadi kita tidak memiliki bukti. Maka saya sekarang akan memperlihatkan bukti itu. Lihat baik-baik dengan mata anda," ucap Sheilla sembari memutarkan video tak senonoh itu dari ponselnya lalu memperlihatkan kepada Vina.
Vina melebarkan matanya kala ia melihat secara jelas wajahnya yang terpampang nyata di layar ponselnya tersebut.
"Ini video editan. Mana mungkin aku melakukan hal menjijikan seperti itu. Ini pasti di edit. Digo, kamu harus percaya sama aku. Aku tidak melakukannya," ucap Vina.
__ADS_1
"Anak TK pun tau jika video itu bukan editan. Dan untuk apa juga saya percaya dengan Anda yang sudah sangat-sangat merugikan diri saya. Dan lebih baik anda segera keluar dari sini sekarang juga karena saya tidak akan menunggu sampai para wartawan yang super cerdik itu ke sini dan menyorot mansion ini yang akan membuat netizen berspekulasi yang tidak-tidak kepada semua orang yang ada di mansion ini. Dan imbasnya nama saya ikut tercoreng gara-gara anda. Pergi sekarang! sebelum saya menyuruh bodyguard untuk menyeret anda keluar!" ucap Digo dengan tegas.